PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
GUGUP


__ADS_3

Mengikuti arah petunjuk Thian Yi, Kim Kim terus bergerak menuju kamar peristirahatan Thian Yi.


Saat tiba di dalam kamar peristirahatan Thian Yi, Kim Kim segera menurunkan Thian Yi di ranjang peristirahatan nya.


Lalu Kim Kim mengambil tempat duduk, duduk menghadap kearah Thian Yi dan berkata,


"Bagaimana dengan aku, aku bukan orang sekte mu, aku cuma orang luar.."


"Tapi kamu berani mengajak ku kemari dan menceritakan semua nya.."


"Apa kamu bermaksud..?"


Ucap Kim Kim dengan mimik wajah lucu.


Dia melakukan gerakan dengan jari telunjuknya di goreskan kearah lehernya sendiri.


Tanda Thian Yi akan menutup mulutnya dengan membunuh nya.


Thian Yi buru buru menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tentu saja tidak adik Kim Kim, aku menunjukkan nya pada mu, karena aku percaya penuh pada mu.."


"Terus terang saja dengan kondisi ku yang seperti saat ini, selain kamu sudah tidak ada orang yang bisa aku percaya.."


"Termasuk murid seluruh sekte lautan pedang.."


Kim Kim menatap Thian Yi dan berkata,


"Rahasia apa yang di simpan di tempat ini, ? sehingga harus begitu misterius dan selalu di jaga..?"


Thian Yi menghela nafas panjang, lalu berkata.


"Adik Kim Kim kamu sudah menolong ku kembali kemari, aku juga tidak ingin berbohong dengan mu.."


"Terus terang saja, mengenai tempat ini, mengapa harus selalu di jaga.?"


"Semua karena tempat ini adalah tempat penyimpanan harta Karun dan pusaka kerajaan Tang."


"Dulu marga kami adalah Qin, kami turun temurun adalah keturunannya Jendral Qin Shu Bao.."


"Aku adalah keturunan terakhir bermarga Qin, yang sengaja aku ganti jadi marga jadi Souw.."


"Agar adik ku, yang bermarga Souw bisa menggantikan posisi ku, memimpin sekte lautan pedang.."


"Sedangkan aku yang tidak tertarik menjadi ketua sekte, akhirnya memilih tinggal di sini, untuk menjaga amanat dari leluhur ku Qin Shu Bao.."


Kim Kim bertanya dengan heran, "Siapa Qin Shu Bao, mengapa kaisar Tang, bisa lebih percaya dia, ketimbang keturunannya sendiri..?"


Thian Yi mengeleng dan berkata,


"Kalau itu aku kurang paham, yang paham hanya kaisar Li Shi Min yang telah tiada..'


"Yang jelas leluhur ku Qin Shu Bao adalah Jendral kepercayaan kaisar Li Shi Min dari Tang."


"Mereka berjuang bersama, hingga Li Shi Min bisa naik tahta menjadi kaisar Tang, menggantikan ayahnya.."


"Selain menjaga nya, Li Shi Min juga berpesan agar kelak harta di sini, bisa di manfaatkan untuk rakyat Han bangkit kembali, bila negeri ini suatu hari di jajah orang asing yang biadab.."


"Tapi untuk itu, aku dan leluhurku harus menemukan pemimpin yang benar benar serius, perduli dan menyayangi rakyat, seperti kaisar Li Shi Min.."

__ADS_1


"Baru harta ini bisa di serahkan ke pemimpin yang pantas tersebut.."


"Bila waktu itu tiba, tugas ku, disini pun berakhir.."


Kim Kim sambil tersenyum berkata,


"Kini kamu lumpuh, dan bawa aku kemari dan menceritakan semua nya.."


"Apa kamu tidak takut aku...mu.."


Ucap Kim Kim sambil mengeluarkan gaya yang sama seperti sebelumnya.


Mengiris leher sendiri dengan jari telunjuknya.


Thian Yi tersenyum dan berkata,


"Bila kamu ingin lakukan itu aku pasrah, berarti aku yang rabun salah lihat wajah manusia.."


Kim Kim langsung mencibir nya dan berkata,


"Cihhhh,.. siapa yang tertarik dengan pusaka rongsok keluarga mu.."


Thian Yi tersenyum dan berkata,


"Aku percaya itu, dan aku sangat percaya pada penglihatan ku, kamu pasti bukan orang seperti itu.."


Kim Kim pun kembali tersenyum dan berkata,


"Nah ucapan ini lebih lumayan dan enak di dengar."


"Mengenai pimpinan yang pantas, aku tidak mau ikut campur, sebaiknya kamu tentukan sendiri.."


Kim Kim kemudian menatap Thian Yi dengan serius dan berkata.


Thian Yi tanpa banyak bicara dengan yakin dia mengangguk cepat.


Kim Kim masih menatap nya lekat lekat dan berkata,


"Aku ingin mencoba menyembuhkan dan memulihkan mu, apa kamu mau mencobanya..?"


"Tapi aku katakan dulu pahitnya di awal, bila gagal.kamu akan langsung mati.."


Thian Yi tanpa berpikir langsung mengangguk dan berkata,


"Aku percaya, silahkan saja.. keadaan ini dengan kematian sendiri tidak ada bedanya.."


Kim Kim menjentikkan jari nya.


"Takkkk..!"


Suara jentik kan jari nya langsung bergema.


"Bagus.."


Ucap Kim Kim gembira.


Lalu dia kembali bersikap serius dan berkata,


"Aku mau bertanya satu hal padamu, tapi kamu harus jawab dengan jujur.."

__ADS_1


"Bila tidak, aku akan segera pergi dari tidak akan perduli lagi dengan mu.."


Ucap Kim Kim terlihat sangat serius.


Thian Yi jadi ikut terlihat tegang, dia menatap mata Kim Kim dengan lekat lekat dan berkata,


"Baik aku akan jawab dengan jujur.."


Kim Kim mengangguk pelan, mengumpulkan nafas sejenak baru melanjutkan berkata,


"Apa kamu ada tertarik dan suka dengan ku ? bila di berikan kesempatan, apa kamu mau menjadi suami ku..?"


Thian Yi dengan wajah heran bercampur kaget membalas menatap Kim Kim seperti orang bodoh .


"Bagaimana..?"


Tanya Kim Kim cemas.


Tiba tiba Thian Yi memberikan jawaban dengan mengangguk, kemudian menggeleng.


Kim Kim menatap heran kearah Thian Yi dan berkata,


"Apa maksud mu dengan mengangguk dan menggeleng..?"


Thian Yi menghela nafas panjang, kemudian dia menatap sepasang Kim Kim lekat lekat dan berkata,


"Aku tentu saja mau dan akan sangat berbahagia bila bisa seperti itu.."


"Tapi kondisi ku seperti ini, kamu juga tahu. Bagaimana aku berani berpikir banyak.?"


"Mana berani aku punya pemikiran sejauh itu.."


Ucap Thian Yi sambil tersenyum pahit.


Thian Yi menatap Kim Kim lekat lekat dan berkata,


"Bisa seperti ini pun, aku sudah cukup puas, tidak akan berani berharap lebih.."


Kim Kim tersenyum manis dan berkata,


"Jadi bila kamu sembuh, kamu bersedia..?"


"Atau bila aku tidak berkeberatan dengan keadaan mu, kamu juga bersedia..?"


Thian Yi menjadi gelagapan dengan sikap Kim Kim yang agresif.


Wajahnya langsung merah padam, dia terlihat agak canggung dan tidak berani beradu tatap dengan Kim Kim yang menurutnya sangat cantik dan menarik.


Dia sudah hidup begitu lama, tapi baru sekali ini, dia merasakan hal yang berbeda dengan Kim Kim.


Dia sendiri sulit menjelaskan nya buat dirinya sendiri, dia juga tidak tahu apa alasannya.


Yang dia tahu saat berdekatan dengan Kim Kim dia merasa tidak sepi dan sunyi lagi.


Dan dia sangat menyukai Perasaan itu.


Akhirnya dengan wajah merah padam dia berkata,


"Sudahlah nona jangan menggoda ku lagi, untuk menjadi bahan tertawaan.."

__ADS_1


"Bila beberapa waktu yang lalu, itu mungkin, tapi saat ini, aku juga tahu diri.."


Ucap Thian Yi sambil tersenyum pahit.


__ADS_2