PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Bertemu si kembar


__ADS_3

Pagi pagi sekali Nan Thian sudah membawa anak istrinya memasuki pintu portal cahaya, menuju alam dimensi ciptaan Li Fei Yang ayah mertuanya.


Kedatangan Nan Thian langsung di sambut oleh Siao Huo, harimau bersayap, yang seluruh tubuhnya memancarkan api.


Dua adalah penjaga lapis pertama di alam dimensi tersebut.


Melihat yang datang adalah Nan Thian dan Zi Zi, Siao Huo terlihat melompat lompat gembira menyambut kedatangan Nan Thian dan Zi Zi..


Ying Ying bersembunyi di belakang ibunya, karena gadis kecil itu baru pertama kali bertemu dengan Siao Huo.


Dia masih takut takut tidak berani mendekati Siao Huo, dia baru mulai berani memunculkan diri.


Saat dia melihat Siao Huo bergulingan jinak diatas tanah, membiarkan bagian perut dan lehernya yang berbulu halus di belai belai oleh ayah ibunya.


Ying Ying dengan penuh penasaran akhirnya dia ikut mendekat dan mencoba ikutan membelai belai bulu bulu Siao Huo yang tebal halus dan lembut.


Beberapa saat kemudian, Ying Ying justru yang paling antusias membelai dan memeluk Siao Huo.


Siao Huo bahkan membiarkan gadis kecil itu duduk diatas punggungnya.


Lalu dia membawa Ying Ying terbang ke angkasa, yang membuat Ying Ying berteriak dan tertawa tawa gembira, sambil memeluk erat erat leher Siao Huo, agar dia tidak sampai terjatuh kebawah .


Saat Nan Thian dan Zi Zi sedang tersenyum lebar menatap kegembiraan putri tunggal mereka berdua, bermain bersama Siao Huo.


Nan Thian menangkap ada dua hembusan angin halus muncul di sampingnya.


Nan Thian segera menoleh untuk melihat siapa yang hadir di sampingnya.


Nan Thian segera menemukan dua sosok pemuda tampan yang wajahnya sangat mirip satu sama lain.


Kedua pemuda itu sedang menatap kearah nya sambil tersenyum gembira.


"Kakak,.. kakak ipar.."


"Akhirnya kalian pulang juga.."


Ucap sepasang pemuda berwajah sangat itu sambil maju memeluk Nan Thian dan Zi Zi secara bergantian.


Zi Zi dengan penuh semangat membalas memeluk kedua adik kembarnya dan berkata,


"Ahh Fei Yung Fei Lung tak disangka kalian berdua sudah sebesar dan setampan ini.."


"Hebat,.. hebat.."


"Luar biasa kakak sampai pangling.."


Nan Thian sambil tersenyum menyambung ucapan istrinya, dia berkata,


"Siapa yang Fei Yung,..? siapa yang Fei Lung,..? jadi bingung aku.."


Zi Zi sambil tertawa, dengan penuh semangat dia berkata, Tunggu, jangan di jawab dulu..!"


"Biar aku menebaknya dulu..!"


"Kalau aku kalah, aku akan mohonkan ke ayah agar ijinkan kalian keluar dari sini.."


"Bagaimana ? setuju..?'


Tanya Zi Zi sambil tersenyum gembira.


Salah satu dari mereka segera berkata,


"Bagaimana bila kakak yang memang..?"

__ADS_1


Zi Zi sambil tersenyum berkata,


"Maka kalian berdua setiap hari hari datang ke puncak Yu Ni Feng.."


"Untuk membantu kakak ipar kalian memelihara ternak, dan membantu menyiram sayuran dan tanaman selama setahun.."


"Bagaimana setuju..?"


Kedua pemuda itu saling pandang, lalu mereka mengangguk serempak ke Zi Zi.


Fei Yung dan Fei Lung keduanya berdiri tegap diam di tempat.


Sambil menahan senyum kedua pemuda tampan, yang wajahnya sangat mirip dengan Li Fei Yang sewaktu muda.


Mereka membiarkan kakak nya yang ceria dan suka bercanda itu, mengelilingi mereka berdua.


Untuk mencari perbedaan di antara mereka berdua.


Sesaat kemudian Zi Zi sambil menatap kearah Nan Thian dia berkata,


"Suamiku kamu perhatikan baik baik, yang pakai giwang di daun telinga kanan ini Fei Yung.."


"Sedangkan yang pakai Giwang di daun telinga kiri ini Fei Lung.."


"Bagaimana.. benarkan..?"


Tanya Zi Zi sambil tertawa.


Fei Lung langsung menjawab, "Kakak curang, ini tidak adil.."


"Kakak dulu memaksa kami menggunakan giwang sebagai penanda, kini pun sama.."


"Ini tidak bisa di hitung.."


Dia menangkap perbedaan mereka berdua dari karakter mereka.


Melihat pemuda satu lagi hanya tersenyum tenang tidak protes atau pun banyak bicara.


Nan Thian menebak itu pastilah Fei Yung. Karakter Fei Yung pendiam dan tenang, agak mirip dengan dirinya .


Sedangkan karakter Fei Lung, dia agak bertolak belakang.


Dia lebih ceria, pandai berbicara, terus terang dan emosinya meledak ledak tidak stabil.


Ini yang Nan Thian tangkap, lewat pergaulannya selama ini dengan kedua anak kembar itu.


Zi Zi sambil tersenyum berkata,


"Lalu menurut mu, bagaimana baru bisa adil..?"


Fei Lung sambil tersenyum berkata,


"Ijinkan kami kebelakang pohon sana sebentar.."


"Setelah itu kakak boleh menebak ulang, bila kakak benar kami menyerah.."


Zi Zi mengangguk, dua menoleh kearah Fei Yung dan berkata,


"Bagaimana Fei Yung ? kamu juga setuju..?"


Fei Yung sambil tersenyum tipis, dia mengangguk kecil dan berkata,


"Aku ikut saja.."

__ADS_1


Zi Zi mengangguk dan berkata, "Kalau begitu pergilah,.. tapi jangan lama, aku masih harus pergi temui ayah ibu dan guru ku.."


Kedua pemuda itu mengangguk, lalu mereka berdua segera menghilang ke belakang sebuah pohon besar.


Beberapa saat kemudian mereka berdua kembali, tapi kini giwang nya mereka lepas.


Sedangkan daun telinganya, mereka tutupi dengan daun yang di tempelkan.


Zi Zi langsung menatap kearah Nan Thian dengan wajah bingung.


Kini dia tidak bisa menebaknya, jadi dia meminta bantuan suaminya.


Nan Thian sambil tersenyum berkata,


"Kalian berdua majulah untuk menyerang ku.."


"Cukup 3 jurus saja, aku akan tahu yang mana Fei Yung, yang mana Fei Lung..."


"Bagaimana..?"


Kedua kembar mengangguk hampir berbarengan.


Mereka tentu bersemangat mendengar tawaran dari Nan Thian .


Karena selama ini mereka terus berlatih, tapi mereka kekurangan teman untuk mempraktekkan hasil latihan mereka.


Kini Nan Thian menawarkan, tentu mereka tidak akan melewatkan kesempatan itu.


Kedua kembar itu segera bergerak menyerang Nan Thian dari dua arah berlawanan.


Yang satu menyerang dengan bayangan Naga Es, sedangkan yang lainnya menyerang dengan bayangan Phoenix api.


Mereka terlihat sangat sempurna dalam menyerang dan bertahan.


Lewat 3 jurus kedua pemuda itu menyerang.


Nan Thian segera berkata,


"Cukup..!"


"Sudah 3 jurus.."


Lalu Nan Thian menghampiri istrinya, dia berbisik pelan di telinga Zi Zi.


Sesaat kemudian dengan wajah gembira dan penuh percaya diri,.Zi Zi berkata,


"Kamu Fei Lung.."


"Kamu Fei Yung ."


"Bagaimana..?"


"Hayo buka penutup daun telinga kalian.."


Ucap Zi Zi antusias.


Kedua pemuda itu tidak berkutik, mereka hanya bisa menurut saja.


Mereka harus menerima kenyataan mereka telah di kalahkan oleh kakak ipar mereka.


Kakak ipar mereka itu tidak tahu bagaimana cara nya, secara ajaib hanya dalam 3 jurus.


Dia sudah berhasil menebak mereka berdua dengan tepat.

__ADS_1


Mereka berdua sambil bersungut-sungut segera melepaskan penutup daun di telinga mereka, lalu memasang kembali anting anting di telinga masing masing.


__ADS_2