PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
MENGGAGALKAN RENCANA ZHANG SHIDE


__ADS_3

Zhang Shide memimpin pasukannya bergerak melakukan pembantaian sepanjang jalan.


Terhadap komandan perwira dan pasukan Zhu Yuan Zhang, yang sedang kesurupan dan terjebak dalam kurungan lapisan es beku, yang membungkus pinggang kebawah.


Perlahan-lahan Zhang Shide memimpin pasukan nya, mendekati bangunan menara pengawas.


Di mana Zhu Yuan Zhang dan beberapa pengawal setia nya berada.


Tang He, Zhang Yu Chun mereka berdua tidak mengalami kesurupan.


Tubuh mereka cukup kuat, sehingga racun yang masuk kedalam tubuh mereka belum beraksi.


Begitu pula Zhu Yuan Zhang, mereka bertiga masih dalam keadaan sadar.


Hanya tidak mampu bergerak bebas saja, karena sepasang kaki mereka terbelenggu oleh lapisan es tebal, yang di ciptakan oleh Nan Thian .


Mereka tahu maksud tujuan Nan Thian , Nan Thian sudah berikan penjelasan ke mereka.


Mereka bisa mengerti dan menerima keputusan Nan Thian , sambil menunggu datangnya tabib Hua yang sedang di jemput oleh Kim Kim.


Tapi kini situasi menjadi beda, mereka sedikit mengeluh dalam hati.


Saat melihat Zhang Shide hadir di sana, bersama pasukan elitenya, melakukan pembantaian.


Dan kini mereka sedang bergerak mendekatinya, ini benar benar celaka 13.


Zhu Yuan Zhang, Tang He dan Zhang Yu Chun mereka bertiga menatap cemas kearah Zhang Shide, yang sedang bergerak mendekat.


Zhang Shide tanpa memperdulikan Tang He dan Zhang Yu Chun, dia melewati kedua nya begitu saja.


Sambil tersenyum sadis, dia mencabut golok bergerigi nya dan berkata,


"Zhu Ba Jie, hari ini aku akan mengirim mu kembali ke neraka jahanam.."


"Bersiaplah.."


Zhu Ba Jie, adalah Siluman babi yang melakukan perjalanan ke barat mengambil kitab suci, di era dinasti Tang.


Zhang Shide sengaja mengkonotasikan Zhu Yuan Zhang dengan Zhu Ba Jie karena mereka sama sama bermarga Zhu yang artinya babi.


Ucapan ini adalah penghinaan dan pelecehan terhadap Zhu Yuan Zhang seterunya dalam perebutan kekuasaan itu.


Zhu Yuan Zhang tidak menanggapinya, dia malah tersenyum dan berkata,


"Lakukan saja kalau bisa,."


"Bila kamu bisa melakukannya, berarti aku tidak di takdir kan untuk memimpin rakyat negeri ini mengusir penjajah dari tanah air kita.."


Ucap Zhu Yuan Zhang sambil memejamkan matanya.


Ditempat lain Zhang Yu Chun dan Tang He di tempat terpisah, tidak berhenti berteriak teriak memaki maki Zhang Shide.


Tapi Zhang Shide, pura pura tidak mendengarnya, dia menulikan telinga nya.


Dia tanpa menoleh memberi kode kepada dua pengawalnya, untuk segera membantu nya, mengeksekusi Zhang Yu Chun dan Tang He.


Dia sendiri langsung mengayunkan golok di tangan nya, menyerang kearah leher Zhu Yuan Zhang.

__ADS_1


"Wuttttttt...!"


'Trangggg...!"


Zhang Shide sangat kaget saat serangan nya, tiba tiba ada yang menangkisnya.


Tapi begitu melihat siapa yang menangkisnya, dengan wajah kaget Zhang Shide segera melompat mundur menjauh.


"Ehhh kamu...!"


Ucap Zhang Shide kaget bercampur ngeri.


Saat melihat siapa yang menangkis serangannya tersebut.


Di tempat lain serangan kedua pengawal Zhang Shide kearah Tang He dan Zhang Yu Chun juga tertangkis oleh sebatang pedang yang mengeluarkan cahaya kuning keemasan.


"Trangggg...!"


"Trangggg...!"


"Sraaat..!"


"Sraaat..!"


Kedua pengawal Zhang Shide, langsung jatuh terkapar di atas tanah, dengan leher hampir putus.


Thian Yi lah yang bergerak menangkis dan membunuh mereka berdua sekaligus.


Di tempat lain nya, Siao Hung juga sudah bertarung dengan beberapa pasukan elite yang mengurungnya dengan tebasan golok.


Dengan kelincahannya, Siao Hung berhasil menghindar dan menyarangkan tendangan kakinya ke dada dua diantara pengepung nya.


Sedangkan tiga pengepung lainnya, di paksa mundur oleh sabetan pedang lentur di tangan Siao Hung.


Di saat bersamaan ditempat berbeda Hua Lung melindungi kakeknya Hua Sin yang tidak bisa ilmu silat.


3 pasukan elit bergerak menyerang nya dengan tebasan golok cepat.


"Singggg..!"


"Crasssh..!"


"Crasssh..!"


"Crasssh..!"


Tapi sebelum mereka tiba, tubuh mereka bertiga telah terpotong oleh seberkas cahaya biru merah, yang berasal dari tebasan pedang Hua Lung.


Prajurit elit itu mana sanggup menghadapi jurus andalan Ping Huo Ta Sia itu.


Hua Lung hanya menguasai 3 jurus ilmu pedang Naga Es Phoenix Api, tapi itu sudah lebih dari cukup buat Hua Lung melindungi dirinya dan kakeknya bila menghadapi situasi genting.


Puluhan prajurit elite segera maju mengepung Hua Lung dan Siao Hung.


Setelah melihat aksi mereka berdua menghajar dan menewaskan teman mereka.


Di tempat lain nya Zhang Shide yang berhadapan langsung dengan Kim Kim yang sedang tersenyum senyum.

__ADS_1


Dia lah yang paling sial, belum sempat dia mengerakkan goloknya.


Dia sudah di telan oleh Kim Kim dan di muntahkan kembali menjadi tumpukan tulang belulang.


Setelah membereskan Zhang Shide, dengan cepat Kim Kim yang berubah menjadi Naga Emas Raksasa, segera bergerak menekan semua sisa pasukan elit yang ketakutan.


Tapi mereka sulit melarikan diri, karena licinnya lantai di atas tembok benteng kota Nan Jing.


Nan Thian setelah membereskan Thian Tu, meski merasa tubuhnya ada yang kurang beres.


Nan Thian tidak lagi sempat untuk berpikir banyak, dia langsung bergerak cepat, melepaskan pukulan es surgawi, untuk mengurung pasukan Zhang Shide yang hadir di belakang Thian Tu.


"Bresss...!"


"Bresss...!"


"Bresss...!"


"Bresss...!"


"Bresss...!"


Nan Thian sambil beterbangan meliuk liuk seperti pergerakan seekor Naga.


Dia terus melepaskan pukulan keatas tanah, yang segera membuat tanah membeku dan menyebar luas kesekitarnya.


Semua pasukan Zhang Shide yang hadir di sana, segera di buat membeku setengah badan kebawah.


Mereka masih hidup, tapi tidak bisa bergerak bebas.


Karena kedua kaki mereka sulit di gerakkan.


Pasukan Zhang Shide yang ketakutan menghadapi Nan Thian yang memiliki kesaktian yang sangat mengerikan.


Mereka segera berputar arah melarikan diri kembali ke tepi sungai Wu Jiang.


Untuk menyelamatkan diri, dengan menggunakan perahu perahu mereka yang di parkirkan di tepi sungai.


Tapi itu hanya harapan mereka, Nan Thian tidak bersedia melepaskan mereka.


Dengan cepat dia melesat ke sana kemari, menebarkan teror, membekukan hampir sebagian besar pasukan Zhang Shide.


Sedangkan sebagian kecil yang berhasil menyelamatkan diri, mereka pada memilih melarikan diri kesegala jurusan.


Sehingga menyulitkan Nan Thian untuk menangkap mereka.


Nan Thian berpikir asalkan mereka kelak tidak akan kembali lagi, berbalik menjadi pengganggu pergerakan perjuangan Zhu Yuan Zhang menahlukkan Zhang Shizheng.


Nan Thian pun tidak ingin mempersulit mereka.


Nan Thian tidak bermaksud untuk melakukan pengejaran lebih jauh.


Cukup dengan mereka yang tertahan di sana, hampir 3/4 bagian dari keseluruhan pasukan Zhang Shizheng.


Ini sudah merupakan pukulan berat bagi kekuatan Zhang Shizheng.


Nan Thian memperkirakan kedepan nya, Zhang Shizheng tidak akan mampu memberikan perlawanan yang berarti lagi.

__ADS_1


__ADS_2