
"Larut malam bukannya tidur di penginapan kalian, malah kemari secara sembunyi sembunyi.."
"Apa yang kalian inginkan..?"
Tanya pria rambut putih itu dengan suara dingin.
Pria berambut putih ini adalah Yue Nan Thian.
Setelah berhasil menggagalkan rencana serangan Lu Zhen.
Yue Nan Thian menemui Ibu nya Zhu Yuan Zhang, memohon ijin darinya, agar di perkenankan menempati sementara menara Pagoda di lantai tingkat ke 9.
Permohonan Nan Thian di kabulkan oleh ibu nya Zhu Yuan Zhang.
Sejak saat itu Yue Nan Thian dan Kim Kim berdiam di menara Pagoda lantai tingkat sembilan dengan bebas.
Dari tempat itu, Nan Thian bisa bebas mengawasi keamanan keluarga Zhu, keluarga Xu, keluarga Tang, keluarga Zhang dan keluarga Lan.
Makanya begitu Lu Wan dan keempat muridnya datang menyatroni kediaman keluarga Zhu, kehadiran mereka langsung di ketahui oleh Nan Thian .
Lu Wan tersenyum sinis di balik topengnya, dia melayang mundur dengan ringan, sambil memberi kode anak buahnya bergerak maju menyerang Nan Thian .
Keempat anak buahnya langsung mengurung Nan Thian dari 4 penjuru.
Setiap murid Lu Wan, tiba tiba membelah diri menjadi 10 orang, lalu mereka masing masing bergerak cepat berlari mengelilingi Nan Thian, hingga membentuk garis cahaya lingkaran hitam yang berputaran cepat.
Di sela sela mereka sedang berlari berputaran dengan sangat cepat, hingga berubah menjadi bayangan cahaya hitam.
Mereka terlihat masing masing melemparkan sesuatu, yang tidak kasat mata kearah Nan Thian.
Nan Thian dengan gerakan tenang menghindarinya, tapi serangan mereka yang hanya terasa angin berkesiur, melesat kearah Nan Thian dari segala penjuru.
Tidak butuh waktu lama, seluruh tubuh Nan Thian telah terkurung rapat oleh senar senar halus, yang sangat tajam melebihi silet.
Beberapa bagian pakaian Nan Thian, yang di lewati oleh senar tidak kasat mata, terlihat robek di sana sini.
Senar senar itu mengunci seluruh pergerakan Nan Thian, seperti sebuah jaring laba laba besar.
Nan Thian sendiri tetap bersikap tenang,.seluruh tubuhnya dalam keadaan baik baik saja, karena terlindung oleh Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Hanya pakaian nya saja, yang robek di sana sini.
Para pengepung itu dengan gerakan gesit berlompatan kesana kemari, membentuk jaring jaring laba-laba yang mematikan.
Setelah terbentuk dengan sempurna mereka mulai menarik untuk mengeratkan nya .
Mereka ingin memotong motong tubuh Nan Thian, dengan senar senar halus kuat dan tajam tersebut.
__ADS_1
Tapi usaha mereka semua mengalami kegagalan, karena Nan Thian tidak berhasil mereka potong potong dengan senar senar halus itu.
Malah saat Nan Thian menjejakkan kedua kakinya keatas tanah, tubuhnya melesat keatas.
"Brakkk..!"
"Wuttttttt..!"
Mereka semua ikut terseret oleh Nan Thian, di bawa terbang keatas sana.
Setibanya di ketinggian sana, Nan Thian langsung menghentakkan energi api surgawi nya kesegala penjuru.
Semua senar yang melilit tubuhnya, langsung di selimuti oleh api yang menyala nyala.
Api terus menjalar hingga membakar orang orang yang memegangi bagian ujung senar.
Satu persatu orang orang yang terseret oleh Nan Thian keangkasa, terkena serangan api surgawi.
Tubuh mereka satu persatu langsung hangus terbakar.
Tapi saat terbakar ada keanehan terjadi, orang orang yang terbakar itu ternyata bukan manusia.
Mereka adalah kertas uang sembahyang, yang di potong berbentuk manusia dan di beri tulisan mantra.
Satu persatu segera berubah menjadi abu kertas yang beterbangan di udara.
Lalu dari empat arah mereka masing masing mengeluarkan sebuah cambuk yang terbuat dari sambungan tulang, yang runcing dengan ujung bergerigi.
Di ujung gagang cambuk, di hiasi dengan tengkorak kepala bayi.
Begitu cambuk mereka lepaskan berputar putar di udara, terlihat berbagai roh halus, yang berbentuk kabut hitam.
Pada muncul mengikuti putaran cambuk mereka, sambil mengeluarkan suara tangisan hantu penasaran yang riuh rendah.
Saat mereka mulai mengarahkan ujung cambuk menyerang kearah Nan Thian .
Roh roh halus berbentuk kabur hitam, dengan sepasang mata menyala merah, segera bergerak mengikutinya menyerang Nan Thian .
Nan Thian segera di buat sibuk beterbangan kesana kemari, menghindari serangan dari cambuk cambuk, yang mengancamnya dari 4 arah.
Selain itu, dia masih harus waspada dengan roh roh kabut hitam, yang datang menerjang kearahnya.
Roh roh itu dengan sepasang cakarnya yang seperti pisau silet mampu mencabik cabik lawan yang di lewati nya.
Beberapa kali bagian punggung dan lengan Nan Thian menjadi sasaran amukan roh itu, saat dia tidak sempat menghindar.
Baju Nan Thian yang tadinya sudah robek di sana sini, kini menjadi semakin compang camping di buatnya.
__ADS_1
Untung nya Nan Thian seluruh tubuhnya terlindungi oleh tenaga sakti Qian Kun Im Yang Sen Kung.
Sehingga tidak ada serangan yang mampu melukai kulitnya sama sekali.
Roh roh gaib penasaran itu sangat unik dan sulit di musnahkan.
Beberapa kali Nan Thian melepaskan pukulan udara kosong, untuk menghancurkan nya.
Saat terkena pukulan, roh itu akan buyar seketika, tapi sedetik kemudian, dia akan kembali menyatu dan bergerak semakin cepat dan ganas menyerang Nan Thian .
Sambil bergerak dengan Wu Ying Thian Shang Fei, yang membuat Nan Thian bisa muncul menghilang sulit di deteksi.
Nan Thian terus berpikir cara melumpuhkan para pengepungnya ini.
Sedetik kemudian, untuk menghindari dirinya terus di kejar kejar.
Nan Thian segera membentuk bola perisai cahaya pelindung.
Sehingga dia menjadi terlindungi oleh energi merah biru yang tidak bisa di tembus.
Kini roh roh penasaran itu hanya bisa menyerang, sambil berseliweran di luar perisai cahaya Nan Thian.
Serangan mereka selalu di pentalkan oleh cahaya pelindung yang melindungi tubuh Nan Thian.
Cahaya pelindung Nan Thian juga mampu menahan tusukan cambuk panjang keempat orang yang mengepungnya itu.
Cambuk yang mereka salurkan tenaga sakti, kini berubah menjadi tombak panjang yang keras.
Mereka berusaha menggunakan tombak sambungan tulang itu, untuk menusuk pecah perisai yang melindungi tubuh Nan Thian .
Tapi bagaimana mereka berusaha, perisai itu sangatlah kuat tidak bisa mereka tembus.
Tiba tiba perisai yang tadinya menahan, kini muncul bayangan Pat Kwa, yang berputaran seperti kipas angin.
Semua roh bahkan keempat tombak cambuk, di tarik oleh pusaran Pat Kwa biru merah itu.
Saat mereka merasa tidak.mampu menarik kembali cambuk di tangan mereka.
Keempat orang itu, buru buru menghentakkan cambuk tombak mereka melesat kedepan.
Setelah itu mereka berempat segera berubah menjadi 4 kabut asap hitam, lalu menghilang dari sana.
Semua roh yang berseliweran, termasuk keempat cambuk tulang, ikut terhisap masuk kedalam Pat Kwa yang berputaran,
Saat Nan Thian menghentakkan energinya keudara, semua yang terhisap segera di ledakan hingga menguap di udara.
Musnah tanpa sisa.
__ADS_1