PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
BOCAH SAKTI


__ADS_3

Bocah yang paling berumur 8 tahun itu wajahnya sangat tampan dan menarik.


Sikapnya lemah lembut sopan dan pendiam tidak banyak bicara.


Tapi sepasang matanya terlihat menyorot tajam penuh keberanian dan ketenangan.


Di kepung oleh sepuluh orang dewasa dengan pedang terhunus, dia sedikitpun tidak terlihat takut.


Dia tetap bersikap tenang, terus mengamati gerak gerik lawan lawannya.


Dia juga tetap bertangan kosong, tidak terlihat ingin mencari atau mengeluarkan senjata untuk menghadapi orang orang yang mengepungnya.


Lawan dua yang kini hanya di penuhi oleh orang orang dunia persilatan.


Mereka semua menyingkir kesamping, meja kursi mereka bantu pindahkan agar ada ruang bagi perkelahian yang tidak seimbang itu.


Bahkan sebagian orang di samping mulai membuka pangsa pasar taruhan bertaruh siapa yang akan memenangkan perkelahian itu.


Nan Thian dan Zi Zi hanya mengikuti kerumunan orang mengawasi dari halaman restoran.


"Suamiku, mengapa aku lihat wajah bocah itu dan gerak geriknya sangat mirip dengan mu..?"


Ucap Zi Zi melontarkan keheranan nya


Nan Thian tersenyum tenang dan berkata,


"Dunia begitu banyak orang, satu dua yang mirip, tidaklah heran.."


"Apalagi bocah itu masih kecil, dia akan terus tubuh dan mengalami banyak perubahan jadi tidak ada yang perlu di buat heran.."


Ucap Nan Thian santai.


Di luar Nan Thian bersikap normal dan santai, tapi di dalam hatinya dia juga membenarkan pendapat Zi Zi.


Dia juga merasa agak sedikit menyukai sifat dan keberanian bocah itu.


Nan Thian diam diam sudah bersiaga ilmu ringan tubuh dan langkah ajaibnya, untuk pergi menolong bocah itu, bila bocah itu dalam bahaya.


Tapi sebelum itu, Nan Thian tidak mau pergi menganggu mereka.


Pertama dia tidak mengerti duduk persoalan, kedua dia sedikit penasaran ingin melihat sampai sejauh mana kemampuan bocah itu, menghadapi keroyokan manusia manusia dewasa tapi tidak tahu malu itu.


5 dari pengeroyok pemuda itu susul menyusul mulai melompat maju, menyarangkan pedang mereka menyerang bocah tanggung itu.


"Hyaaaaaat...!"


"Singggg..!"


Terdengar suara bentakan berulang dan suara pedang berdesing membelah udara.


Datang menusuk kelima titik di depan dan belakang bocah 8 tahun itu.


Bocah itu dengan sikap tenang berdiri menunggu hingga ujung pedang mendekat.


Dalam satu tarikan nafas, menghimpun Chi nya, pemuda itu mengeser langkah kaki nya.


Bergerak gerak seperti wanita sedang menari, tapi anehnya serangan keempat orang itu semuanya menemui tempat kosong .

__ADS_1


Sebagai gantinya terdengar suara,


"Plakkk..!"


Suara nyaring yang terjadi berulang kali, di mana kelima orang itu terpukul mundur kebelakang.


Di hadiahi masing masing sebuah bekas merah tapak tangan anak kecil di pipi kiri kanan mereka.


Meski tamparan itu hanya berbekas dengan bentuk anak kecil tapi dari pipi mereka yang bengkak merah lebam.


Itu hanya membuktikan tamparan tersebut di sertai dengan kekuatan yang tidak ringan.


Kejadian itu segera membuat penonton yang sedang bertaruh di sekitar berteriak dengan suara riuh rendah.


Karena pangsa pasar taruhan mereka jadi berubah, begitu hasil gebrakan pertama terlihat.


Nan Thian dan Zi Zi di bawah sana juga menatap kagum kearah anak kecil yang berwajah mirip Nan Thian itu.


Nan Thian sudah berusaha mengamati pergerakan yang di lakukan oleh anak itu.


Tapi dia tidak berhasil menebak asal usul aliran ilmu silat anak itu yang begitu aneh tapi sangat efektif.


Anak itu kelihatannya juga sudah menguasai setiap pergerakan nya dengan sangat matang .


Di lokasi perkelahian sendiri, setelah berhasil memukul mundur 5 orang pengeroyoknya.


Bocah tanggung itu berkata, dengan suara nya yang bening.


"Kalian ber 10 aku sarankan untuk meminta maaf pada pelayan dan pemilik restoran.."


"Lalu bayar hutang hutang kalian, setelah itu boleh pergi menggelinding dari kota ini ."


Mendengar teguran dari bocah itu, marahlah 10 orang itu, terutama lima diantara mereka, yang sudah merasa di permalukan oleh bocah itu.


Mereka segera berteriak,


"Serang bersamaan habisi bocah setan itu.."


"Jangan biarkan dia lolos.."


Selesai berteriak pedang pedang mereka segera berdesing datangnya bagaikan titik titik hujan menetap semua jalan maju dan mundur bocah itu.


Bocah itu tersenyum santai, dia menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Keras kepala, kalian akan menyesal..!"


Selesai berkata dalam satu tarikan nafas menghimpun Chi nya.


Bocah tanggung itu memunculkan bayangan perisai energi hijau kebiruan.


Membentuk bayangan cangkang Kura-kura.


Sehingga sepuluh batang pedang dan pemilik nya, kini terlihat tertahan di sana.


Mau bergerak pun tidak bisa, maju tidak bisa mundur pun tidak bisa.


Senjata mereka semua pada menempel di bayangan cangkang kura kura, tidak bisa mereka tarik juga tidak bisa mereka dorongkan kedepan.

__ADS_1


Di saat mereka semua sedang kaget, terdengar suara bocah itu berteriak,


"Lepas...!"


"Pergilah...!"


Sepuluh pedang terbetot lepas oleh tenaga hisap, yang sangat kuat dari bocah itu.


Pedang pedang berseliweran di dalam perisai cahaya mengelilingi seluruh tubuh pemuda itu.


kemudian oleh pemuda itu di kumpulkan menjadi satu bola cahaya raksasa'di mana pedang pedang itu masih berseliweran di dalam sana.


Bola cahaya tersebut kemudian dia ledakan kearah 10 orang pengepung nya.


"Duaaar...!"


Sepuluh orang itu terlihat terpental keluar dari lantai dua jatuh ke halaman restoran seperti layang layang putus .


Masing masing mereka menerima hadiah pedang yang menancap menembus bahu mereka masing-masing.


Kesepuluh orang itu saat terhempas d atas tanah, mereka hanya bisa merintih rintih kesakitan, tidak mampu berdiri lagi.


Tepuk tangan meriah segera menghiasi seluruh tempat itu.


Baik dari lantai dua, lantai dasar hingga di halaman restoran. Semua orang bertepuk tangan, atas kemampuan luar biasa yang di tunjukkan oleh bocah ajaib itu.


Bocah tanggung itu melompat menyusul mendarat di halaman restoran.


Tanpa memperdulikan tepuk tangan sorakan dan tatapan mata kagum semua orang.


Bocah itu dengan gerakan cepat menghampiri sepuluh orang itu, memeriksa dan mengambil kantung uang mereka secara paksa.


Sepuluh orang itu tidak mampu memberikan perlawanan, saat bocah itu mengambil kantung uang mereka.


Setelah mendapatkan kantung uang mereka, bocah itu dengan langkah santai menghampiri pemilik restoran dan berkata,


"Berapa hutang mereka, dan kerugian paman selama mereka menginap di tempat paman..?"


Pemilik restoran dengan cepat mengeluarkan satu lembar kertas tagihan panjang dan berkata,


"Total semuanya 200 Tael perak.."


Bocah itu membuka salah satu kantung menghitungnya, kemudian dia berikan kepada pemilik restoran,


"Di dalam sini 50 tael perak.."


Selesai berkata dia kembali berhitung, dan kembali memberikan kepada pemilik restoran.


"Ini 60 Tael perak..!"


Lalu dia kembali berhitung dengan serius, dan kembali berkata.


"Ini 60 Tael perak..!"


Terakhir selesai berhitung bungkusan keempat dia berkata,


"Ini 65 Tael perak.."

__ADS_1


Nan Thian yang melihat kehebatan


__ADS_2