PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KIM KIM VS LU WAN


__ADS_3

Pergerakan Nan Thian segera di ikuti oleh Im Jian San Koai yang langsung terbang menyusul nya.


Tapi Lu Wan yang licik, dia tidak bergerak menyusul.


Dia malah melesat kearah kediaman keluarga Chu.


Tapi dia terpaksa menghentikan pergerakan nya, karena tiba tiba di hadapan nya muncul seorang gadis cantik imut dengan rambut di ikat Cepol dua, menghadang di depan nya.


Gadis itu sambil tersenyum nakal berkata,


"Kamu mau ke mana ?"


"Seharusnya kamu temani 3 kakek itu ke luar kota, bukannya kemari.."


Lu Wan membalas dengan senyum dingin dan berkata,


"Gadis cilik, aku sarankan kamu tidak usah banyak mencampuri urusan orang lain.."


"Atau kamu akan menyesal..!"


Ucap Lu Wan dengan sikap mengancam.


Tapi kim Kim malah menanggapinya dengan sikap lucu.


Kim Kim memajukan wajahnya kedepan dan berkata sambil menunjuk ujung hidung nya sendiri.


"Aku menyesal,.. hi..hi..hi..itu tidak mungkin ."


"Seumur hidupku aku baru 2 kali menyesal, tapi itu jelas tidak ada hubungannya dengan mu.."


Lu Wan menatap Kim.Kim yang menghadang langkahnya dengan jengkel.


Dia tidak punya banyak waktu, karena dia tidak tahu, apakah kakek paman guru nya sanggup atau tidak, menahlukkan pemuda rambut putih yang sakti itu.


"Gadis cilik, aku tidak punya banyak waktu bermain dengan mu..!"


"Minggir..!"


Bentak Lu Wan sambil melepaskan pukulan tapak tangan hantu andalan istana hantu.


Seberkas cahaya hijau yang membawa angin kencang menerjang kearah Kim Kim.


Kim Kim menanggapinya dengan santai, pedang Naga Emas telah di pegang di tangan.


Dengan pedang itu, dia menghalau energi tapak tangan hantu yang menerjang deras kearah nya.


"Breeesss..!"


Sinar kuning keemasan meluncur keluar dari pedang Kim Kim menghalau serangan Lu Wan.


"Blaaarrrr...!"


Serangan Lu Wan langsung di belokan arahnya, menghantam patung arca singa batu, di depan halaman rumah kediaman Zhu Yuan Zhang.


Kim Kim sambil tersenyum nakal berkata,


"Hanya jurus tapak bebek itu saja yang kamu punya !?"


"Itu tidak cukup,!"


"Ingin mengusir ku, sebaiknya keluarkan ilmu yang jauh lebih ganas lagi..!"

__ADS_1


Teriak Kim Kim sambil tertawa nakal, mengejek Lu Wan.


Sekali ini habislah kesabaran Lu Wan.


Lu Wan mulai menghimpun roh kegelapan memasuki tubuhnya dan berkata,


"Gadis kurang ajar, kamu pasti akan menyesal..!'


Selesai berkata, Lu Wan langsung menghilang menjadi kabut hijau, yang tiba tiba muncul di belakang Kim Kim.


"Wuttttttt...!"


"Wuttttttt...!"


"Wuttttttt...!"


Lu Wan memberikan tiga serangan beruntun mengarah tiga titik penting di belakang punggung Kim Kim.


"Blaaarrr...!"


"Blaaarrr...!"


"Blaaarrr...!"


Tiga serangan Lu Wan meledak kuat, saat berbenturan dengan sisik Naga Emas raksasa yang melingkari tubuh Kim Kim.


"Rooooaarrr..!"


Naga Emas meraung marah, sambil meliukkan tubuhnya mengelilingi Kim Kim.


Naga Emas raksasa mengibaskan ekornya yang menimbulkan hembusan angin dahsyat, menyerang Lu Wan yang berada di belakang Kim Kim.


Serangan kibasan ekor Naga Emas menemui tempat kosong, kemudian menghantam pilar di depan gedung kediaman Zhu Yuan Zhang.


"Blaaarrr...!"


Terjadi Ledakan dahsyat yang di sertai ambruknya pintu gerbang, halaman depan kediaman Zhu Yuan Zhang.


Tapi Lu Wan tidak terlihat ada di sana, kabut hijau berpindah muncul diatas kepala Kim Kim dan Naga Emasnya.


Di balik pintu gerbang yang roboh menimbulkan debu dan asap beterbangan.


Hanya terlihat sekelompok pasukan baju seragam Jirah emas, yang terlihat bersiaga dengan golok di tangan.


Mereka bergerak mundur secara berkelompok dengan langkah teratur.


Terlihat jelas mereka sebenarnya ngeri, dengan pertempuran yang sedang berlangsung.


Pertempuran yang tidak masuk akal, di luar nalar dan bayangan mereka ada orang yang memilki kemampuan seperti itu.


Pertarungan seperti itu, jelas bukan ranah mereka, tapi karena terbentur dengan tugas dan tanggung jawab yang mereka emban.


Mereka mau tidak mau harus bertahan, agar tidak mempermalukan nama korps mereka sebagai Jing Yi Wei.


Jing Yi Wei, pasukan jirah emas, adalah pasukan khusus, pasukan terbaik yang di pilih oleh Zhu Yuan Zhang sebagai pasukan pengawal pribadi dia dan keluarganya.


Kembali ke pertarungan Kim Kim melawan Lu Wan di halaman depan.


Lu Wan yang muncul diatas kepala Kim Kim meluncur turun dengan tubuh tegak lurus kebawah.


Seperti perenang lompat indah, bedanya sepasang telapak tangan Lu Wan yang bersinar kehijauan di dorong kebawah.

__ADS_1


Di sekitar tubuhnya mengikuti roh roh gaib penasaran, berseliweran memberikan dukungan energi aura dunia halus untuk nya.


Naga Emas langsung bergerak menyambut serangan tersebut dengan membuka moncongnya lebar lebar


Tubuh Kim Kim sudah tidak lagi terlihat, dia sudah menyatu dengan bayangan Naga Emas nya.


Kini Naga Emas raksasa yang tadinya hanya tercipta dari bayangan energi Kim Kim.


Kini tampak nyata, bukan lagi bayangan energi.


Lu Wan terhisap bersama tapak nya, yang sarat energi tapak tangan hantu, masuk kedalam moncong Naga Emas raksasa yang terpentang lebar.


Lu Wan menyadari bahaya, tapi mau mundur dia sudah telat, dia terpaksa menerobos masuk.


Sambil mempersiapkan seluruh kekuatan nya, bersiap meledakkan kepala Naga Emas raksasa sebelum dirinya tertelan kedalam perut Naga Emas yang memilki cairan asam mematikan.


Di dalam sana dia juga pasti akan kehilangan hawa baik untuk bernafas maupun untuk mengumpulkan energi nya.


Tapi harapan tinggal harapan begitu masuk kedalam mulut Naga Emas yang moncongnya terbuka lebar.


Lidah Naga Emas Raksasa, langsung membungkus tubuh nya, membuat dia sulit berkutik.


Setelah meronta beberapa saat tapi tetap sulit melepaskan diri, sedangkan tubuhnya, terus terbawa masuk, bersiap ingin ditelan oleh Naga Emas Raksasa.


Lu Wan secara untung untungan melepaskan seluruh kekuatan nya dalam satu pukulan keras kearah benda bulat besar kemerahan yang merupakan pusat pita suara Naga Emas Raksasa.


"Wuttttttt...!"


"Dessss...!"


Pukulan keras itu tepat mendarat di sana, membuat Naga Emas terbatuk batuk.


Sehingga Lu Wan terpental keluar dari dalam mulut Naga Emas Raksasa.


Melihat mangsanya lolos Kim Kim dengan marah, melepaskan semburan Api panasnya yang setingkat di bawah api surgawi, menerjang kearah tubuh Lu Wan yang sedang terhempas bergulingan di atas tanah.


"Wusssss..!"


Serangan Kim Kim lagi lagi menemui tempat kosong, Lu Wan dengan licin, kembali menghilang bersama kabut hijaunya.


Saat muncul lagi dia sudah berada di samping mata Naga Emas Raksasa.


Lu Wan memberikan serangan tapak cahaya hijau, menghantam mata Naga Emas Raksasa.


"Wuttttttt...!"


"Dessss...!"


Naga Emas Raksasa terpental menabrak lantai batu di sekitar nya, hingga hancur berantakan.


"Rooaaarrrrrrr...!!"


Naga Emas raksasa meraung marah, karena matanya terasa sakit oleh serangan Lu Wan.


Meski terlindungi oleh pelupuk matanya, yang tebal kulitnya, tidak sampai mengalami cedera berarti.


Tapi rasa perih dan sakit di bagian terlemah itu tetap ada.


Setelah terbanting keras, di atas lantai.


Naga Emas Raksasa sambil meraung keras, segera melesat keangkasa.

__ADS_1


__ADS_2