PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
LELAKI TAK BERJANTUNG


__ADS_3

Nan Thian menatap kearah Zi Zi dan berkata,


"Di dunia ini hanya ada satu orang yang bisa meminta ku menjauhi mu.."


Zi Zi menatap Nan Thian dan berkata,


"Siapa..?"


Nan Thian menarik Zi Zi kedalam pelukannya dan berkata,


"Kamu Zi Zi,.. kamu istri ku,.. hanya kamu.."


"Kalau kamu yang memintanya, aku tidak akan menolaknya.."


"Bila kamu yang memintanya, setelah menyelesaikan tugas mengusir penjajah monggolia.."


"Aku akan pergi ke Goa Api Surgawi, aku akan hidup sendiri di sana selamanya.."


Zi Zi tersenyum bahagia, dia balas meluk Nan Thian dan berkata,


"Aku tidak akan pernah biarkan kamu pergi lagi.."


"Bahkan kamu mengusir ku, aku tetap akan mengikuti mu, seperti bayangan mu ini.."


Nan Thian tersenyum bahagia, dengan airmata jatuh bergulir menggantung di pipinya.


Seumur hidupnya, setelah berpisah dari Zi Zi, ini mungkin adalah satu satunya senyum Nan Thian yang paling bahagia.


Setelah sekian lama hidup, mengenal yang namanya cinta antara pria dan wanita, ini adalah momen yang paling bahagia bagi Nan Thian .


Nan Thian memeluk Zi Zi dengan erat dan berkata,


"Kalau begitu kita tidak akan terpisahkan lagi.."


"Hei..Nan Thian ke ke,.. kamu mau apa..?"


teriak Zi Zi kaget.


Saat Nan Thian tiba tiba menjatuhkan dia berbaring terlentang di bawah.


Nan Thian hanya menjawabnya dengan senyum, lalu dia segera maju untuk menciumi bibir istri nya yang menggemaskan.


Sesaat kemudian saat Zi Zi mulai memburu nafasnya dan mengeluarkan suara rintihan pelan.


Nan Thian baru berbisik di telinga Zi Zi ,


"Aku ingin memilikimu, aku ingin kamu menjadi milikku selamanya.."


"Aku ingin kamu menjadi istri Yue Nan Thian,.."


"Aku ingin kamu menjadi wanita yang paling berbahagia di dunia ini.."


Zi Zi hanya mengangguk kecil dan berkata,

__ADS_1


"Lakukanlah aku sudah siap, tapi berjanjilah kamu tidak boleh menyesali nya.."


Nan Thian tersenyum dan berkata pelan,


"Tidak akan, kamu juga tidak akan.."


Selesai berucap suasana di dalam Goa pun berubah hening.


Sesaat kemudian hanya terdengar suara rintihan Zi Zi dan deru nafas Nan Thian yang memburu.


Sedangkan suasana di luar Goa yang tadinya cerah, tiba tiba berubah mendung.


Awan hitam hitam bergulung gulung terlihat datang dari arah lautan luas, menuju kearah pantai bergerak dengan sangat cepat.


Angin kencang seperti badai topan segera melanda kearah pantai, lalu bergerak menuju ke arah tebing, di pinggir pantai tersebut.


Ombak tinggi bergulung-gulung datang menerjang hingga mencapai bagian bawah tebing.


Air laut mengalami pasang dengan cepat, air laut yang bergulung gulung dengan kuat menghantam dinding tebing tersebut.


Saat air laut naik semakin tinggi tinggal beberapa meter saja dari mulut Goa, di mana Nan Thian dan Zi Zi sedang melewati makam pertama mereka.


Hujan pun mulai turun, sehingga deburan ombaknya pun mulai berkurang, angin badai perlahan-lahan lenyap.


Setelah hujan turun semakin deras, sesekali hanya ada sambaran kilat, yang cahaya membias masuk kedalam Goa.


Sebelum terdengar suara bunyi mengelegar yang sangat keras hingga terdengar jelas di dalam Goa.


Tapi bagi pasangan berbahagia itu, semua kerubutan di luar sana.


Hingga hujan mereda, hanya terdengar suara tetesan sisa air hujan yang menitik di luar sana.


Aktivitas di dalam Goa baru berhenti, Nan Thian terlihat tersenyum puas sambil memeluk bidadari kecilnya yang tertidur pulas dalam pelukan hangat nya.


Nan Thian menggeser posisinya, agar punggung nya menghadap kearah mulut Goa, sehingga angin dingin dari luar, tidak sampai menganggu tidur bidadari kecilnya.


Setelah 3 hari 3 malam mereka berdua menikmati manisnya bulan madu mereka.


Akhirnya mereka berdua di hari keempat, terlihat bergandengan tangan berjalan menuju Desa Nelayan ikan.


Di mana Nan Thian dan Zi Zi memutuskan sebelum mereka kembali ke kota Kai Feng mencari Samsara.


Mereka ingin mengucapkan terimakasih, sekaligus berpamitan dengan Ping Ping.


Zi Zi setelah mendengar cerita Nan Thian, dia tidak lagi membenci dan kesal dengan Ping Ping.


Dia justru merasa sangat berterima kasih dengan gadis itu.


Karena berkat gadis itulah, dia dan suaminya akhirnya bisa bersatu kembali.


Dengan menggunakan ilmu berlari cepat, pasangan yang memiliki kesaktian yang sulit di ukur itu,


Sebentar saja mereka berdua sudah tiba di Desa Nelayan ikan, selagi mereka melewati tepi pantai.

__ADS_1


Di mana banyak kapal dan perahu yang terlihat baru saja pulang dari menangkap ikan di sungai Yang Tze.


Kapal dan perahu itu terlihat sedang bergerak merapat ke pantai.


Dari kejauhan Nan Thian dan Zi Zi bisa melihat salah satu perahu kecil yang sedang bergerak menuju bibir pantai.


Diantaranya ada Ping Ping dan kakeknya di dalam perahu tersebut.


Nan Thian yang melihat kakek Ping Ping sudah sembuh dari penyakitnya.


Diam diam dia merasa bersyukur, karena terakhir dia pergi menebus obat untuk kakek Ping Ping.


Obat hilang, orang pun ikut hilang, kini pulang pulang kemari malah bawa pasangan.


Sebenarnya Nan Thian sedikit merasa tidak enak hati, tapi mau bagaimana lagi.


Di satu sisi dia tidak ingin berpisah dari istrinya, begitupula dengan istrinya.


Di sisi lain, dia juga tidak mungkin pergi tanpa pamit, bagaimana pun, Ping Ping adalah penolong hidup nya.


Tanpa Ping Ping, saat ini, mungkin dia sudah menjadi santapan ikan di dasar laut.


Melihat kedatangan perahu Ping Ping, Nan Thian segera berjalan menghampiri bibir pantai sambil melambaikan tangannya kearah Ping Ping dan kakeknya.


Sedangkan Zi Zi yang mengerti, dia membiarkan Nan Thian bergerak maju seorang diri.


Dia lebih memilih mengikutinya dari arah belakang Nan Thian .


Kakek Ping Ping yang melihat duluan keberadaan Nan Thian di tepi pantai sana.


Dia segera menunjuk kearah Nan Thian dan berkata,


"Ping Ping bukankah dia itu teman mu yang berambut putih itu..?"


Ping Ping yang sedang merapikan peralatan menangkap ikan, segera menoleh kearah pantai, mengikuti jari kakeknya.


Di sana dia benar menemukan Nan Thian , sedang melambaikan tangan kearah nya.


Ping Ping segera bangkit berdiri, dan balas melambaikan tangannya kearah Nan Thian .


Tapi saat dia melihat gadis cantik yang tempo hari pernah muncul di restoran, ikut hadir di belakang Nan Thian .


Wajah Ping Ping yang tadinya sumringah kini menjadi sedikit cemberut.


Dia segera menghentikan lambaian tangannya, lalu pergi membantu kakeknya mendayung perahu mereka.


Agar lebih cepat merapat ke garis pantai.


Ping Ping sambil mendayung perahu nya, dia mengomel panjang pendek dengan suara pelan.


"Dasar lelaki tak berjantung, aku pikir dia tersasar tidak tahu jalan pulang.."


"Berhati hati aku mencarinya, hanya ketemu gerobak dan obat kakek.."

__ADS_1


"Ternyata dia telah di gondol oleh sundal betina itu.."


"Sungguh mengesalkan.."


__ADS_2