PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
AKHIR NASIB YESEBUHUA


__ADS_3

Dalam sekejab mata, 3 komandan dan puluhan pengawal tergeletak tak bernyawa dengan leher hampir putus.


Setelah menghabisi mereka, Thian Yi dengan pedang Ming Yue Cien di tangan.


Berjalan santai selangkah demi selangkah menghampiri YeSe Bu Hua.


Tapi langkahnya kembali terhenti, saat dua komandan yang tersisa, memerintahkan 100 pengawal elit Mongolia.


Bergerak menghadang pergerakan Thian Yi , sedangkan mereka berdua meneruskan mengawal YeSe Bu Hua secepatnya mundur dari sana.


YeSe Bu Hua sebenarnya tidak bersedia kabur, tapi semua anak buah setianya memaksa.


Mereka semua adalah anak buah kepercayaan jenderal Yo Ku, di mana mereka telah di sumpah oleh Yo Ku, untuk selalu menjaga keselamatan YeSe Bu Hua, diatas keselamatan mereka sendiri.


YeSe Bu Hua tidak bisa menyia nyia kan harapan dan pengorbanan mereka.


Jadi mau tidak mau, dia terpaksa mundur dari sana, di kawal oleh kedua komandan pengawal nya yang tersisa.


Sedangkan 100 personil pasukan elite Mongolia terlihat menghadang dan mengepung Thian Yi .


Meski di militer mereka adalah pasukan elit, tapi di mata Thian Yi mereka semua adalah gentong nasi tidak berguna.


Sekali Thian Yi menghentakkan energi lautan pedang nya, melesat menyerang mereka.


Seketika pasukan elit yang mengepungnya, langsung jatuh bertumbangan diatas tanah.


Setelah menghabisi para penghadang jalan nya, Thian Yi kembali melesat melakukan pengejaran hingga ketepi sungai kuning.


Di mana YeSe Bu Hua dan kedua komandannya terpojok di sana.


Tidak ada jalan mundur lagi, karena di belakang mereka hanya ada tebing curam, dengan bagian bawah sana adalah aliran sungai kuning yang. berarus sangat deras.


"Maaf tuan putri kami hanya bisa menemani sampai di sini saja.."


Ucap salah satu komandan pengawal itu.


Sesudahnya dia dan kedua rekannya sambil berteriak keras, mereka melompat menerjang kearah Thian Yi dengan golok siap di tebaskan dari atas kebawah.


Tapi sebelum mereka tiba dua berkas sinar putih terang melesat melewati tubuh mereka.


Kedua komandan itu, sebelum berhasil mendekati Thian Yi ,tubuh mereka telah terbelah dua.


Jatuh tergeletak di atas tanah, dengan darah mengalir menggenangi tanah di sekitarnya.


YeSe Bu Hua memejamkan matanya, merasa sedih dan terharu oleh pengorbanan bawahannya yang begitu setia.


Sesaat kemudian dia membuka sepasang matanya menatap kearah Thian Yi dengan marah.


"Kamu terlalu memaksa, hari ini aku akan mengadu nyawa dengan mu.."


Selesai berucap YeSe Bu Hua langsung melesat kedepan dengan tinju Brajamusti.


Cahaya merah panas dan angin berkesiur keras segera menerjang kearah Thian Yi .


Thian Yi tidak gentar menghadapi serangan YeSe Bu Hua, langsung maju menyambutnya dengan tapak Ming Yue Sen Cang.

__ADS_1


"Blaaarrrr...!"


Terjadi ledakan di udara, yang menimbulkan suara menggetarkan tempat itu.


YeSe Bu Hua terdorong mundur dua langkah kebelakang, satu langkah lagi dia mundur.


Dia pasti sudah terjungkal ke dalam sungai kuning.


YeSe Bu Hua melirik sebentar kebelakang nya, lalu dia kembali menghilang dari tempatnya.


Kali ini dia menggunakan ilmu Saipi Angin, muncul di belakang Thian Yi .


Langsung melancarkan serangan.sepasang Tapak terbuka yang mengeluarkan cahaya hitam.


Ini adalah serangan pembuka tapak Buddha Iblis yang dia warisi dar samsara.


YeSe Bu Hua ini, memang punya ilmu gado gado tingkat tinggi yang sangat beragam.


Otaknya yang encer, membuat dia bisa memadukannya untuk meningkatkan daya serangan nya yang mengejutkan lawannya.


Sayangnya Thian Yi bukan jagoan biasa, dia sudah memilki pengalaman bertarung yang tidak terhitung.


Semua perubahan semua serangan kejutan tidak terduga, di mata Thian Yi semuanya biasa saja.


Thian Yi tiba tiba melompat keatas, sehingga serangan YeSe Bu Hua menemui tempat kosong menimbulkan lesakan di bawah telapak kakinya.


"Blaaarrrr..!"


Terdengar suara ledakan dahsyat, hingga tanah di bawah sana berguncang hebat, dan sebuah lubang cukup dalam terlihat disana .


"Singggg...!"


Cahaya putih bergerak cepat membelah udara mengincar ubun ubun kepala YeSe Bu Hua.


YeSe Bu Hua kembali menghilang dari posisinya, lalu sepasang telapak tangannya kembali melepaskan serangan cahaya hitam menyerang kearah dada dan perut Thian Yi .


Gerakan itu begitu cepat tidak sampai satu tarikan nafas, serangan tersebut telah muncul di depan tubuh Thian Yi.


Thian Yi menyambut serangan tersebut dengan energi pelindung Ming Yue Sen Kung.


Sedangkan pedang Ming Yue Cien ditangannya memberikan serangan tebasan balasan.


Pedang di tangan Thian Yi melakukan gerakan tebasan dari bawah keatas.


Sehingga menimbulkan ledakan di atas tanah, mengejar kearah YeSe Bu Hua.


YeSe Bu Hua terpaksa membatalkan serangannya, dia memilih terbang mundur menghindari ledakan kekuatan dahsyat tebasan pedang Thian Yi .


YeSe Bu Hua yang hanya berusaha menghindari serangan Thian Yi .


Dia lupa, di belakangnya adalah sebuah tebing curam dengan aliran sungai kuning yang deras di bawah sana.


Saat tubuhnya ingin mendarat kebawah, dia justru menginjak tempat kosong.


"Ahhhhhhh...!"

__ADS_1


Keluh YeSe Bu Hua kaget, saat tubuhnya terus meluncur kebawah, tercebur kedalam sungai, dan tertelan kedalam arus sungai kuning yang deras.


"Byuuur...!"


Air sungai muncrat tinggi keatas, saat tubuh YeSe Bu Hua tercebur kedalam sungai.


Thian Yi buru buru menyusul hingga tepi tebing, tapi saat dia tiba di sana.


Bayangan tubuh YeSe Bu Hua sudah tidak lagi terlihat.


Thian Yi hanya melihat pusaran air dan air sungai yang bergolak hebat.


"Hufff..!"


Keluh Thian Yi .


Sebelum kemudian dia melesat meninggalkan tempat itu.


Thian Yi kembali ke lembah Taring Serigala, menemukan Tang He, Lan Yu, dan Zhang Yu Chun.


Mereka sedang memimpin pasukan mereka, mengepung dan menyerang pasukan Mongolia yang sudah kehilangan semangat tempurnya.


Karena di sana mereka bertempur sendiri sendiri tanpa ada pemimpin, yang mengatur barisan.


Melihat hal itu, di mana hanya tinggal menunggu waktu saja, sisa pasukan Mongolia itu akan menyerahkan diri.


Thian Yi segera melesat meninggalkan tempat itu, segera bergerak kembali ketempat istrinya yang sedang bertarung sengit menghadapi Padri Tua yang mengejarnya.


"Boooommm...!"


Terdengar suara ledakan dahsyat, saat sebuah bayangan Buddha Iblis muncul menangkap sepasang tanduk di kepala Kim Kim.


Kemudian dengan kuat membanting nya keatas tanah.


Tidak cukup satu kali, bayangan Buddha iblis itu.


Terus melakukannya berulang kali, untuk mengurangi daya perlawanan kuat dari Kim Kim.


"Boooommm..!"


"Boooommm..!"


"Boooommm..!"


Tubuh Kim Kim terlihat di banting keatas tanah dengan keras.


Tapi Kim Kim belum menyerah, dari sepasang moncongnya yang terbuka lebar.


Kini menyemburkan api biru menyerang Buddha Iblis yang berusaha menahlukkan nya.


"Wusssshhh...!"


Api biru menyambar kearah wajah Buddha Iblis.


Tapi Buddha Iblis dengan sigap mendorong kepala Kim Kim menghadap kearah lain.

__ADS_1


__ADS_2