PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SESAM DAN SAMOKE TEWAS


__ADS_3

Dengan wajah pucat dengan perasan bercampur aduk, Nan Thian segera membalikkan badan tubuh anak di dalam gendongannya.


Nan Thian segera menemukan anak itu memang telah tewas, tapi anak itu bukan anaknya.


Anak itu anak laki laki, sedangkan anaknya perempuan.


Jadi tidak mungkin itu adalah anaknya.


Ketiga Keparat itu telah menipunya.


Begitu Nan Thian membalikkan badannya melihat ketempat ketiga orang itu berada.


Dia sudah kehilangan jejaknya, ketiga orang itu sudah menghilang tanpa jejak.


Nan Thian ingin melakukan pengejaran tapi dia ragu, tidak tega dengan jasad anak kecil yang mulai kaku itu..


Akhirnya Nan Thian berkata,


"Istri ku, bolehkah aku mengurus mayat bocah ini lebih dulu.."


Zi Zi menghela nafas panjang dan berkata,


"Baiklah suami ku, kita kuburkan saja dulu bocah malang ini.."


"Baru kita pergi cari dan tangkap mereka, untuk diinterogasi..kemana sebenarnya putri kita mereka bawa."


Nan Thian mengangguk lalu Nan Thian mendorong telapak tangan nya kedepan.


Sehingga tanah di tempat tersebut langsung meledak, memunculkan sebuah lubang yang cukup dalam.


Setelah lubang tercipta, Nan Thian baru melempar tubuh anak kecil itu terbang dan mendarat di dalam lubang dengan sempurna.


Dengan satu kali kibasan tangan lubang tersebut kembali tertutup dan berubah menjadi gundukan tanah baru.


Setelah menguburkan jasad bocah itu dengan cukup baik.


Nan Thian segera bergerak melakukan pengejaran.


Dengan pergerakan secepat cahaya, Nan Thian kembali mencoba untuk menyusul terus kearah barat.


Baru Nan Thian hendak bergerak, Nan Thian melihat Kim Kim dari arah selatan, sedang bergerak cepat menghampirinya.


Kim Kim terlihat hanya datang sendirian dalam wujud naganya, tidak terlihat Thian Yi hadir di sana bersamanya.


Nan Thian menahan pergerakan nya, dengan bantuan Kim Kim dia akan lebih mudah menemukan keberadaan putrinya.


Jadi Nan Thian memutuskan menunggu Kim Kim, tidak butuh waktu lama Kim Kim sudah berubah wujud menjadi gadis cantik berdiri di hadapan Nan Thian dan berkata,


"Nan Thian ke ke lama tidak bertemu, apa yang terjadi ?"


"Mengapa kamu melakukan panggilan darurat..?"


Nan Thian menghela nafas panjang dan berkata,


"Ying Ying di culik orang, aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan."


"Ini baju bekas Ying Ying,..putri ku.."


"kita harus segera menemukan nya.."


Ucap Nan Thian sambil memberikan pakaian bekas Ying Ying ke Kim Kim untuk di kenali..


Kim Kim mencium nya sebentar, kemudian dia segera berubah menjadi wujud naganya mengendus ngendus keempat penjuru.


Beberapa saat kemudian, Kim Kim pun berkata,

__ADS_1


"Naiklah ke punggung ku, aku sudah menemukannya.."


"Kita segera berangkat.."


Nan Thian tanpa ragu langsung membawa Zi Zi ikut dengan nya mendarat di atas punggung Kim Kim.


"Sudah duduk baik.."


Tanya Kim Kim memastikan.


"Sudah.."


Jawab Nan Thian singkat.


Kim Kim mengangguk pelan, lalu dia segera terbang meliuk liuk keangkasa.


"Bersiaplah,.. aku akan bergerak cepat.."


Ucap Kim Kim.


"Kami siap.."


Jawab Nan Thian singkat.


Kim Kim segera meluncur dengan kecepatan tinggi, melakukan pengejaran kearah barat laut..


Dalam pengejaran Nan Thian berkata,


"Thian Yi mana ?! kenapa tidak terlihat..?!"


"Ohh kami punya bayi kecil, tidak praktis berangkat berangkat.."


"Jadi dia tinggal di rumah jaga bayi kami.."


Jawab Kim Kim santai..


"Ehh anak mu masih bayi kamu tinggal, siapa yang menyusuinya..?"


"Bapaknya..hi..hi..hi..!"


Jawab Kim Kim sambil tertawa.


"Serius kamu..!?"


Tanya Zi Zi kaget.


"Tidak,. "


Jawab Kim Kim santai.


"Lalu..?!"


Tanya Zi Zi bingung.


Kim Kim sambil bergerak cepat berkata,


"Dia putra ku, kami ras naga semesta berbeda dengan mahluk di dunia ini.."


"Dia tidak perlu menyusu, jadi Thian Yi ke ke bisalah merawatnya.."


Zi Zi mengangguk paham, dia tidak bertanya lagi, agar tidak menganggu konsentrasi Kim Kim mencari keberadaan putrinya.


Mendekati daerah hulu sungai kuning, Kim Kim tiba-tiba meluncur cepat kebawah,


"Bau nya berakhir di bawah sana..!"

__ADS_1


"Semoga dia ada di sana..!"


Nan Thian ikut mencari cari dengan pandangan matanya, tiba tiba Nan Thian menemukan di antar semak belukar di tepi sungai kuning.


Ada dua sosok yang tergeletak di di sana diam tak bergerak.


"Kim Kim coba belok kesana, tepatnya di bawah pohon besar itu.."


Tunjuk Nan Thian dengan jarinya.


Kim Kim mengangguk lalu melesat mengikuti arah yang Nan Thian tunjuk.


Dia akhirnya mendarat tidak jauh dari pohon besar yang Nan Thian tunjuk.


Nan Thian segera melompat turun dari punggung Kim Kim, Zi Zi menyusulnya.


Mereka bertiga segera bergerak menuju gerombolan semak belukar.


Di mana ada dua sosok mayat tergeletak diam disana.


Setelah mendekat dan memeriksa nya, Nan Thian segera di buat kaget.


Mayat pertama adalah Sesam, sedangkan mayat kedua adalah mayat Samoke..


Kedua jagoan yang Nan Thian tahu ilmunya tidaklah rendah, mungkin sejajar dengan empu Jayabaya.


Bagaimana mungkin mereka bisa tewas di tempat ini, batin Nan Thian kaget.


Nan Thian segera berjongkok memeriksa luka luka di tubuh kedua orang itu dengan teliti.


Nan Thian tidak menemukan luka apapun di tubuh mereka, selain dua tebasan pedang di bagian leher mereka, yang terlihat begitu rapi dan tepat di titik paling mematikan.


Nan Thian yang merasa janggal dengan kemampuan orang yang menjadi lawan Samoke dan Sesam.


Dia segera memeriksa lebih teliti keadaan di sekitar tempat itu, sesaat kemudian Nan Thian .


Segera menemukan simulasi pertempuran yang terjadi saat itu.


Nan Thian seolah olah melihat ada seorang wanita, yang pergerakannya demikian cepat dan ganas.


Hanya dalam tiga jurus, benar tiga jurus batin Nan Thian , dimana jurus pertama gagal meledakkan tanah di sekitar.


Menimbulkan garis dalam di atas tanah yang tertutup rerumputan.


Jurus kedua memapas bagian ujung beberapa pohon yang ada di sana.


Kemudian jurus ketiga, tidak terhindarkan juga tidak mampu di tangkis, di mana keduanya langsung tewas dalam jurus ketiga tersebut.


Tombak dan perisai cahaya Samoke yang di silangkan untuk menahan serangan pecah hancur berantakan, sebelum lehernya tertebas oleh cahaya pedang gadis itu.


Menyusul Sesam juga bernasib sama, di waktu yang hampir bersamaan.


Golok cahaya merah di tangannya terbabat putus oleh energi pedang gadis itu.


Sebelum akhirnya dia tewas dengan luka di bagian lehernya, sama dengan kematian rekannya Samoke.


Setelah melakukan analisa simulasi peristiwa dengan cepat, Nan Thian mengikuti jejak yang di tinggalkan di sekitar.


Dengan memeriksa tanah daun ranting patah, rumput yang rebah.


Nan Thian mengikuti jejak itu.


Nan Thian seolah melihat simulasi gadis itu bersama dua orang anak kecil berjalan hingga ketepi sungai kuning.


Kemudian jejak pun menghilang di sana.

__ADS_1


Tepat Nan Thian sampai di lokasi tersebut.


__ADS_2