PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
STRATEGI PERDANA MENTERI LI PO DAN KUBILAI KHAN


__ADS_3

Nan Thian tidak tahu hal ini, karena dia terlanjur terpancing dalam masalah pengiriman upeti ke pusat.


Sebenarnya ini semua adalah rangkaian kerjasama, yang di rencanakan secara matang oleh perdana menteri Li Po dengan Kubilai Khan.


Nan Thian memang memilki kemampuan ilmu silat diatas Fei Yang gurunya, bila satu lawan satu tanpa Xue Lian.


Tapi dalam hal politik dan ilmu pengetahuan militer Nan Thian kalah jauh.


Dia kurang memanfaatkan informasi intelijen.


Sehingga dia tidak tahu pergerakan dan rencana musuh.


Perampasan upeti adalah pengalihan, makanya yang di utus ke sana hanya Zul dan keponakannya Ahmed.


Notabene nya Zul kemampuan nya hanya berada di tingkat keempat di Persia.


Sedangkan tingkat pertama hingga ketiga, saat ini justru sedang mengawal Jendral Besar Monggolia Do Ku menyerang kota An Hui.


Nan Thian sama sekali tidak tahu, saat ini 300.000 pasukan Monggolia sedang mengepung kota An Hui.


Hingga air pun sulit lewat, saat ini seluruh An Hui sudah terkepung rapat, pasukan Monggolia sudah tiba di bawah tembok kota An Hui.


Sedangkan di Nan Jing sendiri, pasukan Zhang Shizheng juga bergerak di bawah pimpinan adik keduanya Zhang Shide.


Tidak tanggung tanggung 500.000 pasukan di kerahkan, masih ditambah jagoan jagoan dunia persilatan seperti Kam Hong Raja Pedang Selatan, Thian Tu, Raja Racun dari barat.


Masih di tambah dengan dukungan cadangan Kwee Lun tokoh misterius dari sekte golok iblis, yang akhirnya berhasil di undang oleh Kwee Sin untuk turun gunung.


Sebelum rombongan Nan Thian tiba di tempat ini, beberapa hari yang lalu. ditepi sungai Wu Jiang., telah terjadi perang besar


Dimana Yue Lin dan Xu Da memimpin 500.000 pasukan dengan tujuan menghadang pergerakan pasukan Zhang Shide.


Mereka berdua telah mengalami kekalahan telak dalam pertempuran besar di tepi sungai Wu Jiang.


500.000 pasukan Zhu Yuan Zhang yang di komandoi Yue Lin dan Xu Da, berhasil di hancurkan.


Dari 500.000 hanya tersisa 50.000, yang berhasil mundur kembali ke Nan Jing.


Yue Lin dan Xu Da sendiri meski berhasil kembali dengan selamat, mereka berdua mengalami luka parah.


Tiada pilihan kini Zhu Yuan Zhang dengan sisa 300.000 pasukan rekrutmen baru, dia hanya bisa memilih untuk bertahan mati matian.


Sambil menunggu utusan mereka membawa Nan Thian Kim Kim dan bala bantuan dari Fu Zhou, An Hui tiba.


Zhu Yuan Zhang mengirim utusan ke Fu Zhou, meminta Lan Yu memimpin 300.000 pasukan cadangan, untuk menolong Nan Jing.


Sedangkan dari An Hui dia meminta bantuan 200.000 pasukan.


Tapi karena berselisih jalan dengan rombongan Nan Thian , utusan tidak berhasil menemui Nan Thian .


Setiba di An Hui, utusan hanya mendapatkan kenyataan An Hui, juga sedang di kepung.


An Hui sendiri nasibnya dalam keadaan terancam bahaya, An Hui juga mengalami pengepungan dari pihak Mongolia.

__ADS_1


Sedangkan Nan Thian dan Kim Kim sedang tidak berada di tempat.


Jadi An Hui, tidak mungkin bisa di harapkan untuk mengirimkan pasukan ke Nan Jing..


Utusan terpaksa berputar kembali ke Nan Jing untuk memberikan laporan.


Di tempat lain Lan Yu yang sedang melakukan perjalan cepat menuju Nan Jing, dia mengalami penghadangan dari pihak Mongolia di daerah perbatasan Nan Chang.


Jendral besar Yo Ku dari monggolia memimpin 300.000 pasukan pemanah bersembunyi di seberang danau Po Yang, bagian Utara.


Begitu kapal kapal penyeberangan yang membawa pasukan Lan Yu mulai mendarat.


Mereka segera di hujani anak panah oleh pasukan Mongolia yang terkenal jago berkuda dan memanah.


Lan Yu mengalami kerugian besar kehilangan hampir setengah pasukan yang di bawa nya.


Sehingga dia harus mengambil jalan memutar, menyusuri jalur laut selatan, dengan tujuan Hang Zhou.


Baru dia bisa tiba di Nan Jing tanpa hambatan, tapi perjalanan ini akan menghabiskan waktu yang cukup lama.


Kemungkinan besar, saat mereka tiba, peperangan di Nan Jing telah berakhir.


Nan Jing mungkin sudah jatuh ketangan musuh.


Dengan peta keadaan ini, Nan Jing benar benar memerlukan keajaiban baru bisa keluar dari permasalahan pelik ini.


Itulah gambaran situasi yang sedang Nan Jing hadapi saat ini.


Nan Thian yang melihat situasi tersebut, segera berkata,


"Ayo cepat..!"


"Cepat..!"


"Cepat..!"


Teriak Nan Thian sedikit buru buru.


Para perampok bawahan Zul yang telah menyerah, mereka tidak berani membantah.


Mereka dengan terburu buru segera memacu kuda yang menarik kereta harta .


Bergerak menuruni bukit secepat mungkin


Belasan kereta kuda terlihat bergerak dengan cepat, meninggalkan debu beterbangan di belakang sana.


Mereka seperti berlomba lomba ingin mencapai Nan Jing. Untuk menunjukkan siapa yang lebih cepat sampai. di sana.


Nan Thian Kim Kim dan Siao Hung terus mengikuti dan mengawal kereta itu bergerak cepat menuju Nan Jing.


Tapi semakin mereka mendekati pintu gerbang barat, posisi mereka semakin terlihat jelas oleh Zhang Shide yang datang dari arah Utara bersama pasukan besarnya.


Zhang Shide segera menurunkan perintah,

__ADS_1


"Hentikan rombongan itu, jangan biarkan mereka masuk ke Nan Jing !"


"Serang dengan anak panah jarak jauh.!"


"Ganti target, kita menyerang gerbang barat.."


Begitu perintah di turunkan seluruh pasukan Zhang Shide segera bergerak menuju gerbang barat.


Saat target dalam jangkauan anak panah, mereka mulai melepaskan anak panah menghujani rombongan Nan Thian .


Melihat pergerakan lawan, Nan Thian segera menurunkan instruksi.


"Siao Hung kamu kawal mereka masuk duluan kedalam kota. !"


"Kim Kim kamu serang dari kiri,.aku dari kanan, ayo kita hentikan mereka..!"


Teriak Nan Thian memberikan instruksi.


Setelah itu dia segera melesat kearah kanan, Nan Thian dari udara langsung melepaskan pukulan Api surgawi di tangan kanan, Es surgawi di tangan kiri.


"Wussss..!"


Wussss..!"


Wussss..!"


Wussss..!"


Serangan berulang ulang Nan Thian lepaskan kearah pasukan Zhang Shide.


"Booommm,...!"


"Booommm,...!"


"Booommm,...!"


"Booommm,...!"


Terjadi ledakan beruntun di tengah tengah pasukan Zhang Shide, yang sedang menyerang, dengan melepaskan anak panah menghujani rombongan yang membawa kereta barang upeti.


Siao Hung membantu dengan pedang menangkis anak panah yang datang.


Agar rombongan pembawa kereta barang, bisa terhindar dar itu serangan anak panah.


Di pihak pasukan Zhang Shide efek dari serangan Nan Thian mulai terlihat.


Sebagian berubah menjadi patung es, sebagian lainnya hangus berubah menjadi abu


Pasukan Zhang Shide bagian kanan mulai kehilangan semangat, saat harus menyaksikan kematian rekan rekan mereka.


Mereka mulai ragu ragu untuk maju menyerang.


Tembakan hujan anak panah mulai berhenti.

__ADS_1


Hal ini menguntungkan Siao Hung memimpin rombongan nya, semakin mendekati pintu gerbang barat .


__ADS_2