PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Tercerahkan


__ADS_3

Cahaya emas itu membentuk lengan kanan buat Li Sun.


Seluruh tubuh Li Sun memancarkan cahaya emas.


Sebuah lingkaran bulatan terang, muncul di belakang kepala nya..mirip bukan purnama yang muncul menaungi kepala Li Sun.


Sambil tersenyum lembut Li Sun mendorongkan telapak tangan nya kedepan.


Muncul bayangan 9 senjata Buddha yang bergabung menjadi satu senjata.


Kemudian meluncur keluar dari balik bayangan Genta pelindung.


Bayangan 9 senjata Buddha bergabung jadi satu.


Membentuk sebuah pedang yang merupakan gabungan dari 9 senjata buddha..


Pedang ke sepuluh yang tercipta dari gabungan 9 senjata Buddha memancarkan cahaya panas yang menghancur semua pisau kecil yang menyerang Genta titanium Li Sun.


Sebelum pedang itu kemudian melesat kedepan berubah menjadi cahaya emas.


Menembus kening Li Suin Hoan,Li Suin Hoan setelah keningnya tertembus oleh cahaya kuning itu.


Dia jadi melayang mematung di udara, dengan sepasang mata terpejam.


Li Suin Hoan yang mengalami langsung keningnya di tembus oleh senjata Buddha ke 10 dari Li Sun.


Dia merasa dirinya terlempar ke suatu tempat yang sangat indah.


Di tempat yang berpemandangan sangat menakjubkan itu.


Li Suin Hoan yang berdiri di hamparan rumput hijau pendek dan tebal.


Dia melihat dirinya yang lain tiba-tiba muncul di hadapannya, menatap dirinya dengan tatapan iba.


"Siapa kamu..!?"


Tegur Li Suin Hoan bingung.


Dirinya yang lain sambil tersenyum lembut berkata,


"Aku adalah dirimu yang lain, kamu adalah iblis hati ku, sedangkan aku adalah dewa hati mu yang menyimpan semua kebaikan mu.."


"Aku kamu kunci di sini, semenjak iblis hati menguasai diri mu, aku terlepas karena cahaya kebajikan dari pedang Buddha.."


"Li Suin Hoan kamu lekas sadarlah dari jalan mu yang jauh tersesat.."


"Bila tidak percaya, kamu boleh pergi temui mereka berdua.."


"Mereka berdua ada di sana menanti mu.."


"Kamu boleh tanya sendiri langsung ke mereka, apa yang mereka harapkan dari mu.."


Selesai berkata bayangan Li Suin Hoan yang lain, langsung berubah menjadi sebuah cahaya masuk kedalam dada Li Suin Hoan.


Li Suin Hoan dengan wajah bingung dan heran, dia berjalan menuju arah yang di tunjukkan oleh bayangan nya yang lain.

__ADS_1


Akhirnya dia tiba di tepi sebuah telaga, di mana dia melihat istri pertamanya Lin Shi Yin dan istri keduanya Sun Siao Hong, sedang berdiri di tengah tengah sebuah kolam sedang menaburkan makanan buat ikan ikan cantik berwarna warni yang mengelilingi mereka berdua.


Kedua gadis cantik itu terlihat tersenyum gembira dan terlihat sangat bahagia.


Melihat ikan ikan cantik itu mengerubungi mereka untuk menikmati makanan yang mereka taburkan ke kolam.


Li Suin Hoan segera melayang mendekati mereka, tapi bagaimana pun Li Suin Hoan berusaha.


Dia tidak pernah bisa mendekati mereka, mereka terlihat begitu dekat.


Tapi secepat apapun dia mengerahkan ilmu ringan tubuhnya terbang kearah mereka.


Jarak di antara mereka tetap seperti itu itu saja.


Li Suin Hoan akhirnya berteriak keras memanggil nama mereka,


"Lin Shi Yin,.. Yin Mei Mei..!"


"Siao Hong.. Hong Mei..!"


Kedua gadis itu seperti baru tersadarkan Li Suin Hoan hadir di tepi kolam sana.


Mereka berdua menatap kearah Li Suin Hoan sambil tersenyum sedih.


Lin Shi Yin sambil tersenyum sedih berkata,


"Suin Hoan sadarlah aku hanya ingin melihat mu hidup tenang tentram dan bahagia.."


"Mengapa kamu malah tersesat jauh begini..'


"Apa kamu lupa pesan terakhirku dulu..?"


Sehingga dia hanya bisa menatap kearah Lin Shi Yin sambil terus menerus menggelengkan kepalanya.


Lin Shi Yin masih menatap kearah Li Suin Hoan dengan tatapan mata sedih dan menyesal, dia kembali melanjutkan berkata,


"Suin Hoan yang lalu biarlah berlalu, yang sudah terjadi tidak mungkin bisa di putar ulang kembali.."


"Kamu harus belajar menerima kenyataan dan melepaskan semua beban penyesalan mu.."


"Kamu jangan lagi tersesat lebih jauh, yang mereka tawarkan bukan aku yang sebenarnya.."


"Itu hanya bayangan ku saja, meski kamu memperolehnya kamu tetap akan semakin menyesal dan kecewa karena itu bukan aku ."


"Kembali lah ke diri mu yang dulu, seperti semasa kamu belum pergi ikut ujian dulu.."


Ucap Lin Shi Yin sambil tersenyum lembut.


Li Suin Hoan hanya bisa mengangguk pelan dengan sepasang mata berkaca-kaca.


Lin Shi Yin melambaikan tangannya kearah Li Suin Hoan dan berkata,


"Suin Hoan ke ke, bisa bersama dan mengenal mu adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup ku.."


"Aku tidak pernah menyesali itu, selamat tinggal.."

__ADS_1


Selesai berkata, Lin Shi Yin yang terus melambaikan tangannya, dia terus bergerak mundur, semakin lama semakin menjauh hingga akhirnya hilang dari pandangan Li Suin Hoan.


Kini bergantian Sun Siao Hong yang berbicara,


"Suin Hoan ke ke,.. ucapan Yin Cie cie sangat tepat.."


"Yang mereka bisa tawarkan hanya bayangan ku yang tidak ada jiwa dan perasaannya.."


"Yang lalu biarlah berlalu, cukup Suin Hoan ke ke ingat aku selalu mencintai mu.."


"Aku juga tidak pernah menyesalinya, aku hanya ingin Suin Hoan ke ke bahagia.."


"Selamat tinggal Suin Hoan ke ke.."


Ucap Sun Siao Hong sambil tersenyum ceria.


Dia melambaikan tangannya kearah Li Suin Hoan dengan mimik wajahnya yang ceria dan periang.


Perlahan-lahan dia juga terus menjauh hingga akhirnya menghilang dari pandangan nya.


Li Suin Hoan mengangguk pelan dan mencoba untuk tersenyum.


Lalu dia ikut memejamkan sepasang matanya.


Begitu sepasang matanya terpejam, dua butir air bening langsung mengalir turun dari kedua sudut matanya.


Saat Li Suin Hoan membuka kembali matanya, dia sudah kembali ke arena pertempuran.


Li Suin Hoan menjura kearah Li Sun dan berkata,


"Terimakasih biksu muda, kamu sungguh luar biasa.."


"Dengan usia semuda ini, kamu sudah mencapai tingkatan pencerahan seperti itu.."


"Ini sungguh tidak mudah.."


"Maaf telah mengacau disini.."


Li Sun membalas ucapan pesan suara dari Li Suin Hoan, dengan membalas menjura dengan tangan bersikap Anjali di depan dada.


Li Suin Hoan sendiri selesai menyampaikan pesan suara, dia langsung menghilang dari sana.


"Hei kamu mau kemana..!?"


Bentak salah satu petinggi sekte Diatas langit masih ada langit bergerak menyusul ingin mencegat Li Suin Hoan.


Tapi dua kilatan cahaya kecil, meluncur dari pintu portal masuk di atas langit itu.


Membuat petinggi itu harus menggunakan sepasang tangannya yang memancarkan cahaya bola hijau.


Untuk menahan kilatan cahaya kecil yang tertuju kearahnya.


"Blaaarrrr...!"


Bola cahaya meledak, petinggi sekte tertolak kembali kebawah.

__ADS_1


Sepasang pisau terbang terlihat jatuh tergeletak di depan kakinya.


Sementara itu Li Suin Hoan sudah tidak lagi terlihat bayangan nya.


__ADS_2