
Kini ketiga kakek itu mulai bergerak berputaran mengelilingi Nan Thian.
Pergerakan mereka semakin lama semakin cepat, dan cepat hingga mereka bertiga hanya terlihat seperti pusaran bayangan.
"Wusssshhh...!"
Nan Thian yang berada di tengah bersikap waspada mengamati pergerakan mereka bertiga .
Hawa Qian Kun Im Yang Sen Kung masih terus menyelimuti seluruh tubuh Nan Thian .
Melindungi dirinya yang terus di serang oleh ketiga orang itu sambil mengelilingi nya.
"Singggg...!"
"Singggg...!"
"Singggg...!"
Suara desing tajam sinar putih, coklat, biru, berseliweran menyambar kubah perisai yang melindungi seluruh tubuh Nan Thian .
Nan Thian sementara waktu belum bergerak, dia hanya mengamati saja pergerakan ketiga kakek itu.
Hingga satu ketika, Nan Thian tiba-tiba melesat ke angkasa, mencoba keluar dari kepungan ketiga kakek itu.
Tapi ketiga Kakek itu juga mengikutinya berputaran ikut naik ke atas, mereka masih terus mengelilingi dan menyerang nya tanpa henti.
Nan Thian segera memutar pedang panca warna membungkus seluruh tubuhnya, untuk memperkuat pertahanan nya dari serangan yang mendekati nya.
Seluruh tubuh Nan Thian berubah menjadi gulungan sinar panca warna, yang berpusaran cepat di udara .
Tiba tiba dari pusat pusaran Nan Thian melepaskan tebasan ke tiga jurus.
Tapi tebasan Nan Thian tidak mendatangkan cahaya sinar atau pun angin berkesiur, saat di lepaskan.
"Breeet..!"
"Breeet..!"
"Breeet..!"
Tebasan Pedang Nan Thian yang tidak berbentuk dan berwujud, baru terasa.
Saat Im Jian San Koai terpental ketiga jurusan berbeda, setelah pakaian di dada mereka robek.
Dan dada mereka mengalami luka sayatan sedalam 3 centi, di mana darah menyembur deras dari bekas luka mereka masing-masing.
Im Jian San Koai sambil mundur menjauh, mereka menotok beberapa titik jalan darah di sekitar luka mereka yang berdarah.
Hanya dengan cara itu, mereka bisa membantu menghentikan pendarahan hebat di seputar luka mereka.
Setelah berhasil menghentikan pendarahan nya, Thian Koai segera berteriak mengingatkan kedua saudaranya.
__ADS_1
"Bocah ini pasti ada hubungannya dengan dia..!"
"Kalian harus waspada, segera kerahkan Ilmu Tapak Hantu Sesat Abadi."
Sambil memberi instruksi, Thian Koai selalu bergerak menghindar lebih dulu.
Setiap dia melihat pergerakan gagang pedang Nan Thian.
Hanya dengan cara itu,
dia bisa menghindar dari serangan tebasan pedang Nan Thian yang sangat mengerikan.
Ti Koai dan Sui Koai mengangguk setuju, mereka masing masing segera menghimpun kekuatan mereka, sambil bergerak menghindar kesana kemari.
Hawa kegelapan dari dalam tanah menyeruak naik, masuk kedalam tubuh Im Jian San Koai, yang terus menerus memanggil dengan mantra sesat mereka.
Langit yang cerah tiba-tiba berubah mendung, matahari yang tadinya bersinar cemerlang.
Terlihat semakin lama semakin meredup sinarnya.
Hingga akhirnya tertutup awan hitam dan kehilangan sinarnya sama sekali.
Suasana gelap remang remang kembali menyelimuti seluruh arena pertarungan.
Bahkan kota Nan Jing pun ikut terdampak oleh perubahan fenomena alam yang sedang terjadi dengan sangat cepat.
Di atas tembok kota, para prajurit penjaga, mulai menyalakan lampu penerangan.
Begitu pula dengan suasana di dalam kota Nan Jing, masing masing rumah penduduk kota tersebut mulai menyalakan lampu penerangan.
Begitu cuaca berubah menjadi gelap gulita, roh roh kegelapan mulai berani keluar berseliweran .
Roh kegelapan dari segala penjuru pada terbang mendekati Im Jian San Koai,
Im Jian San Koai terus menghimpun kekuatan roh itu, untuk membantu mereka, dalam penggunaan Ilmu Tapak hantu sesat abadi.
Roh roh berdatangan terbagi dalam tiga kelompok yang masing masing mencari tuan yang memanggil mereka datang.
Roh roh yang berasal dari unsur air, mereka semua langsung bergerak menghampiri Sui Koai.
Sedangkan roh roh yang berasal dari bawah tanah, mereka semua akan menghampiri Ti Koai.
Terakhir adalah roh roh yang dari langit, mereka semua beterbangan masuk kedalam tubuh Thian Koai.
Perlahan lahan di belakang Im Jian San Koai, muncul sesosok hantu raksasa yang memberikan dukungan kekuatan bagi mereka bertiga.
Sosok pertama yang muncul dibelakang Thian Koai adalah bayangan hantu langit yang memancarkan cahaya biru .
Sosok kedua yang muncul di belakang Ti Koai, adalah bayangan hantu bumi, yang mengeluarkan cahaya kecoklatan .
Sosok ketiga yang muncul di belakang Sui Koai, adalah bayangan hantu air, yang mengeluarkan cahaya putih berkilauan.
__ADS_1
Setelah ketiga bayangan hantu sesat abadi muncul.
Kekuatan ketiga orang itu mengalami peningkatan pesat.
Tebasan Pedang Tanpa Wujud yang Nan Thian lepaskan, tidak lagi membuat mereka gentar dan harus bergerak menghindar.
Kini mereka bahkan tidak menangkis juga tidak lagi berusaha menghindar
Mereka membiarkan saja serangan Nan Thian tiba, dan tertahan oleh hawa Kegelapan yang menyelimuti seluruh tubuh mereka.
"Trangggg,..! Tringgg..! Tranggg..!"
"Trangggg,..! Tringgg..! Tranggg..!"
"Trangggg,..! Tringgg..! Tranggg..!"
Terdengar bunyi suara benturan benda logam, saat energi pedang tanpa wujud, berbenturan dengan hawa Kegelapan yang melindungi Im Jian San Koai.
Bunga api juga terlihat berpijar, saat kedua kekuatan tersebut berbenturan di udara.
Im Jian San Koai setelah merasa kekuatan mereka sudah mencapai puncak.
Mereka segera menghentikan daya hisap mereka, kini mereka mengendalikan roh roh Kegelapan yang terus berdatangan.
Untuk di persiapkan menerjang bersama mereka menyerang Nan Thian.
Im Jian San Koai mulai terlihat bersilat di udara, menggerakkan roh roh Kegelapan berputaran mengikuti pergerakan mereka.
Beberapa detik kemudian dari tiga arah mereka melesat menyerang Nan Thian dari tiga arah.
Thian Koai muncul dari arah langit, Ti Kuai muncul dari arah bumi dan Sui Koai terakhir muncul dari tengah.
Masing masing datang dengan ribuan bayangan tapak, yang mengeluarkan cahaya biru coklat dan putih.
Roh roh yang terbagi dalam 3 kelompok juga mengikuti arahan tuan mereka menerjang kearah Nan Thian .
Bayangan Hantu raksasa di belakang ketiga orang itu, juga memberikan dukungan kekuatan bergerak mengikuti Im Jian San Koai menerjang kearah Nan Thian
Kekuatan dahsyat yang datang dari 3 arah menghampiri Nan Thian .
Sebelum tiba pun pakaian dan jubah luar yang Nan Thian kenakan, terlihat berkibar kibar.
Begitu pula dengan rambut putihnya, yang seputih kapas, juga ikut terlihat berkibar kibar .
Sesaat kemudian Nan Thian pun ikut melesat kedepan menyambut datangnya serangan dari IM Jian San Koai.
Nan Thian kini meningkatkan kekuatan daya serang nya, dengan gabungan energi Qian Kun Im Yang Sen Kung, untuk mengontrol Hawa api dan es surgawi, sebelum dia gabungkan jadi satu, dengan bantuan energi batu panca warna di tubuhnya .
Sebuah kekuatan puncak yang tak terukur dahsyatnya, melesat kedepan dalam tiga tebasan pedang beruntun .
"Tebasan Pedang Tanpa Perasaan...!"
__ADS_1
Tiga berkas sinar panca warna melesat kedepan, menghancurkan barisan roh Kegelapan, yang menghadang pergerakan mereka.