
Fei Yang membuang sepasang mata E The Na Jin yang berada didalam telapak tangan kirinya.
Lalu dengan lengan kiri yang berlepotan darah E The Na Jin, Fei Yang sambil meringis menahan nyeri, dia mencabut tombak yang menancap di dadanya.
"Arggghhh..!"
Jerit Fei Yang lalu dia jatuh terduduk dengan nafas empas empis.
Sebelum Fei Yang jatuh terkapar punggungnya sudah di sanggah oleh Fei Hsia yang datang menopangnya dari belakang.
Fei Yang segera menoleh untuk melihat siapa yang datang menolongnya.
Di posisi seperti saat ini, Fei Yang pikir mustahil Li Sun dan Nan Thian datang menolongnya.
Paling paling si kembar pikir nya.
Tapi begitu melihat yang datang menopangnya adalah Fei Hsia,
Fei Yang langsung panik dan kaget.
"Fei Hsia kenapa kamu kemari,..?"
"Mana dia..?'
Pertanyaan Fei Yang ini membuat hati Fei Hsia seketika terasa masam dan pahit.
Dia tentu saja tahu yang di maksud dengan dia, tanpa perlu di sebut pun Fei Hsia juga tahu.
Yang Fei Yang maksud adalah Xue Lian.
Sudah sekian tahun dia mengabdikan dirinya di samping Fei Yang , pagi siang malam.
Tapi di hati Fei Yang tetap hanya ada Xue Lian sedikitpun tidak ada posisi untuk nya.
Hati wanita mana yang tidak sakit, bila menghadapi situasi seperti Fei Hsia.
Selama ini pun hanya Fei Hsia, Xue Lian, dan Fei Yang sendiri yang tahu, meski Fei Yang menuruti permintaan Xue Lian mengambil Fei Hsia sebagai istri kedua.
Tapi selama mereka menikah, hingga saat ini, Fei Yang bahkan belum pernah menyentuhnya sama sekali.
Bila berada di kamarnya, Fei Yang hanya menghabiskan waktu nya dengan bermeditasi.
Hal ini sudah merupakan suatu goresan luka menyakitkan di hati nya.
Tapi dia selalu dengan sabar dan tulus menerima semuanya.
Hingga saat ini, di saat Fei Yang sedang berada di ujung kematian, yang dia khawatirkan cuma Xue Lian.
Fei Hsia kini menjadi sadar, bagaimanapun dia berusaha, di mata dan di hati Fei Yang, dia selama nya tidak akan pernah ada posisinya.
Di hati Fei Yang selamanya hanya ada Xue Lian seorang.
Perubahan ekspresi wajah Fei Hsia yang terlihat begitu kecewa dan sedih.
Segera menyadarkan Fei Yang dari kekeliruan nya.
Apalagi saat dia mendengar suara Xue Lian di sisi lain berkata,
__ADS_1
"Aku di sini, jangan salahkan Fei Hsia .."
"Aku yang memaksanya kemari, karena aku mencemaskan kalian semua nya.."
"Hati ku tidak bisa tentram sebelum memastikan kalian semua baik baik saja.."
Fei Yang mengangguk pelan, lalu dia kembali menoleh kearah Fei Hsia dan berkata,
"Maafkan aku Hsia mei, aku tadi terlalu.."
Fei Hsia sambil tersenyum pahit, dia langsung memotong ucapan Fei Yang,
"Tak perlu katakan lagi Yang ke ke, aku paham.."
Sambil menahan Isak Fei Hsia berkata,
"Aku seharusnya dari awal mengerti, aku adalah suatu kelebihan yang tidak di perlukan.."
"Maaf.."
Sambil menahan Isak, Fei Hsia menyerahkan Fei Yang ke Xue Lian.
Lalu dia segera melesat kedepan dengan sebatang suling emas di tangan nya.
Fei Hsia lenyap menjadi seberkas bayangan yang lebih cepat dari cahaya.
Dengan langkah aneh yang membuat tubuhnya bisa muncul dan menghilang.
Fei Hsia yang terlihat berubah menjadi 16 bayangan bergerak menyerang E The Na Jin yang mengalami kebutaan, dan sedang menyerang kesana kemari secara ngawur.
Tapi setiap serangan nya tetap sangat dahsyat dan mengerikan.
Fei Hsia terus menyarangkan sulingnya ke setiap titik meridian E The Na Jin, seperti orang sedang menulis kaligrafi indah.
Setelah beberapa saat berlalu, di mana Fei Hsia terlihat sudah memisahkan diri dari E The Na Jin.
Bayangan yang mengelilingi E The Na Jin juga sudah lenyap tidak berbekas lagi.
E The Na Jin yang sedang sial menjadi pelampiasan kemarahan dan kekecewaan hati Fei Hsia, yang menggunakan ilmu sakti warisan Wu Song yang sudah di sempurna'kan oleh Lu Fan.
E The Na Jin yang berdiri diam di tempat, sedetik kemudian dari seluruh titik meridian nya.
Terlihat meledak satu persatu, dengan darah biru menyembur dari setiap lukanya.
Akhirnya E The Na Jin yang perkasa, jatuh terlentang kebelakang diam tidak bergerak lagi.
Fei Hsia sendiri setelah melampiaskan emosi dan kekecewaan nya.
Dia menoleh kearah Xue Lian, dan berkata,
"Kakak tolong rawat dan jaga dia, keadaan nya sejauh ini cukup baik.."
"Selamat tinggal.."
Selesai berkata, Fei Hsia tanpa menoleh kearah Fei Yang .
Dia langsung melesat terbang keangkasa meninggalkan tempat itu dengan cepat.
__ADS_1
Fei Hsia bukan tidak mau menoleh kearah Fei Yang untuk melihatnya yang terakhir kali.
Tapi dia tidak berani melakukan nya, karena dia khawatir.
Sekali beradu tatap dengan Fei Yang .
Dia pasti akan luluh dan kembali ke sisi pria yang tidak pernah mencintai nya itu.
Oleh karena itu, dia hanya bisa mengeraskan hati sebisanya jangan menatap kearah Fei Yang .
Sehingga dia bisa menguatkan tekadnya untuk pergi dari sisi Fei Yang.
Sambil menghapus airmatanya yang berderai membasahi wajahnya, Fei Hsia bergerak menembus pintu portal yang terbuka di angkasa, kemudian dengan cepat sudah menghilang dari sana.
Sebelum pergi Fei Hsia sempat mendengar panggilan dari Xue Lian .
Tapi dia mengeraskan hati dan menguatkan tekadnya, terus melanjutkan pergerakan nya meninggalkan tempat itu.
Bagi Fei Hsia yang sudah menerima didikan dari Lu Fan, dimana dia bisa terbang menaiki awan.
Bukan perkara sulit bagi Fei Hsia untuk terbang meninggalkan tempat itu.
Fei Yang yang mengalami pendarahan di dadanya, sudah di bantu hentikan oleh Fei Hsia.
Kini dia duduk bersandar dalam pelukan istri pertamanya dan berkata,
"Aku sungguh bersalah dan berdosa padanya.."
"Ahh,.. apa yang telah aku lakukan,? mengapa aku bisa seperti itu..?"
Xue Lian tersenyum lembut dan berkata,
"Sudah tahu akan begini, mengapa dulu kamu tidak tahu menghargainya dengan baik.."
"Dia sudah pernah mati sekali buat kita.."
"Dia juga sudah bersedia menghabiskan seluruh waktunya demi kita.."
"Tapi kamu tetap saja selalu dingin dan tidak perduli dengan nya.."
"Sudahlah kini menyesal juga percuma,.."
"Kita tunggu luka mu sembuh, nanti kita coba susul dia.."
"Semoga saja dia masih mau memaafkan mu.."
Fei Yang mengangguk pelan dan berkata,
"Semoga saja begitu.."
"Kita lihat saja nanti.."
Kini Fei Yang mengalihkan perhatian nya kearah arena pertarungan Nan Thian melawan E The Na Sen.
Sedangkan Li Sun melawan E The Na Han.
Masing masing masih bertempur dengan seru, belum terlihat siapa yang akan keluar sebagai pemenangnya.
__ADS_1
Pertarungan Li Sun melawan E The Na Han adalah yang paling seru dan sangat mengerikan, sulit di percaya bila tidak melihat dengan mata kepala sendiri.