
Zi Zi setelah meninggalkan kota, dia sengaja mengambil jalan yang berlawanan arah dengan Desa Nelayan ikan.
Dia tidak mau perjalanan mereka terganggu oleh siapapun.
Termasuk gadis hitam, yang bergaya tengil itu.
Zi Zi tidak ingin timbul keributan dengan nya, dia juga tidak ingin mencari tahu sejauh apa hubungan Nan Thian ke ke nya dengan gadis itu.
Saat ini dia hanya ingin melewatkan sisa hidupnya yang singkat bersama Nan Thian, kakak tampan nya itu.
Zi Zi dengan wajah sedih, terus memacu kudanya mengambil jalan menyusuri tepi laut.
Zi Zi membiarkan angin laut menerpa wajahnya, dia ingin angin itu membawa pergi semua duka di hati nya.
Hampir seharian menyusuri tepi pantai, Zi Zi akhirnya menemukan sebuah lokasi yang sangat sepi dan terpencil.
Tapi tempat itu sangat indah pemandangannya.
Zi Zi menghentikan kereta nya di sana, dia bangkit berdiri mengulet badan nya. Untuk menghilangkan rasa pegal dan penat di tubuhnya.
Setelah itu Zi Zi menghirup udara segar dalam dalam memenuhi rongga dadanya. Lalu melepaskannya pelan pelan.
Hal itu dia lakukan secara berulang-ulang, hingga dia merasa seluruh beban kesedihan yang menghimpit perasaan nya hilang.
Sambil tersenyum ceria, kini Zi Zi membuka tirai penutup pintu kereta, lalu dia masuk kedalam .
Di dalam sana Zi Zi menatap lekat lekat wajah kakak tampan nya, yang seperti sedang tertidur pulas.
Sambil tersenyum lembut, Zi Zi bergerak maju untuk menggendong tubuh kakak tampan nya, untuk dia masukkan kedalam peti yang sudah siap tersedia di sebelahnya.
Setelah memindahkan Nan Thian kedalam peti, Zi Zi sambil tersenyum lembut berkata,
"Thian ke ke, kamu istirahat duluan di sini.."
"Nanti aku baru menemani mu.."
Selesai berkata, Zi Zi dengan telapak tangannya, dia membelai lembut wajah Nan Thian, sambil memaksakan diri untuk tersenyum.
Setelah nya, dia segera menutup kembali tutup peti tersebut.
Sambil menghapus dua butir air mata nya yang runtuh, Zi Zi segera membawa kereta menuju kaki tebing yang terletak tidak jauh dari pantai.
Setelah menyembunyikan kereta nya, di balik gugusan batu besar di bawah kaki tebing.
Zi Zi turun dari kereta nya, Zi Zi melepaskan tali pengikat yang menghubungkan kuda dengan kereta.
Setelah kuda terbebaskan dari ikatan nya, Zi Zi pun berbisik pada kedua kuda di hadapan.
"Sekarang kalian sudah bebas.."
"Pergilah kemana kalian suka.."
__ADS_1
Selesai berkata Zi Zi langsung menepuk pinggul kedua kuda itu.
"Plakkkk..!"
Kedua kuda itu paham maksud
Zi Zi, dengan mengeluarkan suara ringkik gembira.
Kedua kuda itu segera berpacu, meninggalkan tempat tersebut.
Setelah melepas kepergian kedua kuda itu, hingga menghilang dari pandangan nya.
Zi Zi pun bergerak menuju bagian belakang kereta, dari bagian belakang sana Zi Zi membuka lebar lebar pintu belakang kereta.
Kemudian Zi Zi, seorang diri tanpa kesulitan.
Dia mengeluarkan peti mati yang besar dan berat itu seorang diri.
Dengan meletakkan peti besar itu, di bahu kanannya, sedangkan tangan kirinya terlihat membawa sebuah bungkusan berisi peralatan sembahyang.
Zi Zi berlompatan ringan naik keatas tebing curam, dia langsung menuju sebuah mulut Goa yang puluhan meter tingginya dari tempat kereta nya berada.
Dengan cara berlompatan ringan di atas tonjolan batu, yang ada di dinding tebing.
Zi Zi tanpa kesulitan akhirnya berhasil mencapai mulut Goa tersebut. Di depan mulut Goa, Zi Zi menurunkan peti mati yang berisi Nan Thian di dalam nya.
Zi Zi kemudian membuka tutup peti, dan berkata,
"Thian ke ke kamu tunggulah di sini sebentar.."
Setelah berkata, Zi Zi pun membawa bungkusan yang di bawanya dari tadi masuk kedalam Goa.
Tak lama kemudian, Zi Zi akhirnya keluar dari balik Goa dalam balutan pakaian merah gaun pengantin yang sangat indah.
Zi Zi yang cantik terlihat semakin cantik dalam balutan pakaian pengantin yang indah.
Meski wajahnya hanya di rias dengan sederhana, tapi karena pada dasarnya Zi Zi memang sangat cantik.
Jadi riasan sederhana pun membuatnya terlihat sangat cantik luar biasa.
Zi Zi sambil tersenyum sedih, dia segera pergi menyusun berbagai peralatan sembahyang yang di bawanya.
Setelah semuanya siap, Zi Zi segera segera pergi membantu Nan Thian, mengenakan jubah luar berwarna merah sama seperti dirinya.
Kemudian dia baru mengeluarkan Nan Thian dari dalam peti.
Zi Zi terlihat duduk bersimpuh sambil memeluk Nan Thian, dia melakukan upacara sembahyang langit dan bumi ditempat itu.
Kebetulan saat itu matahari sedang mau terbenam, Jadi Zi Zi sembahyang nya langsung menghadap ke arah matahari terbenam.
Karena baik tempat kediaman orang tua nya, maupun kediaman orang tua Nan Thian memang terletak di sebelah barat sana.
__ADS_1
Jadi posisi sembahyang ini, memang paling tepat untuk menghormati kedua orang tua mereka.
Selesai melakukan prosesi sembahyang pernikahan, yang dia lakukan seorang diri secara sepihak.
Zi Zi kemudian kembali memasukkan Nan Thian kedalam peti.
Lalu Zi Zi membawa nya masuk kedalam Goa, di dalam Goa tepatnya di depan peti mati,
Zi Zi menyalakan dua buah lilin merah besar. Lilin khusus untuk pengantin baru.
Setelah itu, Zi Zi baru menyusul Nan Thian masuk kedalam peti.
Sebelum membaringkan diri di sebelah Nan Thian dan menutup peti.
Zi Zi mendorongkan sepasang tapaknya yang sarat energi cahaya pelangi langsung diarahkan ke langit langi di mulut pintu Goa.
"Wusssshhh...!"
"Blaaarrrr...!"
"Brakkkk...!"
"Boooommm...!"
Serangkum angin kuat, mengikuti sebuah bola energi yang memancarkan cahaya pelangi.
Menerjang kearah langit langit Gua, menimbulkan suara ledakan dahsyat.
Sesaat kemudian menyusul suara dahsyat langit langit mulut Goa yang runtuh kebawah.
Sehingga mulut Goa langsung tertutup oleh reruntuhan batu tebing yang meluruk kebawah.
Sebelum mulut Goa sepenuhnya tertutup, dari luar sana sempat terdengar suara Bing Han.
"Zi Zi Jangannnn...!"
Tapi Zi Zi hanya membalasnya dengan tersenyum dan berkata,
"Bing Han ke ke, selamat tinggal..!"
Sehabis terdengar suara Zi Zi, Bing Han kini hanya berdiri termenung di depan pintu Goa yang kini berubah menjadi puing puing reruntuhan batu tebing.
Mulut Goa sudah tidak lagi terlihat sama sekali, sejauh mata memandang hanya ada batu batu besar reruntuhan tebing yang terlihat.
Bing Han berulang kali berteriak keras memanggil Zi Zi.
Tapi hanya ada pantulan gema suara nya sendiri yang membalik.
Tempat itu tetap sepi, tidak ada lagi suara balasan dari Zi Zi.
Kini Bing Han berdiri terdiam termenung di sana seorang diri, mengenang masa masa kebersamaannya dengan Zi Zi.
__ADS_1
Zi Zi yang cantik, periang , ceria, terkadang manja, lembut penuh pengertian.
Pokoknya Zi Zi adalah seorang gadis yang sangat menyenangkan dan bisa membuatnya merasa nyaman dan tidak lagi kesepian.