PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
DESA NELAYAN IKAN


__ADS_3

Ping Ping yang berdiri di sampingnya sampai melongo melihat apa yang Nan Thian lakukan.


Di saat dia sedang melongo, tiba tiba kail pancing nya berbunyi.


Ping Ping segera sadar, dia buru buru pergi mengurus joran pancing nya..


Karena lonceng kecil di joran nya berbunyi, itu tanda kailnya di sambar ikan.


Jadi dia harus buru buru mengurusnya, sebelum joran pancing nya di bawa pergi oleh ikan yang dia pancing.


Ping Ping sangat kaget saat dia mencoba menarik joran pancing nya, ternyata begitu berat.


Hampir saja tubuhnya di bawa terjun kedalam laut, bila dia tidak keburu di sambar dan di tahan dalam pelukan Nan Thian .


Awalnya Ping Ping sangat kaget, tapi saat menyadari apa yang sedang terjadi.


Wajahnya otomatis kembali merah padam, jantungnya berdebar debar dengan sangat kencang.


Seolah-olah hampir jungkir balik dan copot dari tempat nya.


Ping Ping tiba tiba merasa seluruh tubuhnya lemas tak bertenaga dalam dekapan Nan Thian .


Sepasang kakinya hampir tidak kuat menopang tubuh nya.


Untungnya apa yang dialaminya dan semua jalan pikirannya, sama sekali tidak di ketahui oleh Nan Thian .


Nan Thian terlihat sedang sibuk menahan joran di tangan nya, yang terus ditarik oleh ikan yang sedang berusaha meronta ronta, ingin melepaskan diri dari mata kail yang bersarang di rongga mulutnya .


"Ping Ping apa yang harus kulakukan, menariknya aku takut joran patah, tali pancing juga bisa saja putus ..?"


"Bila tidak di tarik, nanti ikannya lepas..?"


Tanya Nan Thian bingung .


Mendengar pertanyaan panik Nan Thian, Ping Ping seolah olah baru saja di tarik kembali dari alam bawah sadarnya.


Dia kini buru buru ikut bantu memegang Joran pancing, lalu dia memberi petunjuk ke Nan Thian kapan pancing harus di tarik, dan kapan harus di lepas.


Dengan tarik ulur perlahan-lahan akhirnya seekor ikan seukuran paha pria dewasa.


Berhasil mereka berdua angkat keatas perahu.


Nan Thian yang dari tadi satu tangan membantu menahan joran pancing, satu tangan lain menahan tali jala, agar jala nya tidak hilang, terbawa kedasar laut.


Kini dia bisa fokus menarik jala keatas kapal, setelah ikan yang di joran pancing, berhasil di tarik keatas perahu, lewat kerjasama dia dan Ping Ping .


Selesai mengurus ikan yang mereka pancing, Ping Ping segera membantu Nan Thian, membereskan ikan, udang, cumi, yang berhasil mereka jala.


Ping Ping yang melihat cuaca mulai kurang baik, dari kejauhan mulai terlihat adanya awan hitam bergerak kearah mereka.


Ping Ping segera berkata,

__ADS_1


"Hei kamu,.. ehh siapa,.. ahh sudahlah siapa saja.."


"Cepat bantu aku kembangkan layar dan dayung perahu kita secepatnya tinggalkan tempat ini."


"Kita harus secepatnya kembali ke desa nelayan di sebelah sana.."


Ucap Ping Ping sedikit cemas.


Saat dia melihat awan hitam bergerak dengan sangat cepat mengejar kearah mereka.


Nan Thian yang tidak mengerti apa apa, dia mengikuti saja, apa yang di suruh dan di minta Ping Ping.


Dia melakukan nya dengan canggung dan agak sedikit bingung.


Tapi beruntung saat dia mulai mendayung, karena tenaganya yang besar, setiap kali dayungnya dia pukulkan keatas air dan di tarik nya.


Perahu mereka seperti melompat terbang kedepan, dengan cara tersebut mereka bisa mempercepat perjalanan mereka meninggalkan kawasan berbahaya di muara sungai Yang Tze.


Ping Ping awalnya sangat kaget. Hingga menjerit kecil, oleh aksi Nan Thian yang sangat mengejutkan.


Tapi setelah beberapa kali dia malah tertawa gembira, pergi duduk di bagian paling depan perahu.


Menikmati naik dan turunnya perahu saat terbang dan mendarat.


Saat terbang dia menikmati sensasi tubuhnya di bawa terbang keatas bersama perahunya.


Saat mendarat, dia menikmati sensasi jatuh nya perahu kebawah, di sertai cipratan air yang muncrat keatas membasahi diri nya, yang duduk di bagian terdepan.


Berkat cara pengendalian perahu yang ajaib itu, saat perahu mereka mendekati garis pantai Desa Nelayan ikan, yang merupakan desa tempat tinggal Ping Ping bersama kakeknya.


Hujan gerimis baru mulai turun, Nan Thian segera berkata,


"Ping Ping masuklah ke dalam bilik perahu, sisa biar aku saja yang menanganinya.."


Ping Ping mengangguk dan berkata,


"Kamu tidak apa hujan hujanan nanti sakit lagi..?'


"Di sini sudah aman kok, kalau mau kita bisa berlindung di bilik hingga hujan berhenti baru menepi ."


Ucap Ping Ping menawarkan Nan Thian untuk berbagi bilik perahu dengan nya


Tapi Nan Thian menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak apa apa, kamu saja di dalam..aku masih sanggup.."


Ping Ping yang sebenarnya juga merasa sungkan dan grogi, bila harus duduk berdempetan dengan Nan Thian dalam satu bilik perahunya yang kecil.


Dia tidak menawarkan nya lagi, dia takut Nan Thian nanti berpikir lain tentang diri nya


Nan Thian tidak masalah kehujanan, dia terus mendayung dan terus mendayung hingga perahu mencapai daratan.

__ADS_1


Saat bagian bawah perahu sudah menyentuh tanah, Nan Thian pun meloncat turun dari perahunya.


Dengan gerakan santai tanpa beban, dia menarik perahu yang masih ada Ping Ping di dalam sana.


Hingga perahu jauh naik ke darat.


Saat Nan Thian melihat perahu lain yang berjejer di sana.


Semua nya menggunakan tiang pancang untuk mengikat tali perahu.


Nan Thian tanpa di minta, dia juga melakukan hal yang sama.


Setelah itu dia baru menghampiri perahu di mana Ping Ping tadi berada.


Tapi saat Nan Thian kembali ke perahu, dia justru tidak menemukan keberadaan Ping Ping di sana.


Hasil ikan tangkapan pun sudah tidak lagi terlihat, saat Nan Thian mengedarkan pandangan matanya.


Dia melihat Ping Ping sedang berdebat dengan sekelompok pria berpakaian hitam bermuka sangar.


Mereka seperti nya tanpa menghiraukan ucapan Ping Ping , mereka terus memindahkan ikan hasil tangkapan Ping Ping kedalam kereta mereka.


Kemudian beberapa diantara mereka langsung membawa pergi kereta tersebut.


Saat Ping Ping ingin berusaha mencegahnya, beberapa diantara mereka dengan kasar malah mendorong Ping Ping hingga terjatuh kebelakang.


Melihat hal itu jiwa pendekar Nan Thian terpanggil, secara otomatis, dia segera berlari cepat menghampiri mereka yang sedang bertikai dengan Ping Ping .


Saat tiba di sana Nan Thian segera membantu Ping Ping untuk bangun dan berkata,


"Ping Ping ,.. apa kamu baik baik saja..?"


"Apa yang terjadi ?"


"Siapa mereka..?"


Ping Ping dengan wajah sedih menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Aku tidak apa-apa.."


"Mereka anak buah hartawan Coa, yang dulu memberi hutang ke ayah ku, untuk membeli perahu.."


"Aku tadi meminta mereka ambil 50% untuk bayar hutang 50% lagi bayar tunai ke aku.."


"Tapi mereka menolaknya, mereka bilang,.. mereka di perintahkan oleh hartawan Coa, untuk menyita semua nya, buat nyicil bunga hutang ayah ku.."


"Bila mereka ambil semua untuk cicil bunga hutang yang tidak ada selesainya.."


",Aku dan kakek mau hidup pakai apa ? aku bagaimana mau pergi beli obat buat kakek ."


Ucap Ping Ping sedih dengan airmata bercucuran membasahi wajahnya yang agak gosong karena sering terkena panas matahari.

__ADS_1


__ADS_2