PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
SITUASI KERAJAAN MING


__ADS_3

Ucapan Tang He segera mendapat anggukan setuju dari Lan Yu dan Zhang Yu Chun.


Zhu Yuan Zhang sambil tertawa gembira berkata,


"Baiklah kalau begitu, aku harus segera kembali ke istana untuk menyiapkan pesta untuk kemenangan kita semua.."


"Sedangkan kalian bertiga tolong atur tahanan ini baik baik, setelah itu kita bisa berkumpul untuk merayakan nya.."


Ucap Zhu Yuan Zhang gembira.


Semua yang hadir di sana, mengangguk setuju, sesaat kemudian rombongan besar itu segera bergerak kembali ke dalam kota Kai Feng.


Mereka langsung menuju istana.


Kecuali Tang He, Lan Yu, dan Zhang Yu Chun dan pasukannya, mereka harus mengatur para tahanan.


Menyelenggarakan pesta kemenangan di camp pasukan mereka.


Setelah itu, mereka baru bisa menyusul ke istana, untuk mengikuti pesta perayaan yang sengaja Zhu Yuan Zhang adakan untuk merayakan kemenangan besar mereka.


Sementara di Kai Feng sedang bersuka cita, di kota Beijing jauh di Utara sana.


Beberapa hari kemudian, setelah kekalahan besar pasukan Mongolia di Kai Feng sampai ke istana dan terdengar oleh Kubilai Khan.


Kubilai Khan menjadi sangat kecewa, kesal, sedih dan cemas.


Terutama setelah dia mendengar tentang adik dan jenderal kesayangannya.


Yang satu hilang tanpa jejak, kemungkinan besar mati lebih besar daripada kemungkinan hidup.


Sedangkan yang lainnya gugur tersambar petir di Medan perang.


Hati pikiran dan perasaan Kubilai Khan benar benar terganggu, hal ini mempengaruhi kesehatan nya.


Kubilai Khan mulai jatuh sakit, dia terpaksa menyerahkan tahtanya untuk di teruskan oleh putranya yang masih kecil, di bawah pengawasan orang orang kepercayaan nya.


Sementara Kubilai Khan mulai jatuh sakit hingga akhirnya mangkat.


Zhu Yuan Zhang dan beberapa Jendral kepercayaan nya, di bawah dukungan Nan Thian, Kim Kim dan Thian Yi.


Mereka terus bergerak merebut daerah Luo Yang, Xi an, Tai Yuan, Lin An.

__ADS_1


Setelah menghabiskan waktu hampir 8 tahun, merebut seluruh wilayah penting kekuasaan Mongolia.


Terakhir mereka baru memasuki wilayah Ibukota Beijing.


Setelah mereka berhasil merebut seluruh desa dan kota penting yang berada di sekitar ibukota Beijing.


Akhirnya ibukota Beijing setelah melalui pengepungan dan di hujani serangan meriam dan serangan anak panah api, pertahanan kota Beijing akhirnya jebol.


Raja terakhir dinasti Yuan, Togan Temur Khan menyerahkan diri kepada Zhu Yuan Zhang.


Setelah menahlukkan kerajaan Mongolia, mengusir sisa sisa pemberontak Mongolia, hingga jauh kewilayah Utara, di luar tembok besar.


Zhu Yuan Zhang yang masih mengkhawatirkan sisa pasukan pemberontak Mongolia yang melarikan diri ke daerah Utara.


Dia segera mengirim Xu Da sebagai panglima, memimpin Lan Yu, Zhang Yuchun dan Tang He dengan 200.000 pasukan kerajaan Ming.


Melakukan kampanye militer penahlukkan wilayah Utara di luar tembok besar .


Hingga ke wilayah pedalaman Mongolia, mencari dan membasmi sisa pemberontak Mongolia sampai ke akar-akarnya.


Zhang Yu Chun gugur di daerah Utara, dalam perjalanan kembali ke ibukota, setelah kemenangan besarnya dalam kampanye militer di daerah Utara melawan sisa pemberontak Mongolia.


Sisa nya, seperti Xu Da, Lan Yu dan Tang He, mereka semua mendapatkan pangkat, gelar, juga tanah, harta dan wilayah kekuasaan yang Zhu Yuan Zhang anugerah kan, untuk mendapatkan simpati dan kesetiaan mereka.


Dengan dukungan dari bawahan setia nya, Zhu Yuan Zhang akhirnya mengangkat diri nya menjadi Kaisar pertama, kaisar pembuka negara dinasti Ming.


Setelah Kaisar Zhu Yuan Zhang naik tahta menjadi kaisar dinasti Ming secara resmi.


Dia mulai menyingkirkan satu persatu jenderal yang berjuang membantunya naik tahta.


Lan Yu adalah korban pertama, yang mendapat tuduhan makar kemudian dia di tangkap dan di eksekusi.


Setelah kejadian Lan Yu, Chu Yuan Zhang mulai menarik kembali kekuasaan militer dari tangan jenderal jendral besar yang membantunya naik tahta.


Tang He sendiri setelah pulang dari kampanye militer di Utara, melihat akhir nasib rekan nya Lan Yu.


Dia akhir nya memutuskan meletakkan jabatannya, mengundurkan diri menjadi rakyat biasa, lalu kembali ke kampung halamannya di daerah selatan.


Sebelum meninggalkan ibukota,Tang He, sempat menemui Xu Da dan Yue Lin menasehati mereka berdua agar mengikuti langkahnya.


Dia mengatakan kepada mereka berdua, Zhu Zhong Ba Nama panggilan masa kecil Zhu Yuan Zhang .

__ADS_1


Zhu Zhong Ba yang saat ini, bukan lagi Zhu Zhong Ba yang pernah mereka kenal lagi.


Dia bukan lagi Zhong Ba yang pernah menjadi teman dan saudara seperjuangan sepenanggungan mereka lagi.


Yue Lin sempat meragu, tapi dia terikat dengan posisi sebagai menantu, dia sulit mengundurkan diri meski ingin.


Xu Da membantah keras pendapat Tang He, dia tidak mempercayai pendapat Tang He, yang merupakan teman semasa kecilnya bersama Zhu Zhong Ba .


Xu Da, Zhu Zhong Ba, dan Tang He, mereka adalah teman masa kecil yang tumbuh besar bersama, bermain, berjuang, sehidup semati, suka duka selalu bersama.


Hingga mereka berhasil meraih kesuksesan, dan meraih mimpi dan cita cita mereka seperti hari ini.


Bahkan Zhu Zhong Ba, bisa ikut bergabung dalam militer, itu juga berkat rekomendasi Xu Da dan Tang He, yang lebih dulu bergabung dalam barisan pasukan pemberontak bendera merah dari sekte Ming.


Xu Da yang tidak percaya dengan nasehat Tang He, sepeninggal Tang He, dia terus bekerja dan meraih prestasi dalam bidang militer.


Kekuasaan militernya terus berkembang, pangkatnya terus naik, pamornya terus meningkat, baik di mata rakyat, maupun di kalangan militer, pamor Xu DA sangat tinggi, tidak kalah dari Zhu Yuan Zhang sendiri.


Zhu Yuan Zhang sudah berhasil menarik semua kekuasaan militer dari semua jenderal besar nya, termasuk Kekuasaan militer Yue Lin menantunya sendiri.


Satu satunya yang belum berhasil dia tarik hanya kekuasaan militer Xu Da, teman baik masa kecilnya itu.


Di mana kini selalu menjadi ganjalan dan kecemasan di dalam hatinya.


Memintanya langsung tanpa alasan jelas, Zhu Yuan Zhang tidak berani melakukannya.


Dia takut teman baiknya akan memberontak beneran bila di paksa.


Selain itu pamornya di mata rakyat juga akan rusak.


Untuk menenangkan hati nya sendiri yang paranoid, akan tahtanya suatu hari bisa direbut orang.


Zhu Yuan Zhang akhirnya menggunakan cara dengan mengajukan mengikat hubungan keluarga dengan menikahkan putra mahkota nya dengan putrinya Xu Da.


Dengan demikian hatinya menjadi jauh lebih tenang, Xu Da pun semakin bersemangat mengabdi pada Zhu Yuan Zhang.


Dia semakin menyalahkan sikap dan pandangan Tang He sahabat masa kecilnya, yang pernah mengingatkan dirinya untuk mundur menjauhi Zhu Yuan Zhang.


Xu Da yang semakin bekerja sungguh sungguh, berkat bakatnya di bidang militer.


Di tambah dia hampir tidak punya saingan, karena Yue Lin sudah tidak di militer lagi.

__ADS_1


__ADS_2