PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
THIAN TU


__ADS_3

"Jadi Nan Thian ke ke mengutus ku kemari, untuk menjemput Tabib Hua pergi mengunjungi Na Jing .."


"Membantu menyembuhkan penduduk kota Nan Jing yang sedang dalam kepungan air dan api.."


Tabib Hua Sin menghela nafas panjang dan berkata,


"Ilmunya dari keluarga ku, sedikit banyak aku memang harus bertanggung jawab.."


"Ditambah lagi menolong orang sakit adalah tugas seorang tabib.."


"Baiklah aku akan mengikuti nona Kim Kim kesana untuk melihat lihat apa yang kira kira, bisa aku lakukan. Untuk membantu orang orang yang terkena racun Thian Tu."


"Nona Kim Kim sebelum kita berangkat kesana, bisakah nona ceritakan apa ciri ciri orang yang terinfeksi oleh racun wabah itu..?"


Kim Kim mengangguk cepat, dia segera bercerita singkat tentang kondisi penduduk kota Nan Jing yang terinfeksi oleh wabah tersebut.


Tabib Hua Sin mendengarkan dengan seksama, sesaat kemudian saat Kim Kim menyelesaikan cerita singkatnya.


Tabib Hua Sin segera memerintahkan Hua Lung cucunya, untuk mengumpulkan semua dedaunan obat yang dia perlukan, untuk mengobati pasien.


Semua dedaunan itu di bungkus dan di beri nama, kemudian semuanya akan di bawa untuk mengobati orang orang di nan Jing yang terinfeksi wabah.


Hua Lung bekerja dengan sangat cekatan, setelah semuanya beres.


Dia segera berkata,


"Kakek semua sudah siap apa ada yang lainnya yang perlu di bawa..?"


Tabib Hua Sin berpikir sejenak kemudian berkata,


"Sudah tidak ada, mari kita berangkat.."


Mereka berlima segera meninggalkan ruangan tersebut.


Saat tiba di depan Jalan keluar pintu rahasia., Kim Kim langsung merubah dirinya menjadi Seekor Naga Emas.


Kim Kim mendekam di atas tanah, hingga semua nya, sudah duduk dengan baik di atas punggung nya.


Kim Kim baru berkata,


"Semua sudah siap..?"


Setelah mendapatkan jawaban kesiapan semua nya.


Kim Kim pun meluncur naik ke angkasa.


Lalu terbang kembali menuju kearah timur, awalnya pelan semakin lama semakin cepat.


Hingga akhirnya mereka sudah terbang jauh meninggalkan deretan pegunungan Kun Lun yang dari kejauhan terlihat seperti Seekor Naga sedang mendekam diatas tanah.


Sementara seluruh penduduk kota Nan Jing dan seluruh pasukan yang berada di sana, sedang terjangkit wabah dan terkurung dalam bekuan es.


Nan Thian yang berjaga di puncak menara Pagoda sembilan lantai.


Di hari ketiga sejak kepergian Kim Kim.

__ADS_1


Pagi ini saat matahari terbit, dia melihat pasukan besar Zhang Shide, sedang bergerak menuju kota Nan Jing yang di isolasi dengan bekuan es.


Nan Thian tentu saja tidak mau musuh memanfaatkan situasi ini, menghancurkan kota Nan Jing dan seluruh isinya.


Dia segera melesat turun dari menara pagoda lantai 9, dengan berlompatan ringan di atas wuwungan rumah penduduk.


Nan Thian yang muncul hilang muncul hilang, terbang melewati menara pengawas pintu gerbang barat.


Kemudian mendarat ringan di depan benteng kota, lalu dia kembali melesat ke depan untuk menyambut kedatangan pasukan besar Zhang Shide.


Zhang Shide yang melihat kedatangan Nan Thian , dia segera berkata,


"Senior Thian Tu kelihatannya racun mu tidak berpengaruh pada si rambut putih itu.."


"Dia sedang bergerak kemari, kita dalam bahaya, apa Senior punya ide..?"


Thian Tu menghela nafas panjang dan berkata,


"Dia itu sungguh merepotkan, aku jadi teringat dengan seseorang yang telah menyebabkan aku kehilangan lengan ku.."


"Kemungkinan besar bocah rambut putih itu muridnya.."


"Biarlah aku coba maju menahannya, sementara Panglima bisa coba menahlukkan kota itu, dengan barisan pasukan elite, yang sudah harus menggunakan obat anti racun nya."


"Jangan sampai ada yang terjangkit, yang terjangkit tidak boleh di biarkan hidup."


"Kuburkan saja .."


Ucap Thian Tu berpesan, sebelum dia melesat kedepan siap menyambut kedatangan Nan Thian .


Nan Thian yang tahu orang tersebut adalah Thian Tu di raja racun barat yang sangat berbahaya.


Nan Thian tidak berani meremehkan nya, meski kini dia kenal racun.


Tapi Nan Thian tidak mau ambil resiko, karena racun lawan nya itu sangatlah langka.


Bahkan Fei Yang dan Xue Lian kedua pasangan yang tiada tanding juga harus terluka oleh racun orang ini.


Dari kejauhan Nan Thian langsung melepaskan Tebasan Pedang Tanpa Wujud.


Menerjang cepat kearah Thian Tu, serangan Nan Thian tidak terlihat sama sekali.


Tapi begitu sudah mendekat, Thian Tu baru merasakan ada nya serangan hawa yang sangat tajam mengancam keningnya.


Thian Tu tidak sempat menghindari serangan tersebut.


Di tangan nya tiba muncul sebatang tombak sepanjang satu meter, yang mengeluarkan cahaya kehijauan.


Tombak itu bukan tombak sembarangan, tombak itu adalah tombak yang didapatkan nya dari seorang dewa yang tinggal di salah satu puncak gunung rahasia alam gaib, di deretan pegunungan Himalaya, yang penuh dengan misteri.


Setelah dia kehilangan sebelah tangan nya, dia pergi mendaki pegunungan Himalaya yang maha luas.


Untuk mencari guru yang tepat, untuk membantunya meningkatkan kemampuan nya.


Setelah dia di buat cacat oleh Fei Yang.

__ADS_1


Berkat kegigihannya dalam berjuang tanpa putus asa, akhirnya dia menggugah rasa iba seorang dewa misterius yang tinggal di pegunungan tersebut.


Dewa tersebut kagum dan iba dengan kondisi Thian Tu, sehingga dia menghadiahi Thian Tu tombak saktinya, juga beberapa mantra untuk meningkatkan kemampuan Thian Tu.


Sehingga Thian Tu mampu menggunakan tombak itu dengan leluasa.


Kini dengan tombak ajaib itulah dia menangkis serangan Nan Thian .


"Trangggg...!"


Benturan terjadi, seketika serangan Nan Thian berhasil dia punahkan.


Setelah memunahkan serangan pertama Nan Thian , Thian Tu kembali melanjutkan melesat mengejar kearah Nan Thian .


"Cuiiitt...!"


Thian Tu memberikan serangan balasan menyerang Nan Thian .


Terlihat ribuan cahaya tombak hijau melesat kedepan menyambut kedatangan Nan Thian .


Nan Thian langsung membalasnya dengan Tebasan Pedang Tanpa Perasaan.


Segera seberkas cahaya panca warna yang di dukung oleh bayangan lingkaran Tai Chi.


Melesat kedepan menyambut kedatangan serangan cahaya tombak hijau Thian Tu.


"Blaaarrrr...!"


Serangan Thian Tu berhasil di patahkan, oleh tebasan pedang jurus kedua Nan Thian .


Cahaya pedang pancawarna masih terus meluncur mengincar Thian Tu.


Thian Tu masih di kuasai perasaan dendam, sehingga energi.pedang itu tidak akan berhenti mengejarnya bila tidak terpatahkan atau kematian Thian Tu sendiri.


Melihat serangan Nan Thian masih terus meluncur menyerangnya.


Thian Tu segera memutar tombaknya membentuk sebuah lingkaran kemudian dia dorongkan kedepan.


Segera lingkaran yang mengeluarkan cahaya hijau tersebut.


Langsung berubah menjadi sebuah perisai cahaya hijau, dengan rune rune kuno di tengah perisai.


Rune rune tersebut bisa bergerak gerak sendiri, seperti sedang menari nari, mengikuti alunan mantra yang keluar dari mulut Thian Tu.


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr..!'


Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr..!'


Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr..!'

__ADS_1


__ADS_2