
Zhu Yuan Zhang tertawa keras, setelah itu beliau menggelengkan kepalanya, dan berkata dengan wajah serius,
"Ha..ha..ha..ha..! Yue Ta Sia terlalu sungkan dan berlebihan.."
"Aku sudah mendapatkan laporan, dan sudah tahu semuanya.."
"Bila kali ini tidak ada Yue Ta Sia, meski kami ada sekalipun, takutnya kota ini, tidak akan mampu kami pertahankan.."
"Zhang Shizheng menyeret beberapa sekte dunia persilatan, ikut bergabung ke dalam kancah peperangan.."
"Membuat peperangan ini akan menjadi sulit bagi kami.."
"Kami benar benar bersyukur Yue Ta Sia dan Nona Kim Kim bersedia berdiri di pihak kami.."
"Sehingga Nan Jing hanya mengalami kerusakan kecil yang tidak berarti.."
Nan Thian dan Kim Kim tersenyum sungkan atas pujian dan keramahan yang Zhu Yuan Zhang tunjukkan.
Untuk mengurangi kecanggungan, Nan Thian pun berkata,
"Yang Mulia bahaya masih belum tuntas, mari silahkan masuk kedalam kota.."
"Agar kita bisa merencanakan ulang.."
Zhu Yuan Zhang mengangguk, lalu dia menggandeng tangan Nan Thian mengikutinya untuk ikut duduk di dalam kereta kencana miliknya.
Sedangkan istri Zhu Yuan Zhang, Nyonya Ma, dia menggandeng tangan Kim Kim untuk ikut menyertainya naik keatas kereta.
Setelah mereka berempat duduk dalam satu kereta mewah milik Zhu Yuan Zhang pribadi.
Perjalanan memasuki kota Nan Jing pun di lanjutkan.
Sepanjang jalan rakyat berjejer di kanan kiri jalan menyambut kembali nya Zhu Yuan Zhang, pimpinan pujaan mereka dengan penuh suka cita.
Kemenangan Xu Da atas Chen You Liang, membuat Zhu Yuan Zhang mendapatkan harta dan pasukan yang ikut bergabung dengan nya tidaklah sedikit.
Untuk itu sepanjang perjalanan memasuki kota Nan Jing Yue Lin di bantu Istri nya dan Xu Da.
Mereka di tugaskan oleh Zhu Yuan Zhang untuk membagi bagikan sebagian harta yang berhasil mereka sita dari istana Chen You Liang, untuk di bagi bagikan kepada rakyat di Nan jing.
Harta Sitaan dari Chen You Liang dan para pejabat nya di ibukota Jiang Zhou, Jiang Xi, An Hui dan Fujian, cukup banyak.
Demi mengatur pembagian harta, untuk rakyat keempat kota, yang kini menjadi wilayah kekuasaan Zhu Yuan Zhang .
__ADS_1
Perjalanan Zhu Yuan Zhang kembali ke ibukota menjadi sedikit terhambat.
Makanya sedikit meleset dari waktu yang di perkirakan oleh Nan Thian dan Kim Kim.
Zhu Yuan Zhang sangat cerdik, selain dengan cara ini, Zhu Yuan Zhang juga menurunkan pajak keempat kota wilayah kekuasaan baru nya.
Hal ini tentu saja mendapatkan sambutan baik dari rakyat keempat kota kekuasaan baru nya dan beberapa kota di sekitarnya.
Sehingga popularitas Zhu Yuan Zhang meningkat pesat.
Dengan kedua cara tersebut, dia berhasil menarik simpati dan hati rakyat kecil, yang selama ini hidup dalam kesusahan dan tertindas, kini semuanya menjadi pro dengan nya.
Dengan strategi tersebut, dia berhasil mendapatkan dukungan rakyat di keempat kota tersebut juga kota kota lain di sekitarnya.
Sehingga orang berbakat yang ingin bergabung dengan perjuangannya semakin banyak.
Secara otomatis kekuatan militer dan politik nya berkembang pesat.
Rakyat kota lain, juga mulai banyak berduyun duyun pindah kedalam kota wilayah kekuasaan Zhu Yuan Zhang.
Zhu Yuan Zhang mengatur mereka, untuk menggarap lahan lahan kosong yang tak bertuan, agar mereka kelak, selain mampu menghidupi kehidupan keluarga mereka sendiri.
Mereka juga bisa memberikan dukungan pangan, yang akan sangat di butuhkan Zhu Yuan Zhang, dalam kampanye militernya.
Nan Thian dan Kim Kim yang duduk di pinggir jendela, mereka bisa menyaksikan bagaimana gembiranya dan antusias nya rakyat menyambut kedatangan Zhu Yuan Zhang.
Hal ini semakin mengukuhkan tekad kedua orang itu, ingin membantu Zhu Yuan Zhang naik ke puncak tahtanya, sebagai seorang kaisar .
Zhu Yuan Zhang sangat pandai menarik simpati orang untuk bekerja di bawahnya.
Contoh sederhana nya adalah dia tanpa ragu ragu, tidak mempermasalahkan status dan identitas.
Dia mengajak Kim Kim dan Nan Thian untuk ikut duduk dalam satu kereta dengan nya.
Dia mengajak mereka berdua ikut duduk dalam satu kereta bukan tanpa maksud.
Justru dengan cara ini, dia bisa biarkan Nan Thian dan Kim Kim menyaksikan antusias rakyat terhadap kedatangannya.
Tapi mereka berdua tidak melihat, trik yang sedang dia mainkan di belakang sana.
Yaitu ada pembagian hadiah di belakang sana, yang membuat rakyat sangat antusias dan bersemangat.
Mereka pada berbondong bondong keluar dari dalam rumah untuk menyambut pulangnya sang penguasa.
__ADS_1
Sekaligus mendapatkan sedikit pembagian jatah hadiah.
Sehingga dalam perjalanan tersebut terlihat rakyat yang keluar menyambut tiada putus-putusnya.
Dengan cara ini, Zhu Yuan Zhang ingin menunjukkan kepada Nan Thian dan Kim Kim, bahwa dia adalah pimpinan yang tepat untuk mereka dukung.
Terutama Nan Thian, Zhu Yuan Zhang sangat menaruh perhatian besar pada nya.
Kunci keberhasilan langkahnya kedepan, gagal atau sukses semua sangat bergantung pada pemuda ini.
Menguasai pemuda ini sama dengan dirinya menguasai dunia.
Apalagi di balik pemuda ini, bakal ada dukungan dari sang legenda dari negeri barat yang seperti maha dewa .
Tentu saja Zhu Yuan Zhang akan menjaga Nan Thian seperti sebuah permata yang paling berharga, yang tidak boleh sampai terlepas dan berpindah tangan.
Zhu Yuan Zhang diam diam sangat bersyukur, dia dahulu memutuskan merekrut Yue Lin menjadi menantu nya.
Ternyata langkahnya waktu itu tidak lah salah, kini dia mulai menuai hasilnya.
Kini Zhang Shizheng sudah tidak lagi terlihat di dalam pandangan matanya.
Dia sangat yakin tidak lama lagi Zhang Shizheng akan segera menyusul Chen You Liang, menjadi sebuah sejarah batu loncatan bagi nya untuk mencapai ambisi dan cita cita nya.
Tapi tentu saja semua pemikiran ini, hanya Zhu Yuan Zhang yang tahu, bahkan tidak terkecuali istrinya.
Setiba nya kembali ke istana, Zhu Yuan Zhang segera mengadakan pesta perjamuan sederhana untuk merayakan kemenangan mereka.
Hal ini di lakukan untuk menunjukkan penghargaan kepada bawahan nya.
Tapi tidak berlebihan, yang menunjukkan dirinya orang yang suka hidup bermewah mewah.
Dia ingin bawahannya melihatnya sebagai seorang pemimpin yang hanya mementingkan bawahan dan rakyatnya, bukan mementingkan diri sendiri.
Semua tindak tanduk Zhu Yuan Zhang selalu dia perhitungkan dengan sangat matang.
Wajar semua pembantunya sangat setia padanya.
Nan Thian pun tidak terkecuali, dia mulai sangat bersimpati dengan Zhu Yuan Zhang.
Sedangkan Kim Kim dia hanya mengikuti dan mengimbangi saja, apa kemauan sahabatnya.
Baginya yang penting bisa makan kenyang tidur nyenyak, itu sudah lebih dari cukup.
__ADS_1
Hal lainnya dia tidak mau banyak capek berpikir.