PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SIDANG DI ISTANA SU ZHOU


__ADS_3

Pasukan Tombak perisai Zhang Shiyin yang sehabis di porak porandakan oleh pergerakan energi bayangan Naga Emas .


Mereka kembali di porak porandakan oleh Nan Thian, yang datang menyusul dengan sepasang tapaknya, yang mengeluarkan bayangan Naga es dan Phoenix Api.


Pasukan Zhang Shiyin terlihat berhamburan terpental kesana kemari.


Tidak ada yang sanggup menahan langkah Nan Thian, hingga akhirnya dia muncul berhadapan dengan Zhang Shiyin.


Zhang Shiyin segera menembakkan 5 anak panah sekaligus menyerang Nan Thian .


Tapi Nan Thian bergerak meliuk liuk di udara seperti seekor Naga, sehingga tidak ada satupun anak panah yang berhasil mengenainya.


"Wusssshhh..!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


Nan Thian sambil menghindar mendorongkan sepasang telapak tangan nya kedepan.


"Naga Emas menabrak bumi..!"


Seekor Naga Emas melesat keluar dari sepasang telapak tangan Nan Thian .


Menerjang deras menghancurkan barisan pasukan pelindung Zhang Shiyin.


Saat bayangan Naga Emas mendekat, Zhang Shiyin menggunakan tombak nya untuk di tusukkan kearah Naga emas yang sedang mendekati nya.


"Brakkkk...!'


Tombak Zhang Shiyin hancur berkeping-keping di terjang oleh kekuatan Naga Emas.


Sebelum Zhang Shiyin sempat menarik kembali lengannya yang memegang tombak.


Tangannya telah meledak hancur oleh tabrakan energi Naga Emas.


"Arggghhh..!"


Zhang Shiyin menjerit ngeri, karena lengan kanannya telah di ledakkan oleh kekuatan energi Naga emas.


Zhang Shiyin terhuyung-huyung mundur kebelakang, berusaha menjauhi Energi Naga Emas yang dahsyat.


Naga Emas tidak melanjutkan menyerang Zhang Shiyin, melainkan dia bergerak mengelilingi Zhang Shiyin.


Membersihkan area di sekeliling Zhang Shiyin, agar tidak ada pasukan Zhang Shiyin yang mampu mendekat.


Di bagian tengah tersebut, hadir Nan Thian yang sudah mencengkram kerah baju Zhang Shiyin.


Mengangkat tubuh Zhang Shiyin tinggi tinggi keatas.


dan berteriak,


"Zhang Shiyin di tangan ku, lekas menyerah..!"


Bentakan suara Nan Thian yang menggelegar, membuat pasukan Zhang Shiyin tidak ada yang berani bergerak.


Mereka semua terdiam di sana, menatap kearah pimpinan mereka dengan wajah ragu ragu.


Tidak tahu harus maju atau menyerah, atau kabur melarikan diri.

__ADS_1


Zhang Shiyin sendiri terlihat terkulai pingsan tidak sadarkan diri dalam cengkraman tangan Nan Thian .


Zhang Shiyin yang mengalami rasa sakit hebat, tidak mampu menahan rasa nyeri yang di deritanya, sehingga dia langsung kehilangan kesadarannya.


Nan Thian menyapukan pandangannya kearah semua pasukan Zhang Shiyin yang tersisa, dan berkata dengan suara keras.


"Kalian semua dengar, menyerah hidup, melawan kalian tidak akan selamat..!"


"Zhang Shiyin adalah contoh nyata, kalian jangan berharap ada bantuan dari Jendral kalian yang menyerang dari 3 jurusan terpisah.."


"Mereka semua sudah di hancurkan naga emas ku..!"


Baru saja Nan Thian selesai berkata, dari angkasa terlihat Kim Kim muncul dalam wujud Naga Emas nya.


Sisa pasukan Zhang Shiyin segera melemparkan senjata ditangan mereka,


Mereka menjatuhkan diri berlutut menyembah nyembah kearah Nan Thian dan Kim Kim.


Naga Emas adalah mahluk suci tunggangan kaisar langit, yang mendapatkan dukungan Naga Emas dalam mitos turun temurun.


Mereka akan dianggap sebagai keturunan kaisar langit, yang di utus ke dunia, untuk menjadi pemimpin umat manusia.


Menjadi kaisar di dunia, untuk menjalankan mandat dari langit, mitos ini sudah berjalan turun temurun di kalangan rakyat daratan tengah.


Kehadiran Kim Kim membuat mereka semua salah tafsir, apalagi Nan Thian terlihat begitu sakti dan perkasa tidak lumrah manusia biasa.


Pemikiran ini membuat seluruh sisa pasukan Zhang Shiyin, mengira Nan Thian benar benar adalah putra langit, Kim Kim adalah Naga Emas tunggangan kaisar langit.


Hal ini juga membuat mereka semua menyerah dengan mudah, tidak ada yang berani melanjutkan perlawanan lagi.


Dia segera berkata,


"Mengapa begitu lama, dan masih menyisakan mereka ini, buat apa..?"


"Serahkan saja mereka pada ku, agar mereka bisa menyusul teman teman mereka yang lain, di tiga pintu gerbang lainnya sana.."


"Biar adil.."


"Hi..hi..hi..!"


Ucap Kim Kim tanpa dosa.


Nan Thian tidak menjawabnya, Dia malah melepaskan sinyal ke udara.


Setelah itu dia membantu menotok beberapa jalan darah di sekitar pangkal lengan Zhang Shiyin yang putus, untuk menghentikan pendarahan.


Kim Kim yang tidak mendapatkan tanggapan Nan Thian, dia akhirnya berkata dengan bibir dimanyunkan kedepan dan berkata,


"Cihhhh... tidak asyik.."


"Seperti berbicara dengan patung.."


"Dasar menyebalkan.."


Selesai berkata, dia langsung melesat menghilang dari sana.


Nan Thian menghela nafas kecil dan berkata pelan dalam hati.

__ADS_1


"Terimakasih Kim Kim, maaf bukan aku tidak mau menjawab mu.."


"Tapi aku hanya mencoba mengurangi dosa mu, agar kamu terhindar dari hukuman langit.."


"Kelak kamu akan mengerti dengan sendirinya.."


Tidak lama Kim Kim pergi sebarisan pasukan berkuda dari Nan Jing sudah tiba.


Melihat kedatangan mereka, Nan Thian pun berkata,


"Mereka semua sudah menyerah, selanjutnya aku serahkan mereka semua pada kalian, untuk ditangani dengan baik.."


"Aku pergi dulu.."


Setelah meninggalkan pesan, Nan Thian pun melesat meninggalkan tempat tersebut .


Pasukan dari Nan Jing segera mengurus para tawanan yang menyerah.


Zhang Shiyin juga mereka jebloskan ke penjara, sambil menunggu kepulangan Zhu Yuan Zhang, untuk memutuskan hukuman bagi mereka semua.


Beberapa hari kemudian di ruangan aula istana Su Zhou, terlihat Zhang Shizheng sedang mendengarkan dengan serius.


Laporan dari mata mata nya.


Mengenai perkembangan situasi pertempuran di Nan Jing.


Setelah mata mata nya menyelesaikan laporan, Zhang Shizheng terlihat terdiam di sana tidak berkata kata.


Beberapa waktu kemudian, dia baru menoleh kearah bawahan nya yang berbaris rapi di hadapan nya.


"Bagaimana menurut kalian ?"


"Apa kira kira langkah kita selanjutnya?"


Semua yang hadir di sana saling pandang tidak ada yang berani bersuara.


Salah satu menteri kepercayaan Zhang Shizheng, akhirnya maju kedepan memberi hormat dan berkata,


"Menurut ku mengirim ratusan ribu pasukan kesana, juga akan tetap percuma.."


"Bila pangkal masalah di sana, tidak di singkirkan dari sekarang."


"Kita semua juga tahu pangkal masalah di sana adalah kehadiran pemuda rambut putih itu di sana.."


"Kini yang perlu kita pikirkan, siapa yang bisa kita utus kesana untuk menyingkirkan pemuda rambut putih itu."


"Untuk itu saat ini kita hanya bisa berharap pada kontribusi sekte Golok Iblis, sekte Pedang Langit dan sekte lautan Pedang."


"Setelah pemuda rambut putih itu berhasil di singkirkan, militer baru bisa bergerak.."


Ucap menteri kepercayaan Zhang Shizheng serius.


Zhang Shizheng menoleh kearah tiga ketua sekte yang di sebut, yang turut hadir disana.


"Tawaran kemarin, dengan keuntungan yang sama, seperti yang aku berikan ke istana hantu sebelum nya, masih tetap berlaku.."


"Kira kira siapa di antara kalian yang tertarik dan ingin pergi mencobanya..?"

__ADS_1


__ADS_2