PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
TIGA CHI MENJADI SATU


__ADS_3

Melihat kondisi itu, Samsara terlihat membaca mantra lebih kuat lagi, hingga mengeluarkan suara seperti kawanan lebah.


Kemudian dia merubah mudra di kedua tangan nya, sebelum dia dorongkan dengan kuat kedepan sambil mengeluarkan suara teriakan keras.


"Hyaaaaaat...!"


Sebuah energi kegelapan kembali melesat, menyatu dengan bayangan Buddha Iblis.


Sehingga retakan pun pulih, Buddha Iblis, berhasil bertahan di posisinya.


Sebelum kemudian dia maju mendesak balik bayangan pedang panca warna, hingga bergerak mundur kebelakang.


Melihat keadaan itu, Nan Thian membalasnya dengan hentakan energi gabungan yang jauh lebih dahsyat.


Energi pelindung Nan Thian langsung menghancurkan Iblis bertanduk yang tertahan di udara.


Sebelum kemudian mengikuti Nan Thian melesat ke depan memberikan tekanan balik yang kuat kearah Bayangan Buddha iblis.


Hal ini membuat keadaan kembali berimbang, mereka kembali saling menekan di sana.


Sementara kedua kekuatan raksasa sedang saling menekan di sana.


Nan Thian dan pedang Panca Warna nya, justru menghilang dari sana.


Saat muncul lagi dengan kecepatan luar biasa pedang Nan Thian langsung menusuk kearah tenggorokan Samsara secara langsung.


"Singggg...!"


Berbeda dengan orang pada umumnya, di mana pedang datang, orang bergerak mundur menjauh.


Samsara malah bergerak maju satu langkah kedepan, sambil menggeser lehernya kesamping.


Sehingga tusukan pedang Nan Thian lewat di samping lehernya.


Tahu tahu tangan kanan nya bergerak mengunci pergelangan tangan Nan Thian yang memegang pedang dari arah bawah.


"Tappp...!"


Pergelangan Nan Thian terkunci, sepasang jari telunjuk dan tengah, Samsara bergerak cepat, menotok jalan darah di bagian ketiak Nan Thian .


"Aihhh...!"


"Plakkkk..!"


Jerit Samsara kaget, karena totokkan jari nya, menemui sasaran daging lembut.


Tidak ada nadi ataupun jalan darah di sana, selain itu cengkraman tangan nya yang mengunci pergelangan tangan Nan Thian .


Dia merasa telapak tangan nya, seperti mencengkram potongan besi panas.


Langsung membakar telapak tangan nya, tidak cukup sampai di situ,. Dengan cepat, rasa panas itu, terus menjalar naik keatas lengan nya.


Meski Samsara sudah melepaskan cengkeramannya, tangannya lengket di sana.


Tidak bisa dia lepaskan, seperti telapak tangannya, dan pergelangan tangan Nan Thian sudah menyatu jadi satu.


Belum hilang kagetnya, seberkas cahaya panca warna sudah melintas melewati lehernya dengan kecepatan sulit di ikuti pandangan mata.

__ADS_1


Tidak ada waktu untuk menghindar maupun menangkis, pedang Panca Warna yang terlepas dari pegangan tangan kanan Nan Thian .


Lalu disambut oleh tangan kirinya, sambil ditebaskan kearah leher Samsara.


Samsara hanya merasakan ada rasa perih di lehernya, kemudian pandangannya berputar-putar, sebelum kemudian semua berubah menjadi gelap gulita.


"Brukkkk...?"


Tubuh Samsara yang tinggi besar, jatuh melayang dari ketinggian sana.


Sebelum terhempas ke bawah menimbulkan suara berisik dan debu mengepul keatas.


Sedangkan kepala nya yang sudah terpisah dari badannya, terlihat jatuh menggelinding tidak jauh, dari jasad tubuh tanpa kepala yang tergeletak di sana.


Setelah samsara tewas, bayangan Buddha Iblis pun sirna, energi pedang panca warna masuk kembali kedalam tubuh Nan Thian .


Nan Thian segera melesat kearah pertarungan Yese Bu Hua, melawan Zi Zi.


Di mana keduanya masih terlihat bertarung dengan cukup seru.


Yese Bu Hua mengalami peningkatan kemampuan yang sangat menakjubkan.


Gadis berbakat dan cerdas itu, ternyata mampu mengimbangi ilmu ilmu unik dari Zi Zi.


Baik ilmu menulis di udara, ilmu pedang pelangi, maupun ilmu pedang sakti enam nadi, yang mengandalkan tembakan Chi seperti sinar laser.


Semua ini mampu Yese Bu Hua tandingi, dengan berbagai macam ilmu campuran nya yang beragam.


Terkadang dia memainkan ilmu pedang Thian San, terkadang Ilmu pedang Tai Chi dari Wu Dang, terkadang dia mainkan ilmu pedang Hoa San Pai yang unik.


Hanya menyerang, tidak ada pertahanan nya, sekali menyerang akan terus berkesinambungan tanpa henti.


Dari satu tempat, hilang kemudian muncul lagi di tempat lain, ilmu ini adalah Ilmu Safi angin yang dia pelajari dari si tokoh legenda tanah Jawa Empu Ranubhaya itu.


Ilmu ini menjadi ilmu tandingan, kecepatan pergerakan Zi Zi yang menggunakan ilmu 72 Langkah ajaib tanpa bayangan.


Ilmu warisan tokoh legenda Wu Song yang kini sudah menjadi dewa di kahyangan.


Selain itu Yese Bu Hua juga memilki ilmu tapak dahsyat yang mampu menghancurkan apapun, yang di sentuh oleh tapak yang mengandung hawa panas.


Ilmu ini juga ilmu yang dia pelajari dari tokoh Jawa itu, yang di beri nama ilmu Lebur Saketi.


Yesebuhua juga bisa ilmu pertahanan diri Genta Hitam seperti yang di gunakan oleh Samsara.


Yese Bu Hua benar benar menjelma menjadi seorang gadis pilih tanding, yang banyak ilmu gado gado nya.


Buat Zi Zi ini tentu saja cukup merepotkan, karena Zi Zi juga termasuk banyak ilmu, tapi belum dia dalami hingga tahap sempurna.


Andaikan dia mendalami dengan sempurna seperti Wu Song, mungkin cukup dengan ilmu menulis, dia sudah mampu menundukkan Yese Bu Hua tanpa perlu ilmu macam macam.


Begitulah ilmu silat, sehebat apapun ilmu itu, sesederhana apapun ilmu itu.


Bila sudah di kuasai dengan sempurna, sekaligus di tunjang dengan tenaga sakti dan ilmu meringankan tubuh yang sempurna.


Ilmu itu akan membuat pemilik nya menjadi sulit terkalahkan, begitu pula sebaliknya.


Bagi Zi Zi sulit, tapi bagi Nan Thian ilmu Yese Bu Hua tidak ada artinya.

__ADS_1


Kini yang menjadi target Nan Thian berikutnya adalah kakek tua itu.


Kakek itu hanya berdiri diam mengamati, seperti sedang menonton muridnya berlatih.


Dia sedikitpun tidak mau turut campur.


Sikap tenang kakek itu, membuat Nan Thian menjadi jauh lebih waspada.


Nan Thian dari udara, melayang turun, mendarat ringan di hadapan kakek tua berkulit sawo matang itu.


"Senior,.. anda adalah seorang sesepuh yang terhormat, tidak sepantasnya anda ikut mencampuri urusan, yang tidak ada sangkut pautnya dengan negeri anda.."


"Nan Thian di sini mohon agar senior, kembalilah ke negeri anda sana.."


"Jangan ikut campur dengan urusan kami mengusir penjajah yang bar bar ini.."


Ucap Nan Thian mencoba berbicara dengan sabar dan tenang.


Dia berusaha menghindari bentrokan dan permusuhan tidak perlu.


Kakek itu juga tersenyum sabar dan bersikap tenang,


"Anak muda, setiap orang punya kesulitan dan tanggung jawab masing masing.."


"Aku mengerti posisi mu, tapi aku ada di sini juga karena ada kepentingan ku, yang tidak mungkin di ungkapkan.."


"Silahkan saja, aku tahu, aku mungkin bukan lawan mu.."


"Tapi aku akan berusaha semaksimal aku bisa.."


Kakek itu berdiri tenang selembar kabut tipis terpancar keluar dari tubuhnya.


Membentuk sebuah kubah perisai pertahanan diri.


Nan Thian menjadi sedikit ragu, memulai menyerang duluan, tapi dia tahu bila tidak dia memulai nya.


Maka hari ini misinya ingin mengambil alih kota Kai Feng akan terhambat.


Lagi pula melihat Yese Bu Hua yang memilki ilmu gado gado mampu menandingi Zi Zi.


Dia juga sedikit khawatir kalau kalau istri kecilnya itu terluka akibat pertarungan itu.


Setelah berpikir sejenak tiada pilihan lain, Nan Thian pun mencoba menyerang dengan Ilmu Tapak Naga Langit yang dua sederhana kan sendiri.


"Naga Keluar Dari Sarang..,!"


Bentak Nan Thian sambil memasang kuda kuda, lalu dia mendorongkan kedua tapak nya kedepan dengan tubuh setengah berjongkok.


"Rooaaarrrrrrr..!"


"Rooaaarrrrrrr..!"


Terdengar suara raungan Naga marah, yang menggetarkan memenuhi tempat sekitar.


Sebelum dua bayangan Naga Hitam putih yang di selimuti cahaya panca warna melesat kedepan.


Menerjang ganas kearah kakek itu dengan sepasang moncong terpentang lebar.

__ADS_1


Kini semua ilmu yang Nan Thian gunakan, pasti akan muncul energi 3 Chi yang bergabung jadi satu.


Hal ini membuat setiap serangan yang Nan Thian lepaskan menjadi sangat berbahaya dan sangat mematikan.


__ADS_2