PENDEKAR API DAN ES SURGAWI

PENDEKAR API DAN ES SURGAWI
Kagum


__ADS_3

Pedang Panca Warna hampir menempel ke bahunya sendiri.


Pedang Siao Hung juga terlihat semakin dekat ke sasaran.


Hawa pedang Siao Hung sudah meledakkan pakaian bagian atas Nan Thian .


Bahu Nan Thian terlihat ada bekas luka yang terbuka dan mengalirkan darah segar.


"Siao Hung ku mohon sadarlah ..!"


"Jangan seperti ini..!"


Teriak Nan Thian di sela sela pertahanan nya.


Masih mencoba untuk menyadarkan Siao Hung .


Bila dalam keadaan sadar, bukan di bawah pengaruh lawan.


Bila Siao Hung benar benar mengungkapkan nyawanya, Nan Thian tidak akan mundur, dia tidak akan menolaknya.


Dia tidak akan berpikir dua kali, tanpa perlawanan dia akan memberikan nya, bila Siao Hung menghendaki nya.


Nan Thian akan membiarkan Siao Hung membunuhnya, untuk melunasi hutang nya pada gadis itu.


Tapi situasi saat ini berbeda, Siao Hung dalam pengaruh sesuatu kesadarannya hilang.


Bila dirinya dalam insiden ini, sampai tewas di tangan Siao Hung .


Begitu Siao Hung sadar nanti, gadis itu tentu akan sangat sedih dan menyesal.


Nan Thian tahu persis gadis itu masih mencintainya, bahkan sangat mencintai nya, tidak pernah melupakan nya.


Siao Lung kemungkinan adalah putra mereka berdua.


Yang Nan Thian takutkan adalah gadis bodoh itu, akan bunuh diri menyusulnya.


Maka runyam lah semuanya, kematiannya malah mendatangkan kesedihan dan kematian bagi gadis itu.


Semua akan jadi sia sia , dirinya celaka, Siao Lung celaka, Zi Zi dan Ying Ying pun akan ikut celaka.


Tidak akan ada orang yang bisa menjaga dan melindungi mereka lagi, bila dia dan Siao Hung hari ini celaka di tempat ini.


Dengan pertimbangan ini lah, saat melihat Siao Hung tidak juga berhasil di sadarkan.


Nan Thian mengeraskan hati nya, sambil menggertakkan gigi nya, Nan Thian berkata,


"Siao Hung maafkan aku..!"


Selesai berkata, Nan Thian yang melihat Siao Hung semakin kehilangan kesadarannya.


Di mana gadis itu, bila tidak berhasil membunuhnya kelihatannya tidak akan pernah berhenti .


Nan Thian sambil menahan pedang Siao Hung , dengan pedang Panca Warna.


Tangan kirinya yang bebas melepaskan pukulan energi pedang tanpa wujud kearah Siao Hung .


Dengan cara ini, Nan Thian ingin memaksa Siao Hung mundur menjauh dari nya.


Tapi tidak dia sangka secara ajaib Siao Hung memilki jurus penangkal serangannya.

__ADS_1


"Berwujud mengalahkan tidak berwujud..!"


"Semua kembali keasal..!"


Bentak Siao Hung sambil meluncurkan tangannya yang lain maju menyambut serangan energi pedang tanpa wujud dari Nan Thian .


Telapak tangan Siao Hung dengan lima jari yang di rapatkan meluncur menembus energi pedang tanpa wujud.


Membuyarkan energi tanpa wujud, jari yang mengeluarkan cahaya putih berkilau, di ikuti bayangan Dewi es yang mendukung nya.


Terus meluncur deras kebawah menusuk telapak tangan Nan Thian hingga tembus.


Telapak tangan Nan Thian terluka berdarah di tembus oleh jari tangan Siao Hung .


Siao Hung menarik kembali tangannya, lalu kembali di luncurkan kedepan untuk menusuk kepala Nan Thian .


Nan Thian memiringkan kepalanya sehingga tusukan jari maut penuh energi kuat itu, lewat di samping wajahnya.


Menimbulkan luka gores berdarah di wajah Nan Thian .


Sambil menghindar, Nan Thian memutar pedangnya, untuk di tusukkan kearah tenggorokan Siao Hung .


Dengan tujuan memaksa Siao Hung mundur menjauh.


Tapi tidak di sangka Siao Hung tidak mundur.


Gadis itu seperti tidak sayang nyawa, dengan nekad dia tanpa memperdulikan tusukan pedang Nan Thian .


Siao Hung bergerak maju menebaskan pedangnya kebawah untuk membelah Nan Thian jadi dua.


Melihat kenyataan itu, Nan Thian terpaksa membatalkan serangannya, menarik kembali pedangnya.


"Tranggg..!"


Dengan memanfaatkan tenaga benturan tangkisan tersebut, Nan Thian membiarkan dirinya yang terpental mundur menjauh dari Siao Hung .


Dalam posisi terpental mundur menjauh hingga punggungnya membentur tembok.


Nan Thian sudah melesat terbang melewati atas Siao Hung .


Terbang meluncur menjauhi Siao Hung .


Sedangkan Siao Hung yang kehilangan sasaran pedangnya menghantam.kuat keatas lantai.


Menimbulkan ledakan dahsyat yang membelah lantai ruangan tersebut.


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr...!"


"Blaaarrrr...!"


Terjadi ledakan beruntun saat lantai terbelah di lewati kekuatan tebasan pedang biru.


Siao Hung yang kehilangan sasaran segera berbalik, lalu meluncur lurus kedepan melakukan pengejaran kearah Nan Thian .


Nan Thian yang sudah berhasil menghindar dari serangan Siao Hung .


Melihat Siao Hung kembali datang, Nan Thian dalam keadaan terpojok, dia kembali melepaskan ilmu andalannya berharap bisa menghentikan Siao Hung .

__ADS_1


"Tebaskan Pedang Tanpa Perasaan...!"


Seberkas cahaya pedang tujuh warna, yang terisi gabungan tiga energi surgawi.


Langsung meluncur kedepan menyambut kedatangan Siao Hung .


Siao Hung yang sedang terbang kedepan, di udara dia memiringkan badannya sambil terus meluncur lurus kedepan.


Tebasan Pedang Nan Thian lewat di samping tubuh Siao Hung.


Siao Hung masih terus meluncur mengejar kearah Nan Thian .


"Berperasaan mengalahkan tidak berperasaan..!


Bentak Siao Hung .


Dengan pedang biru terus meluncur kedepan terlepas dari pegangan tangannya.


Pedang biru meluncur membalik menyambut energi pedang tanpa perasaan dari Nan Thian, yang bergerak membalik mengejar Siao Hung dari arah belakang, setelah tadi berhasil di hindari oleh Siao Hung .


"Blaaarrrr...!"


Lagi lagi secara mengejutkan energi pedang biru berhasil memunahkan jurus pedang tanpa nama yang kedua.


Seolah olah ilmu yang Siao Hung lepaskan memang khusus untuk menjadi penangkal dan pemunah ilmu pedang tanpa nama.


Bila saja Nan Thian tahu siapa guru Siao Hung dan asal usul peristiwa di masa lampau antara Wu Ming Lau Jen dan Wu Ming Ni Jen, tentu dia tidak akan lagi heran.


Pedang biru setelah memunahkan serangan Pedang tanpa perasaan.


Kini pedang biru kembali meluncur kearah Nan Thian , di bawah kontrol jarak jauh jari telunjuk dan tengah Siao Hung .


Nan Thian menggunakan ilmu langkah ajaib menghindari setiap serangan pedang biru yang terus mengincar nya .


Ledakan beruntun terus mengelilingi pergerakan langkah Nan Thian menghindari serangan pedang Siao Hung .


Dalam satu kesempatan pedang Siao Hung datang dengan kecepatan tinggi terarah ke tenggorokan Nan Thian .


Nan Thian menggunakan badan pedangnya untuk menahan serangan ujung pedang cahaya biru Siao Hung .


"Cringggg..!"


"Cringggg..!"


"Cringggg..!"


Bunga api berpijar, saat terjadi benturan di mana pedang Siao Hung bergerak seperti mata bor.


Ingin melubangi tubuh pedang Panca Warna, tapi Pedang Panca Warna terus bertahan.


Sehingga bunga api lah yang terus memercik dalam pertemuan tersebut.


Pedang Panca Warna akhirnya memenangkan kelasnya, ledakan energinya berhasil mementalkan pedang biru kembali ketangan pemilik nya .


Begitu pedang Siao Hung terpental menjauhinya dengan penuh penasaran, di sertai rasa kagum di dalam hati Nan Thian, atas pesatnya peningkatan kemampuan Siao Hung .


Nan Thian langsung melepaskan jurus ketiga nya,


"Tebasan Pedang Tanpa Keinginan..!"

__ADS_1


__ADS_2