PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KETUA THIAN SHAN PAI


__ADS_3

Terjadi ledakan benturan tenaga diudara.


Sun Heng terlihat terdorong mundur, terhuyung-huyung kebelakang.


Petugas Arena Pertama kembali datang mengejarnya dengan sepasang telapak tangan, yang di ikuti oleh bayangan telapak tangan yang tidak terhitung jumlahnya.


Semuanya mengurung Sun Heng, Sun Heng dalam posisi terjepit.


Tiba tiba dia mengeluarkan suara lengkingan keras..


Lalu tubuh'nya menghilang dari hadapan Petugas Arena Pertama tahu tahu Sun Heng muncul dari atas kepala Petugas Arena Pertama .


Cakar kanan yang mengeluarkan cahaya hijau, dengan sangat cepat tahu tahu sudah menempel di tengkorak kepala Petugas Arena Pertama .


Sebelum Petugas Arena Pertama sempat menjerit, terdengar suara.


"Krreekkk..!"


Sesaat kemudian Petugas Arena Pertama, mundur dengan langkah terhuyung-huyung kebelakang.


Sebelum tubuh'nya jatuh tergeletak tak bergerak di atas arena.


Petugas arena tengah yang melihat hal luar biasa itu, dia segera berkata,


"Kamu bocah marga Sun, masih begitu muda sudah bertangan telengas.."


"Baiklah majulah kemari, agar yang tua ini, memohon pengajaran dari mu.."


Sun Heng sambil tersenyum dingin, dia sudah melayang ke arena bagian tengah.


Berhadapan hadapan dengan Siangkoan Li.


Siangkoan Li berbeda dengan Tin Siok, bila Tin Siok suka berkelahi dengan sepasang kaki dan kepalan tangan.


Siangkoan Li, lebih suka bertanding dengan sebatang cambuk di tangan.


Saat cambuk itu di putar putar di udara segera mendatangkan suara seperti sedang ada angin badai berputar-putar juga sesekali di warnai dengan suara ledakan keras yang berasal dari ujung cambuknya.


Jadi terdengar seperti suara petir mengelegar, juga ada kilatan listrik di ujung cambuk.


Melihat hal ini, Sun Heng langsung mengeluarkan sepasang pedang pendek, yang mengeluarkan cahaya kehijauan.


Sun Heng membolang balingkan sepasang pedang pendeknya, dengan cara pedang di pegang menghadap kebawah.


Sedikit berbeda dengan cara pedang pada umumnya yang biasanya di pegang menghadap keatas.


Setelah membolang balingkan sepasang pedang hijau pendek di sekeliling tubuhnya.


Sun Heng sambil berteriak melengking seperti jeritan hantu, dua sudah melesat maju mendekati Siangkoan Li .


Siangkoan Li langsung menggerakkan tangan nya yang memegang cambuk, untuk menghalau kedatangan Sun Heng.


Seberkas cahaya hitam seperti ular jatuh dari langit, langsung menebas dari atas kebawah, mengincar tubuh Sun Heng, yang sedang meluncur di udara .

__ADS_1


Bila terkena sambaran garis hitam itu, tubuh Sun Heng pasti akan di buat terbelah menjadi dua.


Tapi Sun Heng, bukan orang sembarangan, dia adalah murid utama orang sakti lembah hantu.


Mana semudah itu di tahlukkan, Sun Heng melakukan gerakan berputar di udara, menghindari datangnya cambuk yang menyambarnya.


Sambil berputaran di udara, seperti sebuah bayangan tahu tahu Sun Heng sudah muncul di hadapan Siangkoan Li .


Sepasang pedang pendeknya yang mengeluarkan cahaya hijau, langsung berkelebat cepat mengincar leher Siangkoan Li .


Saking cepatnya, hanya terlihat dua cahaya hijau yang melintas lewat.


Tapi Siangkoan Li bisa di percaya menjadi petugas Arena tengah, itu membuktikan dia ilmunya tidak boleh dianggap remeh.


Dengan menundukkan kepalanya kebawah, rambutnya yang di kepang dengan bagian ujung di pasangi sebilah belati tajam.


Segera di kibaskan kedepan untuk menyerang balik kearah kening Sun Heng.


Serangan tiba tiba dengan kecepatan dan jarak begitu dekat.


Sun Heng hampir saja tewas bila dia tidak memiliki ilmu rahasia lembah hantu.


Yang bisa membuatnya muncul menghilang sesuka hati, seperti mahluk halus.


Saat muncul lagi, Sun Heng langsung menebas putus kepang rambut Siangkoan Li yang di pasangi pisau itu .


"Crasss..!"


Siangkoan Li yang terlihat berantakan tidak sempat mengurusnya.


Karena Sun Heng dengan sepasang pedang pendek, terus menempel kemanapun dia pergi seperti sebuah bayangan.


Sun Heng terus menyerang Siangkoan Li seperti orang kesurupan yang harus darah.


Dari jarak dekat, cahaya hijau terlihat berseliweran mengejar Siangkoan Li , yang hanya tahu menghindar dan menangkis tidak mampu membalas.


Pada puncaknya Siangkoan Li saat sedang dalam posisi terjepit.


Dia terlihat pasrah membiarkan sepasang pedang itu melintas lewat di lehernya.


"Cranggg...!"


Sepasang pedang pendek Sun Heng seperti membentur potongan baja keras.


Hingga api terlihat berpijar, padahal yang di tebas nya adalah leher manusia bukan benda logam.


Sun Heng dalam kagetnya, sepasang tangannya sudah di lilit oleh cambuk Siangkoan Li , hingga kedua pergelangan tangan Sun Heng, keduanya terlilit kuat terkunci disana .


Siangkoan Li mengibaskan kepalanya sehingga rambutnya menyambar wajah dan mata Sun Heng.


Sehingga Sun Heng sepasang matanya di buat kesakitan oleh kibasan rambut Siangkoan Li .


Saat Sun Heng pandangan mata nya sedang kabur berair.

__ADS_1


Dengan gata brutal, Siangkoan Li menggunakan keningnya, untuk menyundul wajah Sun Heng.


Serangan pertama berhasil Sun Heng hindari dengan miringkan kepala nya.


Tapi serangan susulan, Sun Heng sudah tidak mampu menghindarinya.


"Brakkkkk..!"


Sun Heng terhuyung huyung mundur dengan kepala serasa di hantam Godam.


Dunia sampai serasa berputar-putar oleh benturan keras tersebut.


Sun Heng tidak bisa mundur jauh, karena sepasang tangannya masih terikat dan terkunci oleh lilitan cambuk Siangkoan Li .


Sun Heng baru mundur beberapa langkah Siangkoan Li sudah menyentaknya maju kedepan.


Sehingga Sun Heng tubuhnya langsung terseret maju kedepan.


Di saat bersamaan dengan cepat luar biasa, Siangkoan Li sudah melakukan gerakan sapuan bawah.


Sehingga tubuh Sun Heng otomatis terjungkal, tapi sebelum tubuh Sun Heng terbanting kebawah.


"Desss..! Desss.! Desss..! Desss..!"


"Desss..! Desss.! Desss..! Desss..!"


Sun Heng langsung menerima serangan tendangan beruntun dari Siangkoan Li kearah dadanya.


Semua tendangan itu mendarat dengan tepat, terus mengikuti tubuh Sun Heng yang terpental di udara.


Saat tendangan tersebut berhenti, Sun Heng sudah jatuh tergeletak di atas tanah dengan mulut berlumuran darah.


Sun Heng sudah pingsan tidak sadarkan diri.


Siangkoan Li menarik kembali cambuknya, kemudian memberi kode kepada panitia pelayan untuk membawa Sun Heng pergi di rawat.


Sun Heng datang seorang diri, tidak ada yang membantu merawatnya.


Jadi pihak panitia pelayanan lah yang bertugas merawat dan menjaganya hingga sembuh.


Setelah Sun Heng berhasil di tumbangkan oleh Siangkoan Li .


Pertandingan di arena kedua baru bisa di lanjutkan.


Kini yang berdiri di arena kedua adalah Yang Ming .


Yang Ming adalah putra kakak' nya Yang Di ketua Thian San sebelumnya, yang hilang tanpa jejak setelah pertempuran di Hua San dengan pihak Mongolia.


Yang Ming saat ini menggantikan posisi Yang Di pamannya menjadi ketua Thian San Pai.


Setelah Yang Di ketua sebelum nya menghilang tanpa jejak.


Yang Ming diarena kedua segera mencabut pedangnya, bersiap menghadapi Petugas Arena Kedua .

__ADS_1


__ADS_2