
Setelah kedua kakinya meminjam daya tolak dengan menendang dinding tembok di belakangnya.
Siao Siao Hung sambil meluncur berbalik mengejar kearah Nan Thian, dia berteriak keras, hingga menggetarkan seluruh ruangan
"Keinginan awal kehidupan..!"
Siao Hung melesat dengan pedangnya menembus energi pedang serangan dari Nan Thian .
Energi pedang tujuh warna terbelah dua lenyap begitu saja, setelah terbelah oleh pedang cahaya biru Siao Hung, yang terus meluncur deras kearah Nan Thian .
Nan Thian buru buru melepaskan jurus susulan, untuk menyambut kedatangan Siao Hung .
"Tebasan Pedang Tanpa Nama..!"
Seberkas energi pedang Tujuh warna yang membentuk garis lengkung vertikal melesat kearah Siao Hung .
Saat jarak tinggal satu meter, garis itu membelah diri menjadi banyak, sehingga mustahil orang bisa menghindari serangan tersebut.
Siao Hung yang datang tidak memperdulikan hal itu, energi cangkang hijau melindunginya.
Dia terus bergerak maju sambil kembali berteriak dan melepaskan Tebasan Pedang biru.
"Tebasan Pusaran Pemusnah Pedang..!"
Tebasan Pedang Siao Hung membentuk lingkaran cahaya biru berbentuk spiral yang menghisap semua energi pedang Nan Thian .
Semua energi pedang Nan Thian setelah terhisap langsung hilang tak berbekas.
Setelah memusnahkan serangan Nan Thian pusaran itu kini mengeluarkan daya hisap yang sangat kuat.
Berusaha menarik Nan Thian masuk kedalam pusaran energi pedang biru.
Nan Thian berusaha bertahan dengan membentuk energi pelindung gabungan tiga energi surgawi..
Cahaya tujuh warna memancar dari tubuh Nan Thian, berusaha bertahan, agar Nan Thian tidak sampai terhisap masuk kedalam pusaran.
Tapi saat Siao Hung mengeluarkan suara bentakan keras, diiringi munculnya bayangan Dewi es .
Nan Thian tidak lagi bisa bertahan, tubuh nya beserta energi pelindungnya terhisap kedalam pusaran.
Di dalam pusaran Nan Thian di hujani oleh serangan energi pedang biru yang tiada putus, berusaha untuk meluluh lantakkan seluruh perisai energi Nan Thian .
Nan Thian melihat perisai energi'nya mulai retak di sana sini, sepertinya tidak akan sanggup bertahan lebih lama lagi.
Nan Thian menghentakkan semua kekuatan nya, sambil mengeluarkan suara bentakan keras.
"Tiada awal tiada akhir...!"
Seluruh udara didalam ruangan dan di luar ruangan, sepenuhnya terhisap kedalam tubuh Nan Thian .
Berubah menjadi kekuatan tanpa batas yang meluluh lantakkan seluruh ruangan .
__ADS_1
Ledakan energi dahsyat tanpa batas dari Nan Thian berhasil melepaskan diri nya dari arus pusaran energi yang Siao Hung ciptakan.
Nan Thian begitu terlepas dari dalam pusaran, dia langsung meluncur cepat dengan pedang panca warna menuju pusat pusaran di mana Siao Hung berada.
Pedang Panca Warna meluncur menyatu dengan Nan Thian , membentuk sebuah bayangan pedang Tujuh warna melesat ke titik pusaran.
Siao Hung sendiri meski jurusnya tidak berhasil melumatkan Nan Thian .
Kini Nan Thian malah sedang mengejar kearah nya.
Siao Hung tidak terlihat gentar sama sekali.
Di titik pusat pusaran dengan pedang terhunus Siao Hung menghentakkan seluruh energinya.
Membentuk bayangan cangkang kura kura hijau kehitaman yang jauh lebih tebal dan lebih pekat.
Dia bersiap untuk menyambut serangan Nan Thian .
Begitu perisai terbentuk Siao Hung terus menerus juga menghisap energi semesta membanjiri tubuhnya.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi ledakan dahsyat yang menghancurkan segala sesuatu di dalam ruangan tersebut hingga dinding tembok ruangan yang super kuat juga ambruk semuanya.
Tidak ada yang sanggup menahan bias benturan dua kekuatan raksasa.
Dimana kekuatan itu secara terus menerus meledakkan kurungan tembok yang membatasi pergerakan kekuatan dahsyat yang terus berputar putar.
Mereka semua nya hadir lengkap di sana, hanya Siao Lung dan guru mereka di kakek misterius yang tidak terlihat hadir di sana.
Mereka bertiga menggabungkan energi berlindung didalam energi pelindung Genta berlian yang berlapis tiga.
Sehingga ledakan bias energi dari pertemuan kekuatan Siao Hung dan Nan Thian tidak mempengaruhi mereka bertiga.
Nan Thian tentu saja ingin pergi menahlukkan ketiga biang masalah itu.
Tapi sayangnya itu hanya keinginan sepihak nya.
Siao Hung masih terus menjeratnya di sana.
Dalam adu ilmu yang sudah mencapai titik puncaknya itu, bila dia mundur.
Dia pasti akan terluka parah bahkan kematian karena saat ini, Siao Hung sedang dalam keadaan kehilangan kesadaran dan akal sehatnya.
Mau atau tidak mau, Nan Thian harus bisa menahlukkan Siao Hung .
Baru dia bisa pergi membereskan ketiga orang itu, memaksa mereka memberikan penawar buat Siao Hung , sekaligus menunjukkan kemana perginya Siao Lung .
Nan Thian mengerahkan seluruh kekuatan dan kemampuannya dalam satu serangan terakhirnya.
Berhasil atau mati, semua bergantung pada satu jurus terakhir ini.
__ADS_1
Bayangan pedang tujuh warna yang sarat energi semesta terus meluncur seperti mata bor, berusaha menembus pertahanan Siao Hung, yang berlindung di dalam cangkang kura kura hijau.
Dalam satu hentakan kuat, bayangan cangkang kura kura hijau, akhirnya berhasil Nan Thian ledakkan, hingga hancur berkeping keping.
Pedang Nan Thian meluncur deras menuju Siao Hung , meski Nan Thian ingin menghentikan juga sudah tidak bisa.
Serangan itu bila sudah di lepaskan tidak mungkin pernah bisa di hentikan.
Siao Hung dengan siap tenang menyambut datangnya serangan Nan Thian .
Dia tidak menghindar ataupun menangkis, dia malah menghisap Nan Thian mendekatinya.
Siao Hung berteriak keras, saat pedang hanya tinggi 10 cm di depan dadanya.
"Alam Semesta Kekal Tak Bertepi..!"
Pedang Panca Warna terhisap masuk kedalam perut Siao Hung yang ditekuk kedalam.
Seluruh kekuatan serangan Nan Thian di hisapnya sebelum kemudian di returkan kembali dalam satu teriakan keras .
"Hyaaaaaat...!"
"Boooommm...!"
Kembali terjadi ledakan dahsyat di sekeliling arena pertempuran.
Kabut debu asap tebal memenuhi tempat itu, hingga tidak terlihat apa yang sedang terjadi di dalam sana.
Sesaat kemudian tubuh Nan Thian terpental keluar dari dalam kabut asap.
Nan Thian terpental keluar bagaikan layangan putus terbang mundur menjauhi kabut asap.
Sesaat kemudian dari balik kabut asap melesat keluar Siao Hung , berubah menjadi cahaya biru.
Melakukan pengejaran kearah tubuh Nan Thian yang sedang terpental menjauh.
Siao Hung meluncur masih diikuti oleh bayangan Dewi Es, yang terus memberikan dukungan pada setiap kekuatan serangannya.
Dalam sekejab mata pedang Siao Hung sudah berhasil menikam perut Nan Thian .
Nan Thian terus terdorong mundur, sepasang tangannya berusaha menahan daya dorong pedang Siao Hung .
Nan Thian yang terus terdorong mundur hingga tubuhnya tertahan oleh dinding tembok alam lapis kedua dari ruangan itu.
Sambil tersenyum pahit Nan Thian berkata,
"Siao Hung lekas sadarlah, bila kematian ku, bisa membuat mu sadar.."
"Untuk menolong dan menjaga mereka aku rela..."
"Crackkkkk..!"
__ADS_1
Pedang di tangan Siao Hung menebus perut Nan Thian, hingga ujungnya tertahan oleh dinding tembok di belakang sana.