PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MELAWAN SUI KOAI


__ADS_3

Naga Emas Raksasa setelah melesat keangkasa, dia berputaran di atas sana.


Bergerak meliuk liuk berputaran di udara, sambil mengamati Lu Wan di bawah sana.


Lu Wan tidak bergerak mengejar, dia terus fokus mengumpulkan energi roh halus di sekitarnya.


Untuk meningkatkan kekuatan pukulan tapak hantu nya, yang kini terlihat kedua telapak tangannya mulai di selimuti cahaya hijau gelap.


Setelah merasa cukup Lu Wan menghentakkan kedua kakinya keatas tanah.


"Brakkkk...!"


Lantai batu di bawahnya hancur berantakan, sedangkan Lu Wan terlihat meluncur keatas seperti sebutir peluru.


Kim Kim diatas sana juga tidak tinggal diam,


"Keparat licik, sekali ini aku mau lihat kamu mau menghindar kemana...!"


Bentak Kim Kim dalam wujud Naga Emas nya.


Naga Emas bergerak melingkar menutupi pergerakan Lu Wan.


Sebelum moncong nya yang terpentang lebar dengan sepasang cakar depannya, bergerak menyambut datangnya serangan Lu Wan.


Lu Wan tentu saja tidak mau jadi santapan Kim Kim, dia kembali berubah jadi kabut asap hijau.


Saat muncul.lagi dia sudah ada di depan mata Naga Emas Raksasa.


Tapi sekali ini tidak sama dengan sebelumnya.


Kim Kim sudah menyiapkan sepasang cakarnya untuk menyambut kemunculannya.


Begitu dia muncul langsung masuk dalam cengkraman cakar Naga Emas.


Lu Wan sepasang tangannya terkunci erat, jangankan melontarkan serangan.


Bahkan sekedar bergerak pun dia tidak bisa.


"Kreekkk..!"


Kim Kim mengeratkan cengkraman cakar nya, sehingga tulang tulang di tubuh Lu Wan berderak hebat.


"Arggghhh...!"


Lu Wan menjerit kesakitan, seluruh tulang ditubuh nya serasa di remukkan oleh Cengkraman dahsyat Kim Kim yang sedang marah.

__ADS_1


Belum hilang suara jerit kesakitan Lu Wan, tubuhnya sudah di masukkan kedalam mulut Naga Emas Raksasa.


Lu Wan yang dalam kondisi tidak berdaya, tidak sanggup melawan saat Naga Emas Raksasa menelan nya hidup hidup.


Saat tiba di dalam perut Naga Emas Raksasa, kaki tangan nya langsung di lilit oleh serat serat yang mirip tali rotan bergelantungan di dalam perut Naga Emas.


Lu Wan terkunci erat tidak dapat melakukan apa apa.


Tiba-tiba di hadapan nya muncul Kim Kim dengan pedang Naga Emasnya.


Kim Kim sambil tersenyum sadis tanpa banyak bicara, langsung menusukkan pedang Naga Emas tepat menembus jantung hingga muncul ujung pedangnya,.di belakang punggung Lu Wan.


Seluruh energi di dalam tubuh Lu Wan merembes keluar terserap oleh pedang Naga Emas.


Pedang Naga Emas secara terus menerus menyerap hawa murni, hingga roh Lu Wan pun, ikut di serapnya, dan di alihkan ke Kim Kim semuanya.


Kim Kim terlihat sangat menikmatinya, seluruh tubuhnya memancarkan sinar emas yang semakin cemerlang.


Sebaliknya Lu Wan terlihat menciut seperti bola kempis.


Sesaat kemudian sambil bersendawa, Kim Kim mencabut pedang nya dari tubuh Lu Wan, kemudian dia segera menghilang dari sana.


Setelah Kim Kim pergi, Lu Wan yang tinggal kulit berbungkus tulang, langsung di terjang oleh banjir cairan asam, yang segera melarutkan semua yang tersisa.


Kecuali tulang belulang nya.


Naga Emas Raksasa berputar beberapa kali di angkasa, kemudian berubah menjadi Kim Kim yang melesat kearah Menara Pagoda tingkat 9.


Kim Kim terlihat semakin cantik, setelah melahap roh dan energi Lu Wan.


Kulitnya bersinar semakin cerah, putih halus kemerahan.


Kim Kim duduk sejenak, lalu memilih berbaring santai di ruangan lantai sembilan dengan bebas.


Ruangan tersebut kini di sediakan khusus untuk diri nya dan Nan Thian, atas ijin dari ibunya Zhu Yuan Zhang.


Sehingga dia punya privasi, tidak ada yang berani naik kesana menganggu nya, tanpa di minta.


Di tempat terpisah, Nan Thian yang sudah tiba di luar kota Nan Jing .


Dia berdiri tenang di tengah tengah lapangan luas, yang menghadap kearah benteng pertahanan kota Nan Jing.


Pakaian dan rambut putihnya yang berkibaran tertiup angin, membuat dia terlihat semakin angker berdiri tenang disana, menanti kedatangan ketiga kakek istana hantu.


Beberapa detik kemudian, ketiga kakek itu juga ikut mendarat ringan di hadapan Nan Thian.

__ADS_1


Begitu berhadapan dengan Nan Thian , Sui Koai langsung berkata kepada kedua saudaranya,


"Biar aku yang lebih dulu maju mencobanya.."


Thian Koai dan Ti Koai hanya menanggapinya dengan anggukan pelan, tanpa berbicara sepatah kata pun.


Sui Koai segera menunjukkan kemampuannya melakukan serangan pembuka.


Dia menghimpun kekuatan air bah bergerak menghampiri nya.


Air itu dia tarik dari parit pembatas, yang mengelilingi kota Nan Jing.


Air bah setinggi puluhan meter bergerak mengikuti arahan Sui Koai, berubah menjadi ribuan kuda yang tercipta dari air bah yang datang menghampiri nya.


Lalu Sui Koai mengubah arah air bah itu, menerjang kearah Nan Thian dengan kekuatan penuh,


Terlihat ribuan kuda air berderap cepat menerjang kearah Nan Thian.


Nan Thian segera membentuk kubah perisai Qian Kun Im Yang Sen Kung untuk menahan terjangan ribuan kuda air yang bergerak cepat menghampirinya.


Saat terjadi pertemuan kekuatan,Nan Thian langsung di buat terpental kesana kemari oleh ribuan kuda air yang datang menerjang nya.


Nan Thian dalam sekejab, terlihat seperti sebuah bola energi, yang di terjang terpental ke sana kemari oleh kekuatan ribuan kuda air itu.


Sesaat kemudian Nan Thian mulai bergerak mengantisipasi serangan, yang membuat pertahanan nya terpental kesana kemari.


Nan Thian segera mengerahkan jurus,


"Phoenix Api dan Naga Es membasmi semua mahluk hidup.."


Terlihat Phoenix api dan Naga es melesat keluar dari pedang Panca Warna, yang di tebaskan kedepan oleh Nan Thian .


Phoenix Api dan Naga Es dengan cepat berputaran di seputar tubuh Nan Thian , kemudian menerkam dan menghancurkan kuda air, yang berani mendekat ke arah Nan Thian.


Kuda kuda air itu, saat berbenturan dengan Naga es, mereka satu persatu di bekukan oleh Naga es.


Kemudian baru di hancurkan menjadi berkeping keping, oleh kekuatan terjangan Naga es, yang meliuk kesana kemari menghancurkan semua menghalangi pergerakan nya.


Begitu pula dengan pergerakan Phoenix api, semburan api panas nya dan api yang terpancar dari seluruh tubuhnya.


Tanpa kesulitan berhasil menghancurkan satu persatu kuda air, yang menghadang pergerakan nya.


Semua kuda air yang di lewati semburan api Phoenix Api dan terkena pancaran hawa panas yang mengelilingi tubuh Phoenix Api, semuanya sirna tak berbekas menguap menjadi kabut air.


Phoenix Api dan Naga Es setelah berhasil menghancurkan barisan kuda air.

__ADS_1


Kedua bayangan yang terbentuk dari hawa api dan es surgawi, segera bergerak menerjang kearah Sui Koai.


__ADS_2