
"Anak muda berhati hatilah tangan dan kaki tidak punya mata..."
Selesai berkata, Lu Siao Fung sudah hilang dari hadapan Fei Lung.
Fei Lung hanya melihat sebuah bayangan putih bergerak cepat berpindah kebelakang punggung nya.
Lalu dia merasakan ada suara desir halus muncul di belakang tengkuknya.
Fei Lung melebarkan sepasang kakinya melakukan gerakan split, sehingga sambaran jari Lu Siao Fung lewat diatas sana.
Dari bawah sana dengan gerakan gemulai, seperti seorang wanita sedang menarikan jari jemarinya.
Fei Lung menunjukkan ujung jari kelingkingnya kearah belakang.
Gerakan yang berkesan lucu, bagi yang menontonnya, tapi tidak bagi Lu Siao Fung .
Melihat ada sinar laser merah keluar dari ujung kelingking Fei Lung.
Lu Siao Fung segera menarik mundur totokkan jari saktinya, lalu dengan cepat dia membuang diri kebelakang melakukan salto mundur menghindari tembakan laser merah dari jati kelingking Fei Lung.
Ini ilmu 6 nadi pedang sakti yang dia pelajari dari Fei Hsia.
Suatu ilmu serangan totokan jari tingkat tinggi, yang masih satu tingkat di atas ilmu jari mentari.
Ilmu ini mengandalkan Chi tingkat tinggi, semakin tinggi Chi orang yang menguasai ilmu ini.
Maka semakin dahsyat efek serangan dari laser merah, yang dapat menembus perisai pelindung baja, ataupun senjata pusaka seperti menembus tahu.
Ilmu yang di terima Fei Hsia dari Lu Fan memang sangat dahsyat dan tidak main main.
Lu Siao Fung harus berulang kali bersalto kebelakang karena Fei Lung terus mengejarnya dengan ilmu totokkan ini.
Dia tidak berani menangkis nya, karena dia tahu laser merah itu, pasti akan melubangi tubuhnya dengan mudah.
Saat melihat pohon besar di belakangnya berlubang di beberapa tempat, setelah menjadi sasaran keganasan ilmu totokkan Fei Lung.
Lu Siao Fung bersyukur dia tadi memilih menghindar, tidak menyambut serangan Fei Lung.
Melihat Lu Siao Fung sudah kembali mantab berdiri nya, Fei Lung tidak lagi mencoba menyerangnya dengan Ilmu 6 Nadi Pedang Sakti lagi.
Dia kini melesat terbang kedepan dengan tangan membentuk cakar siap mencengkram dan mematahkan tulang leher Lu Siao Fung yang dia incar.
Lu Siao Fung segera menggunakan ujung kakinya, menendang pergelangan tangan Fei Lung dari bawah keatas.
Sehingga cakar Fei Lung terpental keatas.
Di saat bersamaan Lu Siao Fung melakukan gerakan berputar di udara, kemudian menggunakan kakinya yang lain buat menyerang dada Fei Lung yang terbuka dengan tendangan keras kebelakang.
__ADS_1
"Wuttttttt..!"
"Tapppp..!"
Tapi tendangan Lu Siao Fung menemui tempat kosong, karena Fei Lung sudah menarik mundur dada dan perutnya kebelakang.
Di saat bersamaan tangan Fei Lung yang membentuk cakar, dengan cepat malah menangkap pergelangan kaki Lu Siao Fung .
Menyadari bahaya mengancam, Lu Siao Fung sambil melayang di udara.
Dia melepaskan 4 kali totokan jari saktinya menyerang 4 jalan darah di depan tubuh Fei Lung.
Tapi totokkan nya menjadi melenceng, saat tubuhnya yang tergantung di udara di sentak oleh Fei Lung.
Sehingga dia kehilangan sasaran nya, serangan nya melenceng akibat posisi tubuh yang tidak stabil.
Sebelum dia sempat melakukan sesuatu, Fei Lung sudah membanting tubuhnya kebawah.
"Braaakkk..!"
Punggung Lu Siao Fung menghantam tanah, di susul oleh kepala nya.
Sehingga Lu Siao Fung merasa tatapan matanya menjadi nanar seketika.
Belum juga hilang rasa pusing dan sakit di punggungnya, sekali lagi Fei Lung menghantamkan tubuhnya keatas tanah dengan lebih keras lagi.
"Braaakkk..!"
Sebelum dia sempat melakukan sesuatu, sebutir obat telah di sentilkan oleh jari Fei Lung, masuk kedalam mulutnya yang terbuka dan menghilang kedalam perut nya.
Begitu obat tersebut masuk, Lu Siao Fung yang tubuhnya terlempar tergeletak di atas tanah .
Langsung mengalami kejang kejang hebat, sebelum dia kemudian benar benar kehilangan kesadarannya, menyusul Sui Sian dan Sim Qiao.
Setelah menumbangkan Lu Siao Fung , Fei Lung menjadi semakin percaya diri.
Dia sambil tersenyum bersemangat, dengan sepasang mata bersinar sinar berkata,
"Hayo siapa lagi berikutnya..!?"
"Aku berikutnya..!"
Teriak Sun Heng sambil melayang kedepan.
Belum orangnya tiba, sepasang belatinya sudah melesat cepat mengincar kearah tenggorokan dan dada kiri Fei Lung.
Fei Lung secara reflek, langsung menggeser sepasang kakinya.
__ADS_1
Menggunakan 32 langkah ajaib menghindari serangan belati terbang Sun Heng.
Tapi di luar dugaan sepasang belati itu seperti bernyawa, terus bergerak mengejar kemana pun Fei Lung bergerak menghindarinya.
Fei Lung dibuat pontang panting oleh kejaran sepasang belati cahaya hijau itu.
Dari pancaran cahaya belati itu, Fei Lung sadar cahaya hijau itu bukan berasal dari logam khusus yang bisa bersinar.
Melainkan berasal dari racun yang di oleskan di seluruh belati, sedikit saja orang tergores oleh sepasang belati terbang itu.
Maka nyawanya tidak akan bisa tertolong lagi.
Dugaan Fei Lung memang tidak salah, sepasang belati itu, memang rutin di celupkan kedalam bisa kalajengking hijau yang sangat beracun.
Sehingga belati yang aslinya berwarna putih berkilau, lama kelamaan berubah warna menjadi hijau terang.
Beberapa saat menghindar, Fei Lung akhirnya membentuk bayangan formasi diagram lingkaran perisai energi, dengan rune rune kuno d dalam lingkaran.
Untuk menahan serangan kedua belati itu.
Kedua belati akhirnya tertahan di udara, tidak mampu mendekati Fei Lung yang terlindungi oleh diagram lingkaran perisai.
Melihat senjatanya tertahan oleh mantra perisai Fei Lung.
Sun Heng langsung menghilang dari posisinya, dia tahu tahu muncul di belakang punggung Fei Lung.
Menggunakan sepasang cakar nya yang mengeluarkan cahaya hijau, ingin mencengkram kepala Fei Lung.
Meski gerakannya sudah sangat cepat, tapi Fei Lung masih bisa mengikuti pergerakan nya.
Fei Lung segera menggunakan lengannya yang lain di dorongkan keatas.
Sebuah lingkaran mantra kutukan, yang berbentuk lingkaran besar muncul di udara.
Lingkaran berwarna putih dengan rune rune kuno di tengahnya, berputaran di udara mengeluarkan suara berderit.
Cahaya yang di pancarkan oleh mantra itu menyinari Sun Heng di bawah sana.
Sun Heng terkurung oleh cahaya putih yang mengeluarkan aura yang sangat menekan.
Membuat dirinya kesulitan untuk bergerak, sepasang cakarnya yang terarah ke kepala Fei Lung.
Kini dia tarik dan arahkan keatas untuk menahan daya tekan dari mantra kutukan yang Fei Lung mainkan.
Daya tekan diagram kuno itu sangat kuat, hingga Sun Heng yang awalnya masih bisa berdiri.
Kini sudah jatuh berlutut di atas tanah, Sun Heng merasa seperti sedang di tindih oleh gunung lima jari tak berwujud.
__ADS_1
Saking beratnya, Sun Heng merasa tulang tulang di tubuhnya berderak, bahkan untuk sekedar bernafas pun terasa sulit.
Sekali lagi terdengar suara formasi diagram kuno berderak di udara.