PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MING YUE SHAN


__ADS_3

Ketua sekte golok iblis melangkah maju kedepan dan berkata,


"Serahkan saja pada kami, kami akan berikan jawaban nyata yang memuaskan.."


Tapi di saat bersamaan ketua sekte lautan pedang juga ikut melangkah maju, dan berkata.


"Yang Mulia kami juga siap mengambil penawaran ini.."


Zhang Shizheng memandang kedua nya secara bergantian dan berkata,


"Coba kalian kemukakan dulu, apa rencana kalian untuk mengalahkan pemuda itu.."


Ketua sekte Golok Iblis dan Ketua sekte Lautan Pedang secara bergantian menjelaskan strategi mereka.


Zhang Shizheng mendengarkan dengan serius, lalu akhirnya dia berkata.


"Apa ada kemungkinan kedua sekte kalian bekerjasama maju bersama menghilangkan sumber masalah ini..?"


Baik ketua sekte Golok Iblis maupun sekte lautan pedang sama sama menggelengkan kepalanya.


Mereka secara bersamaan menjelaskan alasan keberatan mereka.


Zhang Shizheng akhirnya menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah kalau begitu, masalah ini, aku percayakan dulu ke sekte lautan pedang untuk mencobanya.."


"Harap ketua sekte Golok Iblis bisa bersabar sedikit memaklumi situasi dan kesulitan kita bersama saat ini.."


Ketua Sekte Golok Iblis meski sedikit kurang senang dengan keputusan tersebut.


Tapi dia harus menahannya, menyinggung Zhang Shizheng, dia tidak akan dapatkan manfaat apapun.


Justru dia harus bersiap di keroyok oleh kedua sekte yang lainnya.


Di mana mereka sedang menunggu kesempatan, untuk menghancurkan rival mereka, untuk menjadi sekte nomor satu di Su Zhou.


Ketua Sekte Pedang Langit tidar berkomentar apapun, dia memilih tidak ikut campur.


Karena dia sendiri ragu, apakah tokoh sekte mereka bersedia untuk turun gunung atau tidak.


Sebelum menemukan alasan tepat mengundang mereka turun gunung.


Juga sebelum yakin bahwa mereka mau, dia tidak mau sembarangan maju menjanjikan sesuatu ke Zhang Shizheng.


Setelah Zhang Shizheng mengambil keputusan, sidang istana otomatis dia bubarkan.


Ketua sekte lautan pedang Souw Chi Ming segera meninggalkan istana.


Dia langsung bergerak cepat menggunakan kapal pribadi sektenya yang menunggu di tepi telaga Tai Hu, untuk segera menyeberangkan nya menuju pulau Xi Shan.


Souw Chi Ming tidak ada mood untuk menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan menyeberangi danau Tai Hu yang luas .


Semua pemandangan di danau Tai Hu yang sangat menakjubkan, dia lewatkan begitu saja.

__ADS_1


Dia lebih memilih bersembunyi di dalam perahu, menghindari angin dingin di luar sana.


Pilihan Souw Chi Ming tidak salah, sesaat perahu meninggalkan dermaga Tai Hu, hujan deras pun turun mengguyur bumi.


Souw Chi Ming yang berlindung di dalam bilik perahunya, dia segera menurunkan tirai jendela.


Menghindari air hujan deras memercik kedalam, di dalam sana dia bisa menikmati teh Long Jing yang wangi, untuk menghangatkan, sekaligus menenangkan pikiran nya.


Pengemudi perahu, yang juga merupakan anggota sekte lautan pedang terpaksa bekerja sambil mengenakan caping bambu dan mantel hujan jerami.


Selain pengemudi perahu yang merasakan kepahitan perjalanan ini.


Dia murid utama Souw Chi Ming juga kebagian terpaan hujan dan angin di depan bilik perahu.


Mereka berdua juga mengenakan mantel jerami dan capung bambu, berdiri kokoh berjaga di depan pintu ruangan pribadi ketua mereka.


Hingga akhirnya perahu yang di tumpangi oleh Souw Chi Ming merapat di tepi pulau Xi Shan.


Tepatnya di kaki gunung Ming Yue Shan, Gunung Cahaya Bulan.


Hujan deras tidak juga kunjung berhenti.


Akhirnya salah satu dari kedua murid utama itu mengetuk pintu dan berkata,


"Tok..tok..tok..!"


"Maaf Guru,.. perahu telah merapat, tapi hujan masih deras."


"Apa guru mau menunggu atau..?'


"Tidak ada waktu lagi, aku harus segera pergi temui kakek guru senior Thian Yi."


"Kalian berdua boleh kembali ke perguruan kita.."


"Selama aku tidak ada biar Yung Le yang menggantikan posisi ku.."


Ucap Souw Chi Ming berpesan.


"Baik guru.."


Jawab kedua murid utama itu cepat.


Sesaat kemudian Souw Chi Ming terlihat melesat meninggalkan perahu, menembus hujan deras melakukan pendakian menuju puncak Ming Yue Shan.


Hujan deras tidak ada setetes pun yang berhasil menyentuh pakaian yang Souw Chi Ming kenakan.


Semua tertahan oleh energi halus yang menyelimuti seluruh tubuh Souw Chi Ming.


Dari bagian kepala hingga ke ujung kaki, semuanya di selimuti oleh cahaya kuning keemasan.


Hujan yang bersentuhan dengan cahaya tersebut, akan langsung menguap tak berbekas.


Souw Chi Ming terlihat mendaki menuju puncak gunung dengan berlompatan ringan.

__ADS_1


Satu lompatan nya mencapai puluhan meter tingginya.


Saat mendarat dua hanya menotol ringan apapun yang ada di bawahnya sebagai tempat berpijak.


Terkadang batu yang menonjol hingga daun atau ranting pun bisa dia gunakan sebagai tempat berpijak.


Sebelum tubuhnya kembali melayang keatas, menuju bagian yang lebih tinggi.


Dengan cara itu, dalam waktu singkat, Souw Chi Ming sudah tidak terlihat lagi dari tepi danau Tai Hu.


Sesaat kemudian Souw Chi Ming sudah mendarat ringan di daerah terlarang Sekte Lautan Pedang.


Souw Chi Ming dengan langkah lebar menghampiri sebuah bangunan yang mirip altar dengan beberapa undakan tangga di sekeliling bangunan altar itu.


Bagian atas paling tengah altar berbentuk lingkaran bulat, terbuat dari batu cermin yang menghadap kearah langit.


Souw Chi Ming berdiri ditepi lempengan batu cermin menjura dengan penuh hormat dan berkata,


"Kakek Guru Senior, maafkan Chi Ming yang tidak punya kemampuan.."


"Sehingga harus kemari untuk menganggu ketenangan Siu Lian Kakek guru senior.."


Dari tengah lempengan batu cermin terdengar suara halus nan lembut.


"Katakan saja Chi Ming, ada keperluan apa kamu kemari.."


"Tak perlu sungkan, kita masih satu keluarga.."


Souw Chi Ming mengangguk patuh, dia segera berkata,


"Begini kakek guru senior, di kota Nan Jing sana ada seorang pemuda rambut putih, yang memiliki kemampuan luar biasa.."


"Dia sudah mengalahkan Fang La dan ke tujuh sesepuh perguruan pedang suci.."


"Dia juga sudah menewaskan Lu Wan ketua Sekte Istana Hantu, dan ketiga kakek paman guru nya, yang terkenal dengan julukan Im Jian San Koai.'


"Kini Yang Mulia Zhang Shizheng melimpahkan tugas ini ke sekte kita untuk menyingkirkan pemuda rambut putih itu.."


"Aku tidak punya pilihan , baru memberanikan diri datang kemari mengganggu kakek guru senior.."


Terdengar suara helaan nafas pelan, sesaat kemudian lempengan batu cermin terbuka.


Dari balik lempengan batu cermin yang terbuka, melayang keluar seorang pemuda yang sangat tampan dengan wajah bercahaya seperti rembulan.


Alisnya hitam halus, bibir nya merah seperti di gincu, dengan wajah putih cemerlang.


Mungkin ketampanannya bisa mengalahkan seorang gadis, saking eloknya tuh wajah.


Tubuhnya sedang tapi tegap berisi, sorot matanya tajam dan agak dingin.


Begitu berdiri di hadapan Souw Chi Ming dia berkata dengan suara nya yang halus.


"Zhang Shizheng selama ini berbudi pada sekte kita, kini dia ada masalah.."

__ADS_1


"Sudah seharusnya kita memberikan sumbangsih kita.."



__ADS_2