
Bing Han seketika di buat melengak oleh permintaan aneh Zi Zi yang sangat tidak masuk di akal.
Seorang gadis riang, lincah, lemah lembut, pengertian dan cerdas.
Juga memiliki kesaktian yang jarang ada tandingannya.
Bagaimana mungkin bisa memilki pemikiran dan permintaan konyol seperti ini.
Batin Bing Han, dia benar benar sulit mempercayai nya.
Sesaat kemudian Bing Han menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Apapun permintaan mu, selama ini aku hampir tidak pernah menolaknya.."
"Kamu juga tahu itu, tanpa perlu aku mengatakannya sekalipun.."
"Tapi permintaan mu yang ini, bagaimana aku akan memenuhinya..?"
"Tidak Zi Zi itu sangat konyol, aku tidak mungkin bisa memenuhinya.."
Ucap Bing Han tegas.
Zi Zi menghela nafas sedih dan berkata,
"Tidak apa-apa bila Bing Han ke ke tidak bisa memenuhinya.."
"Zi Zi mengerti.."
"Bing Han ke ke silahkan saja.."
"Zi Zi hanya ingin berdua dengan nya, tidak ingin di ganggu oleh siapapun.."
Selesai berkata, Zi Zi langsung menggendong jasad Nan Thian yang terkulai lemah.
Melesat meninggalkan tempat itu.
Meninggalkan Bing Han yang masih berdiri sendirian di sana.
Sesaat kemudian Bing Han langsung ingin terbang mengejar kearah Zi Zi pergi.
Tapi sebelum dia sempat bergerak, terdengar Zi Zi mengirim suara pesan jarak jauh untuk nya
"Bing Han ke ke aku menghargai persahabatan kita, menghargai Budi besar Bing Han ke ke terhadap Zi Zi.."
"Tapi sekali ini, tolong hargai pilihan Zi Zi, jangan memaksa Zi Zi membenci ataupun menyerang mu..Tanpa mengingat hubungan baik kita.."
"Bing Han ke ke, kita berpisah disini, jaga diri.."
Mendengar suara pesan jarak jauh dari Zi Zi, Bing Han terpaksa menghentikan langkahnya.
Dia berdiri diam dalam dilema, sesaat kemudian dia akhirnya tetap bergerak menyusul kearah Zi Zi pergi.
Hatinya tidak tenang, lagipula selain mengikuti Zi Zi, di dunia yang luas ini.
Saat ini dia juga tidak tahu harus melangkah kan kakinya kemana.
Tentu saja dia bisa memilih kembali ke pulau es, di gugusan pulau di wilayah lautan Utara sana.
Tapi saat ini kembali ke pulau, keadaan nya, tidak akan pernah sama lagi.
Hatinya tentu akan selalu di penuhi oleh penyesalan dan tidak akan pernah bisa bisa hidup tenang seperti dulu lagi.
Bing Han sudah memutuskan dia hanya akan mengikuti dari jarak jauh, tidak akan pergi melarang ataupun menganggu apa yang akan Zi Zi lakukan.
__ADS_1
Jadi Zi Zi pun tidak ada alasan untuk menolak kehadiran nya, yang hanya jadi pengawas jarak jauh.
Di tempat lain, Zi Zi terlihat berlari cepat menuju kota terdekat dari desa nelayan.
Saat tiba di kota tersebut, supaya lebih praktis perjalanan nya, tanpa menarik perhatian orang orang.
Zi Zi langsung memilih membeli sebuah kereta untuk memuat jasad Nan Thian .
Setelah itu, dia baru pergi mengunjungi sebuah toko yang khusus menjual peralatan dan perlengkapan untuk orang mati.
Saat tiba di depan toko yang di tuju, Zi Zi langsung melangkah masuk kedalam toko tersebut, menemui pemilik toko.
"Paman aku membutuhkan sebuah peti mati besar kualitas terbaik yang bisa muat dua orang.."
"Apa paman punya itu..?"
Tanya Zi Zi langsung ke point masalahnya, begitu bertemu pemilik toko.
"Ada nona muda,.. kemarilah.."
Ucap pemilik toko dengan senyum ramah.
Dia langsung mengantar Zi Zi menuju kesebuah ruangan kosong, yang khusus meletakkan berbagai macam bentuk dan ukuran peti mati.
Zi Zi mengikuti pemilik itu berkeliling, di mana pemilik toko terlihat dengan antusias mempromosikan, sekaligus menunjukkan barang dagangan nya ke Zi Zi.
Beberapa saat berkeliling, Zi Zi akhirnya berkata,
"Paman kalau yang terbuat dari batu giok ada..?"
Pemilik toko langsung menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak ada nona, bukannya kami tidak bisa menyediakan nya.."
"Tapi peti seperti itu sangat bernilai dan berharga, kami tidak berani menyediakan, karena takut tidak ada yang sanggup membelinya..'
"Aku akan membelinya, berapapun itu harganya.."
"Bagaimana ?"
Tanya Zi Zi balik.
Pemilik toko menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Tidak akan keburu nona, bukan aku tidak mau, barang seperti itu bahan nya saja harus di pesan.."
"Dari mulai pesan hingga bahan baku sampai kemari, paling cepat menghabiskan waktu 3 bulan.."
"Belum lagi proses pembuatan nya, itu juga akan makan waktu paling sedikit 3 bulanan.."
"Jadi paling cepat juga akan menghabiskan waktu setengah tahun.."
Ucap pemilik toko menjelaskan ke Zi Zi.
Zi Zi mengangguk paham, kemudian berkata,
"Bagaimana bila yang dari batu biasa..?"
Pemilik toko menggelengkan kepalanya dan berkata,
"Hampir sama saja, nahan belum ada paling cepat perlu waktu 4 bulanan, baru bisa tersedia.."
"Nona muda maaf saya orang tua banyak mulut, menurut ku lebih baik yang ada saja.."
__ADS_1
"Nona bisa menunggu, tapi yang di dalam kereta itu, tidak mungkin bisa.."
Ucap pemilik toko yang berpengalaman itu, langsung bisa menebaknya.
Di dalam kereta yang baru di beli oleh Zi Zi itu, didalamnya ada mayatnya.
Zi Zi menghela nafas panjang dan berkata,
"Baiklah kalau begitu yang ada di sini saja, berikan yang terbaik.."
"Tolong bantu muat kan kedalam kereta.."
"Nanti semua perhitungkan saja.."
Pemilik toko mengangguk cepat dan berkata,
"Baiklah nona, di sini ada 3 pilihan model peti nya, nona bisa memilih nya langsung.."
"Sisa nya, kami akan bantu mengurusnya.."
"Masalah biaya nona jangan khawatir, toko kami tidak akan pernah sembarangan menggetok harga, dari orang yang sedang berduka cita.."
Ucap pemilik toko itu berusaha menarik simpati pelanggan nya.
Cara itu terbukti berhasil, Zi Zi mengangguk pelan dan langsung memilih salah satu dari tiga peti yang pemilik toko itu tunjukkan.
Tanpa menanyakan harga maupun menawar nya.
Setelah beberapa saat memilih, Zi Zi akhirnya berkata,
"Paman yang ini saja.."
"Tolong bantu muat ke kereta.."
"Jasad suami ku jangan di usik, aku yang akan mengurusnya sendiri..."
Ucap Zi Zi cepat.
Pemilik toko meski merasa heran, tapi sebagai pengusaha profesional, dan sudah berpengalaman.
Dia memilih menyimpan rasa penasarannya, tidak mau mengucapkan sesuatu yang tidak akan mendatangkan keuntungan apapun.
Pemilik toko mengangguk cepat, tanpa menunggu dua kali pelanggan nya meminta.
Pemilik toko dengan sigap langsung bertindak mengatur segala sesuatu nya.
Zi Zi tidak perlu menunggu lama, pemilik toko sudah kembali menemuinya, dan berkata.
"Nona semua nya sudah siap.."
"Nona boleh pergi memeriksa nya, bila ada yang kurang, kami pasti akan memperbaikinya, hingga sesuai dengan harapan nona.."
Zi Zi mengangguk pelan, dengan hati dan perasaan kosong, dia pergi menghampiri kereta nya, menyingkap tirai nya sejenak.
Dia hanya memastikan keadaan jenazah Nan Thian baik-baik saja.
Setelah memastikan nya, dia langsung menutup tirai kereta.
Membayar semua biaya nya, lalu Zi Zi bergerak meninggalkan toko tersebut.
Dari toko yang menjual peralatan dan perlengkapan orang mati, kini Zi Zi mampir ketoko yang berlawanan dengan toko sebelum nya.
Toko kedua ini adalah toko yang menjual segala macam kebutuhan pengantin.
__ADS_1
Di sini Zi Zi masuk membeli segala yang dia inginkan.
Selesai berbelanja, dia langsung berangkat meninggalkan kota tersebut.