PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KENYATAAN MENIMBULKAN DILEMA


__ADS_3

Liu Xuan dengan gerak ringan terbang mundur menghindari serangan Thian Yi.


Sambil terbang mundur dia memberikan serangan balik yang di tembakan dari kedua ujung jarinya.


"Jari pedang langit..!"


Bentak Liu Xuan.


"Critt...!"


Critt...!"


Dia cahaya putih berkilau melesat menebak kearah Thian Yi, yang sedang kehilangan sasaran nya.


Thian Yi buru buru menarik kembali serangan nya.


Dia melakukan gerakan menusukkan pedang Ming Yue Cien menotol diatas tanah.


kemudian tubuh yang sedang terlentang di udara mumbul keatas, berputaran di udara.


Sehingga dua berkas sinar putih berkilau lewat di samping tubuhnya.


Sambil berputaran di udara, Thian Yi menendang punggung telapak kakinya sendiri.


Tubuhnya meluncur lurus kedepan mengejar kearah Liu Xuan dengan tusukan pedang Ming Yue Cien.


Liu Xuan yang baru saja berhasil mendarat di atas tanah, melihat serangan Thian Yi sudah kembali datang.


Dia tidak menghindar lagi, melainkan memasang kuda kuda kaki kiri ditekuk kedepan, kaki kanan menahan lurus kebelakang.


Sepasang jari tengah dan telunjuk kanan yang mengeluarkan cahaya kemilau, dia dorongkan kedepan.


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


Terjadi ledakan beruntun di sekeliling area pertemuan dua kekuatan dahsyat Thian Yi dan Liu Xuan.


Lantai tempat Liu Xuan berpijak, pecah retak retak, oleh tekanan dahsyat dari tenaga sakti Ming Yue Sen Kung yang di salurkan lewat pedang Ming Yue Cien.


Wajah Liu Xuan berkerut kerut, keringat mulai memenuhi keningnya yang licin.


Sedikit darah mulai merembes dari sudut bibirnya.


Semakin terang dan besar bayangan rembulan yang mendukung di belakang Thian Yi.


Liu Xuan terlihat semakin kesulitan di buatnya.


Seharusnya mereka berimbang tapi Thian Yi mengalami peningkatan pesat setelah tubuhnya di permak oleh Kim Kim.


Energi Chi murni nya meningkat drastis, hal inilah yang membuat Liu Xuan tertekan di bawah angin.


Thian Yi dengan penuh percaya diri menambah kekuatan dorongan pedangnya nya kearah Liu Xuan.


Kuda kuda Liu Xuan mulai terseret mundur, meski masih mengajar diatas tanah.

__ADS_1


Sebagai upaya menahan tekanan dari Thian Yi.


Liu Xuan menghimpun hawa jari pedang langit di tangan kirinya, lalu sepasang jari telunjuk dan tengah tangan kirinya.


Dia gunakan untuk menyerang Thian Yi dari sisi lain nya.


Thian Yi yang sudah menduganya, dia menyambutnya dengan telapak tangan terbuka keras lawan keras.


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


"Boooommm..! Boooommm..!"


Kembali terjadi ledakan untuk kedua kalinya, di area sekitar tempat pertemuan jari dan tapak Liu Xuan dengan Thian Yi.


Kini pertarungan mereka berubah menjadi adu nyawa, dengan saling mendorongkan tenaga sakti menekan lawan mereka.


Siapa kalah pasti akan cedera parah, bahkan ada kemungkinan akan tewas .


Kim Kim di belakang sana, meski melihat Thian Yi unggul diatas angin.


Tapi dia tetap terlihat cemas dan selalu dalam keadaan waspada, bersiap melindungi Thian Yi bila ada sesuatu yang buruk membahayakan nyawa kekasihnya itu.


Liu Xuan yang terus terdesak mundur, tergempur kuda kuda pertahanan kedua kakinya.


Akhirnya tumit kaki kanan di belakangnya tertahan oleh reruntuhan undakan anak tangga istana sekte pedang langit.


Sehingga pergerakan mundurnya tertahan di sana.


Karena kakinya tiada tempat mundur lagi, sedangkan tekanan yang datang semakin lama semakin dahsyat.


Liu Xuan perlahan-lahan tubuhnya mulai doyong kebelakang.


Tiba tiba mulut Liu Xuan terbuka, dari mulutnya terlihat darah menyembur keluar.


Tapi semburan darah adalah pengalihan, aslinya di balik semburan cairan darah ada puluhan batang jarum halus di semburkan kearah Thian Yi.


Jarak yang begitu dekat, dan mereka sedang beradu tenaga sakti.


Thian Yi tidak bisa menghindar, ataupun menangkisnya, dia juga tidak bisa membentuk hawa pelindung.


Karena seluruh kekuatannya kini sedang di gunakan untuk menekan Liu Xuan.


Di saat kritis tiba tiba muncul Seekor Naga emas melingkar melindungi seluruh tubuh Thian Yi.


Jarum jarum yang di semburkan oleh Liu Xuan, rontok tertahan sisik naga emas.


"Arggghhh ....!"


Liu Xuan menjerit ngeri, karena dalam pasrah Thian Yi justru meningkatkan daya tekannya hingga titik puncak.


Bersiap mengajak Liu Xuan untuk adu nyawa.


Kini Thian Yi terlindungi, tapi Liu Xuan tidak.


Mulai dari sepasang jari kiri kanan dan merambat naik keatas sampai ke pangkal lengan.


Semuanya meledak hancur berkeping keping.


Tubuh Liu Xuan menabrak undakan anak tangga di belakang nya hingga melesak kedalam.

__ADS_1


Liu Xuan sudah pingsan, tidak sadarkan diri. Dia tidak kuat menahan rasa nyeri kedua lengannya, yang di hancurkan oleh Thian Yi


Kim Kim sudah kembali lagi ke wujud manusia nya, dia menatap kearah Thian Yi dengan ekspresi wajah serba salah.


Sedangkan Thian Yi menatap kearah Kim Kim dengan tatapan mata tak percaya.


Dia sesaat di buat shock oleh kenyataan yang hadir didepan nya.


Dari mulutnya hanya keluar satu patah kata pelan,


"Mengapa..?"


Tapi itu sudah cukup mewakili seribu satu makna bagi perasaan Kim Kim.


Sambil tersenyum sedih Kim Kim berkata,


"Maafkan aku sayang,..aku..."


Kim Kim tidak sanggup meneruskan ucapan nya, saat dia melihat tatapan mata kekasihnya.


Dengan airmata bercucuran Kim Kim memaksakan diri untuk tersenyum dan berkata,


"Maafkan aku Yi ke ke..."


"Tidak seharusnya aku muncul dalam hidup mu.."


"Aku paham,.. baiklah aku pergi.."


"Jaga diri.."


Ucap Kim Kim, lalu dia langsung melesat keangkasa.


Kembali kebentuk naga emasnya, meliuk-liuk berputaran di udara satu kali.


Sambil mengeluarkan suara raungan penuh kesedihan..


Kim Kim sudah melesat menembus Mega dan menghilang dari puncak Lin Wu Shan.


Kini di sana hanya tersisa Thian Yi yang berdiri mematung di sana.


Tidak tahu harus melakukan apa, dia benar benar sedang gundah seluruh perasaan nya seolah olah jungkir balik.


Saat harus menerima kenyataan yang sangat di luar dugaannya itu.


Naga Emas Siluman yang harusnya menjadi musuhnya, karena sudah menewaskan Burung Hong sahabat setianya.


Ternyata justru adalah kekasih dan calon istri yang dia cintai dengan sepenuh hati.


Seumur hidup nya yang sudah berjalan hampir 300 tahun, ini adalah kali pertama dia jatuh cinta dan merasakan hidupnya tidak lagi sepi.


Dia mulai bisa menikmati kebahagiaan bersama seseorang yang benar benar sangat dia sayangi dan cintai.


Kini Thian Yi ditempatkan dalam dilema, bagaimana memutuskan untuk bersikap.


Satu sisi adalah dendam sahabat setia yang harus di balas, sisi lain adalah wanita yang sangat dia cintai dan sudah banyak berjasa untuk nya.


Dua kali gadis itu sudah menyelamatkan hidupnya, secara Budi dan dendam sekalipun dia tidak mungkin sampai hati melukai nya.


"Arggghhh....!"


"Mengapa...!"


"Ya tuhan.. mengapa harus seperti ini..!?"

__ADS_1


Teriak Thian Yi sambil menutupi wajahnya dengan sepasang telapak tangannya sendiri.


Dia jatuh terduduk dalam posis berlutut.


__ADS_2