PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Tamat


__ADS_3

"Semoga saja guru, bisa menerima nya, dan melepaskan diri dari belenggu cinta yang hanya membawa duka tiada akhir bagi nya.."


Nan Thian menghela nafas panjang dan berkata,


"Bicara mudah melakukan nya yang sulit, teori semua orang juga ngerti, tapi prakteknya yang sulit.."


"Bukankah kita juga seperti itu..?"


"Di dunia ini hanya ada berapa orang yang bisa dan sanggup mempraktekkan nya.."


"Sanggup merelakan dan melepaskan semua nya.."


Ucap Nan Thian sambil kembali. dan menutup ucapan nya dengan helaan nafas panjang.


Li Sun sambil tersenyum lembut melangkah menghampiri Nan Thian dan dia berkata,


"Bila mudah, maka tidak akan ada lagi manusia di dunia ini yang menanggung suka duka kehidupan.."


"Semuanya sudah terangkat ke surga tusita menjadi Buddha .."


Nan Thian dan Zi Zi menatap kearah Li Sun dengan tatapan mata penuh haru dan merasa bersalah.


Li Sun tersenyum ramah menanggapi tatapan mata mereka berdua.


"Aku tahu kalian ingin bilang apa, aku katakan pada kalian berdua itu tidak perlu.."


"Buddha pernah ada satu kata, bila kamu benar benar jatuh cinta pada seseorang, itu berarti kamu hadir demi orang itu menanggung derita nya.."


"Atau bisa di katakan semua yang kamu lakukan untuk nya, hanya demi membantu dia menghapus penderitaan dan beban nya.."


"Ketika kamu mengerti sampai ke titik ini, maka semua derita, kesedihan, dan luka yang timbul karena cinta, semuanya sudah bukan.lagi jadi masalah.."


"Kamu hanya akan menuai pahala baik nya saja."


"Bisa bertemu dan bersama selalu ada alasannya, bila bukan datang menerima budi, berarti datang menebus derita.."


"Omitofho.."


"kakak Nan Thian, adik Zi Zi, untuk sementara waktu jodoh kita sampai di sini saja.."


"Sampai jumpa.."


Selesai berkata, Li Sun langsung melayang ke angkasa, sebuah bunga teratai raksasa muncul sebagai penopang tubuhnya.


Bunga teratai itu sambil berputaran pelan di udara, dia segera membawa Li Sun terbang mengambil arah menuju langit barat.


Sebentar saja Li Sun sudah bergerak menjauhi Puncak Yu Ni Feng.


"Sun ke ke,.. japan kita akan bertemu lagi..!?"


Teriak Zi Zi yang sedikit berat berpisah dengan kakak nya itu.


Li Sun menoleh kebelakang, melempar senyum lembut kearah Nan Thian dan Zi Zi.


"Bila berjodoh kita tentu akan bertemu kembali..!"


Nan Thian ikut berkata,


"Kapan dan di mana..kita bisa berkumpul kembali..!?"


"Kemana kami bisa menemukan mu adik Sun..!?"


Tanya Nan Thian menyambung ucapan Zi Zi.


Li Sun menatap Nan Thian dengan wajah serius dan berkata,


"Masalah kita belum selesai, saat Chi Lek Thian muncul.."


"Itulah takdir jodoh kita akan kembali bertemu.."


"Jaga diri kalian baik baik,.."


"Selamat tinggal.."


Selesai berkata Li Sun melesat dengan cepat bersama bunga teratai yang menjadi alas kakinya menghilang dari pandangan Nan Thian dan Zi Zi.


Nan Thian dan Zi Zi saling tatap sejenak, sesaat kemudian Zi Zi berkata,


"Ayo kita pergi temui ayah ibu sejenak.."


"Setelah itu kita juga harus melanjutkan perjalanan mencari Siao Lung putra kita.."


Nan Thian mengangguk setuju, lalu dia merangkul istri nya dan menggandeng tangan putrinya.


Mereka sekeluarga berjalan menghampiri Fei Yang dan Xue Lian.

__ADS_1


Fei Yang terlihat masih duduk bersila, melakukan meditasi pemulihan diri.


Cahaya 6 warna menyelimuti seluruh tubuhnya.


Di sisi Fei Yang terlihat Xue Lian Siao Huo, Fei Yung dan Fei Lung menemani dan mengawasinya dengan setia.


Nan Thian setelah tiba di hadapan Fei Yang , melihat ayah mertuanya sedang menyembuhkan luka dengan Chi api dan es nya.


Nan Thian segera mengambil posisi duduk di belakang punggung Fei Yang .


Nan Thian mengarahkan sepasang jari telunjuk dan jari tengahnya. Diarahkan ketitik jalan darah Ling Tai di punggung Fei Yang.


Tiga kekuatan dahsyat Chi Surgawi mengalir lancar memasuki tubuh Fei Yang .


Mengalir cepat membantu melancarkan semua jalan darah dan Meridian Fei Yang yang tersumbat


Mendapatkan bantuan dari Nan Thian , tidak perlu waktu lama, akhirnya Fei Yang membuka sepasang matanya dan berkata,


"Cukup Thian er,.."


"Keadaan ku sudah lebih baik, satu dua hari melakukan perawatan nanti juga akan pulih dengan sendirinya."


"Tak perlu kamu menghambur hamburkan energi mu lagi.."


Nan Thian mengangguk patuh, lalu dia menarik kembali tangannya.


Lalu dia berpindah duduk di hadapan Fei Yang .


"Ayah setelah alam dimensi hancur, ke mana ayah akan pergi..?"


Tanya Zi Zi membuka pembicaraan.


Fei Yang menoleh kearah Xue Lian istrinya, kemudian dia berkata,


"Kami akan kembali ke rumah lama kami di Xu San.."


"Kalian mau ikut atau mau tinggal di sini, ? tapi menurutku tempat ini tidak akan aman lagi.."


"Lebih baik kalian mencari tempat tinggal baru saja ."


Zi Zi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak ayah, kami tidak akan tinggal di sini.."


"Kami akan berkeliling dunia, melanjutkan perjalanan kami.."


"Ya tapi kalian tidak mungkin berkelana seumur hidup, bila tidak ada tempat yang cocok datanglah ke Xu San.."


"Kita tinggal dan berkumpul di sana saja.."


"Lagipula di sana, kamu juga bisa membaktikan diri mu pada ayah ibu mertua mu.."


Zi Zi mengangguk dan berkata,


"Ayah benar, kami akan mempertimbangkannya tapi tidak saat ini.."


Fei Yang mengangguk pelan, lalu dia beralih menatap kearah putra kembarnya.


"Yung Er,.. Lung Er,.. kalian berdua bagaimana ?"


"Mau ikut ayah ibu ke Xu San atau..?"


Tanya Fei Yang sambil tersenyum lembut.


Fei Yang sadar sepasang burungnya sudah besar, sudah saatnya dia melepas mereka pergi.


Agar mereka bisa melihat dunia luas, tidak melulu bersembunyi di bawah naungannya.


Lagipula mereka berdua sebenarnya juga sudah lama meminta hal itu.


Tapi karena dia merasa belum waktunya, jadi dia selama ini masih menahan nya .


Mendengar tawaran dari ayahnya, sepasang kembar dengan bersemangat, langsung bersujud di hadapan ayah ibunya.


Dengan penuh semangat Fei Lung menyenggol tangan kakak nya, agar kakaknya segera berbicara .


Fei Yung mengerti, dia dengan sikap tenang berkata,


"Ayah Ibu,.. kami berdua sudah putuskan, kami juga akan berkelana melihat dunia ramai.."


"Jadi kami memutuskan tidak ikut dengan ayah ibu ke Xu San..'


Fei Yang mengangguk lalu dia menoleh kearah Xue Lian dan berkata,


"Bagaimana menurutmu Lian mei..?"

__ADS_1


Xue Lian tersenyum lembut dan berkata,


"Ikuti sajalah kemauan mereka, memang sudah waktunya bagi mereka untuk mandiri.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah ibu kalian tidak berkeberatan, aku juga tidak menemukan alasan untuk menahan kalian.."


"Kalian berdua boleh ambil jalan kalian.."


"Ayah tidak akan melarang kalian lagi ."


Ucap Fei Yang sambil tersenyum lembut.


"Terimakasih Ayah ibu.."


Jawab sepasang kembar itu dengan penuh semangat.


Terutama Fei Lung dia yang terlihat paling bersemangat dan berbinar binar sepasang matanya.


Fei Yang menatap putra keduanya dan berkata,


"Lung er,.. dunia persilatan itu sangat berbahaya dan kejam.."


"Kamu harus lebih waspada dan berhati-hati, kontrol emosi mu.."


"Jangan suka ikut campur urusan orang lain, sebelum kamu tahu dengan jelas duduk permasalahannya.."


"Segala hal lebih baik rundingkan dan dengarkan pendapat kakak mu ."


"Kamu mengerti..?"


Fei Lung mengangguk cepat dan berkata,


"Baik ayah, aku akan selalu ingat nasehat ayah.."


Fei Yang mengangguk dan berkata,


"Baiklah kalau begitu kita segera tinggalkan tempat ini, mumpung hari belum gelap.."


Semuanya mengangguk menyetujui pendapat Fei Yang.


Fei Yang bangkit berdiri, lalu dia bergandengan tangan dengan Xue Lian naik keatas punggung Siao Huo.


Sebelum Siao Huo bergerak, Fei Yang berkata,


"Kalian mau diantar sekalian sampai ke kaki gunung Hoa San atau..?"


Nan Thian dan Zi Zi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak perlu ayah kami bisa sendiri.."


Fei Yang mengangguk, lalu dia menoleh kearah kedua putra kembarnya dan berkata,


"Kalian bagaimana..?"


Fei Lung segera menggoyangkan kedua tangannya dan berkata,


"Tidak usah,.. tidak usah ."


"Ayah tak perlu repot-repot, kami bisa sendiri.."


Fei Yang sambil menahan senyum menganggukkan kepalanya.


Putra keduanya ini, memang yang paling unik, nakal bandel dan sangat sulit di atur tapi juga sangat cerdas dan banyak akal bulus nya.


Fei Yang juga tidak bisa apa-apa, dalam menanganinya.


Fei Yang menepuk pelan leher Siao Huo, Siao Huo segera menggerakkan sepasang sayapnya yang lebar.


Lalu dia segera melompat ke udara, terbang membawa Fei Yang dan Xue Lian meninggalkan puncak Yu Ni Feng.


Setelah Fei Yang suami istri pergi dari tempat itu.


Fei Yang dan Fei Lung segera maju berpamitan dengan Nan Thian dan Zi Zi.


Setelah saling berpelukan sejenak, mereka akhirnya berpisah jalan.


Fei Yung dan Fei Lung menempuh jalur darat biasa menuruni puncak Yu Ni Feng, dengan melewati jurang dan hutan Chang Lung Lin.


Sedangkan Nan Thian Zi Zidan putrinya, mereka bertiga terbang meninggalkan puncak Yu Ni Feng.


Sampai di sini tamat lah cerita ini.


Terimakasih kepada pembaca setia ku, yang terus mengikuti cerita ku, dari awal hingga akhir.

__ADS_1


Bila cerita ku banyak yang tidak memuaskan selera kalian, aku pribadi memohon maaf.


Sampai jumpa terimakasih semuanya..


__ADS_2