
Ucapan Kaisar Hong Wu yang penuh perasaan berhasil menahlukkan hati Nan Thian yang keras.
Nan Thian pun tertunduk, tidak bisa berkata-kata.
Kaisar Hong Wu memang cerdas, dia bisa menangkap dengan baik, orang seperti Nan Thian dan pada umumnya pendekar aliran putih, yang tidak mementingkan harta dan kekuasaan.
Mereka ini hanya mempan dan bisa di tundukkan dengan di sentuh hati dan perasaannya.
Mereka tidak mungkin bisa di tundukkan dengan kekerasan, bila di paksakan mereka tentu akan melawan dan menciptakan kehancuran yang sulit di bayangkan.
Kubilai Khan adalah salah satu contohnya, Hong Wu tidak mungkin akan sebodoh itu meniru jejak yang Kubilai Khan lakukan.
Melihat situasi ada di pihak nya, Kaisar Hong Wu khusus turun dari kursi tahtanya.
Dua berjalan menghampiri Nan Thian dan berkata,
"Aku terima semua permintaan mu Thian Er, meski itu berat.."
"Tapi sebelum kita berpisah, aku ingin kamu terima plakat ini.."
"Ini adalah plakat kenang kenangan terakhir dari ku.."
"Kamu simpanlah dengan baik,.."
"Ada waktu datanglah berkunjung, istana kerajaan Ming akan selalu terbuka untuk mu.."
"Orang tua ini masih berharap, kita bisa mengobrol bercanda mengenang masa lalu yang tidak mungkin bisa di ulang kembali.."
Nan Thian terlalu terharu dengan ucapan Hong Wu, tanpa di minta dia langsung menjatuhkan diri berlutut.
Lalu dia menerima plakat dari Hong Wu dan berkata,
"Meski aku Nan Thian mulai hari ini sudah bukan pejabat lagi.."
"Tapi apabila suatu hari nanti, kerajaan Ming, siapapun itu raja nya, asalkan dia mengirim orang mengundang ku untuk membantunya.."
"Aku Nan Thian tidak akan pernah menolaknya dengan alasan apapun itu.."
Ucapan Nan Thian langsung membuat Hong Wu tersenyum lebar, inilah kalimat yang sudah dia tunggu tunggu lewat sandiwara panjangnya itu.
Dia berharap bila kelak dia tiada sekalipun, ada orang seperti Nan Thian yang bersedia membantu kerajaan nya, kerajaan nya akan aman.
Hong Wu segera membantu Nan Thian untuk bangkit berdiri dan memeluknya dengan erat.
Di posisi lain, Yue Lin yang lebih pintar dan mengerti politik, melihat sikap dan janji yang di lontarkan oleh adiknya.
Dia hanya bisa tersenyum kecut, tidak bisa berkata apa-apa. Dia hanya bisa berdoa, semoga kelak jangan ada kemelut Kerajaan yang akan menyulitkan posisi adiknya.
Sesaat kemudian Hong Wu baru melepaskan pelukan eratnya dari Nan Thian .
Dia selanjutnya menoleh kearah Yue Lin dan berkata,
"Lin er apa maksud kedatangan mu ini, juga punya niat dan keinginan yang sama seperti Thian er..?"
Yue Lin buru buru berlutut dan berkata,
"Tidak ayah, ananda tidak berani punya niat seperti itu.."
"Kedatangan ananda hanya murni, mengantar Thian er untuk berpamit dengan Yang Mulia "
__ADS_1
"Ananda sadar posisi istri hamba yang sebagai putri pertama kerajaan, tidak mungkin dia bisa pergi begitu saja meninggalkan kerajaan .."
"Apalagi setelah ibu tiada, tentu semua tugas dan tanggung jawab istana belakang akan jatuh padanya.."
Mendengar ucapan Yue Lin, senyum kaisar Hong Wu langsung merekah.
Dia segera membantu menantunya bangkit berdiri dan berkata,
"Baguslah kamu punya pemikiran dan pertimbangan matang seperti itu.."
"Ayah bangga pada mu nak.."
"Mei Mei telah memilih suami yang sangat tepat dan pantas.."
"Tetaplah bekerja membantu ayah,.."
"Ayah berjanji selama ayah masih hidup, tidak akan ada satu orang pun yang akan berani memperlakukan kalian dengan buruk.."
"Bangunlah Lin Er.."
Ucap Kaisar Hong Wu dengan hati gembira membantu Yue Lin berdiri.
Ucapan Kaisar Hong Wu ini, jelas mengisyaratkan kepada Yue Lin, selama dia masih hidup.
Yue Lin tidak akan pernah dia biarkan pergi.
Yue Lin ini adalah kartu saktinya, untuk mengikat keluarga keluarga jajaran dunia persilatan tingkat atas.
Di mana posisi posisi keluarga keluarga itu, silsilahnya bak dongeng manusia dewa abadi.
Nan Thian adalah salah satu contoh kecil, masih banyak lagi manusia manusia sakti seperti dewa yang punya hubungan erat dengan Yue Lin.
Setelah Yue Lin bangkit berdiri, kaisar Hong Wu pun berkata,
"Thian er setelah ini, apa rencana mu, ? kemana kamu akan pergi..?"
Nan Thian segera memberi hormat dan berkata,
"Rencananya pertama kami akan menuju Xu San, mengunjungi kedua orang tua ku.."
"Setelah dari sana, kami akan menuju Hua San mengunjungi ayah dan ibu mertua ku."
"Setelah itu, kami akan menetap di salah satu puncak di gunung Hua Shan.."
Kaisar Hong Wu mengangguk dan berkata,
"Bila tidak salah ingat, ayah mertua mu itu bukankah Legenda dari Kerajaan Xi Xia itu..?"
Nan Thian tersenyum canggung dan berkata,
"Benar sekali yang mulia, ayah mertua ku kebetulan memang Li Fei Yang dari Xi Xia.."
Kaisar Hong Wu dengan bersemangat melanjutkan berkata,
"Apa keadaan nya masih sehat dan baik kah..?"
"Bila ada bertemu tolong sampaikan salam dari ku.."
Ucap Kaisar Hong Wu bersemangat.
__ADS_1
Nan Thian mengangguk dan berkata,
"Kalau itu aku juga kurang paham, terakhir kami bertemu kondisinya cukup baik.."
"Hanya saja itu sudah 10 tahun yang lalu.."
"Kami sudah lama sekali tidak bertemu.."
Kaisar Hong Wu mengangguk, dan berkata,
"Kapan rencana kamu akan meninggalkan ibukota..?"
Nan Thian tersenyum canggung dan berkata,
",Segera setelah dari sini, kami rencananya langsung berangkat.."
Kaisar Hong Wu mengangguk paham dan berkata,
"Baiklah kalau begitu aku ucapkan selamat jalan saja.."
"Semoga semua berjalan lancar selamat tanpa halangan.."
"Hati hati di jalan.."
"Ohh ya, di manapun kamu singgah, bila ada kesulitan, tunjukkan saja plakat itu.."
"Semua pejabat di negeri ini, mereka pasti akan membantu mu mengatasi kesulitan kesulitan mu.."
Terimakasih Yang Mulia.."
Ucap Nan Thian penuh hormat.
Kaisar Hong Wu tersenyum ramah dan berkata,
"Diantara orang sendiri tidak perlu sungkan.."
"Bagi ku kamu dan Yue Lin sama sama adalah putra ku juga.."
"Lin er kamu bantu wakili ayah antarkan keberangkatan Thian er.."
"Maaf ayah sudah tua, tubuh juga sudah tidak sekuat dulu lagi.."
"Pekerjaan di sini juga kamu tahu sendiri, sangat banyak dan tidak ada habis habisnya."
"Jadi kamu tolong wakili ayah saja.."
Yue Lin segera memberi hormat dan berkata,
"Baiklah ayah, Lin er paham.."
"Bila tidak ada hal lain, Lin er dan adik Thian sekalian pamit permisi.."
Kaisar Hong Wu mengangguk dan berkata,
"Baiklah,.. kalau ada waktu ajaklah Fei Fei kemari menemui ku.."
"Aku sudah ada beberapa waktu tidak melihat anak itu.."
Ucap Kaisar Hong Wu berpesan, sebelum Yue Lin dan Nan Thian meninggalkan ruangan tersebut.
__ADS_1