PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SEMBILAN PETINGGI SEKTE PEDANG LANGIT


__ADS_3

"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


"Boooommm...!"


Terjadi ledakan beruntun saat cahaya kuning emas melesat secara horisontal menerjang kearah tepian telaga.


"Ahhhh,..! Ahhhh,..! Ahhhh,..!"


Terdengar suara teriakan anggota sekte pedang langit yang terpental berhamburan.


Ada yang tewas seketika, ada yang terluka parah semuanya jatuh tergeletak di tepi telaga.


Sesaat kemudian tepi telaga terlihat sepi dan hening, hanya ada asap debu yang melayang layang tertiup angin.


Tidak ada lagi terlihat anggota sekte pedang langit yang mampu berdiri.


Semuanya tergeletak di tepian telaga, mereka terlihat merintih rintih kesakitan, tidak ada yang mampu bangkit sama sekali.


Tiba tiba dari arah telaga terlihat dua sosok bayangan melayang meninggalkan perahu mereka.


Kemudian terbang melewati tubuh anggota sekte pedang langit, yang berserakan di bawah sana.


Saat mendarat ringan di kejauhan sana, mereka berlari seperti terbang.


Kemudian melakukan pendakian menuju undakan anak tangga, yang menanjak keatas, melingkari lereng gunung.


Merupakan jalan utama menuju puncak Lin Wu Shan, yang merupakan markas pusat sekte pedang langit.


Sepanjang perjalanan ada beberapa kali terjadi penghadangan, oleh murid murid sekte pedang langit.


Tapi hanya dengan satu serangan hawa pedang dari Thian Yi, sudah cukup membuat mereka jatuh terkapar tidak ada yang sanggup bangkit berdiri.


Kim Kim yang menemani di sisi Thian Yi diam diam semakin kagum dengan sifat kekasihnya.


Meski sedang berduka dan marah karena seluruh anggota sektenya di bantai habis oleh sekte pedang langit.


Tapi Thian Yi tetap bersikap tenang dan bijak, tidak melakukan pembantaian sembarangan, bila tidak sedang dalam keadaan terpaksa.


Dia sebisanya hanya melumpuhkan mereka yang memilki kemampuan tidak seberapa.


Hanya yang berkemampuan tinggi saja yang dia bantai, agar tidak menjadi bumerang bagi dirinya dan Kim Kim.


Setelah beberapa waktu melakukan pendakian, akhirnya mereka berdua tiba di depan halaman luas, bangunan markas pusat sekte pedang langit berada.


Di halaman yang luas tersebut kembali terlihat anggota sekte berbaris rapi dengan pedang di silangkan di depan dada, bersiap siaga menghadapi Thian Yi.


Kim Kim berdiri santai, membiarkan Thian Yi maju seorang diri, memasuki barisan anggota sekte pedang langit, yang membentuk formasi mengurungnya di tengah tengah.


Anggota sekte pedang langit setelah mengurung Thian Yi di tengah.


Mereka mulai berlari berputaran mengelilingi Thian Yi dengan pedang teracung kearah langit.


Perlahan-lahan mereka mulai membelah diri membentuk lingkaran lingkaran kecil berseliweran kesana kemari secara bergantian.


Menerjang kearah Thian Yi.

__ADS_1


"Trangggg..! Tringgg..! Trangggg.!"


"Trangggg..! Tringgg..! Trangggg.!"


"Trangggg..! Tringgg..! Trangggg.!"


"Trangggg..! Tringgg..! Trangggg.!"


Terdengar suara benturan pedang berkumandang di sekitar arena pertarungan yang sedang berlangsung.


Thian Yi terlihat berlompatan kesana kemari, menghindari serangan sambil membalas dengan tebasan energi pedang di mana pedangnya sendiri belum tercabut sama sekali.


Setiap cahaya kuning keemasan berkelebat, lingkaran kecil yang berisi puluhan anggota sekte pedang langit, pasti terpental berhamburan kesegala arah, oleh.ledakan energi pedang Thian Yi


Setelah terpental dan tergeletak di atas tanah, mereka hanya bisa merintih rintih kesakitan.


Tidak ada yang mampu bangkit lagi, untuk melanjutkan pertarungan.


Tapi berhubung jumlah mereka sangat banyak, mencapai ratusan anggota.


Thian Yi tetap belum bisa keluar dari dalam kurungan tersebut dalam waktu singkat.


Dia masih harus terus meledakkan satu persatu lingkaran kecil yang selalu menerjang kearahnya tanpa henti.


Suara Ledakan tidak kunjung berhenti, tubuh anggota sekte pedang langit yang berhamburan keudara juga tidak kunjung berhenti.


Tapi pengepungan masih terus berlangsung, Thian Yi yang akhirnya kehilangan kesabaran.


Setelah dia melihat ada puluhan orang yang mulai bergerak menyerang Kim Kim.


Pedang Ming Yue Cien akhirnya tercabut dari sarungnya, setelah sarungnya menghajar lima orang pengepung yang tidak mampu bangkit lagi.


Begitu Ming Yue Cien tercabut, lesatan energi pedang langsung berseliweran menyerang para pengepung.


"Singggg..! Singgg..! Cuiiitt..!"


"Singggg..! Singgg..! Cuiiitt..!"


"Singggg..! Singgg..! Cuiiitt..!"


"Singggg..! Singgg..! Cuiiitt..!"


Potongan tubuh anggota sekte pedang langit terlihat terbang berhamburan. Setiap energi pedang tajam Ming Yue Cien, berkelebat kesana kemari, di sekitar pergerakan pedang Thian Yi.


Tidak sampai sepeminum teh para pengepung sudah ludes di babat oleh energi pedang Ming Yue Cien.


Setelah menghancurkan kepungan, Thian Yi langsung terbang kearah Kim Kim, yang sedang melayani pengepungan puluhan anggota sekte pedang langit.


Kim Kim terlihat melayani serangan pedang mereka dengan santai, dia menghindar kesana kemari, meliuk liukan tubuhnya.


Sesekali dia akan menyentil pedang yang mengancamnya menjauh.


Terkadang dia juga menangkap, kemudian melempar tubuh penyerang nya, kearah temannya sendiri.


Sehingga mereka jadi kacau balau tumpang tindih.


Tapi kedatangan Thian Yi, yang langsung melepaskan pukulan jarak jauh, dorongan tangan kirinya, yang sarat energi Ming Yue Sen Kung.

__ADS_1


"Boommm...!"


Segera terjadi ledakan yang mengakibatkan puluhan orang itu terpental ke udara.


Lalu jatuh berhamburan keempat penjuru, semuanya terkapar di atas tanah tidak ada lagi yang sanggup bangun.


Kim Kim sendiri sudah melayang mundur menjauh, saat tapak dahsyat Thian Yi tiba.


Thian Yi mendarat ringan di sebelah Kim Kim dan berkata,


"Sayang kamu tidak apa apa..?"


Kim Kim sambil tersenyum manis, menggelengkan kepalanya dengan cepat, sehingga kedua rambutnya yang di kuncir ikut bergoyang goyang.


Thian Yi tersenyum lega dan berkata,


"Di sini sudah beres ayo kita masuk kedalam sana.."


Kim Kim mengangguk, lalu mereka berdua melayang menuju pintu gerbang sekte Pedang langit.


"Brakkkk...!"


"Booommm..!"


Satu dorongan tapak Thian Yi, segera membuat pintu gerbang yang tertutup rapat.


Meledak dan roboh kedalam, Thian Yi dan Kim Kim melayang melewati pintu gerbang yang roboh terbanting kedalam.


Saat suara hiruk pikuk pintu roboh mereda, Thian Yi dan Kim Kim sudah terlihat mendarat ringan di halaman bagian dalam bangunan yang tidak terlalu luas.


Di kiri kanan lapangan terlihat berjejer rak senjata yang menyimpan berbagai jenis senjata, dari yang paling panjang hingga yang paling pendek, semua nya terlihat tersusun dengan rapi di sana.


Di hadapan Thian Yi dan Kim Kim, terlihat berdiri sembilan orang pria yang memelihara jenggot kambing.


Mereka bersembilan terlihat telah siap dengan pedang di tangan dan melakukan jurus pembuka sekte pedang langit.


Pedang mereka bersembilan terlihat menunjuk lurus keatas menghadap langit.


Sesaat kemudian mereka bersembilan segera menempati sembilan titik rasi bintang Utara.


Kemudian satu persatu mulai melancarkan serangan dengan pedang terbang mereka menyerang Thian Yi.


"Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..!


"Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..!


"Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..! Cuittt..!


Thian Yi menghindar kesana kemari dengan ringan, sambil membalas dengan serangan cahaya kuning emas.


"Boooommm..!


"Boooommm..,!


"Boooommm..,!


Ledakan beruntun dari serangan Ming Yue Cien, berhasil memaksa sembilan pengepungnya terbang mundur menjauh.

__ADS_1


__ADS_2