PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SIAO HUNG BERTEMU FU LAO


__ADS_3

YeSe Bu Hua sendiri setelah gadis itu pergi, rasa ingin tahu dan ingin belajarnya.


Segera membuat dia larut dalam kitab Pancasona yang di berikan oleh Empu Ranubhaya, lewat murid wanitanya barusan.


Sementara YeSe Bu Hua sedang larut dalam latihan ilmu Pancasona yang bisa menyembuhkan luka, sekaligus membuat kondisinya pulih seperti semula.


Di suatu tempat lain di sebuah Goa yang terletak di dasar perut bumi.


Seorang gadis cantik berbaju merah dengan pakaian compang camping dan rambut terurai menutupi sebagian wajahnya.


Gadis itu terlihat tergeletak terlentang diam tidak bergerak dengan sebagian tubuh terendam di dalam air kolam bawah tanah.


Gadis cantik itu wajahnya terlihat begitu pucat, seolah olah tidak ada lagi darah yang mengaliri tubuh nya.


Nafasnya terlihat berhenti, hal ini di tandai dengan perut nya yang rata terlihat diam tak bergerak.


Begitu pula dengan dadanya yang membusung indah dengan kulit putih mulus seperti salju.


Dada gadis itu juga terlihat diam tidak bergerak naik turun.


Ini hanya menandakan gadis tersebut sudah tidak bernafas lagi.


Tapi beberapa saat kemudian gadis itu mulai batuk batuk, seekor ikan kecil melompat keluar dari mulutnya yang terbuka saat dia batuk batuk.


"Uhukkk..! Uhukkk..! Uhukkk..!"


"Hoeeekk..!"


"Hoeeekk..!"


"Hoeeekk..!"


Gadis itu tiba tiba memiringkan tubuhnya kesamping, lalu memuntahkan air berulang ulang dari mulutnya.


Setelah memuntahkan cukup banyak air yang menyumbat paru paru nya.


Gadis itu kembali terkapar dengan posisi terlentang, nafasnya mulai terlihat semakin lama semakin teratur.


"Ahhh Thian apa kamu belum cukup menghukum ku..?"


"Mengapa kamu tidak mempertemukan aku dengan ayah ku..?"


"Mengapa kamu harus biarkan aku hidup kembali, untuk menjalani hidup yang penuh penderitaan ini..?"


"Hu..hu..hu..hu...!"


Gadis itu menangis tersedu-sedu, menggunakan sepasang tangannya yang jemari nya terlihat runcing putih dan halus, untuk menutupi wajahnya sendiri.


Gadis itu terlihat menangis dengan pilu, suara tangisnya sampai memenuhi seluruh ruangan Goa perut bumi itu.


Di sela sela tangisannya yang begitu menyedihkan gadis itu berkata,


"Yue Nan Thian aku sungguh membenci mu..!"


"Aku sungguh sungguh membenci mu..!"


"Hu..hu..hu..hu..!"


Gadis itu setelah mengeluarkan kata katanya, dia kembali menangis sedih.


"Nan Thian ke ke, kamu sungguh tega pada Siao Hung.."


Gumam gadis itu pelan dengan suara sedih.

__ADS_1


Meski di mulutnya dia mengatakan dia membenci Nan Thian , tapi di hatinya.


Dia tidak bisa memungkiri, dirinya sangatlah mencintai Nan Thian .


Dia masih merindukan Nan Thian , belum bisa melupakan Nan Thian .


Mungkin akan butuh waktu seumur hidupnya, untuk melupakan pria yang sangat di bencinya itu.


Tapi secara bersamaan, juga sekaligus merupakan pria yang sangat dia cintai dan tidak pernah bisa dia lupakan itu.


Selagi Siao Hung sedang menangis pilu, terlihat seekor mahluk aneh, berkepala Naga, memilki cula ganda di kanan kiri kepalanya, dengan kelopak kulit tebal seperti kelopak bunga, menghiasi bagian lehernya.


Mahluk itu meski kepalanya mirip Naga, tapi seluruh tubuhnya adalah tubuh katak.


Bedanya tubuh katak licin, sedangkan tubuh mahluk itu, memiliki kulit yang keras bersisik seperti kulit Naga .


Suara tangisan keras dan pilu Siao Hung lah yang memancing mahluk itu keluar dari tempat persembunyiannya.


"Rarrrrrrrrrr...!"


Mahluk itu mengeluarkan suara raungan nyaring yang sangat kuat, hingga Siao Hong terlonjak kaget.


Dia langsung otomatis berhenti menangis, dia menatap kearah mahluk itu dengan tatapan mata heran dan kaget.


Tapi hal itu hanya berlangsung beberapa detik saja.


Beberapa detik kemudian Siao Hung bangkit berdiri, lalu dengan langkah tenang.


Dia terus berjalan menghampiri mahluk itu dan berkata,


"Kamu pasti di kirim oleh Thian untuk mengabulkan permintaan ku.."


"Ayo bantulah aku, agar terlepas dari derita ini.."


"Rarrrrrrrrrr...!"


Sekali lagi mahluk itu kembali memberikan suara raungan kerasnya.


Angin kuat dari mulutnya membuat rambut dan pakaian Siao Hung di buat berkibar kibar.


Saat hembusan angin semakin bertambah kuat, Siao Hung tidak lagi mampu mempertahan posisinya.


Dia akhirnya jatuh terduduk diatas tanah, tapi itu hanya berlangsung sesaat saja.


Sesaat kemudian Siao Hung sudah bangkit berdiri, dia langsung berlari menghampiri mahluk itu sambil berteriak marah.


"Kamu kenapa hanya meraung-raung saja..!?"


"Ayolah,.. cepat habisi saja aku..!"


"Jangan hanya bisa meraung Raung menakuti orang, kamu ingin menakuti siapa..!?"


"Aku katakan pada mu aku tidak akan pernah takut dengan mu..!"


"Ayo makanlah aku..!"


Siao Hung yang berteriak marah, sambil terus melangkah maju.


Akhirnya malah membuat mahluk itu yang bergerak mundur mundur kebelakang dengan wajah ragu.


"Nona kamu sudah terganggu pikirannya ya,.. !?"


"Sehingga berani bersikap seperti ini, terhadap aku Fu Lao sang putra Naga...!?"

__ADS_1


Bentak mahluk itu yang ternyata bisa berbicara.


Hal ini tentu saja, membuat Siao Hung menjadi heran di buatnya.


Dia jadi berdiri diam di sana, menatap kearah Fu Lao dengan sepasang mata terbelalak indah.


Fu Lao melihat Siao Hung diam saja, dia pun berkata,


"Apa Yue Nan Thian itu yang membuatmu jadi tidak ingin hidup lagi..!?"


"Dasar bodoh, kamu mati dia malah bersenang senang diluar sana..!"


"Daripada kamu yang mati, mengapa tidak dia saja yang mati..!?"


"Dasar gadis dungu..!"


Ucap Fu Lao memaki kebodohan Siao Hung .


Siao Hung sepasang matanya yang tadinya terlihat pasrah dan tidak bersemangat.


Kini tiba tiba melotot marah dan berkata dengan suara keras,


"Kamu tahu apa mahluk jelek, kamu tidak berada di posisi ku..!"


"Jangan kan ingin membunuhnya, bahkan sekedar menyentuhnya saja aku tidak bisa..!"


"Bagaimana, mau cerita bisa membunuh nya .!?"


"Omong kosong..!"


Bentak Siao Hong kesal.


Fu Lao tertawa keras dan berkata,


"Ha..ha..ha..ha..!"


"Hei boneka perempuan, dengarkan baik baik.."


"Di sini semua tidak ada, tapi bicara ilmu silat, di sini gudangnya, kamu bebas memilih ilmu yang ingin kamu pelajari.."


"Masalah sumber daya kamu juga tak perlu khawatir, di sini semua tersedia."


"Bila kamu punya niat dan tekad kuat, aku yakin beberapa tahun kemudian, saat kamu bisa keluar dari Neraka perut bumi ini.."


"Kamu pasti akan menjadi sosok yang di takuti lawan di segani kawan.."


Mendengar ucapan Fu Lao, Siao Hung menjengek dingin dan berkata,


"Omong besar, bila ilmu di sini hebat, mengapa kamu bisa terkurung di tempat ini !?"


"Mengapa kamu tidak mencoba untuk keluar dari sini..!?"


Fu Lao kembali tertawa keras,


"Ha,..ha...ha...ha...!"


"Boneka kecil, kalau kamu ingin membuktikannya majulah.."


"Kamu boleh mencobanya.."


Siao Hung tanpa banyak bicara, langsung menarik keluar pedang lentur yang di lingkarkan di pinggang nya.


"Singggg..!"

__ADS_1


Pedang lentur di tangan Siao Hung, sampai mengeluarkan suara desing tajam.


__ADS_2