PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
10.000 IBLIS MENGHADAP BUDDHA IBLIS


__ADS_3

Nan Thian mengangguk pelan dan berkata,


"Waspadai kakek itu, aku punya firasat kemampuan nya, mungkin masih diatas Padri Setan.."


Zi Zi mengangguk pelan, tapi dia tidak berkata apa-apa, hanya mengeluarkan senjata suling giok hijau nya saja.


Nan Thian selesai berkata, dia langsung mengeluarkan pedang panca warna di dalam genggaman tangannya.


Perlahan-lahan tubuhnya melayang mengambang di udara.


Nan Thian dengan senyum tenang berkata,


"Berkat doa mu, aku memang masih belum mati."


"Ayo kemarilah, kita boleh coba lanjutkan lagi pertarungan kita yang belum tuntas.."


Samsara tentu saja tidak mau kalah, dia juga melesat ke udara.


Bayangan Buddha Iblis muncul di belakang nya, memberikan dukungan energi kegelapan.


"Semua Buddha Iblis Kembali Keasal.."


Teriak Samsara yang langsung mengeluarkan jurus, yang terakhir lalu, membuat Nan Thian terlempar kedalam sungai.


Nan Thian yang ingin mencoba kekuatan barunya, dia sengaja melepaskan tebasan Pedang Tanpa Keinginan, untuk menyambut datangnya bola cahaya hitam yang di lepaskan oleh Samsara.


"Wusssshhh..!'


"Singggg...!"


"Blaaarrrr...!"


Di belakang Nan Thian muncul bayangan lingkaran yang memancarkan cahaya panca warna dengan pola bagian tengah membentuk gambar Tai Chi hitam dan putih.


Saat pedang panca warna di tebaskan, muncul seberkas sinar warna warni.


Melesat menyambut bola energi hitam Samsara.


Terjadi ledakan dahsyat di udara, dengan bias lingkaran cincin energi menyebar kesegala arah.


Sesaat setelah benturan dahsyat terjadi, bola energi kegelapan Samsara terbelah dua.


Begitu pula Genta Hitam yang di bentuk oleh Samsara, juga ikut terbelah dua.


Samsara yang menggunakan sebatang tongkat emas, sama persis bentuknya seperti tongkat biksu Tong Sam Cong.


Untuk menahan serangan pedang panca warna yang menyerang nya.


"Cranggg..!"


Saat bayangan pedang panca warna bertemu dengan Tongkat Emas Samsara.


Terjadi benturan keras, yang menimbulkan bunga api berpijar pijar, di sertai suara keras yang membuat gendang telinga serasa di tusuk tusuk jarum.


Samsara sendiri terus terdorong mundur oleh kekuatan tebasan yang Nan Thian lepaskan.


"Boooommm...!"


Tembok kota lapis pertama runtuh di terjang tubuh Samsara.


Pergerakan baru terhenti, saat punggung Samsara melesak kedalam tembok benteng kota lapis kedua.

__ADS_1


Di mana tongkat emas Samsara terbelah dua, Samsara terlihat mengalami luka tebasan yang sangat parah.


Tubuhnya hampir terbelah dua, darah segar terlihat menyembur nyembur dari lukanya yang menga nga.


Dari mulut Samsara terlihat menyemburkan darah segar, setiap kali dia batuk batuk.


Bagian kanan tubuh Samsara mengalami kebakaran hebat, hingga berubah gosong.


Di mana terlihat kobaran api masih berkobar kobar, masih menyelimuti tubuh bagian kanan Samsara.


Sedangkan bagian kiri tubuh Samsara terlihat membeku, tertutup es tebal.


Setelah berhasil mengenai sasaran, energi pedang tanpa keinginan, bergerak kembali menyatu kedalam tubuh Nan Thian yang sedang melayang di udara.


Awalnya Nan Thian mengira pertarungan dengan Samsara sudah usai.


Dia ingin pergi membantu Zi Zi menghadapi kakek tua itu.


Tapi pergerakan Nan Thian terpaksa di hentikan, saat mendengar suara tertawa keras Samsara di bawah sana.


"Ha...ha...ha...ha...ha...!"


Nan Thian segera menoleh kearah asal suara tertawa itu.


"Wusssshhh...!"


"Wungggggg..!"


Wungggggg...!"


Nan Thian melihat dua titik cahaya emas sedang melesat ke arahnya.


Nan Thian segera memutar pedang Panca Warna, menangkis dua titik cahaya, yang datang mengeluarkan suara berdengung.


"Cranggg..!"


"Cranggg..!"


Kedua benda itu berhasil Nan Thian pukul runtuh dengan pedang pancawarna.


Tapi setelah Nan Thian menyelesaikan kedua benda itu, yang ternyata adalah bekas patahan tongkat emas Samsara.


Samsara sendiri, setelah tubuhnya yang hampir terbelah dua, di selimuti oleh aura Kegelapan, yang berasal dari dalam tanah


Seluruh lukanya, yang cukup parah, dalam sekejab mata sudah pulih kembali seperti sedia kala.


Memanfaatkan waktu Nan Thian sedang menangkis serangan Tongkat Emas nya yang patah jadi dua.


Samsara yang sudah pulih sepenuhnya, langsung melesat ke angkasa,


Sebuah bayangan Buddha Iblis muncul di belakang Samsara, di sekitar bayangan Buddha Iblis tersebut muncul bayangan Buddha iblis bertanduk, yang berukuran lebih kecil mengikutinya.


Jumlahnya sangat banyak dan tidak terhitung.


"10.000 iblis menghadap Buddha Iblis..!"


Teriak Samsara dengan suara membahana, memenuhi angkasa.


Setelah itu, dia dengan sepasang telapak tangan terbuka, mendorong dua bola energi hitam besar menerjang kearah Nan Thian .


Di belakang nya, mengikuti Bayangan Buddha Iblis yang berlengan sepuluh membawa 10 macam senjata, ikut melesat menerjang kearah Nan Thian .

__ADS_1


Puluhan ribu iblis bertanduk, juga mengikutinya menerjang kearah Nan Thian .


Puluhan ribu iblis bertanduk ini bergerak paling belakang, tapi saat menyerang Nan Thian .


Dengan cepat mereka berpindah posisi menjadi yang terdepan maju duluan menyerang Nan Thian .


Nan Thian yang baru saja merontokkan dua buah potongan tongkat samsara.


Melihat Samsara sudah menggunakan bayangan iblis bertanduk datang mengerubutinya.


Nan Thian segera menghentakkan energi pelindung panca warna membungkus dirinya.


Kemudian dia menggunakan kekuatan baru nya, melepaskan Tebasan Pedang Tanpa Nama.


Menyerang balik kearah Samsara.


"Wusssshhh...!"


"Singggg...!"


Cahaya panca warna melesat kedepan, membelah rombongan iblis bertanduk.


Sebagian di hancurkan menjadi abu, sebagian di buat membeku oleh bayangan pedang panca warna yang melewatinya.


Sisanya semuanya tertahan di lapisan pelindung energi, yang membungkus seluruh tubuh Nan Thian.


Sedangkan energi pedang Panca Warna terus melesat kearah Samsara.


Samsara menyatukan dua bola cahaya hitam di kedua tangan nya menjadi satu.


Lalu dia mendorong nya kedepan, untuk menyambut bayangan Pedang Panca Warna Nan Thian yang datang mendekatinya.


Bola Cahaya Hitam bertemu dengan bayangan pedang yang Nan Thian lepaskan.


"BLazzzz...!"


Tanpa kesulitan bayangan pedang Panca Warna membelahnya, kemudian mengejar langsung kearah Samsara tanpa tertahankan.


Samsara terlihat berkomat Kamit sambil membentuk mudra, lalu dengan sepasang mata melotot lebar, dia berteriak keras.


"Hyaaaaaat.....!!!"


Bayangan Buddha Iblis dibelakang nya bergerak maju, menggantikan nya.


Bayangan Buddha Iblis, menggunakan sepuluh tangan dan sepuluh senjata di tangan nya, untuk di gabung jadi satu, guna menahan serangan Nan Thian.


"Tranggg..!"


Bunga api berpijar, saat dua kekuatan bayangan senjata bertemu di udara .


Bias energi membentuk lingkaran cincin besar menyebar kesegala penjuru.


Untungnya yang di lewati adalah udara kosong di atas sana, tanpa ada penghalang.


Bila ada pasti akan di papas oleh bias energi itu tanpa sisa.


Terjadi saling tekan di antara kedua kekuatan raksasa, tapi perlahan tapi pasti Bayangan Buddha iblis mulai terdesak mundur.


Bayangan nya terlihat bergetar hebat, sepuluh tangan dan sepuluh senjata yang di gunakan untuk menahan serangan dari Nan Thian .


Mulai terlihat mengalami retakan di mana mana.

__ADS_1


Sepertinya tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi.


__ADS_2