PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Li Sun vs Li Suin Hoan


__ADS_3

"Sudah lama tidak mendengar orang menyebut nama itu, pikir pikir ada sedikit merindukan masa masa itu.."


Sepasang mata pria di balik topeng hitam itu terlihat sedikit bersinar ceria.


Tapi sesaat kemudian mata nya meredup dan kembali muram.


"Haisss.. bertanya pada dunia,..apa artinya dua huruf kata Cinta Kasih ini.."


"Yin Mei,..Siao Hong,..aku yang berhutang pada kalian.."


"Setelah ini,.. kita bisa berkumpul kembali,.. aku akan menebusnya.."


Ucap pria itu di dalam hati.


"Uhukk..!"


"Uhukk..!"


"Uhukk..!"


Di luar hanya terlihat pria itu sedikit batuk batuk kecil.


Merasa penutup muka menghalangi pernafasannya.


Pria itu menarik penutup wajahnya.


Maka munculah sesosok wajah yang sangat tampan, tidak kalah dengan Li Fei Yang yang memilki ketampanan khas Xi Xia.


Sedangkan pria ini menandingi ketampanan Li Fei Yang dengan ketampanan khas wilayah selatan dan timur.


Bila di lihat dari penampilan usia mereka sepertinya hampir mirip, terlihat kisaran 40 an tahun.


Yang berbeda adalah Li Fei Yang terlihat segar sehat tanpa beban.


Sedangkan pria ini terlihat sangat pucat, sepasang matanya seperti menyimpan beban kehidupan pahit yang menyedihkan.


Mungkin mata dan guratan wajahnya seimbang dengan Yue Nan Thian.


Meski yang hadir semua adalah pria, tapi mereka semua harus akui.


Li Suin Hoan adalah pria matang yang sangat tampan, gadis manapun yang melihatnya, tidak akan kesulitan untuk tertarik dan ingin mengenalnya lebih dalam.


Setelah batuknya berhenti, pria itu menatap kearah Fei Yang dan Nan Thian secara bergantian.


Dia berkata pelan,


"Siapa berikutnya..!?"


Nan Thian yang sadar lawan ini sangat berbahaya, kecepatan serangan pisau terbang nya, sangat kuat dan mengerikan.


Dia khawatir ayah mertuanya yang ilmu andalannya adalah ilmu pedang berpasangan bersama ibu mertuanya.


Sedangkan ibu mertua nya kini, kondisinya tidak sama seperti dulu.

__ADS_1


Ibu mertuanya kini sudah tidak dapat menemani ayah mertuanya bertarung seperti dulu lagi.


Sehingga ayah mertuanya tidak mampu lagi mengeluarkan kemampuan puncaknya.


Khawatir ayah mertuanya terjadi sesuatu, Nan Thian segera maju dan berkata,


"Ayah ijinkan aku saja yang maju menghadapinya.."


Fei Yang mengangguk pelan, dia juga tahu diri, tanpa Xue Lian di sisinya kemampuannya sehebat apapun.


Dia masih bukan lawan Nan Thian, dalam kasus ini, paling cocok memang Nan Thian yang maju, menghadapi Li Suin Hoan.


Fei Yang terpaksa mengangguk pelan dan berkata,


"Thian er,.. jangan terlalu memaksakan diri, memang kalah itu biasa.."


"Yang mampu bertahan hidup, adalah pemenang yang sebenarnya.."


Ucap Fei Yang mengingatkan Nan Thian .


Nan Thian mengerti maksud mertuanya, dia mengangguk pelan,


"Thian er mengerti ayah.."


Fei Yang mengangguk, lalu dia segera terbang mundur kembali ke sisi Li Sun yang membentengi dirinya melindungi Fei Yung dan Fei Lung.


Sementara' di tengah arena sendiri, Li Suin Hoan mulai terlihat melayang ringan di udara, menyusul Nan Thian yang sudah lebih dulu melayang di udara dengan seluruh tubuh memancarkan cahaya panca warna.


Sama persis dengan cahaya pedang di dalam genggaman tangannya.


Melihat Li Suin Hoan diam saja, dan memberi kode agar dia yang maju duluan menyerangnya.


Nan Thian setelah berhasil mengumpulkan seluruh kekuatannya.


Dia langsung melepaskan tebasan pedang Tiada Awal Tiada Akhir.


Sebuah jurus yang jarang dia gunakan karena memiliki daya perusak lingkungan yang tinggi.


Di tempat ini Nan Thian tidak perlu terlalu khawatir, karena tempat ini adalah alam dimensi.


Bila pun terjadi sesuatu tidak akan sampai membawa dampak bagi dunia luar sana.


Begitu pedang Nan Thian di tebaskan kedepan, Seberkas cahaya panca warna berbentuk bayangan pedang langsung melesat cepat menerjang kearah Li Suin Hoan.


Li Suin Hoan bergerak cepat, menghindari serangan Nan Thian, yang memiliki daya tekanan yang sangat kuat.


Dia menghilang dari posisinya seperti sebuah bayangan asap halus.


Tapi serangan energi pedang Nan Thian terus mengejarnya.


Kemanapun dia menghindar.


Energi pedang Nan Thian tidak berhenti menempel ketat di belakangnya.

__ADS_1


Setelah menghindari kejaran pedang Nan Thian sebanyak tiga kali.


Li Suin Hoan akhirnya membalas melepaskan sepasang belati terbang nya, yang meluncur seperti mata bor melesat cepat menyerang kearah Nan Thian .


Saking cepatnya, tidak terlihat kapan Li Suin Hoan melempar pisau terbang nya.


Tahu tahu pisau terbang sudah berada di dekat Nan Thian , tertahan oleh Energi perisai pelindung gabungan tiga kekuatan surgawi.


Perisai energi Nan Thian sangat kuat, sehingga pisau terbang Li Suin Hoan tidak mampu menembusnya.


Sebaliknya pisau itu di buat membeku, kemudian terbakar hingga berubah bentuk dan warna seperti logam di bakar dalam suhu tinggi.


Sebelum akhirnya di ledakkan oleh cahaya Panca Warna yang terpancar dari retakan di pisau pisau terbang itu.


Di tempat lainnya, Li Suin Hoan setelah berhasil menghindari serangan energi pedang Nan Thian untuk yang keempat kalinya.


Dengan melakukan manuver kecil di udara, sehingga energi pedang Nan Thian menghantam dinding tebing hingga runtuh kebawah.


Li Suin Hoan dalam waktu singkat, dia kembali melepaskan lagi dua serangan pisau terbang susulan menyusul dua pisau terbang yang dia lepaskan sebelumnya.


Dua pisau terbang yang datang tepat waktu menggantikan dua pisau terbang sebelumnya, yang berhasil diledakkan oleh energi perisai pelindung Nan Thian .


Akhirnya dengan kekuatan yang jauh lebih cepat dan lebih kuat, berhasil menembus pertahanan energi pelindung Nan Thian .


Mengejar cepat kearah tenggorokan Nan Thian .


Nan Thian sangat kaget, hingga hanya bisa terbang mundur sejauh mungkin.


Tapi kenyataan nya, kemanapun Nan Thian terbang mundur, dia tetap melihat sepasang belati kecil itu, tetap saja menempel ketat di lehernya.


Belati kecil itu terus bergerak mengikuti kemanapun Nan Thian bergerak menghindar.


Di saat Nan Thian sedang terpojok dan kehabisan akal, tiba tiba sebuah bayangan Genta titanium muncul melindunginya.


Sehingga sepasang belati yang mengancam Nan Thian tertahan di luar bayangan Genta Titanium.


Bunga api memercik, ketiga pisau terbang yang seperti mata bor terus bergerak mencoba menembus bayangan lonceng titanium yang Li Sun ciptakan.


Li Sun yang muncul menggantikan disamping Nan Thian berkata,


"Nan Thian ke ke,..buat aku yang menanganinya, kamu beristirahatlah sejenak.."


Nan Thian mengangguk pelan dan berkata,


"Terimakasih Sun er.."


Selesai berkata, Nan Thian sudah terbang mundur kembali ke samping Fei Yang .


Di arena pertempuran Li Suin Hoan yang melihat serangannya tertahan, dia menambahkan dan terus menambahkan sambitan pisau terbang susulan.


Mencoba untuk menggempur dan menghancurkan Genta titanium yang di ciptakan oleh Li Sun sebagai pelindung diri .


Tapi hingga pisau terbang andalan Li Suin Hoan habis, Genta titanium Li Sun tetap tidak bergeming.

__ADS_1


Li Sun yang tadinya hanya punya tangan kiri saja, tiba tiba muncul cahaya kuning keemasan dari lengannya yang kosong.


__ADS_2