
Segera terjadi ledakan berulang kali, saat energi pedang berusaha menghancurkan perisai cahaya tersebut dengan tabrakan keras berulang ulang.
Sedangkan perisai berusaha semampunya bertahan dan mementalkan serangan Nan Thian .
"Boooommm..!"
Terjadi Ledakan kuat di udara, baik perisai maupun energi pedang sama sama menghilang.
Nan Thian kini melepaskan "Tebasan Pedang Tanpa Keinginan..!"
Seekor mahluk gabungan Phoenix dan naga yang memancarkan cahaya panca warna dan terlindungi oleh lingkaran Tai Chi, api dan es surgawi.
Terlihat meluncur cepat mengejar kearah Thian Tu.
Belum juga serangan nya tiba, hawa kuat sudah mendorong serangan tersebut memberikan tekanan kepada Thian Tu d balik perisai sana.
Merasakan kesulitan untuk bernafas.
Thian Tu segera memutar tombaknya, sehingga perisai hijau membesar dan bergerak berputar putar di depan nya.
Berusaha menahan serangan tebasan Pedang Tanpa Keinginan yang Nan Thian lepaskan.
"Trangggg..!"
Benturan keras terjadi, mahluk gabungan bertahan dengan sepasang cakar dan taring siap merobek perisai cahaya tersebut.
"Krakkkk...!'
Perisai cahaya mengalami retak-retak disana sini.
Melihat hal tersebut Thian Tu langsung menegak tiga botol ramuan peningkatan kekuatan sekaligus.
Segera tubuhnya meledakkan kekuatan yang sangat dahsyat, Thian Tu hanya dengan dorongan telapak tangan terbuka kedepan.
Seketika perisai tersebut pulih ke asal, bahkan garis lingkaran cahaya nya menjadi jauh lebih tebal.
Kini di bawah dorongan telapak tangan terbuka Thian Tu yang mengeluarkan cahaya hijau.
Dari bagian tengah perisai muncul sebuah tombak energi hijau, menembus tubuh mahluk gabungan yang sedang mencoba menghancurkan perisai cahaya Thian Tu.
Segera serangan Nan Thian kembali dipatahkan oleh Thian Tu yang memilki kekuatan mematikan yang sangat tidak terduga.
Saat serangan Nan Thian berhasil di patahkan terjadi ledakan dahsyat.
"Blaaarrrr..!'
Nan Thian terdorong mundur, Tombak cahaya hijau kini meluncur menerjang kearah Nan Thian .
Nan Thian kembali melepaskan Tebasan Pedang Tanpa Nama, jurus keempatnya untuk menyambut serangan cahaya tombak hijau yang datang .
"Blaaarrrr...!"
Tombak cahaya hijau berhasil Nan Thian hancurkan hingga tidak bersisa.
Kembali meluncur kedepan sebuah bayangan pedang panca warna menerjang kearah Thian Tu yang terlindung perisai.
"Brakkkk...,!"
Sekali ini perisai Thian Tu terbelah dua.
__ADS_1
Energi pedang panca warna langsung mengejar kearah dada Thian Tu.
Thian Tu langsung memutar tombaknya menjadi titiran helikopter.
Dia menangkis serangan dari Nan Thian.
"Hyaaahhh..!"
Teriak Thian Tu, sambil berusaha menolak balik, mementalkan serangan energi pedang Nan Thian .
Nan Thian dari jauh menambahkan energi pengendalian kekuatan semesta untuk menekan balik.
"Boooommm..!"
Kembali terjadi Ledakan dahsyat Thian Tu terpental mundur kebelakang.
Sambil terbang mundur, Thian Tu yang mulutnya terlihat menyemburkan darah segar kearah tombak di tangan nya.
Dia kembali membaca mantra, kemudian dia melontarkan tombaknya kedepan untuk menyambut serangan jurus keempat Nan Thian .
"Boooommm..!"
Kembali terjadi ledakan dahsyat yang membuat gempa dan retakan diatas tanah.
Melihat kemampuan tombak yang begitu luar biasa, Nan Thian tidak punya pilihan lain, Nan Thian memejamkan sepasang matanya.
Merapal jurus serangan Tiada awal tiada akhir.
Begitu jurus itu di rapal kan, langsung terjadi perubahan cuaca di angkasa sana .
Awan bergulung gulung membuat suasana menjadi gelap gulita.
Seberkas cahaya panca warna melesat turun dari angkasa masuk kedalam tubuh Nan Thian .
Tombak Thian Tu tertahan di udara, tidak mampu menembus perisai pelindung cahaya panca warna.
Saat sepasang mata Nan Thian kembali terbuka, dua langsung menebaskan pedang pancawarna nya kedepan.
Menyambut tombak hijau Thian Tu yang tertahan di udara.
"Blaaarrrr...tombak terbelah dua, pedang Panca Warna didalam genggaman tangan Nan Thian meluncur deras menyerang kearah Thian Tu.
Melihat tombak pusaka nya berhasil di hancurkan Nan Thian .
Thian Tu tersenyum kecut.
Dia tidak menghindar atau pun berusaha menahan serangan Nan Thian .
Serangan pedang Nan Thian di biarkan menembus dadanya.
Di detik terakhir sebelum pedang Nan Thian di tarik kembali.
Thian Tu menghembuskan nafas terakhirnya menerpa wajah Nan Thian .
Lalu tangannya yang tersisa satu menyerang kearah Nan Thian dari jarak dekat.
"Wusssshhh..!"
"Plakkkk..,!"
__ADS_1
"Blaaarrrr...!"
Tubuh Thian Tu hancur berkeping keping tanpa bersisa.
Tapi Nan Thian merasakan telapak tangan nya yang berbenturan dengan Thian Yu terasa seperti di gigit semut.
Saat Nan Thian memeriksa telapak tangan nya sendiri, Nan Thian melihat ada sebuah bintik kecil hijau di lokasi telapak tangan nya yang seperti digigit semut.
Tapi baru saja mau di periksa, titik itu sudah menghilang, tidak lagi terlihat.
Telapak tangan Nan Thian juga terasa baik baik saja, tidak ada lagi rasa perih dan terluka.
Saat di tekan tekan di titik cahaya hijau menghilang, Nan Thian tidak merasa sakit ataupun ada keanehan pada telapak tangannya.
Selanjutnya Nan Thian hanya merasakan hembusan nafas dari Thian Tu membawa suatu hawa aneh yang membuat dia merasa gerah dan lebih bersemangat.
Aliran darah mengalir dengan lebih cepat, jantung di buat berpacu extra .
Di saat Nan Thian sedang merasakan yang janggal dengan tubuhnya sendiri.
Diam diam Zhang Shide di kawal seribu pasukan elite nya, memanfaatkan situasi pertempuran dahsyat Nan Thian dengan Thian Tu.
Mereka secara diam diam berhasil menyelinap masuk kedalam kota Nan Jing yang tidak terjaga.
Mereka menggunakan busur Kross Bow menembakkan cakar cakar besi terbang keatas tembok benteng.
Kemudian mereka memanjat naik keatas benteng mengunakan seutas tali, yang ujung lainnya, di pasangi dengan sebuah cakar yang mencantol di dinding pembatas .
Setelah menarik menariknya, memastikan tali itu cukup kuat menopang tubuh mereka.
Mereka semua berusaha naik keatas tembok kota, dengan gerakan secepat mungkin.
Seperti sedang berjalan di atas tembok miring.
Rombongan Zhang Shide akhirnya tiba di atas tembok benteng.
Mereka satu persatu mendarat diatas tembok kota dengan sangat cepat.
Tapi saat melompat turun dan ingin melanjutkan langkah mereka.
Mereka pada jatuh terpeleset oleh lantai yang licin, karena di atas lantai ada di lapisi es beku yang licin.
Tanpa sepatu khusus, tentu saja mereka kesulitan, untuk bergerak.
Jangan kan bisa berdiri, bahkan untuk mencoba sekedar bangun berdiripun sulit.
Mereka pada terpeleset dan kesulitan untuk sekedar bangkit berdiri dengan kedua kaki sendiri.
Keadaan menjadi semakin menyeramkan saat melihat pasukan Zhu Yuan Zhang di atas sana pada kesurupan.
Berteriak teriak dengan suara tidak jelas, sepasang mata bergerak gerak liar.
Sepasang tangan mereka, berusaha menjangkau siapa pun yang berani mendekat.
Sambil berteriak seperti orang gila, mereka mencengkram, mencakar, serta membanting apapun, yang berhasil mereka raih.
Satu persatu dengan bantuan senjata tajam untuk menahan berat tubuh mereka.
Mereka satu persatu mulai bisa bangkit berdiri.
__ADS_1
"Penggal.leher mereka, habisi semuanya jangan sampai ada sisa..!"
Teriak Zhang Shide tertahan membagikan instruksi.