
Melihat lawannya terbang mundur menjauh, Thian Yi segera mengerahkan kekuatan energi pedangnya.
Bersiap melepaskan serangan lautan energi pedang menghujam kearah 9 lawan di hadapan nya.
Energi pedang seger terbentuk berseliweran di balik bayangan ombak laut raksasa.
Yang siap menyapu apapun yang akan di lewati nya.
Dengan mengikuti arah dorongan jari telunjuk dan jari tengah Thian Yi.
Gelombang laut yang membawa energi pedang berseliweran, menerjang deras kearah 9 pengurus utama sekte pedang langit, yang menjadi lawannya.
"Wusssshhh...!"
Kekuatan dahsyat menerjang kearah 9 orang pengurus sekte pedang langit.
Mereka masing masing memutar pedangnya menjadi sebuah gulungan sinar, untuk menangkis energi pedang yang berdatangan menyerang mereka.
Satu persatu pengurus sekte pedang langit, tubuhnya tertembus energi pedang.
Begitu tertembus sekali, tubuh mereka langsung terpental keudara.
Kemudian dihujani dengan energi pedang lain yang menembus sana sini tubuh mereka.
Sehingga mereka terlihat terombang ambing di udara.
Saat jatuh di atas tanah mereka telah tewas dengan tubuh bersimbah darah.
Bagaimana pun mereka bersembilan berusaha bertahan.
Satu persatu tetap terpental ke udara, sebelum kemudian jatuh tergelatak diam tak bergerak.
Dalam kondisi mengenaskan, pakaian compang camping, tubuh penuh luka berlubang.
Darah merah menghitam menggenang di sekitarnya.
Dengan tewasnya 9 pengurus yang bergelimpangan di undakan anak tangga menuju ruangan dalam bangunan.
Thian Yi segera menarik kembali kekuatan nya, lalu dia melayang ringan bersama Kim Kim melewati undakan anak tangga, langsung menuju ruangan aula sekte pedang langit yang luas.
Di dalam ruangan terlihat Liu Chan duduk di kursi kebesaran nya, di temani oleh 3 orang kakek yang memangku jabatan sebagai tetua pelindung sekte..
Melihat kedatangan Thian Yi, Liu Chan sambil tersenyum pahit berkata,
"Selamat datang senior Thian Yi, ku kira kamu sudah gugur di Medan perang.."
"Ternyata senior masih hidup dan dalam keadaan sehat sehat saja.."
Thian Yi tersenyum sinis berusaha menahan emosinya dan mencoba bersikap setenang mungkin.
"Berkat doa mu, aku masih bisa bertahan hingga hari ini.."
"Sayangnya selama aku dan Chi Ming pergi bertugas, nasib anggota sekte kami tidak sebaik itu.."
"Semua berkat jasa ketua Liu.."
Ucap Thian Yi memberikan sindiran pedas.
Liu Chan tersenyum kecut, mendengar sindiran yang Thian Yi lontarkan.
"Senior telah memberikan pelajaran berharga, kini sekte kami telah menerima hukuman nya.."
"Yang terjadi juga sudah terjadi, tidak mungkin kembali.."
__ADS_1
"Kini apa yang senior kehendaki dari sekte kami..?"
Thian Yi menanggapi pertanyaan Liu Chan dengan senyum sinis dan berkata santai
"Sangat mudah, asalkan sekte ini juga bubar, selamanya menghilang dari muka bumi bersama anda berempat.."
"Maka masalah di antara kita boleh di anggap selesai.."
Salah satu tetua yang hadir di sana menggebrak pegangan kursinya.
"Brakkk...!"
"Omong kosong...!"
Bentak tetua itu dengan wajah merah padam.
Dia terlihat bangkit berdiri dari duduknya dan berkata, sambil menunjuk kearah Thian Yi.
"Kamu boleh senior, tapi kami tidak akan takut dengan mu..!"
"Ingin bubarkan sekte ini, jangan mimpi siang bolong .!"
"Langkahi dulu mayat kami..!"
Thian Yi tidak terlihat gentar, dia menanggapinya dengan senyum sinis dan berkata,
"Mau mati satu persatu, atau sekaligus ? silahkan saja.."
"Singgg...!"
Pedang Ming Yue Cien sudah terhunus keluar dari sarungnya yang di tancapkan di atas lantai di depan nya.
Lantai di dalam ruangan tersebut adalah lantai batu granit yang keras.
Sarung pedang itu juga tidak mungkin mampu melubangi lantai batu granit yang keras dan sangat kuat.
Hal yang terjadi di sana, hanya di mungkin kan, oleh kekuatan Chi murni Thian Yi yang sudah mencapai titik kesempurnaan.
Diam diam Liu Chan merasa sedikit jerih juga, menghadapi Thian Yi yang menyimpan kekuatan dahsyat yang sulit terukur.
Kedua tetua lainnya ikut bangkit berdiri dan maju kedepan.
Tanpa banyak bicara seperti sudah ada kesepakatan bersama, mereka berempat segera terbang melesat menyerang kearah Thian Yi dan Kim Kim.
Pedang mereka berempat melepaskan empat cahaya putih melesat kedepan mendahului pedang di tangan mereka.
"Singggg..! Singggg..!"
"Singggg..! Singggg..!"
"Cuiiitt..!" Cuiiitt..!"
"Cuiiitt..!" Cuiiitt..!"
Kim Kim dengan ringan melayang mundur menjauh.
Sedangkan Thian Yi dua langsung membalasnya dengan melesatkan cahaya kuning keemasan menyambut kedatangan serangan keempat orang itu.
"Trangggg..! Tringg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Tringg..! Trangggg..!"
Terdengar suara benturan keras benda logam di udara, saat cahaya kuning dan putih bertemu di udara.
__ADS_1
"Trangggg..! Tringg..! Trangggg..!"
"Trangggg..! Tringg..! Trangggg..!"
Baru di susul dengan pedang asli mereka berempat berbenturan di udara, menimbulkan bunga api berpijar pijar di dalam ruangan aula sekte pedang langit.
Sekejab saja puluhan jurus serangan sudah di lontarkan masih masing pihak yang lenyap dalam gulungan cahaya putih dan kuning saling tekan.
Energi pedang cahaya putih selalu menerjang dari atas kebawah berusaha menindih energi pedang Cahaya kuning.
Tapi energi cahaya kuning sangat lah kuat, tidak mudah untuk di tekan.
Sekuat apapun tekanan itu datang, pasti akan di pentalkan kembali oleh cahaya kuning.
Pada puncak nya, keempat orang itu menggabungkan kekuatan mereka menjadi satu.
Liu Chan yang berdiri di paling depan berteriak keras.
"Pedang dari surga...!"
Pedang Liu Chan di tunjukkan ke atas langit langit ruangan.
Seberkas cahaya membentuk sebatang pedang, muncul dari langit .
Melesat turun ke bawah seperti meteor jatuh membentuk cahaya putih berkilau menembus atap langit langit ruangan hingga langit langit ruangan jebol berlubang.
Cahaya putih itu menyatu kedalam pedang di tangan Liu Chan yang sedang di tunjuk kearah angkasa.
Dengan teriakan keras,
"Pedang Langit Tiada Tara..!"
Pedang di tangan Liu Chan yang sarat energi langit di tebaskan kearah Thian Yi dengan kekuatan penuh.
"Singggg...!"
Suara pedang berdesing keras memecah udara, sebelum bayangan pedangnya menyentuh Thian Yi.
"Blaaarrrr...!"
Terjadi ledakan keras, saat bayangan pedang menghajar tempat Thian Yi berdiri.
Lantai batu granit meledak terbelah oleh tebasan yang di lancarkan oleh Liu Chan.
Tapi Thian Yi tidak terlihat ada di tempat, dua sudah menghilang dari posisinya.
Melayang di atas kepala Liu Chan dan ketiga tetua sekte pedang.
Liu Chan dengan cepat membelokkan serangan menghadapi keatas.
Cahaya putih berkilau kembali berdesing menerjang keatas.
"Singggg...!"
"Blaaarrrr...!"
Kembali terjadi Ledakan dahsyat di langit langit ruangan yang kini terbuka lebar, saat di lewati oleh cahaya pedang langit yang di lepaskan oleh Liu Chan.
Tapi Hian Yi lagi lagi tidak terlihat di sana, dia sudah berpindah cepat kebagian samping kiri.
Liu Chan kembali buru buru menebaskan pedangnya yang sarat energi pedang langit kearah kiri.
"Singggg...!"
__ADS_1
"Blaaarrrr..!"