PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
KEKESALAN HUSEIN


__ADS_3

Tapi begitu tongkat yang di buat membeku, kemudian dia ledakan hingga hancur berkeping-keping.


Maka selanjutnya yang datang adalah ribuan bayangan ular hijau kecil yang melesat datang menyerang Nan Thian .


Melihat hal itu Nan Thian segera memutar pedang panca warna menjadi gulungan sinar, yang melindungi seluruh tubuhnya.


Hingga air hujan sekalipun sulit menembusnya.


Bayangan ular hijau satu persatu tertebas musnah oleh pedang panca warna.


Tapi Nan Thian tidak sadar, diantara bayangan ular hijau, ada dua ekor ular yang mengeluarkan cahaya panca warna sama persis seperti cahaya pedang nya.


Kedua ular yang lebih mirip ulat bulu, ketimbang ular.


Mereka memiliki kekebalan luar biasa.


Tidak takut dengan tebasan pedang panca warna, mereka juga memilki daya tempel yang sangat kuat.


Kedua ular sebesar ulat bulu itu, menempel di badan pedang Nan Thian dan diam diam terus merambat naik keatas.


Salah satunya melejit menuju lubang hidung Nan Thian, tapi ular tersebut hangus oleh hembusan nafas dari mulut Nan Thian.


Hembusan nafas Nan Thian mengandung api surgawi yang sangat panas, mampu melelehkan benda logam apapun saat di lewatinya. Ular yang kebal senjata tajam itupun tidak terkecuali.


Begitu terkena hawa api surgawi, ular itu langsung berubah menjadi abu, habis tak bersisa.


Tapi ular yang satunya, memanfaatkan Nan Thian yang sedang fokus dengan serangan temannya.


Dia langsung melompat memberikan gigitan di punggung tangan Nan Thian , yang sedang menggenggam.pedang panca warna.


Ular itu berhasil, tapi dia juga harus kehilangan nyawa nya, karena dia seluruh tubuhnya langsung berubah menjadi es, begitu dia mencoba untuk mengigit Nan Thian .


Tubuh ular kecil panca warna yang sudah mati saat jatuh keatas tanah langsung pecah hancur berkeping keping, seperti gelas kaca tipis jatuh terbanting di lantai.


Tapi Nan Thian yang tergigit langsung merasakan gejolak aneh di dalam tubuhnya kini semakin kuat.


Hingga sepasang matanya terasa berat, pandangan matanya sedikit kabur.


Husein yang sedang bertahan di sana dengan kubah perisai nya, terlihat berbayang tujuh, dengan cahaya pelangi berputar putar di sekelilingnya.


Membuat Nan Thian sulit menatapnya lama lama, karena kepalanya terasa pusing.


Aliran darah di dalam tubuhnya bergejolak hebat, jantung nya berdebar debar kencang .


Nan Thian yang merasakan ketidak beresan pada tubuhnya, dia tidak yakin mampu meneruskan pertarungan tersebut.


Melihat Husein sedang terkurung oleh dua energi pedangnya, hanya bisa bertahan di sana.


Nan Thian segera mengalihkan pergerakan nya, dia memilih melesat kearah area pertarungan Siao Hung melawan Jose.


Di mana kini terlihat, Siao Hung tergeletak di atas tanah dalam keadaan lemas tak berdaya.


Sedangkan Jose, dia terlihat sangat gembira, dia langsung melesat dengan cakar tangan kirinya ingin mencengkram tengkuk Siao Hung .


Sekaligus melumpuhkan Siao Hung dengan menekan jalan darah di tengkuk Siao Hung .

__ADS_1


Tapi belum sempat Jose menjalankan niatnya, seberkas cahaya pelangi melesat melewati pangkal lengan Jose.


"Singggg..!"


"Crasssh...!"


"Arggghhh...!"


Jose langsung menjerit kesakitan, sambil mundur dengan tubuh terhuyung-huyung kebelakang.


Saat lengannya yang ingin mencengkram tengkuk Siao Hung terpental ke udara.


Terlepas dari pangkal bahunya yang menyemburkan darah seperti keran bocor.


Tapi serangan cahaya pelangi tidak berhenti di sana, dia melakukan gerakan manuver berbelok membentuk garis melengkung.


Sebelum kemudian menembus tubuh Jose dari arah belakang, hingga tembus kedepan.


Jose setelah menyemburkan darah dari mulutnya, dia langsung jatuh tergeletak dengan posisi tengkurap.


Darah segera mengenang di sekitar tubuh Jose yang tergeletak diam tidak bergerak lagi.


Nan Thian sendiri setelah melepaskan Tebasan Pedang Tanpa Keinginan mengincar Jose.


Dia langsung melesat menyambar tubuh Siao Hung, menggendongnya di pundak.


Sambil melepaskan satu tebasan pedang Es Surgawi menyambar kedepan.


"Singggg...!"


Melintas melewati prajurit Monggolia yang masih melakukan pengepungan rapat.


Tapi Jendral Do Ku sendiri tidak terlihat hadir di sana.


Dia sudah di evakuasi jauh jauh sebelum Nan Thian dan Husein bentrok.


Tepat Abidal tewas, Jendral Do Ku langsung di evakuasi oleh pengawal kepercayaan nya, meninggalkan lokasi pertempuran.


Begitu cahaya biru melintasi tubuh para prajurit Mongolia, yang sedang melakukan pengepungan di depan pintu gerbang kota.


Seketika mereka langsung berubah menjadi patung es, diam tidak bisa bergerak lagi.


Energi pedang es surgawi terus bergerak menerjang secar meluas, sehingga di depan pintu gerbang pasukan Mongolia yang menumpuk di sana .


Tiada satupun yang selamat, semua berubah menjadi patung es.


Nan Thian sendiri setelah menebaskan tebasan, dua langsung muncul di depan pintu gerbang.


Kemudian menghilang dari sana, saat muncul lagi dia sudah berada di atas genteng menara pengawas.


Di sana Nan Thian kembali melepaskan satu tebasan pedang Es Surgawi.


Menyerang pasukan Mongolia, yang bertugas di sana dengan panah siaga di tangan.


Saat cahaya biru melintasi tubuh mereka.

__ADS_1


Belum sempat panah di lepaskan, mereka semua sudah tewas menjadi patung es beku.


Nan Thian menotol ringan atap genteng menara, kemudian tubuhnya langsung lenyap dari pandangan semua orang, yang berada di balik tembok benteng kota An Hui .


Di tempat lain nya, sebelum Nan Thian kabur melarikan diri.


Husein yang terkurung oleh dua kekuatan energi pedang yang mengincarnya.


Dia tidak bisa bergerak melakukan apapun, selain berteriak keras.


"Jose...!"


"Ahhh tidak...!"


"Keparat kau Yue Nan Thian ...!"


"Jangan kabur kamu..!"


Tapi teriakan Husein sama sekali tidak di hiraukan oleh Nan Thian .


Nan Thian dalam sekejap mata, sudah melesat pergi dari sana.


Tinggal Husein yang harus bersusah payah berjuang mematahkan serangan Nan Thian yang masih terus mengincar nya.


Husein kemudian menjadikan kubah pelindungnya menjadi arus pusaran yang menggulung kedua energi pedang itu.


Lalu dia alihkan menghantam ketempat lain.


Sehingga terjadi ledakan yang membuat bangunan di belakangnya roboh.


"Singggg..!"


Singggg..!"


"Blaaarrrr..!"


Tapi energi pedang tanpa perasaan dan tanpa keinginan, mereka adalah jurus unik.


Mereka akan kembali menyerang Husein,.meski sudah berhasil di alihkan olehnya.


Husein terpaksa harus bolak balik mengalihkan nya, menghancurkan bangunan di sekitarnya secara berulang kali.


Hingga kekuatan kedua energi pedang itu habis, serangan tersebut baru bisa dia hentikan.


Tapi meski dia akhirnya berhasil, menjinakkan kedua serangan itu.


Dia telah kehabisan banyak energi tenaga dan waktunya.


Dia tidak mungkin bisa mengejar Nan Thian lagi.


Kini dia hanya bisa berdiri diam disana dengan wajah kesal, menatap kerusakan dan kekacauan yang Nan Thian timbulkan di kota An Hui.


Meski pada akhirnya Nan Thian melarikan diri, tapi kekacauan yang Nan Thian timbulkan di kota An Hui tidaklah kecil.


Mereka mengalami kerugian besar, bukan hanya kehilangan banyak prajurit dan perwira.

__ADS_1


Mereka juga kehilangan Jose dan Abidal, dua jago andalan dari Persia.


__ADS_2