PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SIKAP THIAN YI


__ADS_3

Zi Zi menahan senyum melihat sikap Thian Yi, yang lebih parah dari patung miliknya.


Kim Kim langsung melotot kearah Nan Thian dan berkata,


"Kakak sengaja mengerjai suami ku.."


"Awas karma, kalian boleh tertawa puas sekarang.."


"Tapi nanti bila suami nya yang asli datang, giliran kami yang tertawa.."


Ucap Kim Kim sambil menunjuk Zi Zi.


Ucapan Kim Kim, seketika membungkam Nan Thian dan Zi Zi .


Keduanya langsung terdiam tidak bisa bersuara.


Mereka khawatir semakin di ladeni, Kim Kim si mulut comberan akan buka semuanya.


Akhirnya sambil tersenyum canggung Nan Thian menoleh kearah kakaknya dan berkata,


"Kakak, .. kakak saja yang bantu cerita..?"


Yue Lin sambil menahan senyum berkata,


"Baiklah kalau begitu aku saja yang cerita.."


"Sampai di Wu Jiang, kami mendapatkan perlawanan yang cukup sengit .."


"Zhang Shi Yi adik kedua Zhang Shi Cheng di bantu oleh perdana menteri Li Po.."


"Mereka melakukan perlawanan cukup sengit, kami sedikit sulit bergerak maju dalam pertempuran di atas sungai itu ."


"Berulang kali armada kami di hancurkan oleh jebakan dan siasat licin dari Li Po.."


"Apalagi Thian Yi dan Kim Kim mereka tidak bisa maju membantu, karena terikat oleh jebakan perjanjian licik Li Po."


Nan Thian mendengarkan dengan serius dan bertanya,


"Siasat perjanjian jebakan bagaimana..?"


Yue Lin menghela nafas panjang dan berkata,


"Sebelum perang pecah, sempat terjadi dialog antara pihak kami dan pihak lawan.."


"Li Po dalam dialog tersebut, dia sempat melontarkan tantangan ke kami."


"Dia menantang, berani kah kami berperang, tanpa mengandalkan bala bantuan jagoan dunia persilatan ."


"Tentu saja tantangan nya, langsung di jawab berani oleh Lan Yu yang temperamen."


"Itulah awal mula ke kekalahan kami.."


"Dalam pertempuran sungai, di mana lawan lebih menguasai seluk beluk sungai itu.."


"Kami berulang kali maju menyerang, tapi armada kami selalu berhasil mereka hancurkan."


"Hingga akhirnya Yang Mulia mengatur siasat, kami memilih membentuk pertahan di tepi sungai.."


"Kami tidak maju hanya bertahan di sana."


"Kini giliran kami menunggu dan memancing mereka datang untuk menyerang ."

__ADS_1


"Tapi Li Po rubah tua itu, menolak untuk menyerang."


"Zhang Shi Yi yang berulang kali, mengajak Li Po untuk melakukan serangan dadakan.."


"Selalu di tolak oleh Li Po.."


"Akhirnya Zhang Shi Yi yang tidak sabaran, bergerak maju sendiri, melakukan serangan dadakan ke kamp kami.."


"Tapi dia terjebak oleh siasat kamp kosong dari Yang Mulia Zhu Yuan Zhang, sehingga Zhang Shi Yi tewas bersama pasukan yang mengikutinya.."


"Setelah Zhang Shi Yi, tewas Li Po semakin ngotot membuat pertahanan tidak mau menyerang.."


"Kami beberapa kali mencoba menyerangnya, tapi serangan kami selalu berhasil di patahkan oleh rubah tua itu.."


"Akhirnya Yang Mulia terpaksa mengambil jalan lain."


"Yang Mulia menggunakan mata mata kita di Su Zhou, untuk mendekati ibunya selir kesayangan Zhang Shizheng."


"Lewat sogokan dan hadiah hadiah, akhirnya Ibu nya selir kesayangan Zhang Shizheng bersedia bertemu dan mendengarkan kicauan mata mata kita.."


"Mata mata kita segera menyampaikan pemikiran nya.."


"Mata mata kita mengatakan Li Po kemungkinan ingin berkhianat.."


"Hal itu terbukti Li Po membiarkan adik Zhang Shizheng, maju seorang diri, hingga tewas.."


"Lalu Li Po mengambil alih kekuasaan Zhang Shi Yi."


"Li po sendiri terus memilih bertahan, memelihara kekuatan dan sumberdaya nya."


"Bila sudah cukup kuat, ada kemungkinan bisa jadi Li Po akan mengkhianati Zhang Shizheng.."


"Setelah mendengar ucapan mata mata kita, ibu selir kesayangan Zhang Shizheng terpengaruh.."


"Mendengar omongan hasutan beracun dari ibunya tersebut, selir kesayangan Zhang Shizheng langsung terpengaruh.."


"Apalagi putrinya Li Po juga termasuk istri Zhang Shizheng, yang selama ini menjadi saingan nya.."


"Selir kesayangan Zhang Shizheng segera mencari cara, untuk menyampaikan pandangan ini ke suami nya.."


"Zhang Shizheng terpengaruh, dia segera mengurus orang untuk memanggil Li Po kembali ke ibukota.."


"Li Po tentu menolaknya dengan tegas, karena situasi garis depan sedang kritis.."


"Dia tidak boleh mundur, karena sungai Wu Jiang adalah pertahanan alami terbaik.."


"Kehilangan Wu Jiang, maka daerah lainnya akan dalam masalah besar.."


"Jadi Li Po ngotot bertahan, tidak mau kembali.."


"Penolakan Li Po tentu saja membuat Zhang Shizheng semakin bercuriga dan marah.."


"Zhang Shizheng akhirnya mengutus Kwee Sin ketua sekte Golok Iblis untuk menghabisi Li Po.."


"Di saat Kwee Sin pergi menjalankan tugas, Zhang Shizheng meracuni putri Li Po yang menjadi istrinya hingga tewas."


"Setelah itu dengan tuduhan Li Po hendak berkhianat, Zhang Shizheng menghukum mati seluruh keluarga Li Po."


"Setelah Li Po di eksekusi, posisi pimpinan garis depan di gantikan oleh Thio Hui."


"Thio Hui adalah adik laki laki selir kesayangan Zhang Shizheng, Thio Min Er..'

__ADS_1


"Thio Hui segera menggantikan posisi Li Po dengan di bantu Kwee Sin, ketua sekte golok iblis.."


Sampai di sini Yue Lin menghentikan ceritanya sejenak untuk minum.


Setelah itu dia baru kembali melanjutkan ceritanya, karena Nan Thian terlihat sedang menunggu ceritanya dengan penasaran.


"Selanjutnya menjadi mudah ."


Ucap Yue Lin sambil tersenyum.


Lalu dia berkata,


"Li Po tiada, pihak Zhang Shizheng mengungkapkan Kwee Sin ketua sekte golok iblis.."


"Ini berarti pihak Zhang Shizheng yang membatalkan perjanjian secara tidak langsung.."


"Bukan kita yang melanggar duluan, begitu perjanjian batal.."


"Yang Mulia yang tidak mau kejadian berulang dan menghabiskan waktu banyak.."


"Yang Mulia sendiri menunjuk Kim Kim sebagai Panglima penakluk Su Zhou.."


"Thian Yi sebagai wakilnya.."


"Mereka berdua sebagai pembuka jalan di garis depan.."


"Akhir jalan cerita ku rasa tidak perlu aku lanjutkan bukan..?"


Ucap Yue Lin sambil tersenyum.


Nan Thian ekspresinya menjadi suram, dia menoleh kearah Kim Kim dan berkata,


"Kamu makan berapa banyak manusia..!?'


Kim Kim yang biasanya nakal, berani, dan suka membantah.


Tapi melihat ekspresi Nan Thian, dia sedikit ciut.


Dengan suara gugup dia berkata,


"A..aku..aku cuma jalankan perintah yang mulia.."


"Hal lainnya bukan urusan dan kemauan ku kak.."


Nan Thian menatap tajam kearah Kim Kim yang ketakutan dan berkata,


"Aku tanya berapa orang yang kau makan, ?!"


"Bukan alasan nya..!?"


Thian Yi tiba tiba mengeluarkan pedang Ming Yue Cien dan berkata dengan suara dingin,


"Cukup Yue Nan Thian , memandang kamu adalah kakak ipar ku.."


"Aku tidak mau ribut dengan mu.."


"Tapi bila kamu berani menindasnya, jangan salahkan aku.."


Nan Thian tidak meladeni Thian Yi,.dia masih terus menatap tajam kearah Kim Kim.


Nan Thian masih menunggu jawaban Kim Kim.

__ADS_1


Zi Zi yang khawatir kerubutan pecah, dia buru buru menyentuh tangan suaminya..


Yue Lin juga ikut bangkit berdiri, dan memegangi pundak adiknya agar tidak terpancing oleh sikap Thian Yi.


__ADS_2