
"Tak perlu berteriak teriak,.."
"Aku ada di sini,.."
"Apa yang kamu inginkan.."
Ucap Nan Thian berusaha bersikap santai dan tenang.
Padahal di dalam hati Nan Thian sedikit mengeluh.
Dia baru saja habis berjuang keluar dari lubang maut.
Kini maut kembali datang menghampirinya, ini benar benar bukan waktu yang tepat untuk melawan Padri Setan yang sakti ini.
Selama ini dia hampir tidak pernah bertemu tanding.
Tapi setelah kejadiannya dengan Siao Hung, tiba tiba musuh berat bermunculan.
Apa ini pertanda bahwa karma nya yang tidak bertanggung jawab terhadap Siao Hung mulai berbuah.
Batin Nan Thian dalam hati.
Samsara tersenyum mengejek dan berkata,
"Bocah busuk, aku kemari tentu, untuk mengincar kepala mu.."
"Bersiaplah sekali ini, kamu tidak akan semujur sebelumnya.."
Selesai berkata Samsara langsung membentuk mudra di depan dadanya.
Bayangan Budha Iblis kembali muncul di belakangnya, menyeringai kejam kearah Nan Thian .
Melihat Samsara sudah mulai bersiap menyerangnya, Nan Thian tidak berani meremehkan Samsara .
Pedang Xuan Yuan sudah muncul di tangan nya.
Perlahan-lahan tubuh Nan Thian melayang keatas.
Menyerap hawa semesta memasuki tubuhnya bersiap melepaskan serangan menyambut datangnya serangan Samsara .
Samsara sekali lagi melesat keatas dengan tapak terbuka,
"Cahaya Buddha Iblis Menyelimuti Jagad Raya..!"
Masih dengan jurus yang sama, tapi hawa sakti yang terkandung di dalamnya jelas berbeda jauh dengan sebelumnya.
Pancaran cahaya Kegelapan nya jauh lebih pekat dan lebih banyak.
Buddha Iblis yang mendukungnya di belakang, juga terlihat lebih jelas menyatu dengan si Padri Setan itu.
Melihat keseriusan lawan di jurus pembuka nya, Nan Thian juga tidak mau tanggung.
Dia segera mengerahkan kekuatan puncak nya bersiap melepaskan jurus Tebasan Pedang Tanpa Nama.
Untuk menyambut kedatangan serangan si Padri Setan.
Cahaya Pelangi turun dari atas seperti jatuhnya meteorit dari angkasa.
Menyambut jutaan cahaya hitam yang datang dari bawah sana, seperti jarum jarum raksasa.
__ADS_1
Siap menembus apapun yang menghalangi pergerakan nya.
"Boooommm...!"
Terjadi Ledakan dahsyat di udara, disertai dengan bias cincin energi raksasa, dan terpaan angin badai yang menyapu segala apapun yang di lewati nya.
Suara hiruk pikuk pepohonan bertumbangan mewarnai sekitar area pertempuran dalam radius 1 Li mengalami kerusakan fatal.
Nan Thian tidak bergeming di tempat, hanya pakaian nya saja yang berkibar kibar.
Sedangkan Si Padri Setan, tumbuhnya jatuh terhempas ke atas tanah.
Hingga menimbulkan sebuah kawah kecil, tempat dia tergeletak melesak masuk kedalam tanah.
Tapi semua kejadian itu hanya berlangsung sekejab mata saja, Padri Setan hanya terbaring sejenak.
Sebelum kedua tangannya memukul tanah di sampingnya.
Tubuhnya langsung melejit terbang keatas.
Dia kembali melepaskan serangan selanjutnya, dengan jurus yang lebih dahsyat tenaga yang jauh lebih mengerikan.
"Kesaktian Buddha Iblis Tiada Tara..!"
Sesosok Buddha Iblis muncul menemani Padri Setan meluncur keatas dengan sepasang telapak tangan terbuka.
Buddha Iblis kecil kecil beterbangan di depan melesat menerjang kearah Nan Thian , dengan gaya jurus yang sama.
Melihat hal tersebut, Nan Thian diam diam mengeluh di dalam hati.
Benturan tadi meski dia di luar terlihat baik baik saja dan jauh lebih unggul.
Nan Thian sedikit khawatir akan kembali kambuh penyakitnya.
Tapi melihat musuh sudah datang di depan mata.
Nan Thian tidak punya pilihan, dua kini mengerahkan kedua kekuatan nya yang bergolak, untuk di gabungkan dalam satu Tebasan Pedang Tanpa Nama, jurus yang sama dengan sebelumnya.
Ribuan cahaya pedang hitam putih melesat turun dari angkasa, menghancurkan Buddha iblis kecil kecil.
Sebelum pedang Panca Warna kembali bertemu dengan Tapak Padri Setan yang sarat dengan energi kegelapan.
"Boooommm...!"
Lagi lagi terjadi Ledakan yang jauh lebih dahsyat lagi, kini efeknya sampai radius 2 Li mengalami kerusakan.
Akibat bias dari ledakan benturan dahsyat Nan Thian dan si Padri Setan.
Lagi lagi tubuh Padri Setan terbanting kebawah, membentuk kawah yang lebih besar dan jauh lebih dalam lagi .
Sekali ini Si Padri Setan terlihat agak kesulitan untuk bangkit berdiri.
Dari sudut mulutnya terlihat ada rembesan darah segar, sedangkan tangan kanannya dia gunakan untuk menekan dadanya yang teras nyeri.
Dari penampilan tersebut, jelas dalam pertemuan barusan dia mengalami luka cukup serius.
Tapi sesaat Padri Setan berdiri, hawa kegelapan terus keluar dari dalam tanah masuk kedalam tubuhnya tanpa henti.
Sehingga dalam waktu singkat dia sudah kembali bisa mengeluarkan suara tawa keras.
__ADS_1
Keadaan nya sudah pulih kembali.
Dia langsung bersiap siap mengerahkan jurus pamungkasnya.
Bersiap melakukan pertaruhan terakhirnya melawan Nan Thian .
Nan Thian sendiri di angkasa sana, hanya terpental mundur belasan meter.
Kondisinya sama seperti sebelumnya terlihat baik baik saja.
Tapi di dalam sana tubuhnya mengalami pergolakan hawa es dan api yang jauh lebih hebat.
Nan Thian berusaha memanfaatkan waktu, saat si Padri Setan sedang memulihkan diri tadi.
Dia berusaha secepat mungkin menetralisir kedua hawa yang bergolak dengan bantuan penyerapan kekuatan alam semesta.
Untuk menekan pergolakan kedua energi itu, untung baginya, usaha tersebut berhasil.
Elemen tanah berhasil membantu nya menekan pergolakan kedua kekuatan yang saling bertentangan tersebut.
Setelah keadaan nya stabil kembali. Nan Thian yang tidak punya pilihan lain, dia segera bersiap mengerahkan jurus
yang selama ini hanya dia latih, tapi tidak pernah dia mainkan.
Nan Thian tidak mau berlama-lama melawan Padri Setan ini.
Dia harus segera menuntaskannya, Nan Thian semakin khawatir penyakit nya.
Setiap saat bisa kambuh, maka nya dia langsung menggunakan jurus rahasia nya .
Jurus ke 5 Tebasan Pedang Tiada Awal Tiada Akhir..
Begitu jurus ke 5 di kerahkan Sungai Yang Tze yang tidak jauh dari tempat pertarungan mengalami pergolakan hebat .
Tanah mengalami gempa dahsyat, hingga muncul retakan lebar di mana mana.
Bumi merekah siap menelan apapun berada diatasnya.
Pepohonan satu persatu bertumbangan, seperti di Landa badai dahsyat
Tidak ada pohon yang sanggup bertahan, betapa pun besar dan tua nya pohon tersebut.
Tanah yang merekah dan berguncang hebat itulah penyebab utama nya.
Angin badai berputar-putar datang menghajar apapun yang di lewatinya.
Awan Mendung bergulung gulung di angkasa, semuanya berkumpul jadi satu.
Sehingga langit berubah gelap, keadaan di bawah sana pun, terlihat berubah menjadi gelap gulita.
Petir sambar menyambar dengan suara mengelegar memenuhi angkasa.
Cahaya kilat yang membantu menerangi suasana di bawah sana, membuat suasana di bawah sana terlihat sebentar terang, sebentar gelap.
Gua tempat Nan Thian berteduh sebelum nya, kini sudah meluruk kebawah.
Karena tebing di atas Gua, kini sudah runtuh kebawah.
Dalam sekejab mata, Gua tersebut hilang, berubah menjadi tumpukan batu besar, yang membentuk sebuah bukit kecil.
__ADS_1