
Sedangkan Fei Lung sendiri dia membentuk diagram lingkaran perisai di depan nya, untuk menahan serangan bayangan tapak tangan merah dan bayangan tapak kaki hijau yang datang menyerangnya.
Fei Lung berhasil menahan kedua serangan itu dengan diagram lingkaran perisai cahaya hijau nya.
Kedua bayangan tapak tangan merah dan Tapak kaki hijau, begitu bertemu dengan diagram lingkaran perisai Fei Lung.
Berhasil di tahan dan di ledakan.
Sedangkan di posisi lain Tin Siok yang menghadapi serangan dari atas bawah oleh Phoenix Api dan Naga Es.
Dia terpaksa melompat mundur menghindari terjangan kedua mahluk, yang bisa menyemburkan hawa yang mampu membekukan apapun, dan menyemburkan hawa yang mampu membakar dan melumerkan logam sekuat apapun.
Tapi meski Tin Siok terbaring mundur, pasangan Naga es dan Phoenix Api tidak sampai saling bertabrakan.
Mereka membuat manufer sehingga mereka saling berpapasan.
Kemudian masing masing segera berbelok melakukan pengejaran kearah Tin Siok.
Melihat hal ini, Tin Siok sambil terbang mundur menghindari serangan kedua mahluk itu.
Dia kini bersilat di udara, seorang diri sambil terus menerus melepaskan pukulan dan tendangan, yang diarahkan ke kedua mahluk itu.
Sekaligus juga menyerang kearah Fei Lung yang terlindung oleh perisai diagram nya.
Pergerakan Naga Es dan Phoenix Api terhenti sementara oleh serangan Tin Siok yang terus meledak di tubuh mereka.
Fei Lung melihat hal itu dari balik perisai pelindung dirinya,.dia sebuah memutar tangan nya yang lain yang tidak di gunakan untuk menahan perisai.
Melepaskan jurus yang lebih hebat, Naga Es dan Phoenix Api di buat menyatu menjadi seekor mahluk aneh kemudian melesat cepat menerjang kearah Tin Siok.
Kini segala pukulan dan tendangan Tin Siok yang meledak di tubuh mahluk aneh gabungan itu, tidak membawa pengaruh sedikitpun.
Mahluk itu tetap bergerak meluncur cepat mengejar kearah Tin Siok.
Melihat hal ini Tin Siok menjadi sedikit gugup, dia buru buru membentuk kubah perisai energi cahaya putih berkilau.
Untuk menahan tubrukan mahluk gabungan itu, makhluk gabungan itu mengeluarkan suara raungan dahsyat.
Lalu menyemburkan kabut es membekukan perisai energi Tin Siok.
Sesaat setelah jubah perisai energi membeku, kini mahluk itu, mengeluarkan pekik nyaring, kemudian menyemburkan api menyelimuti seluruh kubah perisai.
Perpaduan perubahan jenis yang berubah ubah begitu cepat suhunya dari dingin langsung ke panas.
Perubahan suhu ekstrim ini, segera membuat perisai energi Tin Siok mengalami retak-retak.
__ADS_1
Saat mahluk gabungan itu datang menembusnya, Tin Siok tidak lagi kuasa menahannya.
Sehingga kubah perisai energi meledak hancur di tabrak oleh mahluk itu.
Tin Siok terlihat terpental keluar dari balik kubah, saat mahluk aneh berhasil menembus pertahanan nya.
Tin Siok yang sedang terpental mundur oleh kuatnya ledakan benturan energi.
Dia memanfaatkan situasi itu untuk terbang mundur sejauh mungkin.
Dia tidak menyangka di saat dia sedang terbang mundur, Fei Lung sudah menunggunya dengan sebuah Tebasan energi tanpa wujud menyerang punggung nya.
"Crasss...!"
Tubuh Tin Siok terbelah dua oleh serangan cepat Fei Lung.
Cepat tepat, tanpa menimbulkan suara ataupun bentuk.
Tahu tahu tubuh Tin Siok telah terbelah dua.
Di tempat lain Fei Yung yang menghadapi Ti Lung dan Thian Lung.
Fei Yung bersikap tenang dan bermain sabar melayani kedua lawannya yang terus melancarkan serangan mereka secara mengebu gebu.
Sedangkan Thian Lung menyerang dengan melepaskan pukulan yang akan memancarkan cahaya hitam, memusnahkan apapun yang di lewati nya.
Baik Thian Lung maupun Ti Lung mereka memiliki kekuatan yang berimbang, saling melindungi dan melengkapi.
Seperti kerjasama prinsip Im Yang Sen Kung.
Fei Yung yang menguasai prinsip Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Dia menanggapi kedua serangan itu dengan tenang.
Bila bisa di hindari, dia hindari. Bila tidak bisa dia akan menyerapnya.
Fei Yung terus bergerak sambil menanti peluang.
Dalam satu kesempatan peluang datang, Thian Lung datang menyerangnya dari atas meluncur kebawah. Sedangkan Ti Lung datang menyerang dari bawah keatas.
Mereka mencoba menyerang Fei Yung, yang sedang melayang di udara, menjepitnya dari atas dan bawah.
Fei Yung yang terjepit di tengah, dengan tenang dia menyambut kedua kekuatan dahsyat yang datang menyerangnya.
Dengan tehnik pengendalian Qian Kun Im Yang Sen Kung yang di kuasanya dengan baik.
__ADS_1
Kedua kekuatan itu Fei Yung serap kemudian dia transfer dengan tubuh nya sebagai perantara.
Dia melepaskan serangan yang dia serap dari Thian Lung untuk dia alihkan menyerang Ti Lung.
Begitupula sebaliknya tenaga serangan Ti Lung yang dia serap dia alihkan untuk menyerang balik Thian Lung.
Begitu terjadi dua ledakan dahsyat yang membuat Ti Lung dan Thian Lung keduanya sama sama terpental bagaikan layangan putus.
Fei Yung langsung membelah diri jadi dua, masing masing melepaskan pukulan tanpa keinginan kearah Ti Lung dan Thian Lung.
Dua berkas cahaya pelangi melesat menembus tubuh kedua orang lawannya, yang sedang terpental mundur itu.
Thian Lung dan Ti Lung berteriak ngeri di udara, saat cahaya pelangi menembus tubuh mereka berdua, di waktu hampir bersamaan.
Masing masing wajah dan dada Thian Lung dan Ti Lung yang di tembus oleh cahaya pelangi.
Sesaat terlihat memelintir, tak berselang lama kemudian, langsung terjadi ledakan kuat, yang membuat tubuh keduanya hancur berkeping-keping.
Gumpalan daging, serpihan pakaian, dan hujan embun darah bertebaran di udara, sebelum akhirnya hilang terbawa angin.
Kedua pemuda itu baik Fei Yung maupun Fei Lung mereka menyelesaikan tugas secara mereka hampir bersamaan.
Fei Yung jelas menghadapi lawan yang jauh lebih berat ketimbang Fei Lung, dan dia dikeroyok dua.
Bisa selesai dalam waktu bersamaan, ini menunjukkan Fei Yung masih lebih unggul ketimbang adiknya.
Meski ilmunya sederhana tidak banyak variasinya, tapi dia menguasainya dengan sangat sempurna.
Sehingga setiap jurus yang dia lakukan sangat efektif dan di perhitungkan dengan teliti, mencegah kegagalan.
Tenaga dalam dan ilmu meringankan tubuhnya sempurna.
Fei Yang dari posisinya, terlihat mengangguk puas dengan hasil pencapaian kedua putranya.
Nan Thian diam diam juga menatap kagum kearah kedua adik iparnya yang sudah mulai dewasa dan memiliki kemampuan yang sangat mengagumkan.
Kini dia sadar kekhawatiran nya sebelumnya agak berlebih.
Pantas ayah mertuanya terlihat sangat tenang dan tidak berkhawatir.
Rupanya semua sudah di perhitungkan dengan cermat oleh ayah mertuanya yang serba bisa itu.
Kini dari pihak utusan Chi Lek Thian, melayang sesosok bayangan yang mengenakan pakaian hitam dan penutup muka dan kepala yang juga berwarna hitam.
Hanya menyisakan sepasang matanya yang menyorot tajam kearah Fei Lung dan Fei Yung.
__ADS_1