PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Nan Thian menyusul


__ADS_3

Dia segera memberi kode agar lubang asap di buka, sehingga asap perlahan-lahan mengalir keluar dari dalam ruangan


Tapi tiba tiba terdengar suara seorang kakek berkata,


"Jangan meremehkan dia, terus tambah asap bius nya.."


"Jangan dibuka sebelum dia terkurung di dalam sana lebih dari 3 jam."


Ucap ketua kedua mengingatkan.


Ketua ketiga kembali memberi kode agar pintu lubang angin yang di buka di tutup kembali.


Asap hijau kembali di tambahkan.


Siao Hung yang tergeletak diam tidak bergerak, saat mendengar peringatan dari ketua ketiga.


Siao Hung diam diam di dalam hati, mengutuk habis habisan pimpinan kedua sekte yang licik.


Siao Hung akhirnya hanya bisa melakukan sumpah serapah di dalam hatinya.


Sebelum akhirnya dari pura pura pingsan, dia akhirnya benar benar pingsan tidak sadarkan diri.


Siao Hung tidak bisa menahan nafas selama itu, sehebat apapun ilmu dan tenaga saktinya.


Siao Hung tetap butuh udara untuk bernafas, begitu dia mencoba untuk bernafas.


Maka masuklah udara beracun memenuhi seluruh paru parunya dan kemudian menyebar keseluruh tubuhnya .


Sementara Siao Hung telah berhasil di lumpuhkan oleh musuhnya dengan jebakan.


Di luar sana di arena pertarungan Nan Thian melawan pimpinan sekte pertama.


Melihat keadaan kurang menguntungkan, di mana dia tidak mungkin ada peluang mampu mengalahkan Nan Thian .


Pimpinan pertama saat menyambut serangan Tebasan Pedang panca warna memainkan jurus tebasan pedang Naga Es dan Phoenix Api bersatu menuju keabadian..


Pimpinan sekte pertama sengaja menangkis keras lawan keras hingga tubuhnya terpental jauh.


Saat Nan Thian mencoba untuk mengejarnya, Pimpinan Sekte Pertama langsung melemparkan sebuah telur besi ke arah Nan Thian .


Secara reflek Nan Thian langsung mencoba menghindari serangan telur besi itu .


Tapi telur besi tersebut justru meledak saat berpapasan dengan Nan Thian .


Ribuan jarum kecil dan asap hitam langsung menutupi seluruh tubuh Nan Thian .


Tapi hal itu tidaklah terlalu berpengaruh bagi Nan Thian , hanya dengan kibasan sepasang lengan baju yang membawa angin kencang.

__ADS_1


Seluruh senjata jarum rahasia langsung berhasil Nan Thian rontokan, sedangkan kabut asap beracun juga ikut tertiup buyar oleh kekuatan pukulan udara kosong Nan Thian .


Pimpinan sekte pertama juga tahu, benda itu tidak mungkin menyulitkan ataupun mampu menghentikan Nan Thian .


Benda itu hanya sebagai pengalih perhatian saja, agar dia bisa melarikan diri dari Nan Thian .


Saat sudah berada cukup jauh dari Nan Thian , Pimpinan Sekte pertama segera mengeluarkan sebuah tabung bambu kecil.


Begitu tabung bambu kecil yang mirip sempritan itu di tiup kuat kuat oleh nya, segera keluar nada tinggi melengking memenuhi seluruh tempat itu.


Secara ajaib para eks peserta pertandingan arena satu persatu bangkit berdiri.


Mereka semua langsung bergerak menyerang dan mengurung Nan Thian .


Memanfaatkan situasi tersebut, pimpinan sekte pertama telah melarikan diri menghilang kedalam gedung istana bagian tengah.


Nan Thian terpaksa menghadapi serangan mereka semua dengan wajah bingung.


Nan Thian berulang kali memukul mundur mereka, sambil membujuk mereka untuk sadar.


Tapi para pengeroyoknya itu seperti orang kesurupan yang kehilangan kesadaran diri.


Mereka terus bergerak menyerangnya secara bertubi-tubi, mereka bahkan seperti tidak sayang nyawa.


Mereka hanya tahu menyerangnya sekuat tenaga tanpa memikirkan keselamatan diri mereka.


Seolah-olah asalkan mereka mampu merobohkan Nan Thian mereka baru akan merasa puas.


Nan Thian yang hanya berusaha menghalau mereka mundur tanpa keinginan untuk melukai mereka.


Hal ini yang membuat Nan Thian kesulitan dalam menghadapi kepungan orang orang dunia persilatan tersebut.


Tanpa sengaja Nan Thian melihat Bi Lian Se Thai dari Xue San Pai dan Ye Wen dari Hoa San Pai.


Mereka berdua terlihat masih tetap pingsan, seolah olah tidak terpengaruh oleh suara sempritan dari Pimpinan Sekte pertama.


Mereka terlihat berbeda dengan rekan rekannya yang lain.


Dari sana Nan Thian segera menyadari satu hal.


Mereka semua yang sedang menyerangnya saat ini adalah peserta pertandingan yang pernah mengkonsumsi pil teratai salju dari kelompok sekte Diatas langit masih ada langit.


Dari sana sadarlah Nan Thian, bahwa pengepung nya, mereka sedang keracunan.


Mereka di manfaatkan oleh pimpinan sekte pertama untuk menghadang langkahnya.


Membuat dirinya sibuk agar dia punya cukup waktu untuk melarikan diri dari nya.

__ADS_1


Menyadari hal itu, Nan Thian segera berkelebat cepat menggunakan langkah ajaib, di padu ilmu menotok jalan darah.


Dia menotok jalan darah mereka satu persatu dengan cara itu dia merobohkan mereka satu persatu tanpa mencederai mereka.


Setelah itu dia baru bisa bergerak menyusul masuk kedalam gedung.


Mencari pimpinan Sekte pertama, sekaligus berusaha menemukan Siao Lung dan ibunya, yang juga sudah masuk.kedalam gedung itu, untuk waktu yang cukup lama, tapi belum juga mereka keluar dari dalam gedung tersebut.


Meski sudah agak terlambat karena di hadang oleh orang orang dunia persilatan yang pada kesurupan itu.


Tapi Nan Thian tetap menyusulnya masuk kedalam gedung.


Di dalam gedung sama seperti Siao Hung sebelum nya, Nan Thian mencoba memeriksa kesana kemari tapi dia tetap tidak berhasil menemukan siapapun di sana.


Mereka semua yang masuk kedalam gedung itu seolah olah menghilang di telan bumi.


Tanpa Kim Kim di sisinya, Nan Thian menjadi agak repot.


Dia harus memeriksa semua tempat dengan teliti.


Berbeda dengan Siao Hung yang menemukan jebakan di dalam kamar ketiga.


Nan Thian justru menemukan jalan rahasia yang terletak di bawah kursi singgasana di ruang tengah.


Nan Thian menemukan secara tanpa sengaja, saat dia mencoba memutar bagian ujung sandaran tangan di kursi singgasana bagian tengah.


Nan Thian mendapati, bulatan pada pegangan tangan kursi itu bisa bergoyang.


Saat Nan Thian mencoba untuk menekan tombol tersebut hingga melesak kedalam.


Ternyata kursi tersebut bisa bergeser dengan sendirinya, bergerak mundur.


Lalu di bagian lantai di bawah kursi, tiba tiba terbuka sendiri.


Di sana muncul sebuah jalan rahasia yang ada undakan tangga nya bergerak menurun kebawah.


Nan Thian segera mengikuti jalan itu, bergerak menurun kebawah, Nan Thian mengeluarkan mutiara malam dari cincinnya agar bisa melihat lebih jelas jalan menurun di hadapan nya.


Nan Thian terus bergerak menuruni undakan tangga panjang yang berputar putar kebawah.


Undakan tangga itu akhirnya membawa Nan Thian sampai ke sebuah ruangan persegi empat.


Di dalam ruangan persegi empat itu Nan Thian menemukan tempat itu hanya sebuah ruangan kosong.


Nan Thian mencoba untuk memeriksa ruangan tersebut, setelah memeriksa beberapa waktu.


Nan Thian menemukan

__ADS_1


Ukiran berbentuk kepala iblis bertanduk yang menyatu dengan tembok.


Ukiran tersebut terlihat agak mencurigakan, Nan Thian segera memeriksa nya dengan teliti.


__ADS_2