PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
STRATEGI DARI WU NAN


__ADS_3

Di ingatkan soal Lu Zhen, yang hendak menyerang kota Nan Jing.


Di mana Nan Jing hanya memilki 5000 personil.


Kepala komandan pasukan keamanan kota Nan Jing, langsung muram wajahnya.


Dia segera memberi hormat kearah Nan Thian dan berkata,


"Untuk itu, kami sangat berharap tuan Yue bisa membantu memberi solusi.."


"Mengenai tahanan, bila tuan Yue sudah putuskan begitu, sekarang juga aku akan menyuruh bawahan ku pergi bebaskan mereka.."


Ucap Kepala Komandan pasukan yang bernama Wu Nan itu patuh.


Nan Thian mengangguk dan berkata,


"Kalau begitu, aku mau permisi ke menara pengawas pintu gerbang, untuk melakukan pemantauan situasi.."


Wu Nan mengangguk, lalu dia memerintahkan dua anak buahnya pergi lepaskan tahanan.


Sedangkan dua yang lainnya, bertugas mengantar Nan Thian berkeliling diatas menara pengawas kota Nan Jing.


"Dia sendiri segera memimpin pasukan nya pergi dari sana, untuk melakukan tugas patroli kota.


Nan Thian saat berada di puncak menara pengawas, dia menajamkan pandangan matanya menembus Kegelapan malam. Hingga tempat yang berjarak puluhan Li di depan sana, terlihat jelas.


Nan Thian akhirnya menemukan pergerakan pasukan Lu Zhen, yang sedang mendekati kota Nan Jing.


Bila di lihat dari kecepatan pergerakan nya, Nan Thian memperkirakan tidak sampai 3 hari, pasukan Lu Zhen pasti akan tiba didepan pintu gerbang kota Nan Jing.


Nan Thian tidak mengerti strategi perang, dia sedang berpikir, bagaimana cara dia menjebak dan menghancurkan pasukan lawan, tanpa perlu bertempur secara langsung.


Karena pasukan mereka di kota Nan Jing, jelas jauh di bawah pasukan Lu Zhen.


"Atau aku biarkan saja Kim Kim yang menanganinya..?"


Tanya Nan Thian di dalam batinnya sendiri.


"Ahh tidak..tidak.., mana bisa begitu, aku harus pikirkan cara lain.."


Batin Nan Thian.


Tidak terasa 3 hari berlalu, sesuai perkiraan Nan Thian , Lu Zhen dan pasukannya akhirnya tiba di depan pintu gerbang kota Nan Jing.


Nan Thian belum menemukan akalnya, sedangkan pasukan besar Zhu Yuan Zhang, paling cepat masih butuh 10 hari lagi baru bisa tiba.


Jadi Nan Thian sekali ini harus mengandalkan dirinya sendiri dan segenap kekuatan yang ada di kota Nan Jing.


Baru saja Nan Thian sedang berpikir cara menghadapi lawannya ini.


Dari bawah sana, Lu Zhen sudah mengeluarkan tantangan dan ancaman untuk berperang.


"Wahai kalian tikus tikus yang bersembunyi di atas sana..!"


"Dengarlah baik baik,..!'


"Bila kalian tahu arah, dan tahu diri..!!"


"Segera lah, buka pintu gerbang menyerahkan diri kalian dan kota ini kepada kami..!"


"Bila tidak, besok pagi kalian akan merasakan akibatnya..!"


Teriak Lu Zhen di bawah sana penuh ancaman.

__ADS_1


Nan Thian tidak berkata apa-apa, dia hanya berdiri di samping Wu Nan melakukan pengamatan.


Wu Nan menoleh kearah Nan Thian, dengan cemas dan berkata,


"Bagaimana ini tuan Yue, bila besok pagi mereka benar menyerang dinding pertahanan kota.."


"Kita yang cuma ada 5000 personil akan sulit mempertahankan kota ini.."


Nan Thian terdiam dan berkata dalam hati,


"Ternyata mau menjadi patriot seperti kakek ku, tidak lah mudah ."


"Harus mengerti dan paham kitab strategi militer.."


"Ohh ya, kitab strategi militer, Wu Nan ini mungkin paham atau minimal menghapal nya.."


Batin Nan Thian.


Dia segera menoleh kearah Wu Nan dan berkata,


"Wu Nan, apa kamu hapal kitab strategi militer Sun Tzu.."


Wu Nan tersenyum malu dan berkata,


"Aku bisa sedikit, tapi cuma garis besarnya saja.."


"Apa itu coba di sebutkan.."


Ucap Nan Thian sambil menatap Wu Nan dengan serius.


Wu Nan sambil tersenyum canggung segera berkata,


"Diantaranya yang aku ingat adalah, Diao Hu Li San, memancing harimau meninggalkan gunung.."


Tanya Nan Thian .


"Ta Cao Cing Se, memukul rumput mengejutkan ular.."


Jawab Wu Nan..


"Cie Tao Sa Jen, pinjam golok bunuh orang.."


"Enggg,..! Qin Cei Qin Wang.. menangkap penjahat tangkap rajanya.."


Nan Thian seketika berkata menyela,


"Tahan...!"


"Itu dia Cie Tao Sa Jen,..!"


"Qin Cei Qin Wang..!"


Selesai berkata, tanpa memperdulikan tatapan mata bingung Wu Nan.


"Sringggg...!"


Golok di pinggang Wu Nan sudah tercabut dari sarungnya.


"Tuan Yue kamu mau apa..!?"


teriak Wu Nan kaget.


Dia mengira Nan Thian stress melihat pasukan musuh, sehingga ingin membunuhnya.

__ADS_1


Nan Thian mengikuti secara membuta, strategi yang dia bacakan tadi.


Tapi detik berikutnya, dia terbelalak ngeri, melihat yang di lakukan oleh Nan Thian .


Nan Thian setelah mencabut golok Wu Nan, dia langsung melompat keluar dari balik tembok menara pengawas pintu gerbang, dan berteriak,


"Cie Tao Sa Jen,..!"


"Qin Cei Qin Wang..!"


"Cuittt..!"


"Bressss...!"


Kejadian menggemparkan dan tidak terduga, segera terjadi di pihak pasukan Lu Zhen.


Mereka semua menjadi panik dan kaget, saat melihat seberkas sinar merah berbentuk bulan sabit, melesat melewati tubuh Lu Zhen dan kuda tunggangan nya.


Sedetik kemudian kuda dan Lu Zhen langsung terbelah dua.


Jatuh tergeletak bersimbah darah di atas tanah.


"Siapa lagi yang mau menggantikan Lu Zhen memimpin pasukan..!?"


Teriak Nan Thian dengan suara mengelegar, sambil melayang di udara, dan bergerak turun pelan pelan kebawah.


Kejadian mengerikan yang menimpa Lu Zhen, segera membuat gempar pasukan Lu Zhen yang langsung terlihat panik.


Mereka yang tiba tiba kehilangan pimpinan, menjadi panik dan kacau barisannya.


Apalagi setelah kejadian tersebut, Wu Nan dengan cerdik memanfaat kan situasi.


Meminta pasukan nya mengibarkan bendera, sambil berteriak penuh semangat, mereka menabuh genderang perang.


Seketika pasukan Lu Zhen yang kehilangan pimpinan menjadi panik.


Tanpa memperdulikan instruksi ajudan dan para komandan mereka.


Pasukan besar itu langsung bubar melarikan diri berhamburan ke segala arah.


Sisa pasukan yang bertahan bersama komandan dan beberapa ajudan Lu Zhen, mereka jumlahnya tidak banyak.


Sesaat kemudian, mereka juga ikut membuang senjata dan bendera di tangan mereka, lalu ikut melarikan diri.


Para komandan dan yang lainnya, terpaksa menyusul ikut melarikan diri mencari selamat.


Mereka semua memilih kabur, sambil mencopot seragam dan membuangnya.


Mereka sadar, bila mereka kembali ke Su Zhou, Zhang Shizheng pasti akan menghukum mati mereka semua.


50.000 pasukan melarikan diri, setelah Jendral nya mati, saat berhadapan dengan lawan yang hanya ada 5000 personil.


Ini adalah peristiwa yang sangat memalukan dan akan menjadi bahan tertawaan orang.


Zhang Shizheng tidak mungkin bisa menerima kenyataan, yang telah mencoreng wajahnya ini..


Tidak butuh waktu lama, halaman luas di depan gerbang kota Nan Jing kini menjadi sepi.


Nan Thian berdiri menghadap ke arah Wu Nan diatas tembok, melambai lambaikan tangan nya, yang masih memegang golok pinjaman dari Wu Nan, sambil tersenyum .


Wu Nan membalas melambaikan tangannya sambil tertawa dan bersorak sorai dengan gembira, bersama pasukannya di atas sana.


Hanya Kim Kim yang terlihat kecewa dan cemberut wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2