PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
NASIB ZHU DI DAN PUTRI XU DA


__ADS_3

Nan Thian Zi Zi dan putri kecil mereka, saat tiba di kediaman Xu Da, mereka langsung di sambut oleh Yue Lin Istrinya, dan keluarga Xu Da, yang bertindak sebagai panitia penyambut tamu, yang hadir dalam upacara sembahyang penghormatan Xu Da.


Putra mahkota dan istrinya, yang merupakan putri ketiga Xu Da juga terlihat ikut hadir di dalam ruangan sana dalam pakaian berkabung.


Sedangkan di depan altar sembahyang, yang di belakang nya ada peti mati berisi jasad Xu Da .


Di sana terlihat putra putri menantu dan cucu cucu Xu Da, mereka semua berlutut di kanan kiri ruangan.


Siap menyambut tamu yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir bagi Xu Da.


Hanya istri Xu Da yang terlihat duduk sedih di sebuah kursi besar seorang diri.


Airmata terlihat bercucuran membasahi wajahnya, begitu banyak kenangan suka duka terlintas di depan matanya, yang selalu menatap kosong kearah peti jenazah suaminya yang mewah dan megah.


Begitu banyak ketidakpuasan kesedihan penyesalan dan kekecewaan yang semuanya tersimpan rapat.


Sulit diungkapkan hanya bisa dia simpan dan pendam di dalam hatinya.


Nan Thian Zi Zi dan putri mereka saat tiba di dalam ruangan tersebut.


Mereka di temani oleh Yue Lin kakak Nan Thian, pergi menemui istri Xu Da.


Melihat kedatangan Nan Thian dan Yue Lin, nyonya yang sudah paruh baya itu tersenyum sedih.


Dia bangkit dari kursinya, untuk saling memberi hormat dan mengucapkan terimakasih atas kehadiran Nan Thian dan keluarganya.


Dia tidak banyak bicara, dia hanya mendekati Nan Thian dan Yue Lin, lalu berbisik pelan,


"Kini hanya tersisa kalian berdua.."


"Selagi sempat lepaskan dan relakan semua.."


Ambil jalan Tang He adalah yang terbaik.."


Selesai berkata, nyonya rumah itu, langsung kembali ketempat duduknya.


Dia kembali terlihat termenung sedih menatap peti mati suaminya dengan airmata membasahi wajahnya yang mulai tua.


Nan Thian sempat menatap heran kearah Yue Lin kakak nya, meminta penjelasan.


Tapi Yue Lin hanya memberi kode dengan gelengan kepala saja.


Lalu dia buru buru mengajak Nan Thian untuk pergi memberikan penghormatan terakhir ke Altar sembahyang di tengah ruangan.


Nan Thian Zi Zi juga putri mereka, mereka bertiga menerima dupa dari putra pertama Xu Da.


Setelah melakukan doa penghormatan terakhir, Nan Thian dan keluarganya, mengembalikan dupa ke anak pertama Xu Da, untuk di bantu di tancapkan di tempat dupa.

__ADS_1


Dari sana Nan Thian memberikan penghormatan kepada keluarga yang di tinggalkan, setelah berbasa basi sejenak Nan Thian dan keluarganya ikut duduk bergabung dengan tamu lainnya di luar ruangan .


Tidak lama setelah kedatangan Nan Thian ,


Tiba tiba terdengar suara teriakan keras dari arah pintu depan kediaman Xu Da yang di lakukan secara estafet oleh petugas penerima tamu.


"Yang Mulia kaisar Hong Wu.. tiba ..!"


Suara estafet yang keras itu saat sampai ketempat itu.


Semua tamu yang hadir di sana segera menjatuhkan diri berlutut.


Yue Lin dan istri nya tidak terkecuali.


Hanya Nan Thian dan keluarganya yang terlihat tetap berdiri di sana.


Karena dia memang pernah menerima hadiah dari kaisar Hong Wu.


Hadiah tidak perlu berlutut, dimana pun juga saat bertemu dengan kaisar Hong Wu, Zhu Yuan Zhang.


Di dalam ruangan sendiri, begitu terdengar di sebutkan kedatangan Hong Wu.


Semua keturunan Xu Da, terlihat menunduk kan kepala mereka dalam dalam.


Hanya nyonya Xu Da yang bangkit berdiri, mendengus dingin.


Nyonya tua itu tidak bersedia hadir di tempat, dia bahkan sudah berpesan jauh sebelumnya ke pada putra putrinya.


Bahwa dia sudah tua kurang sehat, jadi dia tidak ikut serta mengantar. Saat suaminya di kebumikan.


Tak lama setelah nyonya tua itu meninggalkan ruangan, Kausar Hong Wu dan rombongan keluarnya pun tiba.


Saat melintasi ruangan depan, saat melewati Nan Thian , kaisar Hong Wu sambil tersenyum sedih dan berusaha menahan tangis.


Dia memberikan anggukan kecil kearah Nan Thian .


Nan Thian juga membalasnya dengan anggukan sopan, begitupula Zi Zi .


Sedangkan Ying Ying putrinya yang masih kecil, dia memilih menundukkan kepalanya.


Tidak terlalu ambil perduli dengan kedatangan orang yang lewat di hadapannya.


Kaisar Hong Wu datang untuk memberikan penghormatan terakhir.


Sebelum jasad sahabat baiknya, itu di bawa untuk di kebumikan di taman makam para pahlawan dinasti Ming, yang sudah lama di persiapkan secara khusus oleh Zhu Yuan Zhang.


Zhang Yu Chun di makamkan di sana, begitupula dengan Lan Yu, kini menyusul adalah Xu Da.

__ADS_1


Saat jasad Xu Da di bawa pergi untuk di kebumikan, semua orang ikut ke taman pemakaman mengikuti prosesi pemakaman hingga selesai.


Tentu saja pengecualiannya adalah istrinya Xu Da, dia memilih tidak ikut serta.


Setelah acara pemakaman selesai, kaisar Hong Wu adalah yang paling pertama meninggalkan lokasi pemakaman, sebelum akhirnya semua orang ikut meninggalkan kawasan taman pemakaman di atas bukit tersebut.


Saat meninggalkan tempat pemakaman Zhu Yuan Zhang sempat berkata kepada Nan Thian ,


"Ping An Wang ada waktu mainlah ke istana...."


Nan Thian menjawabnya dengan anggukan kecil dan berkata,


"Terimakasih Yang Mulia.."


Setelah semua orang bubar dari acara pemakaman.


Nan Thian segera mengikuti Yue Lin kembali ke kediaman nya.


Yue Lin mengajak Nan Thian dan Zi Zi ikut dengan nya ke kamar rahasia pribadi di ruang bacanya.


Sedangkan Ying Ying yang senang bermain dengan kakak misan nya, putrinya Yue Lin dan Mei Mei, mereka diawasi dan ditemani oleh Mei Mei istrinya Yue Lin.


Di dalam ruangan rahasia itu, setelah mereka duduk bersama, Yue Lin baru mulai menceritakan semuanya.


Termasuk apa yang di alami oleh Xu DA, dan penyebab kematiannya yang menjadi aib keluarga kerajaan Ming.


Yue Lin juga menceritakan tentang posisinya saat ini, dikota raja, maupun di istana.


Nan Thian hanya mendengarkan saja, semua cerita kakaknya tanpa berkomentar.


Baru setelah kakaknya menyelesaikan ceritanya, Nan Thian baru buka suara.


"Kakak setelah insiden kematian ayah mertuanya, bagaimana nasib calon putra mahkota Zhu Di selanjutnya.."


"Ketiga kakaknya telah meninggal awal, apa mungkin..?"


Yue Lin tersenyum pahit dan berkata,


"Jabatan calon putra mahkotanya masih melekat, tapi yang jelas setelah proses pemakaman selesai.."


"Zhu Di dan istrinya, serta beberapa putra Xu Da, yang memangku jabatan militer."


"Mereka semua akan di kirim ke perbatasan Utara, untuk menjaga perbatasan, dari gangguan sisa pejuang Monggolia, yang masih bertahan dan sering datang memberikan gangguan di perbatasan."


"Ada gosip posisi putra mahkota akan di berikan ke Zhu Yun Wen, atau Jian Wen putra pertama Zhu Biao."


Zhu Biao adalah putra pertama Kaisar Hong Wu, yang meninggal dalam usia muda karena stress.

__ADS_1


__ADS_2