PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
TAPAK NAGA LANGIT VS TAPAK NAGA PUSPA


__ADS_3

Kedua Padri Tua itu, mengerem pergerakan mereka, sehingga otomatis hanya Empu Ranubhaya seorang diri yang bergerak maju kedepan.


Mereka berdua memilih tidak ikut campur, mereka juga tidak mau menyerang Kim Kim dan Thian Yi selama kedua orang itu tidak bergerak menyerang mereka.


Melihat sikap kedua Padri Tua itu, Nan Thian mengirim pesan suar ke Kim Kim.


"Kalian berdua tahan dan amati situasi dulu, bila kedua Padri itu maju, kalian baru maju."


"Bila tidak, kalian lebih baik menonton saja dulu ."


"Baik kak.."


Balas Kim Kim yang juga menggunakan pesan suara.


Dia hanya bergerak membayangi Nan Thian dari belakang.


Empu Jayabaya mulai memainkan ilmu Saipi Angin nya


Tubuhnya tiba tiba menghilang kemudian muncul di hadapan Nan Thian yang tadinya masih berjarak satu Li dari nya.


Begitu muncul dia langsung melepaskan pukulan dahsyat Lebur Saketi menyerang Nan Thian dengan tapak tang kanannya yang di selimuti cahaya merah yang sangat panas.


Nan Thian dengan gerakan santai langsung menyambutnya dengan pukulan es surgawi.


Angin berkesiur dingin membekukan tulang dan darah, langsung menyelimuti tempat itu.


Cahaya biru melesat menyertai telapak tangan Nan Thian, yang di gerakkan untuk menyambut serangan tapak Empu Jayabaya.


"Blaaarrrr...!"


Terjadi ledakan dahsyat di udara, yang menimbulkan bias lingkaran cincin energi yang menyebar kesegala arah.


Kedua Padri Tua langsung melindungi diri mereka, dengan Genta hitam raksasa.


Sehingga hawa beku yang bisa membekukan darah dan tulang dalam hitungan detik.


Langsung membungkus lonceng hitam mereka menjadi dua potong batu es beku.


Kim Kim melepaskan hawa Naga emasnya, untuk melindungi dirinya dan suaminya.


Sambil bergerak terbang mundur menjauhi arena pertarungan.


Empu Jayabaya dan Nan Thian sama sama terpental mundur mendarat diatas tanah.


Nan Thian sedikit mengerutkan keningnya,melihat lengan baju tangannya hancur lebur oleh benturan dahsyat tersebut.


Dia tidak menyangka pukulan kakek ompong itu begitu kuat.


Nan Thian pernah menghadapi Empu Jayabaya yang juga pernah gunakan jurus yang sama.

__ADS_1


Tapi kelihatannya kekuatan dan kedahsyatan nya jauh berbeda.


Kakek ompong ini jauh lebih mematikan.


Nan Thian mulai menduga kakek yang katanya undangan dari Persia ini, jangan jangan berasal dari tempat yang sama dengan tempat asal Empu Ranubhaya.


Di posisi Empu Jayabaya, sia juga kaget setengah mati, pukulan lebur Saketi yang jarang ada yang sanggup menahannya.


Ternyata mampu di tahan oleh Nan Thian, bukan hanya itu Nan Thian bahkan berhasil meredam hawa panas pukulan nya dan membuat lengannya kini terbungkus lapisan es tebal yang membekukan tulang dan darah.


Empu Jayabaya segera mengerahkan kekuatan Lebur Saketi, ketangan nya yang membeku.


"Krakkkk...!"


"Pyaaarrr...?"


Lapisan es tebal yang membungkus tangannya, seketika pecah hancur terjatuh keatas tanah.


Empu Jayabaya menggerak gerakkan tangan nya tersebut, untuk menghilangkan rasa kaku nya.


Setelah rasa kakunya hilang, sambil tersenyum lebar, dia berkata,


"Bocah kamu boleh juga, bersiaplah..!"


"Ayo kita mulai lagi..!"


Ucap Empu Jayabaya gembira, karena dia menemukan tantangan baru di diri Nan Thian .


Empu Jayabaya sambil tersenyum lebar memamerkan rongga mulutnya yang kosong melompong.


Dia sudah kembali menghilang dari posisinya. Saat muncul lagi, dia kembali sudah muncul di hadapan Nan Thian dengan sepasang tinjunya yang mengandung kekuatan puncak Lebur Saketi.


Angin panas membentuk pusaran membakar apapun yang dilewatinya.


Bahkan udara pun di buatnya berubah menjadi merah panas dengan api menjilat jilat.


Saat kedua telapak tangan nya, bergerak menyerang kearah Nan Thian .


Tetap menanggapinya dengan sikap tenang, serangan pertama dan kedua berhasil Nan Thian hindari, ilmu 32 langkah ajaib, di padu dengan ilmu meringankan tubuh Terbang Di Udara Tanpa Bayangan.


Membuat Nan Thian tidak sulit menghindari serangan cepat yang di lancarkan oleh Empu Jayabaya.


Mereka berdua segera terlihat muncul dan menghilang dengan sangat cepat.


Terkadang kebawah, terkadang keatas, terkadang sudah ada di kiri, lalu pindah kekanan, kemudian berpindah lagi ke depan dan kembali muncul di belakang.


Semua di lakukan dalam gerakan yang sangat cepat, sehingga mereka berdua seperti bisa ilmu sihir yang membuat mereka bisa muncul dan menghilang sesuka hati.


Tapi hal ini hanya terjadi di pandangan mata orang pada umumnya.

__ADS_1


Sedangkan dalam pandangan Padri tua, Kim Kim dan Thian Yi.


Mereka masih bisa mengikuti dengan jelas arah pergerakan kedua orang itu.


Di mana terlihat Empu Jayabaya yang terlihat begitu bersemangat mencecar Nan Thian dengan pukulan pukulan dahsyatnya.


Sedangkan Nan Thian, dia lebih banyak menghindar dan menangkis.


Sesekali dia melancarkan serangan, hanya untuk memaksa Empu Jayabaya mundur menjauh membatalkan serangan nya.


Nan Thian bukannya tidak mampu menghadapi serangan kakek itu, tapi satu dia ingin menghemat tenaga.


Dia ingin memancing menguras jurus simpanan kakek ompong itu, mencari titik lemahnya.


Sekaligus Nan Thian ingin menguras kekuatan fisik kakek ompong itu, yang terlihat sudah tidak muda lagi.


Sedangkan Empu Jayabaya dia mengira Nan Thian takut dan kuwalahan,.


Sehingga dia semakin mempergencar serangannya untuk memojokkan Nan Thian .


Sayangnya dia selalu gagal, karena Nan Thian sangat licin.


Melihat serangannya masih belum bisa memojokkan Nan Thian .


Dia segera merubah ilmunya, masih tetap dengan Saipi Angin mengejar kecepatan pergerakan Nan Thian .


Tapi dia menambahkan ilmu Pancaraga, dimana dia bisa membelah diri menjadi 5 mengurung Nan Thian .


Selain itu, dia juga menggunakan Pukulan gelap ngampar, untuk menggantikan ilmu Lebur Saketi, yang menurutnya kurang berfungsi maksimal, saat membantunya berhadapan dengan Nan Thian.


Sambil menyerang Nan Thian , dengan pukulan petirnya, Empu Jayabaya membuka mulutnya dan melakukan bentakan keras kearah Nan Thian ingin melumpuhkan Nan Thian dengan serangan bentakan suaranya.


Tapi Nan Thian tidak bergeming, dia terlihat baik baik saja, tidak terpengaruh oleh suara bentakan keras Empu Jayabaya yang datang menyerang pendengarannya.


Sedangkan pukulan petir Empu Jayabaya, akhirnya Nan Thian sambut dengan tangkisan tangan yang mengandung hawa panas api surgawi, yang berkali kali lipat jauh lebih panas daripada serangan tapak petir nya Empu Jayabaya .


"Blaaarrrr...!"


Kembali terjadi ledakan dahsyat di udara, yang membuat tanah di bawah Empu Jayabaya terbelah dua.


Empu Jayabaya sendiri buru buru terbang menjauhi tanah, yang terbelah, agar di tidak ikut terjatuh ke dalam lubang retakan tanah, yang tidak berdasar.


Sambil terbang menjauh, Empu Jayabaya melepaskan pukulan Naga Puspa, sebuah pukulan jarak jauh yang dahsyat.


Di sertai bayangan seekor Naga Emas menerjang meledakkan semua yang di lewatinya.


Sebelum kemudian menerjang kearah Nan Thian .


Nan Thian langsung menyambutnya dengan pukulan Naga Langit Meradang Berbalik Arah.

__ADS_1


Sama seekor Naga raksasa lain bergerak kedepan menerjang kearah Naga Puspa yang di lepaskan oleh Empu Jayabaya.


__ADS_2