
Setelah melakukan hitungan, sambil menekan nekan dada pemuda tampan tersebut.
Ping Ping segera menekan pipi pemuda tampan itu hingga mulut nya terbuka.
Sambil menggunakan tangan kiri nya menjepit cuping hidung pemuda itu.
Ping Ping yang awalnya sedikit ragu, akhirnya dengan wajah merah padam.
Dia menempelkan bibirnya di pemuda tampan itu, melepaskan first kiss nya, dengan meniupkan hawa kedalam mulut pemuda itu yang dia buka paksa.
Setelah melakukan nya beberapa kali, tiba-tiba sepasang mata pemuda itu terbuka lebar.
Menatap kearah wajah Ping Ping dengan ekspresi wajah kaget.
Ping Ping buru buru melepaskan ciumannya dengan wajah semakin merah padam hingga menjalar ke daun telinga dan lehernya.
Untungnya Ping Ping berkulit agak gelap, jadi tidak terlalu kentara terlihat rona merah di wajahnya.
Saat Ping Ping sedang salah tingkah, Pemuda itu tidak sempat berpikir banyak.
Dia sedang tersedak hebat, batuk batuk dan memuntahkan air yang cukup banyak dari mulutnya nya.
Air itu tadinya menutupi paru paru nya, sehingga dia kesulitan untuk bernafas dan pingsan.
Kini setelah di bantu oleh Ping Ping dengan tiupan udara lewat mulutnya.
Disertai tekanan kuat di dadanya, akhirnya cairan yang menyumbat rongga dadanya tumpah keluar .
Sehingga dia kini bisa kembali bernafas normal, dia hanya mengalami batuk batuk kecil saja karena tersedak air dari rongga dadanya tadi.
Tapi setelah itu dia sudah bisa bernafas dengan normal, bangkit dari kematian nya
Nyawa tertolong berkat bantuan dan kerja keras gadis yang ada di hadapan nya ini.
Setelah kondisinya sudah stabil, pemuda tampan dengan pakaian compang camping itu.
Segera bangkit untuk duduk, lalu dengan tatapan mata heran dan bingung dia segera berkata,
"Nona anda siapa ?"
"Aku kenapa bisa ada di sini..?"
Ping Ping setelah menenangkan guncangan perasaan malu dan groginya.
Dia pura pura membereskan jala nya dan berkata,
"Aku Ping Ping.."
"Kamu kebetulan tersangkut di Jala penangkap ikan ku ini.."
"Lalu aku menarik mu keatas, membantu mu siuman kembali.."
"Hanya itu yang aku tahu lain nya tidak.."
Jawab Ping Ping berusaha sesantai mungkin.
Lalu dia balas bertanya sambil masih membereskan jala ditangannya.
__ADS_1
"Nama mu siapa?"
"Mengapa kamu bisa terjatuh ke dalam sungai ? dan terbawa arus hingga kemari..?"
"Kamu tinggal di mana..?"
Pertanyaan sederhana itu, tapi bagi pemuda tampan berambut putih yang bukan lain adalah Nan Thian .
Itu merupakan pertanyaan tersulit di dunia, otaknya saat ini kosong.
Tidak ada satu hal pun yang masih tersisa di dalam sana.
Dengan wajah bingung Nan Thian menatap kosong kearah Ping Ping.
Dia menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Entahlah aku benar benar tidak ingat semuanya.."
"Bahkan nama pun aku tidak ingat, apalagi hal lainnya.."
Ping Ping kini menghentikan kegiatannya, dia lalu menatap kearah Nan Thian dengan prihatin dan berkata,
"Tidak apa-apa tidak perlu di paksakan, bila tidak bisa ingat apapun.."
"Terkadang tidak ingat apapun, bagi kita, itu mungkin saja bukan suatu hal yang buruk.."
"Kita cukup melanjutkan kehidupan kita kedepannya sesuai dengan apa yang kita inginkan, bukankah itu hal yang baik..?"
Ucap Ping Ping mencoba memberikan semangat dengan tulus.
"Mungkin benar, tapi mungkin juga salah.."
"Tapi ya sudahlah, kita ikuti saja permainan nasib dari Thian.."
"Ping Ping aku sedikit lapar, apa ada sedikit sisa makanan yang bisa aku.."
Ucap Nan Thian sedikit malu dan agak canggung.
Ping Ping mengangguk dan berkata,
"Ada tunggu sebentar.."
Selesai berkata Ping Ping segera masuk kedalam bilik perahunya.
Tidak lama kemudian Ping Ping sudah keluar lagi membawa semangkuk nasi putih dan lauk ikan asin kering yang diletakkan di atas nasi.
Nan Thian yang merasa lapar, meski sedikit merasa asing dan meras agak bau, tidak terbiasa dengan lauk yang ada diatas nasi nya.
Tapi karena perutnya memang sedang sangat lapar, tanpa perduli lagi dan banyak berpikir.
Nan Thian langsung menyikat habis semua nya, meski lauk itu awalnya agak bau dan aneh.
Tapi setelah memakannya, Nan Thian merasa lauk itu cukup gurih dan enak, apalagi sebagai teman makan nasi putih, rasanya sangatlah pas.
Sehingga tanpa disadari lauk itupun Nan Thian habiskan tanpa sisa .
Sebenarnya Ping Ping juga lapar, dia juga belum makan dari pagi.
__ADS_1
Itu adalah bekal yang di bawanya untuk mengganjal perutnya Suang nanti. Saat dia sudah menyelesaikan tangkapan ikan nya.
Tapi apa mau di kata, ikan tidak dapat dia malah dapat sirambut putih, yang datang menghabiskan jatah makan siangnya.
Ping Ping saat melihat Nan Thian makan dengan begitu lahapnya, menghabiskan seluruh jatah makan siangnya.
Dia hanya bisa membuang mukanya, menelan air liurnya yang hampir menetes, sambil menahan lapar.
Agar tidak sampai di ketahui oleh Nan Thian apa yang sedang di alaminya saat ini.
Ping Ping buru buru menyibukkan diri, dengan menebarkan jala nya lagi.
Untuk mencoba mencari peruntungan dari hasil tangkapan nya.
Setelah jala di tebar, Ping Ping pun menyiapkan umpan di kail, lalu dia melemparkan kailnya ketempat yang jauh berlawanan arah dengan tempat dia menebar jala.
Sambil menjala Ping Ping juga mencoba untuk menangkap ikan dengan cara memancing .
Nan Thian yang otaknya kosong tidak tahu apa apa, dia hanya bisa menatap bodoh kesemua kegiatan yang Ping Ping lakukan.
Baru saat dia melihat Ping Ping kesulitan menarik jala, yang dia tebar, karena terlalu berat.
Nan Thian segera bangkit berdiri dan berkata,
"Ping Ping biar aku bantu boleh..?"
Ping Ping menatap Nan Thian dari atas hingga kebawah, dua tidak melihat ada yang spesial.
Tidak ada tanda tanda Nan Thian adalah seorang pria yang kuat dan biasa bekerja keras.
Dia lebih mirip putra orang kaya, atau sastrawan lemah.
Dengan wajah agak ragu Ping Ping menyerahkan tali jala nya ke Nan Thian dan berkata,
"Coba saja, tapi jangan memaksakan diri, bila tidak kuat, biar aku saja.."
"Ingat tali ini jangan pernah sampai lepas.."
"Ini satu satunya harta keluarga ku,.. tanpa ini kedepannya kita bisa makan angin.."
Ucap Ping Ping mewanti wanti ke Nan Thian .
Nan Thian mengangguk dan berkata,
"Aku akan berusaha yang terbaik, tapi tali ini biar mati aku juga tidak akan pernah melepaskan nya.."
Ping Ping mengangguk, lalu dia menyerahkan tali jala nya ke Nan Thian .
Begitu tali jala di tangan, Nan Thian segera berusaha menariknya.
Begitu Nan Thian mengerahkan tenaga nya, tenaga internalnya langsung bergerak otomatis tersalur ketangan nya .
Sehingga bagi Ping Ping dan orang awam lainnya.
Jala itu sangatlah berat, tapi bagi Nan Thian hal itu biasa saja.
Dengan mudah dia menarik seluruh jala keatas kapal, beserta tangkapan ikan nya, yang cukup banyak dan besar besar.
__ADS_1