PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Hilangnya kesadaran


__ADS_3

Siao Hung yang sepasang mata nya bergerak gerak liar mengejutkan Nan Thian .


Suara sempritan itu, dan ekspresi mata Siao Hung segera mengingatkan Nan Thian, akan para ketua partai dunia persilatan di luar sana.


Nan Thian langsung bersikap waspada, untungnya Nan Thian bersikap waspada.


Sedikit saja terlambat pedang biru Siao Hung pasti telah menembus jantung nya.


Nan Thian terbang mundur masih dalam posisi berjongkok, dengan memukul lantai menggunakan kedua tangannya.


Dengan cara ini Nan Thian berhasil menghindari serangan Siao Hung yang sedang terganggu kesadarannya.


Siao Hung melihat serangannya gagal, dia langsung melesat mengejar dengan serangan pedang berikutnya yang lebih ganas lagi.


"Angin berhembus segala mahluk membeku..!"


Cahaya biru yang membawa kabut putih bergerak cepat mengejar kearah Nan Thian .


Nan Thian bergerak menghindar kesamping, sehingga serangan cahaya biru lewat di sampingnya.


Cahaya biru meleset dari Nan Thian menghantam dinding penjara batu.


Membuat dinding di selimuti oleh lapisan es beku, dan meninggalkan sebuah garis bekas goresan pedang di dinding sana.


Sedangkan kabut putih yang menyertai serangan pedang biru, di mana kabut putih itu mampu membawa dampak membekukan semua mahluk hidup.


Nan Thian tahan dengan kekuatan api surgawi nya, sehingga serangan kabut tidaklah sampai berdampak pada dirinya.


Sambil menghindar dan menahan hawa beku, Nan Thian berkata,


"Siao Hung lihatlah ini aku Nan Thian sadarlah..!"


"Kendalikan kesadaran mu..!"


Siao Hung tidak menanggapi ucapan Nan Thian , sepasang matanya bergerak gerak liar penuh nafsu membunuh.


Melihat serangan nya kembali gagal, dia segera memutar pedangnya memberikan Tebasan Pedang cahaya biru tanpa henti menyerang Nan Thian .


Bayangan energi pedang biru melesat kesana kemari memenuhi udara mengejar kearah Nan Thian.


Nan Thian dengan ilmu langkah ajaib dan ilmu ringan tubuh nya, dia melesat kesana. kemari menghindari tebasan energi pedang biru yang terus mengejarnya.


Sambil menghindar Nan Thian bergerak maju mendekati Siao Hung .


Nan Thian melepaskan totokkan jarak jauh dengan energi tanpa wujud mencoba menotok jalan darah di leher Siao Hung .


Tapi Siao Hung bukanlah para ketua partai dan orang dunia persilatan di luar sana.


Kemampuan Siao Hung jelas jauh diatas mereka.


Siao Hung mengerahkan hentakan energi, membentuk bayangan cangkang kura kura hijau.


Energi ini langsung melindungi seluruh tubuh Siao Hung dari serangan totokkan jari Nan Thian.

__ADS_1


Melihat serangan totokkan nya gagal, Nan Thian mengambil posisi mengelilingi Siao Hung .


Sambil terus menerus melepaskan totokkan jarak jauh energi tanpa wujud.


Terjadi ledakan kecil di sekeliling tubuh Siao Hung, yang sepenuhnya terlindungi oleh energi pelindung berbentuk bayangan, cangkang kura kura hijau.


Sambil menahan serangan totokkan energi tanpa wujud, Siao Hung menghentakkan serangan balik.


"Selaksa Hawa Pedang Biru..!"


Teriak Siao Hung sambil menghentakkan serangan balik ke segala arah.


Bayangan energi pedang biru, melesat kesegala arah mengejar kemanapun Nan Thian mencoba menghindar.


Terkepung dan tidak ada jalan mundur, Nan Thian segera membentuk perisai pelindung gabungan tiga energi surgawi.


Untuk menahan serangan energi pedang biru Siao Hung .


Sebuah bola energi yang memancarkan 7 rupa warna, melapisi seluruh tubuh Nan Thian, yang berada di tengah tengah lingkaran energi.


Saat energi pedang biru Siao Hung menabrak bola cahaya 7 warna yang melindungi Nan Thian .


Segera bola cahaya berubah menjadi sebuah bola es, yang diselimuti oleh salju tebal.


Siao Hung langsung melesat maju mendekati bola es yang membungkus Nan Thian .


Dia menebaskan pedang biru nya, bermaksud membelah bola salju yang membungkus Nan Thian .


"Hawa Pedang Es Pemusnah..!"


Sebelum tebasan Siao Hung tiba, bola salju es yang tadinya berwarna putih, tiba tiba berubah warna menjadi warna pink, kemudian berubah menjadi merah terang, semakin lama semakin terang .


Hingga akhirnya es salju mengalami retak-retak dan meledak hancur berkeping-keping bertepatan dengan datangnya tebasan pedang dari Siao Hung .


Tebasan pedang Siao Hung tertahan oleh tiga energi surgawi Nan Thian .


Benturan pedang dan perisai itu menimbulkan ledakan di sekeliling ruangan.


Hingga logam hitam persegi di bawah sana, hampir setengahnya meledak hancur berkeping keping .


Siao Hung yang sedang memberikan serangan tebasan ke bawah.


Dia mengangkat pedangnya keatas, sambil berteriak keras.


Dimana rambutnya terlihat berkibaran oleh hentakan energi biru yang terpancar dari tubuhnya.


Siao Hung sekali lagi menebaskan pedangnya ke bawah menghantam bola energi pelindung Nan Thian .


Bayangan Dewi es yang memberikan dukungan tebasan pedang Siao Hung, kembali muncul dengan bayangan cahaya biru yang jauh lebih terang.


"Blaaarrrr...!"


Bola energi pelindung berhasil di ledakan pedang Siao Hung meluncur deras ingin membelah Nan Thian .

__ADS_1


Nan Thian di bawah sana melintangkan pedang cahaya Panca Warna keatas, untuk menahan pedang biru Siao Hung .


"Trangggg...!"


Bunga api berpijar saat benturan dua logam terkuat bertemu di udara.


Kembali terjadi Ledakan yang jauh lebih dahsyat di sekeliling ruangan tersebut.


Sehingga batu logam hitam di bawah sana kembali meledak hancur hingga tak bersisa.


Kini Nan Thian benar benar mendarat di dasar lantai ruangan tersebut.


"Siao Hung sadarlah..!"


"Ini aku Nan Thian ...!"


"Jangan di teruskan lagi..!"


Teriak Nan Thian sambil berusaha menahan serangan tekanan Siao Hung yang semakin lama semakin kuat.


Siao Hung terlihat sedikit tersentak oleh suara teriakan Nan Thian yang masuk kedalam pendengaran nya.


Sepasang mata nya yang bergerak gerak liar dan ganas kembali normal.


Di seperti menyadari sesuatu, saat melihat apa yang sedang dia lakukan saat ini.


Siao Hung terlihat agak bingung dan linglung.


Tekanan pada Nan Thian menurun drastis, tapi saat terdengar suara sempritan yang jauh lebih kuat lagi, berputar putar di dalam ruangan tersebut.


Sepasang mata Siao Hung kembali bergerak gerak liar dan kembali menjadi ganas .


Siao Hung kembali berteriak keras, lalu menambah kekuatan tekanannya.


Sekali ini daya tekan kekuatan Siao Hung lebih dahsyat lagi.


Nan Thian di bawah sana yang berusaha menahan serangan Siao Hung .


Sepasang kakinya yang menekan lantai mulai melesak kebawah.


Kembali terjadi ledakan dahsyat di sekeliling ruangan saat Siao Hung kembali menambah kekuatan serangannya.


Siao Hung yang rambutnya kembali terlihat berkibaran tertiup oleh energi dahsyat nya sendiri, dia kembali berteriak keras.


Dengan sepasang mata mengeluarkan cahaya biru, Siao Hung kembali mengangkat pedang nya keatas kepala.


Lalu untuk yang ketiga kalinya dia menebaskan pedangnya kebawah ,


"Hawa Pedang Es Pemusnah Semesta..!"


"Trangggg...!"


Bunga api kembali berpijar saat pedang Siao Hung dan Nan Thian kembali beradu di udara.

__ADS_1


Sekeliling ruangan kembali meledak, Nan Thian sekali ini terlihat bertekuk lutut di atas lantai.


__ADS_2