
"Ehh maaf,..maaf Sun kee.."
"Aku tidak sengaja.."
Ucap Zi Zi panik dan buru buru melepaskan pelukannya.
Lalu dengan agak canggung, dia mencoba membantu Li Sun untuk bisa duduk.
Zi Zi segera memberi kode agar Fei Yung dan Fei Lung yang memiliki tenaga dalam jauh lebih hebat dari nya, untuk datang membantu Li Sun.
Fei Yung dan Fei Lung mengerti, mereka berdua segera datang menggantikan Zi Zi duduk di belakang Li Sun.
Menempelkan telapak tangan mereka di titik Ling Tay yang terletak di punggung Li Sun.
Di sana Fei Yung menyalurkan hawa Im mengisi Kekuatan Li Sun, sedangkan Fei Lung menyalurkan hawa Yang membantu mengisi Kekuatan Li Sun.
Mereka berdua saling mengimbangi dan menjaga kestabilan energi mereka mencoba membantu mengumpulkan kembali kekuatan Li Sun yang buyar.
Li Sun sendiri dengan tehnik pernafasan Qian Kun Im Yang Sen Kung, bukan hal sulit baginya. Untuk mengontrol kedua hawa berlawanan, yang di salurkan oleh Fei Yung dan Fei Lung memasuki tubuhnya.
Sementara Li Sun sedang di bantu pemulihan nya, oleh Fei Yung dan Fei Lung.
Di dasar jurang sana Nan Thian sedang bertarung sengit melawan E The Na Sen.
Di dasar jurang sana, terlihat Nan Thian sedang melayang di udara, menggabungkan tiga energi surgawi bersiap untuk melepaskan Tebasan Pedang jurus kelima.
Tebasan Pedang Tiada Awal Tiada Akhir, di mana saat jurus ini di kerahkan guncangan alam semesta yang dahsyat segera terasa hingga ke dasar jurang.
Dasar jurang yang gelap menjadi semakin gelap, cahaya petir berseliweran dari angkasa melesat turun kedasar jurang.
Kondisi ini membuat semua mahluk hidup kecuali tumbuh tumbuhan, semuanya memilih menyingkir jauh jauh mencari tempat persembunyian mengamankan diri sendiri masing-masing.
E The Na Sen yang bersenjatakan sepasang Kampak, dia terlihat tidak terpengaruh oleh pertunjukan kekuatan yang Nan Thian lepaskan.
Seluruh tubuhnya dan sepasang kampaknya, memancarkan cahaya putih berkilauan.
Sehingga menerangi dasar jurang yang gelap menjadi terang benderang.
Setiap kilatan petir yang menyambar kearahnya atau pun mendekati area di sekitarnya dalam radius 10 meteran darinya.
Semuanya akan di hisap oleh E The Na Sen memasuki tubuhnya, untuk menambah power nya, bersiap menghadapi serangan pamungkas dari Nan Thian .
__ADS_1
Nan Thian akhirnya dalam satu teriakan keras, dua menebaskan pedang Panca Warna yang memunculkan energi pedang pelangi yang di dukung oleh energi api dan es surgawi.
Melesat bagaikan kilat menyambar kearah E The Na Sen.
E The Na Sen yang melihat serangan tersebut, dua segera mengibaskan sepasang kampaknya dari kiri kanan kedepan.
Sehingga pepohonan bambu yang tumbuh di sekitarnya semuanya tercabut dari atas tanah.
Semua bambu yang tajam dan runcing itu pada melesat bagaikan hujan menyerang kearah Nan Thian .
Nan Thian yang datang bersama bayangan pedang pelangi nya.
Segera meledakkan apapun yang menyambar dan menghalangi pergerakan nya.
Bambu bambu terbelah dan meledak di udara, saat berusaha menahan laju tebasan pedang tiada awal tiada akhir yang dahsyat.
Laju pedang yang memancarkan kekuatan intimidasi yang sangat kuat, memaksa lawan sulit bernafas dan sulit bergerak .
Kini meluncur cepat mengincar dada kiri E The Na Sen.
Melihat serangan bambu berhasil di hancurkan, kini E The Na Sen menggunakan dua batang pohon besar.
Setelah menghancurkan pohon bambu yang datangnya bagaikan hujan di udara.
Kini di hadang oleh pohon raksasa, pohon raksasa pertama Nan Thian hancurkan dengan api surgawi yang membakar habis pohon besar itu.
Saat bersentuhan dengan cahaya energi pedang Panca Warna yang melintas melewatinya.
Setelah menghancurkan pohon pertama, pohon kedua Nan Thian hadapi dengan melakukan gerakan jungkir balik di udara.
Mendarat ringan di atas batang pohon, Nan Thian menotol ringan berlarian diatas pohon hingga mendekati pusat sasarannya, yaitu tepat di mana E The Na Sen berada bersama sepasang Kampak besarnya.
Melihat Nan Thian semakin mendekat, E The Na Sen menggunakan sepasang Kampak positif negatip nya, untuk di benturkan.
Sehingga memunculkan satu kekuatan cahaya energi.listrik yang di perkirakan 10 kali lipat lebih dahsyat daripada petir langit surga tingkat sembilan .
Melesat cepat menyambar kearah Nan Thian, Nan Thian melakukan manufer di udara sehingga serangan tembakan listrik itu tidak mengenai sasaran.
E The Na Sen segera mengulangi membenturkan sepasang kampaknya, untuk menimbulkan kilatan listrik lainnya menyerang Nan Thian .
Tapi Nan Thian selalu bisa menghindar nya, dan terus memperpendek jarak denga.E The Na Sen.
__ADS_1
Semakin lama jarak antara keduanya semakin dekat, kilatan listrik yang E The Na Sen lepaskan belum ada satupun yang berhasil menyentuh Nan Thian .
E The Na Sen segera merancang siasat untuk menjebak Nan Thian .
E The Na Sen membiarkan pedang panca warna berhasil mendarat di dadanya yang terlindungi oleh energi pelindung yang sangat kuat.
Saat Pedang Panca Warna mendarat di energi pelindung di depan kiri E The Na Sen.
Segera terlihat bunga api berpijar Pedang Panca Warna tertahan diam di sana, tidak bisa maju ataupun mundur.
Di saat bunga api sedang berpijar akibat benturan dua benda yang sama kerasnya.
E The Na Sen tiba-tiba membenturkan sepasang kampaknya di depan Nan Thian .
Sehingga kilatan listrik yang sangat dahsyat langsung menghantam Nan Thian dengan kuat.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi Ledakan dahsyat, Nan Thian terpental naik keangkasa menembus awan.
Sedangkan E The Na Sen dia terpental oleh ledakan energi Pedang Panca Warna yang dahsyat.
Sehingga dia jatuh terbanting menembus kedalam bumi.
Setelah terjadi benturan dahsyat terjadi suasana hening sejenak.
Sebelum kemudian E The Na Sen melesat keluar dari dalam tanah, menimbulkan ledakan yang membuat tanah batu berhamburan keudara.
Menyusul E The Na Sen yang sedang melesat keangkasa dengan sepasang Kampak positif negatip di silangkan di depan wajahnya.
Sementara E The Na Sen melesat naik keatas, Nan Thian dari angkasa justru juga sedang melesat kebawah dengan Pedang Panca Warna, di arahkan lurus sejajar dengan tubuhnya meluncur deras kebawah .
Bayangan cahaya panca warna membelah udara, membentuk lintasan garis cahaya seperti komet jatuh.
"Blaaarrrr...!"
Sekali lagi pedang dan sepasang Kampak bertemu di udara, menimbulkan bias ledakan cincin cahaya yang meluas kesegala penjuru.
Nan Thian dan E The Na Sen sana sama bertahan di udara, dengan senjata saling tempel dan saling dorong.
Nan Thian yang tangan kirinya bebas bergerak, dia segera membantunya dengan melepaskan pukulan Es dan api surgawi secara bergantian kearah perisai pelindung yang melindungi E The Na Sen.
__ADS_1