PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SESEPUH SEKTE PEDANG LANGIT LIU XUAN


__ADS_3

Pedang langit terus berkelebat kesana kemari seperti sedang memburu bayangan Thian Yi yang sulit tersentuh .


Gedung aula utama sekte pedang langit, yang megah dan indah.


Dalam sekejab sudah berubah menjadi puing puing hancur berantakan, oleh terjangan energi.pedamg yang Liu Chan lepaskan.


Boleh dibilang Thian Yi meminjam tangan Liu Chan untuk menghancurkan Lin Wu Shan Chuang, bangunan markas pusat sekte pedang langit.


Setelah hampir seluruh bangunan Istana Sekte Langit hancur rata dengan tanah.


Thian Yi baru mengerahkan ilmu andalan nya, dia kembali membentuk gelombang energi pedang seperti saat dia menewaskan 9 pengurus senior sekte pedang langit sebelumnya.


"Lautan Pedang tidak berbatas..!"


Bentak Thian Yi sambil melepaskan serangan nya.


Seketika gelombang energi pedang menerjang dahsyat. Menelan tubuh keempat orang, yang sedang berdiri di sana. Sedang menyatukan kekuatan mereka membentuk pedang langit.


Berusaha membelah gelombang energi pedang Thian Yi.


Awalnya gelombang energi pedang berhasil terbelah dua, dan terus bergerak kedepan.


Tapi saat di pertengahan jalan, energi pedang langit, seperti api penerangan yang kehabisan minyak.


Liu Chan dan ketiga tetua kehabisan energi di tengah jalan, Cahaya pedang langit meredup hingga akhirnya sirna tak berbekas di terjang gelombang lautan pedang.


Segera gelombang pedang datang menggulung ganas kearah keempat orang yang berdiri dengan wajah pucat tak berdaya.


Tapi di detik detik akhir keempat orang itu di telan gelombang lautan pedang.


Dari puncak tebing tertinggi Lin Wu Shan, yang terletak di bagian paling belakang komplek istana Pedang langit.


Muncul seberkas cahaya melesat dengan sangat cepat, muncul diantara Liu Chan, ketiga tetua sekte pedang langit dengan gelombang lautan pedang yang sedang datang menerjang.


Sebuah Bola energi putih transparan, dengan sesosok bayangan pria di dalam nya.


Muncul di tengah tengah sana, membelah gelombang lautan pedang .


Sekaligus memberikan perlindungan kepada keempat orang itu.


Sehingga saat gelombang lautan pedang berlalu, mereka berempat masih tetap hidup.


Hanya pakaian mereka yang compang camping di sertai luka sayat di sekujur tubuh mereka.


Tapi mereka berhasil selamat dari terjangan gelombang lautan pedang Thian Yi.


Selain keempat orang itu tetap hidup, di sana juga hadir sesosok pria berjanggut dan beralis putih, berwajah cerah, dengan kepala plontos tidak berambut sama sekali.


Dia mengenakan pakaian serba putih.


Sama seperti Thian Yi.

__ADS_1


Pria ini bernama Liu Xuan.


Semasa mudanya dia juga adalah seorang keturunan sekte pedang langit yang paling berbakat.


Dia dan Thian Yi datang dari jaman yang sama, kemampuan mereka berdua selalu berimbang.


Baik dari segi bakat pencapaian maupun kesaktian yang berhasil mereka kuasai dari sekte mereka masing masing dengan baik


Perbedaan nya, Thian Yi lebih mujur, dia secara kebetulan mengkonsumsi ginseng dewa.


Sehingga dia bisa menjaga penampilan nya, tetap awet muda sedang kan Liu Guan meski mampu hidup umur panjang.


Tapi dia tidak bisa terhindar dari perubahan penampilan menjadi tua, dan kehilangan rambut hitam nya.


Liu Guan tanpa menoleh berkata dengan suara keren.


"Kalian berempat, aku sudah peringati kalian jangan serakah, tapi kalian tidak mengindahkan nya.."


"Lihat sekarang kekacauan yang kalian timbulkan, sungguh memalukan.."


"Menyelesaikan masalah tidak bisa, menuai kekacauan sudah pasti.."


Liu Chan dan ketiga tetua sekte pedang langit, segera menjatuhkan diri bersujud di belakang Liu Xuan dan berkata,


"Maafkan kami sesepuh..!"


"Terimakasih sesepuh bersedia berdiri keluar menyelamatkan nyawa kami yang tak berharga.."


"Sudahlah jadikan ini sebagai pelajaran, pergi ke gua belakang, untuk merenungkan kesalahan kalian.."


Keempat orang itu buru buru bersujud dengan membentur kan dahi mereka keatas reruntuhan, sebanyak 3 kali.


Tanpa menghiraukan dahi mereka masing masing yang terluka dan berdarah.


Mereka buru buru mengundurkan diri dari tempat tersebut.


Thian Yi yang melihat hal itu langsung berkata,


"Liu Xuan kamu masih tidak berubah.."


"Masih suka mengambil keputusan semau mu.."


"Hari ini aku justru mau melihat kamu Liu Xuan punya kemampuan untuk itu.."


Tegur Thian Yi yang tidak senang, Liu Xuan muncul mengacaukan rencananya.


Mencari keadilan untuk anggota sekte nya, yang menjadi korban kebiadaban dan keserakahan keempat orang itu.


Liu Xuan menanggapi teguran Thian Yi dengan senyum tenang dan berkata,


"Terserah pada apa mau mu.."

__ADS_1


"Toh.. dari dulu hubungan kita juga bukan sangat baik."


"Aku hanya tidak ingin air danau menganggu ketenangan air sumur.."


"Tapi bila kamu menghendakinya, aku juga tidak akan mundur silahkan saja.."


Ucapan Liu Xuan terdengar sopan dan lembut, tapi aslinya justru sangat sangat arogan dan seenaknya.


Memang begitulah sifat aslinya, Thian Yi juga sudah lama tahu itu.


Berbicara dengan orang seperti ini, tidak akan berguna.


Tinju dan kaki akan lebih pantas untuk nya.


Thian Yi mulai bersiap mengerahkan Ilmu pedang Ming Yue Cien Fa dan Ming Yue Sen Kung untuk menghadapi Liu Xuan si botak arogan di hadapannya.


Langit yang cerah tiba tiba mulai meredup, matahari tertutup awan tebal hitam yang datang bergulung gulung, hingga suasana berubah menjadi agak gelap.


Saat matahari hilang sepenuhnya cahaya nya, tidak mampu menembus penghalang nya.


Tempat itu sepenuhnya berubah menjadi gelap gulita, tapi sesaat kemudian kembali terang oleh bayangan bulan yang muncul di belakang Thian Yi.


Kim Kim yang berdiri di belakang sana dengan sikap cuek, kini mulai terlihat serius menatap kearah Liu Xuan.


Seluruh tubuhnya mulai memancarkan cahaya kemilau keemasan, sepasang mata nya mulai menyala seperti sepasang bola lampu cahaya merah.


Liu Xuan yang melihat perubahan pada kemampuan Thian Yi, di tambah dengan penampilan Kim Kim di belakang sana.


Sesaat didalam hati nya muncul keraguan, apa dia mampu membereskan keduanya sekaligus.


Liu Xuan buru buru mengeluarkan ilmu pelindung tubuhnya, yang bersinar putih transparan, mengelilingi seluruh tubuhnya.


Dia bersiap siap untuk menghadapi segala konsekuensi kemungkinan terburuk yang akan di hadapi nya.


Dia terus menyerap hawa disekitarnya memenuhi tubuhnya, bersiap untuk melepaskan jurus puncak andalan nya.


Baik Thian Yi maupun Liu Xuan belum ada yang memulainya.


Mereka hanya terus menghimpun energi, sambil melepaskan hawa yang terpancar dari tubuh mereka bergerak menekan lawan.


Thian Yi menggerakkan ujung sepatunya hingga sedikit amblas kedalam tanah.


Seperti sedang mencongkel tanah berbatu di hadapannya.


Sesaat kemudian dalam satu hentakan kaki, tubuhnya terbang ke atas di sana dia memainkan jurus Ming Yue Cien Fa.


Melakukan tebasan kuat terarah ke Liu Xuan.


"Cuittt...!"


Bunyi Tebasan Pedang Thian Yi bercuitan membelah udara, seberkas pedang yang mengeluarkan cahaya terang, menyilaukan mata.

__ADS_1


Dengan kecepatan yang sulit di ikuti menyambar kearah kepala Liu Xuan.


__ADS_2