
Banyak diantara mereka mulai melarikan diri, mereka menganggap Nan Thian, adalah putra langit, yang di utus oleh kaisar langit, untuk memberikan dukungan pada kerajaan Ming.
Sehingga mereka kehilangan harapan, terhadap kerajaan Zhou.
Mereka mulai lebih memilih mundur atau melarikan diri, berusaha sebisa nya, menjauhi Kim Kim dan Nan Thian .
Zhang Shide yang tidak berhasil mengontrol keadaan tersebut.
Dengan sangat terpaksa.
Dia melepaskan instruksi agar seluruh pasukan kerajaan Zhou bergerak mundur.
Dia memberikan instruksi penarikan mundur barisan pasukan nya.
Kapal kapal perang pasukan kerajaan Zhou segera bergerak mundur kearah bagian tengah sungai .
Sisa pasukan mereka yang terjebak di tepi pantai, terpaksa menyerahkan diri, membuang senjata.
Seluruh pasukan kerajaan Ming bersorak dengan gembira.
"Hidup Putra langit,...!"
"Hidup Naga emas..!"
"Hidup Putra langit,...!"
"Hidup Naga emas..!"
"Hidup Putra langit,...!"
"Hidup Naga emas..!"
Sorak pasukan Ming dengan penuh antusias, mereka kagum sekaligus bangga, di pihak mereka mendapatkan dukungan dari Nan Thian dan Kim Kim.
Yue Lin Tang He dan Zhang Yu Chun juga ikut bersorak gembira, merayakan kemenangan telak mereka pada pertemuan pembukaan tersebut.
Beberapa saat kemudian setelah situasi sudah lebih kondusif, Yue Lin baru memerintahkan untuk mengirim para tawanan perang, untuk di serahkan ke Xu Da.
Xu Da yang bertanggung jawab di garis belakang, akan mengurus para tawanan perang di kirim ke markas militer mereka di Nan Jing.
Setelah memberikan pengarahan pengurusan tawanan, Yue Lin segera memerintahkan pasukannya untuk mendirikan kemah pertahanan sementara diatas bukit tersebut.
Kemudian dia melakukan perhitungan ulang sisa pasukan yang selamat dan pasukan yang tewas, hingga yang terluka.
Yang terluka, semua di kirim kembali ke markas.
Setelah melakukan pendataan ulang, total yang tewas dan terluka yang di kirim kembali ke markas mencapai 10.000 personil.
Kini pasukan Yue Lin hanya tersisa 40.000 personil.
Di pihak lain, di tubuh pasukan kerajaan Zhou, Zhang Shide juga sedang memberikan laporan kepada kakaknya.
"Yang Mulia total kerugian pasukan kita yang terluka dan tewas mencapai 70.000 personil.."
Lapor Zhang Shide sambil berlutut di depan kakaknya.
Zhang Shizheng menatap tajam kearah adiknya dan berkata,
"Berapa jumlah musuh kalian..!?"
"Kurang lebih mungkin 50.000 Yang Mulia.."
__ADS_1
"Brakkkk...!"
"Dasar tak berguna..!"
"Mengapa bisa begitu..!?"
Zhang Shide dengan wajah merah padam berkata,
"Maaf Yang Mulia, posisi kita lemah, karena Medan tempur di tepi pantai yang sulit.."
"Sedangkan lawan di untungkan oleh Medan pertempuran, yang turun dari puncak bukit, mengikuti cahaya matahari terbit, yang menghalau jarak daya pandang kita.."
"Tapi penyebab paling utama kegagalan kita, adalah hadirnya pemuda rambut putih dan Naga Emasnya.."
"Bila dia tidak muncul, aku yakin kita pasti akan mampu menghancurkan lawan kita."
Ucap Zhang Shide menjelaskan situasi di Medan perang saat itu.
Zhang Shizheng menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi dan berkata dengan suara kesal,
"Lagi lagi dia, sungguh menyebalkan, apa kita tidak punya cara lain untuk menyingkirkan nya."
"Coba kalian semua bantu pikirkan, bagaimana cara menyingkirkan pemuda rambut putih itu dan naga emas nya itu..?"
Kini semua yang hadir menatap kearah Kwee Sin.
Kwee Sin tidak bisa menjawab maupun memberikan tanggapan.
Karena sesepuhnya yang aneh belum memberikan jawaban pasti.
Dia juga tidak berani memaksa, hal inilah yang dahulu membuat dia tidak terpilih oleh Zhang Shizheng.
Saat memilih sekte nya yang maju atau sekte Lautan Pedang yang maju.
Kini sektenya menjadi kandidat tunggal, setelah Sekte pedang langit musnah, sekte lautan pedang juga hancur .
Tapi sialnya andalan nya justru tidak muncul muncul memberikan jawaban.
Zhang Shizheng mengerti jalan pikiran bawahannya, dia segera berkata,
"Kalian jangan berfokus dan berharap dari Kwee Sin saja.."
"Coba kalian pikirkan jalan lain ."
"Secepatnya kita harus menemukan cara menyingkirkan Pemuda itu."
Perdana menteri Li Po maju kedepan dan berkata,
"Bila cara kekerasan tidak bisa, kita harus pikirkan cara untuk menggunakan racun.."
"Tapi untuk itu harus ada yang berangkat ke Beijing, Thian Tu adalah pilihan terakhir kita.."
"Orang itu dulu mampu menghancurkan sang legenda dari barat.."
"Tentu dia punya kemampuan untuk itu.."
Zhang Shizheng menatap perdana menteri Li Po dan berkata,
"Tapi Beijing begitu jauh, saat ini hubungan kita dengan pihak Kubilai Khan sedang tidak baik.."
"Ke sana kita hanya akan seperti ular mencari penggebuk.."
__ADS_1
"Sementara peperangan ini bagaimana kita sudah terlanjur sampai di sini.."
"Kita saat ini seperti sedang menunggang diatas punggung harimau.."
"Turun salah, tidak turun juga salah.."
Perdana menteri Li Po tersenyum dan berkata,
"Yang Mulia terkadang mundur belum tentu adalah pilihan buruk.."
"Kita tahu saat ini, Zhu Yuan Zhang baru saja menahlukkan Chen You Liang.."
"Dia juga perlu istirahat, dan melatih pasukan baru, untuk ambisi nya.."
"Perkiraan saya dalam waktu dekat ini, bila kita tidak bergerak, dia juga tidak mungkin berani bergerak."
"Aku tadi sempet mendengar pasukan Ming terus menerus meneriakkan kan kata putra langit dan Naga Emas.."
"Bila gosip ini terus menyebar keseluruh wilayah Zhu Yuan Zhang.."
"Menurut mu, Zhu Yuan Zhang apa akan diam saja, membiarkan popularitas nya, menurun ? tertekan oleh popularitas pemuda itu.."
"Apa Zhu Yuan Zhang Sudi menyerahkan tahta nya pada pemuda itu ?"
"Ini tentu akan menjadi masalah internal mereka.."
"Kita bisa membantu mengaduk gosip ini, lewat mulut mata mata kita ."
"Aku jamin akan ada tontonan menarik.."
Zhang Shizheng bangkit duduk dari sandaran kursi nya, menatap kearah perdana menterinya dengan penuh semangat dan berkata,
"Coba jelaskan lagi strategi mu, ini jadi menarik.."
Perdana menteri Li Po segera berbisik bisik di dekat teling Zhang Shizheng.
Zhang Shizheng mengangguk angguk dengan penuh semangat.
Sesaat kemudian dia segera memegang kedua telapak tangan perdana menteri Li Po dan berkata,
"Strategi yang bagus, aku mengandalkan mu.."
Perdana menteri Li Po segera menjatuhkan diri berlutut dan berkata,
"Terimakasih atas kepercayaan Yang Mulia, aku berjanji akan menggunakan nyawa ku sebagai taruhan nya.."
"Aku tidak akan pernah kecewakan harapan Yang Mulia..'
Zhang Shizheng dengan wajah gembira segera menepuk lembut punggung tangan perdana menteri Li Po dan berkata,
"Tak perlu seperti itu, kamu bangkitlah berdiri..'
"Mari duduk di sisi ku.."
Ucap Zhang Shizheng sambil menepuk kursi kosong di sebelah nya.
Perdana menteri Li Po setelah mengucapkan terima kasih, dia pun ikut duduk di sana.
Setelah perdana menteri Li Po duduk di sebelahnya, Zhang Shizheng segera menyapukan pandangannya kearah semua yang hadir dan berkata,
"Zhang Shiyi, Zhang Shide segera tarik mundur seluruh pasukan kita.."
__ADS_1
"Kita kembali ke Su Zhou sekarang.."