
Kim Kim sambil menahan senyum, dia menggenggam sepasang telapak tangan Thian Yi dengan lembut dan berkata,
"Baiklah, aku tahu sudah jawabannya.."
"Mulai hari ini detik ini, aku sudah putuskan kamu lah jodoh ku.."
Selesai berkata, Kim Kim sambil tertawa gembira, segera maju Memeluk Thian Yi kedalam pelukannya.
Sedikit gelagapan menyambut pelukan dari Kim Kim, dia tertindih di bawah.
Hingga sulit bernafas, karena hidungnya yang mancung di tutup habis oleh sepasang bukit kenyal Kim Kim yang wangi .
Tapi dia tidak bisa mencium wanginya, karena hidung dan mulutnya tertutup oleh itu.
Sehingga untuk sekedar menghirup nafas pun tidak bisa, apalagi mau mencium wanginya.
Untungnya Kim Kim cepat menyadarinya, dia segera melepaskan pelukannya dan berkata,
"Maaf maaf..aku tidak sengaja.."
"Aku terlalu gembira.."
Ucap Kim Kim sedikit menyesal melihat calon suaminya yang kini sedang terbatuk batuk.
Dia buru buru membantu Thian Yi untuk bangkit duduk.
Lalu dengan lembut dia membantu mengurut dada dan punggung calon suaminya itu.
Thian Yi setelah mulai bisa bernafas normal dia berkata,
"Aku sudah baikan sayang terimakasih.."
Kim Kim menatap Thian Yi dengan khawatir, tapi setelah melihat Thian Yi baik baik saja.
Dia pun tersenyum lega dan berkata,
"Syukurlah Yi ke ke tidak apa apa, maafkan sifat ku yang masih suka sembrono.."
Thian Yi menggeleng pelan dan berkata,
"Tidak perlu, aku justru suka dengan sikap mu yang selalu polos jujur dan terbuka.."
Kim Kim tiba tiba wajahnya bersemu merah, dia tertunduk malu.
Ini adalah perasaan asing yang baru pertama kali di alaminya,tapi hatinya sangat nyaman mendengar ucapan Thian Yi .
Thian Yi hanya tersenyum lembut, sambil menatap wajah kekasihnya yang sedang tertunduk malu.
Bagi dia Kim Kim saat ini terlihat sangat sempurna dan sangat mempesona.
Bila dia bisa bergerak, dia pasti akan maju untuk balas memeluknya.
Sayang nya kondisinya saat ini seperti ini.
Dia sedikit menyesal, mengapa tidak lebih dulu bertemu dengan Kim Kim.
__ADS_1
Bila lebih awal bertemu, dia pasti tidak akan pergi mencari Nan Thian .
Pemuda rambut putih yang kemampuannya sangat luar biasa itu.
Berpikir sampai di sini, Thian Yi tidak bisa menahan diri, untuk tidak menghela nafas penuh sesal.
Mendengar helaan nafas Thian Yi, Kim Kim buru buru mengangkat wajahnya menatap kearah Thian Yi.
Melihat ekspresi wajah Thian Yi, Kim Kim pun segera tahu apa yang menjadi beban pikiran Thian Yi.
Kim Kim memegang tangan Thian Yi dan berkata,
"Yi ke ke..kamu jangan khawatir.."
"Aku pasti akan bantu kamu pulih kembali.."
"Bersabarlah, kita akan segera menjalani pengobatan mu.."
"Tapi kita harus mencari tempat yang aman dan jauh dari jangkauan siapapun.."
"Karena saat proses sedang terjadi, benar benar tidak boleh ada yang datang menganggu.."
Ucap Kim Kim serius.
Thian Yi menatap kearah Kim Kim dengan heran dan berkata,
"Sayang kamu belum cerita asal usul mu, mengapa aku merasa punya banyak rahasia dan kejutan..?"
Kim Kim tersenyum, dia menyentuh wajah Thian Yi yang halus dengan lembut dan berkata,
"Bersabarlah, setelah kamu sembuh aku baru akan ceritakan semuanya.."
"Sekarang lebih baik tunjukkan tempat yang aman, agar kita bisa melakukan nya tanpa ada gangguan sekecil apapun.."
Thian Yi mengangguk pelan dan berkata,
"Sebenarnya tempat ini juga sudah cukup aman, jarang ada yang bisa sembarangan datang kemari.."
"Tapi ya sudah, kita cari aman saja.."
"Ayo kita keluar dari kamar ini, ambil jalan sebelah kanan menuju taman.."
Ucap Thian Yi pelan.
Kim Kim kembali memanggul Thian Yi di punggungnya, lalu bergerak keluar dari kamar belok kanan.
Menyusuri koridor panjang berkelok kelok yang di bangun diatas kolam besar.
Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah taman yang penuh dengan pepohonan bunga Mei Hua yang bermekaran indah.
Di sini Kim Kim bergerak melangkah mengikuti petunjuk Thian Yi yang terkadang maju, menyamping ke kiri kekanan, terkadang juga mundur.
Terkadang malah melangkah menabrak kearah pohon yang tumbuh di sana.
Tapi anehnya, saat Kim Kim melangkah kesana, pohon itu malah bergeser mundur memberinya jalan.
__ADS_1
Kim Kim terus bergerak tanpa banyak pikir, tinggal ikuti saja petunjuk Thian Yi.
Hingga mereka berhasil juga keluar dari taman pohon Mei Hua.
Di sana terlihat ada sebuah bangunan rumah sederhana yang di lengkapi kincir air dan air terjun yang letaknya di belakang bangunan rumah sederhana itu.
"Adik Kim Kim, kamu lihat tonjolan batu putih yang muncul di aliran sungai di bawah jembatan itu."
Ucap Thian Yi.
"Ya,.. kenapa..,?"
Tanya Kim Kim.
"Kamu lompat kesana, ambil lompatan melewati batu kedua keempat keenam dan selanjutnya, hingga kita tiba di air terjun belakang pondok itu.."
Ucap Thian Yi memberikan petunjuk.
Kim Kim mengangguk cepat, tanpa banyak tanya lagi, dia segera mengikuti petunjuk dari Thian Yi.
Hingga akhirnya mereka berdua berhasil tiba di hadapan sebuah air terjun yang jatuh berdeburan dari atas ke bawah.
Di sambut oleh sebuah kolam berwarna hitam kelam, meski kolam itu berwarna hitam kelam.
Tapi sumber airnya sebenarnya sangat jernih murni dan dingin membeku.
Hal ini terbukti dari air yang mengaliri sungai dangkal bebatuan putih.
Terlihat dengan jelas bagaimana bersihnya tuh air, hingga dasar dasar sungai dapat terlihat dengan sangat jelas.
Selain suara deburan air jatuh dari langit langit sana yang sangat keras.
Uap air yang timbul dari benturan keras air terjun dengan air kolam juga memenuhi tempat tersebut
Sehingga berdiri sebentar saja di sana, seluruh pakaian Kim Kim sudah basah.
Thian Yi menunjuk kearah air terjun dan berkata,
"Adik Kim Kim, tempatnya ada di balik air terjun itu.."
Kim Kim mengangguk pelan, kemudian dia segera melesat menembus ke balik air terjun.
Di balik air terjun, ternyata ada sebuah gua alam yang cukup luas di dalam nya.
Dari balik gua air terjun yang meluncur dari atas kebawah, terlihat seperti tirai mutiara yang sedang menutupi gua tempat mereka berdua berada.
Setelah tiba di dalam Gua, Thian Yi kembali berkata,
"Adik Kim Kim di depan sana kamu lihat di dalam sebuah lingkaran ada sebuah lekukan.."
"Tempelkan plakat ku ini kesana.."
Kim Kim menerima plakat kuasa itu dari tangan Thian Yi, dia segera melangkah menghampiri tempat yang di tunjuk oleh Thian Yi
Kim Kim langsung mengikuti petunjuk Thian Yi, untuk meletakkan plakat di tangannya kearah dinding yang melesak kedalam.
__ADS_1
Begitu plakat di masukkan kedalam dinding yang melesak kedalam,. langsung terdengar suara hiruk pikuk berderak di dinding depan